Author: Fic pertama saia yang benar-benar berupa cerita di fandom game ini dan fic saia yang pertama mengambil genre Drama pula. /Haha/

Arme: Yay! /claps/

Author: Lho? Mana yang lain?

Arme: Belum hadir~

Author: /Sigh~/ Well ga perlu banyak chit-chat lagi, I present you:

.

-:-:-:-THE MIGHTY MAGICIAN AND THE THIEF-:-:-:-

chapter 1 : Mysterious Black Hooded Person

.

Disclaimer

Grand Chase isn't mine but trademark of KoG

.

Content Alert

Typo, OOC-ness, GaJe-ness, dan hal-hal menge-ness-kan mungkin tersebar di suatu tempat. Berhati-hatilah.

.

Gelap.. Kemudian sebuah lampu menyorot ke arah tirai ungu dengan pola bintang di bagian bawahnya. Seorang pria bertuxedo berdiri dalam terangnya cahaya lampu sorot. Dengan wibawanya ia mengangkat microphone di tangannya dan menyambut kerumunan orang yang telah menanti dengan tidak sabar kehadiran idola mereka. Tak lama kemudian pria itu undur diri dari panggung bersamaan dengan terbukanya tirai ungu di belakang. Tampaklah sebuah meja dan pot ungu tua diatasnya tapi tidak ada tanda-tanda keberadaaan sang idola. Penonton mulai gaduh, bertanya-tanya satu sama lain meskipun mereka tahu bahwa lawan bicaranya tidak memiliki jawaban. Tiba-tiba terdengar suara gadis imut yang mereka cari-cari.

"Hey, let's take it easy!" Ujar gadis itu.

Salah seorang penonton menunjuk ke langit gedung diikuti oleh beberapa yang lain. Sedetik kemudian semua mata tertuju ke langit-langit dimana seorang gadis berambut ungu violet dikuncir satu dengan warna mata senada mengenakan kostum pertunjukannya yang paling difavoritkan, kostum battle mage, duduk di atas long staff yang melayang-layang diatas area penonton. Penonton pun bersorak sorai memanggil namanya.

"ARME! ARME! ARME!"

"WE LOVE YOU ARME!"

Dan bermacam-macam lainnya. Arme si pesulap cilik melayang diatas staffnya menuju panggung kemudian menapakkan kakinya di atas lantai kayu panggung pertunjukannya. Ia memasukkan long staffnya ke dalam pot di meja kemudian menarik keluar.. kelinci. Beberapa kelinci, merpati dan hamster ia keluarkan sebelum akhirnya ia mendapatkan short staffnya keluar dari pot. Penonton tertawa dengan pertunjukan sulap penuh humor yang selalu dilakukannya, meski sebenarnya itu semua bukanlah suatu kesengajaan. Arme menyeringai dan menunjukkan short staffnya kepada penonton.

"Akhirnya short staffku ketemu juga, hehehe." Para penonton tertawa karena kepolosannya.

Pertunjukan berlangsung dengan penuh tawa, tanpa menyadari sepasang mata scarlet mengawasi setiap gerak gerik si pesulap dari balik tudung jubah hitamnya.

Setelah pertunjukan usai, penonton meninggalkan gedung menuju rumah masing-masing. Terkecuali untuk sang bintang Arme, manager dan beberapa staf yang membersihkan sampah sisa-sisa pertunjukan.

"Arme, tidakkah kau mengantuk? Ini sudah pukul 11.45 malam." Tanya managernya yamg berambut pirang panjang dan berpakaian serba merah.

"Masih ada beberapa surat lagi. Tunggulah sebentar, ya?" Pintanya memohon. Ia masih asik membaca segunung surat penggemar yang diterimanya tadi. Sang manager menghela nafas.

"Baiklah kalau kau bersikeras. Aku mau ke toilet dulu."

"Terimakasih manager! Akan kuselesaikan secepatnya!" Katanya bersemangat lalu managernya pergi meninggalkan ruangan.

Sang manager berjalan di lorong yang agak gelap dan berpapasan dengan seseorang berjubah dan bertudung hitam. Ia melirik ke arah orang bertudung itu, Ia tidak dapat melihat wajahnya karena kurangnya cahaya. Entah kenapa perasaannya tak enak ketika berpapasan dengan orang itu, tapi ia menghiraukannya dan melanjutkan langkahnya ke toilet.

Arme dalam ruangannya tengah membaca surat terakhirnya ketika terdengar ketukan di pintu.

"Kau kah itu manager?" Tanyanya masih tak lepas dari surat ditangannya.

