Last Season Chap 1

.

.

.

Disclaimer : FF ini punya saya loh *gak nanya* sungmin punya appa eomma adiknya dan fansnya , kalau kyuhyun baru suami sahnya author *diintai sparkyu* , author disini hanya minjam nama dari member super junior, selebihnya maaf kalau ada salah salah ya, happy reading chingudeul ^^

Warning! : Ganderswith, typo bertebaran, tidak sesuai dengan EYD, beberapa ada bahasa korea yang mian banget kalo salah arti , author newbie ^^

Cast : Lee sungmin, Cho kyuhyun, Lee donghae, Kangin , Yesung

.

.

.

.

*Sungmin Pov*

Sinar matahari yang mulai terasa menusuk di kulitku seakan tak ku pedulikan, kini yang ada di dalam pikiranku adalah kenangan itu. Kenangan yang terus berlarian di pelupuk mataku seperti roll film yang di putar mundur. Aku mengenal jelas pemerannya, namja itu yang memiliki senyum pembunuh, namja itu yang selalu memcubit pipiku saat aku cemberut, namja itu yang selalu berkata "ya! Kelinci mengapa kau menangis itu sangat tidak cocok untukmu" lalu tangannya menyubit hidungku dengan lembut dan dia mendekatkan wajahnya "kelinciku tidak boleh menangis karena jika kau menangis pasti langit akan menangis juga karena langit setuju padaku bahwa air matamu terlalu berharga untuk dijatuhkan". ya namja itu yang pergi meninggalkan ku tepat 4 tahun yang lalu. Di tempat ini tempat yg menyimpan berjuta memory antara aku dengan dirinya, namja itu yang entah sejak kapan aku rasa telah menjadi udara di kehidupanku dan aku terasa sesak bahkan kesulitan bernafas jika tampanya, namja itu…

Lamunan ku terhenti, film yg sejak tadi terputar jelas dihadapanku tiba2 menghilang sesaat ketika aku rasakan ada sebuah benda yg menutupi kepalaku dari teriknya sinar matahari pantai Haeundae.

"Donghae-ssi" aku melirik namja berwajah teduh itu lalu ku angkat sedikit ujung bibirku, tersenyum.

"kamsahamnida donghae-ssi, sebetulnya aku tidak ingin memakai topi karena aku ingin berjemur" sambungku sambil membenarkan posisi topi pink yang ada di kepalaku

"tugasku untuk melindungi nona dari apapun" namja itu tersenyum hangat ke arahku, aku menatapnya sebentar lalu ku alihkan lagi pemandangan ku pada hamparan ombak yang saling berkejar-kejaran di tepi pantai.

*Sungmin End Pov*

*Author Pov*

Namja dan yeoja itu duduk bersebelahan di hamparan pasir yang berkilau akibat pantulan cahaya matahari yang kini sudah malas untuk memantulkan cahayanya di bumi karena lelah sepanjang hari menjalankan tugasnya.

mata yeoja itu masih tertuju pada ombak yang berkejar-kejaran di tepi pantai, dia bahkan tak menyadari namja berwajah teduh itu menatapnya dengan senyum yang sangat hangat.

"ada yang anda pikirkan nona?" namja itu tersenyum ikut memperhatikan ombak yang berkejaran di tepi pantai.

Yeoja kelinci itu tersenyum menatap namja yang bernama donghae itu. "aniyo, donghae-ssi"

Donghae tersenyum kearah sungmin , "ya! Nona muda berhenti memanggilku donghae-ssi formal sekali, panggil saja aku donghae arra?"

"dan kau juga berhenti memanggilku nona, aku benci panggilan itu" sungmin memanyunkan bibir plumnya, donghae mengusap lembut pucuk kepala sungmin.

Donghae adalah orang yang ditugaskan oleh appa sungmin untuk menemani dan menjaga sungmin, donghae sejak kecil sudah yatim piatu dan ketika donghae awal masuk kuliah dia bertemu dengan appa sungmin yang ternyata teman masa kecil appanya, appa sungmin pun lalu mengajak donghae untuk tinggal dirumah sungmin, donghae tidak ingin merepotkan orang lain, karena itu ayah sungmin menawari donghae untuk menjadi pengawal yang selalu menemani dan melindungi sungmin 4 tahun belakangan ini.

