Memang beginilah Holmes

By Orangelyte

Characters Sir Arthur Conan Doyle

Movie Guy Ritchie

(Beberapa karakter ada yang pure made by me)

ENJOY!


Chapter 1 : "Istirahatlah, Watson"

Sudah beberapa minggu belakangan ini hari-hari Dr. John Watson selalu disibukkan dengan pekerjaan di klinik miliknya. Watson sudah berangkat pagi-pagi sekali dari kediamannya, dan tak jarang saat Watson tiba di kliniknya sudah ada 2 atau 3 pasien yang sangat membutuhkan perawatan medis. Asisten-asisten Watson sendiri belum ada yang tiba pada saat itu. Mereka biasanya tiba 2 jam setelah Watson samapi di klinik. Watson berusaha sebisa mungkin menekan semua stres pekerjaan yang belakangan ini terus mendorongnya. Setidaknya bekerja dengan Holmes stres yang kudapat tidak sampai separah ini, pikirnya.

Holmes. Watson jadi teringat akan pertemuan terakhirnya dengan sahabatnya itu di Baker Street yang mana sudah terjadi berbulan-bulan yang lalu. Holmes saat itu sedang disibukkan dengan kasus penipuan yang terjadi di salah satu instalansi pemerintah di Southampton. Jika Holmes sudah menemui titik yang paling rumit dari sebuah kasus, mengajaknya untuk mengobrol saja sudah sangat mustahil. Tidak ada satupun perkataan Watson yang akan digubris olehnya. Satu-satunya interaksi diantara Holmes dan Watson hanya pada saat Holmes menanyai pendapatnya tentang kasus yang sedang ditanganinya, dan setelah itu Holmes kembali sibuk berbicara dengan dirinya sendiri. Dan persis seperti itulah kunjungan terakhirnya ke 221B Baker Street. Watson hanya tersenyum simpul sambil mengingat semua itu.

'Benar juga. Memang sudah lama aku dan Holmes tidak bertemu. Ah, kawan karibku Holmes... Maafkan kawanmu yang serakah ini. Aku jadi penasaran, apakah dia sudah menyelesaikan kasusnya yang di Southampton ? Ya, ampun. Seperti aku harus bertanya saja. Kita berbicara soal Sang Detektif Hebat Sherlock Holmes! Pastilah-'

"Dokter! Dokter Watson!"

"Ya?" Watson mengangkat kepalanya dan melihat salah satu asistennya berdiri di depan meja kerjanya, "Oh, kau rupanya, George. Maafkan aku. Aku pasti tadi sedang melamun. Ada masalah apa?"

"Maaf mengganggumu, dok. Tapi, saya hanya ingin tahu apa resep yang kau tulis untuk Mrs. Harleigh sudah selesai. Mrs. Harleigh memukuli saya dengan payungnya sambil terus mendesak agar cepat mengambilkan obatnya. Dan karena itulah saya memerlukan resep itu segera, dok." Ujar George sambil mengusap-usap pinggangnya yang Watson kira adalah bagian yang dipukuli oleh Mrs. Harleigh.

Watson pun tidak menyadari kalau sebenarnya dia sedang menulis resepnya. Watson tertawa untuk menutupi rasa malunya dan diam-diam dia mengutuk dirinya sendiri karena sudah terlihat bodoh dihadapan asistennya.

"Ini. Apakah itu cukup jelas untukmu?"

"Sangat jelas. Terimakasih, Dokter Watson," Setelah George menerima resepnya, ia tidak langsung pergi melainkan tetap sambil mengamati Watson, "Dokter, apa kau baik-baik saja?"

Watson mengenyitkan dahinya, merasa agak heran dengan pertanyaan George yang sangat tiba-tiba.

"Apa maksudmu, George? Aku tidak sedang sakit," Jawab Watson.

"Saya tahu itu, Dokter Watson. Kau hanya terlihat kelelahan sekali," Balas George.

"Belakangan ini kita memang sangat sibuk, bukan? Tentu saja aku kelelahan," ujar Watson sambil tertawa lemah, "Aku hanya bercanda. Aku baik-baik saja."

George mengangguk-angguk kecil sambil memainkan ujung kertas resep yang dipegangnya. Suasana hening sejenak.

"Mungkin sebaiknya dokter istirahat saja. Pulang kerumah maksud saya."

"Aku tidak bisa lakukan itu, George. Kuhargai kepedulianmu itu, tapi aku sangat, sangat, sangat sibuk sekali disini. Dan kau tahu itu. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku begitu saja hanya karena sedikit kelelahan. Aku punya tanggung jawab disini, George-"

"Baiklah, aku rasa kita tinggalkan dulu semua formalitas ini," George berjalan memutari meja, lalu berdiri disamping Watson sambil memegang pundaknya, "Watson, istirahatlah. Sebagai teman dekatmu, aku sangat khawatir akan kesehatanmu. Aku juga orang medis, aku tahu kau sedang tidak enak badan. Dan aku tidak akan mengijinkanmu bekerja seperti ini."

Watson menghela nafasnya sambil memijat batang hidungnya.

"Tapi-"

"Edward dan aku bisa menggantikanmu untuk sementara. Kami asisten kepercayaanmu, bukan? Kau bisa percayakan semuanya kepada kami sampai praktik hari ini berakhir. Aku mau kau istirahat sampai kau benar-benar sehat. Jangan coba-coba datang kalau masih merasa lelah, aku akan tahu itu."

Watson memandang George sejenak, lalu ia pun akhirnya beranjak dari kursinya sambil tertawa-tawa.

"Baik-baik, kau menang," Watson merogoh-rogoh sakunya dan menarik kumpulan kunci, "Ini. Jika masih ada pasien pada jam tutup, layani mereka dahulu baru kau kunci semua ruangan klinik. Aku yakin kau pasti sudah paham."

George mengambil kumpulan kunci itu dari tangan Watson. Sementara Watson sedang mengenakan jaket dan topinya, George mengambil tongkat jalan Watson lalu menyerahkannya.

"Terimakasih. Cepat kau carikan dulu obatnya. Sebaiknya aku minta maaf dulu pada Mrs. Harleigh."


Ini fanfic pertama yang aku publikasi ke internet (atau kemanapun juga belum sepertinya), jadi semua kritik dan saran kalian bakalan ngebantu banget! So please review!

Thank you very very much!

~Orangelyte