Pintu terbuka, menampakkan seorang berjubah dan bertudung hitam memasuki ruangan dan mengunci pintu dibelakangnya. Arme yang telah selesai membaca suratnya terkejut melihat siapapun itu dari kaca riasnya. Seorang berjubah itu mengeluarkan pisau merah dari balik jubahnya dan berusaha menyerang Arme. Arme dengan sigap menghindar, mengambil short staff dengan tangan kanannya lalu mengeluarkan sengatan listrik ke arah orang itu.

"LIGHTNING BOLT!" Sejurus kemudian orang itu tersengat oleh arus listrik dan mengerang kesakitan. Suara seorang lelaki.

Arus listrik gedung terpengaruh oleh sambaran petir Arme, lampu berkedip-kedip, menyala semakin terang kemudian pecah berkeping-keping, menimbulkan percikan api. Gedung pun gelap gulita karena arus listrik terputus dari sekering untuk menghindari konsleting.

Manager yang baru saja keluar dari toilet langsung tahu kalau Arme lah penyebabnya dan segera kembali.

Arme yang ketakutan dengan gemetar mengambil long staff dengan bantuan cahaya dari listriknya. Ia membakar pintu yang terkunci dengan apinya.

"FIRE BUST!" Pintu naas itu pun hangus menjadi abu dalam beberapa detik.

Arme berlari keluar meninggalkan pria bertudung yang terkapar di lantai. Ia berlari kemanapun kakinya pergi dan menabrak sang manager yang juga tengah mencarinya.

"Ow, Arme? Kau tidak apa-apa?" Tanyanya panik.

"Ada seorang pria bertudung menyerangku." Jawabnya dengan cepat-cepat.

"Pria bertudung? Dimana dia sekarang?"

Arme mengajaknya ke ruangan yang kini berantakan. Abu kayu dan pecahan kaca lampu berserakan dimana-mana tanpa adanya jejak keberadaan si pria bertudung dimanapun.

"Sebaiknya kita pulang sekarang. Ceritakan padaku semuanya di perjalanan nanti."

"Baiklah."

"Aku juga akan menyewa beberapa bodyguard untuk memperketat keamannanmu di acara besok."

Mereka pun bergegas menuju mobil dan kembali ke mansion.

.

.

Sementara itu, di tempat entah berantah yang gelap dan sunyi duduklah gadis berambut biru dikuncir dua ala pigtail dan didepannya berdiri pria berjubah dan bertudung hitam tadi dengan sorotan tajam mata scarlet sebelah kirinya yang menyiratkan dinginnya pribadi orang tersebut.

"KAU GAGAL?" bentak gadis itu pada si pria bertudung.

"Maaf master, tak kusangka ia menyerangku dengan sihir listrik seperti milik anda."

"Jadi gadis itu bukan pesulap sembarangan. Ada darah penyihir yang mengalir dalam nadinya juga rupanya. Pantas saja ia dapat melampaui ketenaranku." Si gadis geram, sesekali mengeluarkan umpatan-umpatan yang tidak pantas diucapkan oleh gadis seusianya sementara pria itu hanya diam.

"Kau pergilah ke acara penghargaan anak berbakat besok dan lakukan tugasmu. Kali ini, jangan sampai gagal!" Perintahnya tegas.

"Baik master." jawabnya datar.

Bagus. Pergilah dan jangan kecewakan aku." Pria itu menghilang dari hadapan si gadis bagaikan asap.

.

.

Di luar. Jalanan yang gelap, hanya diterangi oleh beberapa lampu jalan. Di atas gedung pertemuan yang megah, berdirilah seseorang dengan rompi lusuh dan syal tua melingkari kepalanya bermandikan cahaya bulan. Mata sepasang mata azurenya menatap selembar poster di tangannya. Poster yang memberitahukan akan adanya acara besar di gedung yang dipijaknya ini besok.

"Pesta besar bagi mereka. Keuntungan besar bagiku." Gumamnya pelan.

Angin malam berhembus, menerbangkan kertas poster itu dari tangannya. Begitu pula dirinya yang dalam sekejap mata hilang dari pandangan.

.

-:-:-:-To be continued-:-:-:-

.

Author: Uff.. Selesai juga~

Arme: Cerita drama yang penuh misteri? /Confused/

Author: Sangat aneh tapi saia cukup menikmati menulis cerita ini, fufufu..

Siapa suka tebak-tebakan?
Coba tebak siapakah pemeran:

1. Manager Arme
2. Seorang berompi dan syal
3. Gadis berambut biru
4. Pria berjubah dan bertudung hitam

Saia yakin Readers-sama dapat menebaknya dengan mudah..

Jawaban No.1 akan saia beritahu pada chapter 2.
Sedangkan jawaban No.2 – 4 akan terungkap di chapter 3.
Khu khu khu..

Arme: Akhir kata.. See you next chapter.. /Bye!/

.

-Thanks for Reading-
-Mind to Review?-