Lee kangin (appa sungmin) adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki perusahaan di bidang furniture yang menggurita bukan hanya di korea tapi di asia dan sekarang sedang mencoba merambah pasaran eropa, 4 tahun yang lalu tepatnya ketika sungmin duduk di bangku junior high school eommanya meninggal dunia akibat penyakit sirosis yang di deritanya, sejak saat itu appa sungmin menjadi seorang duda kaya dengan satu anak gadis yang amat dia sayangi, appa sungmin tidak pernah berniat untuk menikah lagi karena appa sungmin adalah type namja yang sangat setia sungmin pun sangat bahagia memiliki appa yang begitu mencintai istrinya walaupun dia sudah meninggal. semenjak kepergian eommanya sungmin menjadi gadis yang suka mengurung diri di kamar dan keluar hanya seperlunya, dia jarang pegi menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolahnya, mungkin bisa di bilang dia tidak mempunyai banyak teman, hanya beberapa saja yang mau berteman dengan sungmin, mungkin karena mereka segan berteman dengan sungmin yang merupakan putri tunggal dari keluarga yang bisa di bilang sangat kaya raya. Namun sungmin sedikit terhibur dengan kehadiran donghae yang selalu menemaninya berjalan-jalan atau sekedar mengobrol saja. Sebenarnya dulu sungmin mempunyai sahabat yang amat sangat dekat dengannya seorang namja yang telah bersamanya selama bertahun-tahun namun namja itu meningglakannya tepat dimana hari eomma sungmin meninggal, namja itu meninggalkan sungmin tampa berkata apa-apa hanya meninggalkan sepucuk surat dan sebuah kalung berliontin lingkaran yang didalamnya berbentuk hati. Namja yang sungmin harap akan segera kembali menemuinya, mengajaknya berlarian diatas hamparan pasir putih di pantai haeundae dan mengucapkan kalimat yang sangat dia rindukan , kalimat yang terus bordering seperti alarm pemadam kebakaran yang setiap terdengar membuat kepala sungmin berdenyut sangat keras.

"benarkah tidak ada yang kau pikirkan? Kau yakin tidak ingin bercerita padaku?" namja itu tersenyum matanya masih tertuju pada objek yang di perhatikan sungmin juga.

Tangan sungmin kini bermain di atas pasir di samping tempat dia duduk, lagi dia tersenyum kini pandangannya menuju namja yang ada di sebelahnya.

"aku yakin donghae-ah, hmm atau kini aku harus memanggilmu dengan sebutan sunbae?" sungmin terkekeh

"kenapa tidak memanggikku oppa?" donghae mencubit lengan sungmin.

"ya! Sakit… mana mungkin aku memanggilmu oppa , kau ini ada-ada saja… tapi sepertinya aku harus membiasakan diri untuk memanggilmu oppa supaya nanti sewaktu di kampus aku tidak kaku lagi menyebut namamu"

"panggil saja aku sunbae tidak masalah, selama itu membuatmu nyaman nona"

meninggalkan donghae yang ,masih duduk dan kini mulai beranjak mengikuti langkah sungmin.

"sangat tidak terasa bukan sekarang kau telah menjadi gadis remaja yang cantik dan kuat, bukan gadis kecil yang imut yang kutemui beberapa tahun lau" kini mereka berjalan bersisian, donghae menatap yeoja aegyo di sampingnya itu. 'lihatlah dirimu kini Minnie, kau sangat cantik dan kuat,kau kini lebih tegar dari 4 tahun yang lalu ketika aku bertemu ketika 3 bulan yang lalu saat kau menerima kabar buruk itu tentang dirimu, lihatlah kini aku melihatmu tersenyum bahagia , bibir plummu itu slalu melukiskan senyum-senyum indah iris foxy itu memberikan kedamaian bagi siapa saja yang memenadangnya , semburat merah yg sesekali terlukis dipipi chubie mu melengkapi kecantikan mu, mungkin orang-orang tidak akan pernah mengira kenyataan apa yang sedang kau hadapi sekarang'

"iya aku kini sudah terbiasa menjalani semua takdir yang telah tuhan tuliskan untukku, aku hanya ingin menjalaninya dengan semua sisa semangat dan senyuman yang kumiliki, aku ingin tersenyum selama aku masih bisa, aku ingin terus berlari dan menjalani hidupku selama aku masih bisa" bibir plum itu kembali melengkung indah donghae membalas senyuman iyu dengan tulus.

"jadi tidak ada alasan bukan bagiku untuk terus menjadi gadis kecil yang lemah, tapi ingat ya aku tetap imut donghae-ah hhee" kedua orang itu kini masih tertawa bersama, di temani langit sore musim panas yang indah di pantai haeundae.

