-Tomorrow-

Claire's Pov

Pagi ini, aku bangun lebih pagi.

Itu karena aku akan mengantar ayah ke rumah sakit, sedangkan ibu, menjaga adik yang masih tidur, sekaligus memasak.

~In hospital~

Di rumah sakit, aku meminta suster untuk memeriksa dan menjaga ayahku.

"nanti, ibuku akan datang, tolong beritahu ibuku ya" pesanku.

Suster itu mengangguk, aku pun langsung keluar dari rumah sakit.

Aku menuju ke sekolah tanpa ke rumah.

~In school~

Aku menuju ke kelas, seperti biasa, aku bertemu dengan orang yang suka meng-E-J-E-K.

"heh! Claire, ternyata kamu masuk juga ya, hari ini" kata Karen.

"walaupun masuk, lulus tes untuk ke Jepang juga ga akan tercapai" ejek Mary.

"semua hal tentang itu, Tuhan yang menentukan" kataku.

Aku terus masuk kelas, dengan niat tidak mau menghiraukan mereka.

'anjing mengong-gong, berlalu ah...' pikirku.

"Claire!" panggil Elli.

"selamat pagi, Elli" salamku.

"Claire, aku sudah tidak sabar untuk tes itu" kata Elli memegang tanganku.

Tangan Elli tampak dingin, pasti hatinya berdebar-debar sama sepertiku.

"oh ya, Claire, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Elli.

"aku akan menjawab sebisaku" jawabku.

"psst... psst..." bisik Elli.

Elli berbisik yang pastinya karena tidak mau di dengar oleh Karen dan teman-temannya.

"oh! boleh kok! ayo kita bela-" sambungan terputus #PLAKKK! maksudnya omongan terputus.

"sstt...!"

Aku mengangguk, kemudian, aku dan Elli duduk bersama, kami belajar bersama.

Masalahnya adalah ada rumus yang tidak di ketahui Elli, maka aku memberitau-nya tentang rumus yang di tanyakan.

Saat itulah, grup pengejek datang.

"hah! ya ampun! apa kalian belum belajar? oh... malang nasib kalian, pasti kau tidak akan bisa ke Jepang, Claire" kata Karen.

"bukan! kau salah paham! aku hanya membantu Elli saja!" kataku.

"Elli mana mungkin meminta bantuanmu!" kata Ann.

"yang di katakan Claire benar! aku memang meminta bantuannya!" kata Elli.

"Elli... Elli..., mana mungkin orang pintar kayak kamu minta bantuan sama orang bodoh seperti Claire!" kata Ann.

"Ann! kamu keterlaluan mengejek Claire seperti itu!" kata seseorang.

Aku dan Elli melihat ke belakang Karen, semua melihat.

"e-eh? Ja-Jack? a-aku...,aku sama sekali tidak mengejek Claire, kok!" kata Ann berbohong.

"Tadi aku dengar sendiri, kok!" kata Jack.

"Ka-kamu salah dengar! bu-bukan aku yang mengejek, ta-tapi... tapi dia!" kata Ann sambil menunjuk Mary.

Mary tersentak kaget mendengar kata-kata Ann, padahal bukan dia yang mengucapkannya.

"Eh? lho? kenapa kau memfitnahku, Ann?" tanya Mary.

"Apa benar?" tanya Jack.

"bu-bukan aku! kau salah! Ann memfitnahku!" jawab Mary.

"tunggu, Jack!" leraiku.

"Heh! anak kayak kamu ga usah ikut campur!" kata Karen.

"Bukan Mary yang bilang, tapi Ann!" cela Elli.

"Aku sudah menduga dari suara Ann, aku tidak suka ada orang yang merendahkan orang yang tidak mampu" kata Jack.

"benar tuh, Jack! aku setuju denganmu!" kata Karen tiba-tiba.

Teman-teman Karen langsung melotot ke arah Karen.

Teng! Teng! Teng!

Bel berbunyi, semua murid pun kembali ke tempat duduk termasuk Jack yang kembali ke kelasnya.

Guru pun telah datang, dia membawa seseorang.

"anak-anak, dialah yang akan memberi kalian tes" kata guru.

"namaku Aiqian (baca: Aichien), aku-lah orang yang akan memerhatikan kalian selama kalian mengerjakan tes dariku. Kalau aku lihat ada yang menyontek, dia akan langsung di diskualifikasi" katanya memperkenalkan diri.

'Benar-benar akan jadi sulit' pikirku.

Aiqian langsung membagikan kertas tes itu ke seluruh meja.

"waktu kalian selama 90 menit, di mulai dari... sekarang!" kata Aiqian.

Aku langsung membaca soal di kertas tes dan mengisinya.

-90 Minutes Later-

"waktu habis!" kata Aiqian.

Dalam waktu yang tepat, aku pun telah mengisi 100 soal yang ada.

Aku langsung melihat ke arah jam. Jam 9 AM.

"tepat waktu istirahat" kataku.

Seorang petugas segera mengambil kertas-kertas tes itu.

"Haduh... aku lapar" kataku.

"Tes akan di umumkan 4 hari lagi, jadi bersiap-siaplah!" kata Aiqian langsung pergi.

'Yahh..., harus menunggu 4 hari' pikirku.

"Anak-anak, kalian sudah di perbolehkan pulang, jadi kalian pulang saja" kata guru.

"Tumben..." kataku.

"Claire...!" panggil Elli.

"1 lagi, besok kalian libur saja, karena ada rapat guru besok" kata guru.

"Wahh... kebetulan sekali" kata Elli.

"Memang kenapa?" tanyaku.

"Aku mau mengajakmu, Claire" jawab Elli.

"Eh? aku mau di ajak kemana?" tanyaku.

"Pokoknya, besok kita ketemu di jembatan Harvest ya" jawab Elli.

'Apa! jembatan Harvest! padahal jembatan itu kan...'

"Em..., Elli, apa kau yakin kita akan bertemu di sana?" tanyaku.

"Tentu saja, Claire, memang kenapa?" tanya balik Elli.

"Ti-tidak apa-apa!" jawabku.

Apakah Elli sebelumnya tidak mengetahui kalau jembatan itu memiliki kekuatan gaib? aku harus mencegahnya.

"Elli, ku rasa kita jangan bertemu di jembatan itu, aku merasa jembatan itu haram" kataku.

"Kok kamu bisa berpikir seperti itu? kan tidak pernah ada pembunuhan" kata Elli.

Aku dan Elli keluar dari kelas, saat itu Jack datang.

"Hai, Claire, Elli!" sapa Jack.

Tanpa membalas sapaan Jack (kasihan deh lo #BLETAKK!), kami melanjutkan pembicaraaan kami.

"Iya..., ta-tapi..."

"Tapi apa, Claire?" tanya Elli.

"Ta-tapi... tapi, rumahku terlalu jauh untuk ke sana" jawabku berbohong.

Jujur saja, sebenarnya jarak rumahku dengan jembatan Harvest hanya 20 kaki.

"Kalian sedang bicara apa?" tanya Jack.

"Sedang bicara soal besok, Jack" jawab Elli.


[Chapter Finished]

Salam dari author: Gomen ya buat penggemar Harvest Moon yang menunggu lama chapter 3, tapi untung author udah sempat. Jadi, di review ya ^^