.

.

.

Langit sore bersemburat orange itu pun kini telah terganti oleh gelap, mobil Honda civiv itu kini tengah melaju di jalanan kota seoul. Di dalamnya terdapat dua orang yang kini sedang asik mengobrol di temani lagu-lagu yang mengalun dari radio mobil putih itu.

"kau sudah memepersiapkan segalanya untuk hari pertamamu" tatapan donghae focus pada jalan yang ada di hadapannya

"ya semuanya tentu saja sudah aku persiapkan, aku sungguh tidak sabar untuk hari pertamaku menjadi mahasisiwi, aku sangat gugup dan senang, mudah-mudahan saja aku mendapatkan banyak teman nantinya disana" jawabnyadengan sangat antusias

"kau yakin akan baik-baik saja? Mengapa kau menolak untuk kuliah di rumah… bukankah ajhussi inginnya begitu?"

"aku akan baik-baik saja percayalah donghae-ah, lagi pula di kampus kan ada kau yang menjagaku… sungguh aku tidak ingin hanya menhabiskan waktuku di rumah, aku ingin menghabiskan waktu dengan bahagia, jika di rumah sama saja dengan membuang-buang waktu ku yang sangat berharga dan tidak banyak lagi ini" ucap sungmin, manik plum itu kini tampak sedikit kehilangan binar bahagianya, suasana hening kembali hanya terdengar suara alunan lirih lagu dari radio mobil itu

Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji

Chingoodeul nareul nollyuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

Hanadoolset geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo

Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo yuhngwuhnhi

I love you Love you Love you

Love you Love you Love you yeah

"aku sangat menyukai lagu ini, orang yang menyakinnya adalah biasku" sungmin membuka pembicaraan, tangannya meraih tombol volume .

"menurutmu bagai mana donghae-ah? Suaranya indah bukan?" sungmin menatap donhae yang masih focus dengan jalan di hadapannya

"aku mengenal orang itu, mungkin kau akan menyesal telah menjadikan dia bias mu, suaranya memang indah tapi kelakuannya setara dengan king evil" donghae terkekeh, sungming menyeringitkan dahinya, wajah aegyonya semakin terlihat ketika dia sedang bingung , lucu sekali.

"ya! Kau hanya iri padanya bukan, aku dengar dia juga kuliah di universitas seoul, apakah kau mengenalnya? Apakah dia setampan seperti yang ada di televisi… aku sangat ingin bertemu dengannya donghae-ah , kau pernah bertemu dengannya?"sungmin bertanya dengah penuh antusias, namun donghae hanya membalasnya dengan senyuman tampa berkata apa-apa, itu membuat sungmin kesal dan kini bibir plum iu kembali cemberut, donghae melirik sedikit kearah sungmin lalu mencubit pipi sungmin, yeoja aegyo itu menjerit pelan.

"Ya! Bukannya menjawab malah mencubitku! Aku yakin kau iri kan makanya kau tak mau memberitahuku" ucap sungmin kesal

"itu akan menjadi kejutan untukmu, kau akan tahu nanti bagaimana sikap evil yang kau sebut sebagai biasmu itu"

"ne arraso, kita lihat nanti"

Mobil Honda civic putih itu kini telah memasuki halaman sebuah rumah yang sangat besar berarsitektur eropa itu, donghae turun lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk sungmin, sungmin tersenyum sebagai tanda terimakasihnya. Sungmin berjalan menaiki beberapa anak tangga sebelum akhirnya sampai di pintu coklat besar, tampa di ketuk pintu itu telah terbuka di lihatnya kwang-ssi tersenyum kepadanya dan menyapanya kwang-ssi adalah kepala pelayan di rumah sungmin.

"jalan-jalan ada menyenangkan nona hari ini?" tanyanya ramah sambil mempersilahkan sungmin masuk, beberapa pelayan di samping pintu pun kini telah membungkuk memberi salam kepada sungmin, sebetulnya sungmin sangat risih tapi apa boleh buat memang itu sudah menjadi keharusan dia di perlakukan seperti seorang putri raja.

"ya sangat menyenangkan, apakah appa ada di rumah kwang-ssi?" Tanya sungmin yang kini berjalan menuju ruang tamu ,masih diikuti donghae dibelakangnya, dia merebahkan tubuhnya di atas sofa bewarna cream yang berukuran lumayan besar itu.

"Presdir ada di ruang makan , beliau telah menunggu nona sejak tadi untuk makan malam bersama"

"jinjja, appa ada di rumah sangat jarang sekali, kajja donghae kita keruang makan" ucap sungmin sambil bangkit dari sofa sambil menarik tangan donghae, sungmin sangat senang bisa makan malam bersama dengan appanya. Bisa dihitung dalam sebulan mungkin hanya 2 sampai 3 kali dia bisa makan malam dengan appanya , itu di karenakan appa sungmin sangat sibuk 'dengan pekerjaannya dan sering pergi keluar negeri yang menyebabkan sungmin harus terbiasa makan di meja makan yang besar hanya berdua dengan donghae dan di temani beberapa pelayan.

Saat sampai di ruang makan senyum sungmin langsung terlukis di bibir berbentuk hurup m itu, dia berlari kecil menuju tempat dimana appa duduk sambil meyeruput teh hangat.

"appa , ada angin apa yang membawa appa pulang kerumah dan menemaniku makan malam" goda sungmin sambil memeluk appanya. Appanya tersenyum lalu mencium pucuk kepala putri kesayangannya itu.

"apa kau tidak senang melihat appa di rumah?sangat jarang bukan, semua ini ayah lakukan karena besok hari pertamamu menjadi seorang mahasiswi chagi. Appa tidak akan melewatkan moment itu." Kangin tersenyum , sungmin membalas senyum appanya. Kini tatapan kangin tertuju pada donghae yang masih diri memperhatikan tingkah sungmin yang sangat manja pada appanya.

"donghae-ah bagaimana kabarmu baik-baik saja , apa sungmin banyak merepotkanmu?"

Donghae membungkukan badannya, "aku baik-baik saja ajhussi, ajuhussi sendiri? Sungmin-ssi sama sekali tidak merepotkan ajhussi" donghae tersenyum kearah sungmin.

"baguslah, kalau sungmin merepotkanmu cubit saja pipinya dia pasti akan menurut" ucap kangin sambil mencubit pipi chubbie putrinya itu.

" ne ajhussi aku akan melakukannya jika sungmin-ssi merepotkanku" kali ini sungmin terkekeh dia melepaskan pelukan nya dari ayahnya , dia berjalan menuju donghae dengan wajah cemberut,

"lihatlah appa dia slalu memanggilku dengan sebutan sungmin-ssi aku terlihat sangat tua" sungmin meletakan tanganya di pinggang lalu memanyunkan bibirnya sambil menatap donghae, donghae pun akhirnya tertawa pelan melihat wajah yeoja yang terlampau imut itu.

"hhee donghae biasakan panggil minie saja arra, ajhussi pernah bilang bukan, sekarang duduklah minie donghae kita makan"

"ne ajhussi" .

Mereka bertiga pun memulai makananya, sesekali terdengar tawa di sela-sela kegiatan mereka, entah karena wajah sungmin yang cemberut akibat appanya selalu mengodanya atau karena lelucon yang sungmin ceritakan sendiri kepada ayahnya dan donghae.

Makan malam pun telah selesai beberapa menit yang lalu, kangin telah masuk ke dalam ruang kerjanya karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan, sedangkan sungmin kini masih asik dengan playstationya di temani donghae.

"minie-ah sebaiknya kau tidur ini sudah larut bukankan besok hari pertamau menjadi mahasiswi , kau tidak mau telat bukan?" Tanya donghae sambil meletakkan stick playstationya.

"ya! Donghae pakai stickmu kita belum selesai" ucap sungmin , matanya masih terfokus pada televisei berukuran besar yang menempel kedinding. Donghae mematikan playstationnya. Membuat sungmin marah dan cemberut. Lalu donghae mencubit pipi sungmin.

"sudah malam nona kelinci kau harus tidur bukan? Jaga kesehatanmu arra,? Donghae tersenyum manis kearah sungmin.

"ne arraso" jawab sungmin malas lalu beranjak dari duduknya dan hendak berjalan menuju kamarnya tapi langkahnya terhenti karena dia menoleh lagi kearah donghae yang kini duduk di sofa, tidak di karpet seperti tadi saat mereka bermain playstation.

"donghae, aku harap saat di kampus nanti tidak ada yang tau bahwa kau pengawalku arra, aku ingin kita menjadi sepupu , bagaimana?" Tanya sungmin

"arraso minie-ah , kau juga harus terbiasa memanggilku oppa" donghae terkekeh.

"ahh itu maumu donghae, tapi baiklah" sungmin tersenyum lalu meniggalkan donghae yang masih duduk di sofa, donghae masih memperhatikan sungmin hingga tubuhnya menghilang di balik pintu.

.

.

.

'brukbrukbruk'

Suara langkah kaki sungmin menuruni tangga dengan agak cepat, yeoja berambut hitam itu panik ketika melihat jam pink yang melingkar di tangannya menunjukan pukul 6.15. sudah pasti dia akan terlambat jika tak buru-buru. Mata kuliah pertama di mulai jam 7 tepat. Dan dia harus menuju kampusnya sendiri karena dia meminta donghae untuk berangkat terlebih dahulu. Sungmin tidak mau berangkat bersama donghae . sungmin takut ada yang berpikiran macam-macam antara dirinya dengan donghae. Di ruang tamu sungmin berpapasan dengan appanya.

"telat minie-ah" ucap kangin tersenyum sambil memperhatikan putrinya yang merapihkan kemeja putih yang ditutupi sweater pink , manis sekali.

"ne appa aku telat. Aku juga harus naik bis pula. Aku tidak yakin bisa sampai di kampus tepat jam 7" jawab sungmin sambil kembali menatap jam tangannya.

"naiklah kemobil appa. Hari pertama ini appa special mengantarmu kekampus"

"jinjja ? gomawo appa" sungmin mencium pipi appanya lembut, melingkarkan tangannya di tangan appanya menuju mobil mercy hitam appanya. Mobil itu tak lama lau melesat kearah kampus sungmin.

Tak lama mobil mercy hitam itu berhenti tepat di gerbang kampus sungmin yang sangat besar, appanya menawari apakah dia ingin diantar sampai dalam. Tapi sungmin menolak dia tahu appanya pasti sangat sibuk, jadi dia menolaknya dengan halus. Sungmin kini memasuki area kampusnya yangsangat luas, kampusnya sangat bagus dan indah. Sejuk sekali padahal sedang musim panas, mungkin ini dikarenakan banyaknya pohon-pohon yang di tanam di area kampus ini, tidak slah donghae merekomendasikan kampus yang sangat bagus seperti ini. Sungmin masih menatapi keindahan kampusnya hingga dia tersadar dan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 tepat.

"celaka aku akan terlambat, tapi aku tahu aku harus kegedung yang mana banyak sekali gedung disini" ucapnya sambil memperhatikan sekitar , kini matanya tertuju pada 3 orang namja yang tengah duduk di dekat pohon mapel di dekat danau yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Sungmin berjalan agak cepat hingga akhirnya dia sampai di dekat ketiga namja yang terliahat sedang mengobrol mungkin juga sedang membolos.

"ya, kyuhyun-ah kurasa masih ada serangga yang berusaha mencari perhatianmu" ucap namja yg memakai kaos bewarna biru tua yang duduk menghadap kyuhyun. Kyuhyun tersenyum jijik. 'ahh yeoja yang selalu memuja-mujanya mengatasnamakan fans yang rela melakukan apa saja. Cih murahan' batinnya.

Sungmin mendekati 3 orang namja itu, adia membungkukkan badannya dan menyapa dengan sopan

"annyeong ha…" kalimatnya terputus , saat namja yang menggunakan jaket putih yang memliki rambut bewarna caramel memotong kalimatnya.

"ya! Kalau kau ingin mengatakan cinta dan bersedia melakukan apa saja untukku aku sedang tidak mood arra. Sebaiknya kau pergi tapi jika kau memaksa tinggalkan saja omor telefonmu aku akan menghubungimu jika aku membutuhkan kesenangan, kau mengerti seperti yang lain" ucap kyuhyun tampa menoleh kearah yeoja dengan rambut tergerai di belakangnya.

"brak"

Suara tas sungmin menghantam kepala kyuhyun, kyuhyun mengerang kesakitan. Dia menoleh kearah yeoja yang berani-beraninya bertindak seperti itu kepadanya.

.

.

.

TBC

pendek ya chingudeul hhee, di chapter selanjutnya author akan bikin yang lebih panjang deh mudah-mudahan.. hhhe oia di chap ini ceritanya belum begitu jelas nanti di chap selanjutnya bakal lebih jelas lagi tentunya... yang pasti kalian harus review ya soalnya tampa review kalian FF ini gak akan berlanjut T.T *nangis di pelukan kiyu"* hhee...

.

.

.

REVIEW PLEASE ^^