Balada Ramadhan: d'Bojong Konoha
Oleh: Kitty Kuromi © 2012

Pinjem karakternya ya, Kishi-senseeeiiii.
AU/GAJE/SETTING-INDONESIA/GARING CRISPY!

Chapter V: Puasa Bukan Alasan!
(17 agustusan a la Bojong Konoha)


Puasa-puasa… tujuh-belas-agustusan?

Panas-panas pas puasa mau tetep tujuh-belas-agustusan?

"Why not?" ucap Naruto sok bule.

"Inget, puasa bukan alasan untuk dijadikan malas-malasan!" lanjut Naruto angkuh. Semenjak diterima bekerja di sebuah toko Agen milik Chouji—yang ternyata adalah agen tempat Sakura belanja buat dagang di warung— Naruto menjadi sok.

Pertama, sok berwibawa. Suka nimbrung masalah politik padahal dia sendiri tidak kenal yang mana Gubernur DKI yang mana pula Parto OVJ. Suka mencampur adukan bahasa Indonesia dengan inggris. Padahal ngomong impressive sama implusif aja suka ketuker.

Kedua, sok pinter. Pernah menawarkan diri membantu seorang anak tetangga yang kesulitan mengerjakaan PR IPS kelas lima SD. Dan keesokan harinya anak itu pulang dengan menangis dan mengancam tidak ingin sekolah lagi karena malu. Ternyata Naruto menjawab pertanyaan 'Mengapa Patimura bisa selamat dari penjajah?' dengan jawaban singkat-padat-jelas namun… tidak berguna, yaitu… 'Takdir.'

Ketiga, sok necis. Okay, memang dia itu abis dipermak abis-abisan waktu itu. Bagus sih, sekarang dia terbisa dengan pakaian rapih dan wangi kemana-mana. Sampai minta tolong sang ibu untuk menyetrika kausnya, padahal ia hanya ingin ke kamar mandi. Tolong dicatat. Ke kamar mandi.

"Dasar anak DURJANA!" Kushina getir pas tahu malem-malem dibangunin buat apa, yang langsung diralat oleh sang suami. "Durhaka, nyak…"

Lalu, yang paling nggak nahan… itu lho, poninya. Style-nya mendadak Harajuku, meninggalkan khas rambut jabriknya terdahulu. Style itu didapatkan dengan tidak mudah, yaitu rebonding-hair dulu di salon Jojon Andrean (if you know what I mean).

"Gue yakin banget itu poni buat nutupin alisnya yang rest-in-peace pasca ke-sotoy-an Shino pas make-over waktu itu. Pake beralibi mau jadi cowok modis lagi. Kudanil juga tuh anak." Komentar Sasuke sarkasme, yang sebenernya merasa tersaingi karena penggemarnya mulai beralih pada Naruto.

"Jangan ngomong gitu, kasihan lho, mas…" timpal Sakura. Sasuke mendelik.

"Lo kasihan sama dia? Jangan bilang lo berpaling dari gue ke dia kayak fans-fans gue yang lain?!"

"Heh? Sopo yang berpaling dari sampean? Yang kumaksud kasihan itu kudanilnya." Jawab Sakura mengerutkan alis tak mengerti dan sedikit memonyongkan bibir.

Mendengar Sakura bilang 'sopo-yang-berpaling', inner Sasuke dance moon-walk a la Michael Jackson.

Itu berarti, Sakura selama ini nge-fans juga dong sama gue.

"Lagian sopo yang nge-fans sama sampean?" lanjut Sakura polos.

Prang! Sound effect – layar hp/pc readers pecah ditonjok Sasuke.

.

.

Kembali lagi ke Naruto yang sedang nimbrung rapat Acara Tujuh Belas Agustus bersama anak Karang Taruna Desa Bojong Konoha. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah…

Sasuke (ketua gak guna karena bisanya dateng pas libur kuliah dan weekend doang, atau libur semester+puasa begini);

Sakura (wakil merambah jadi ketua saat Sasuke di Jakarta);

Shikamaru (bendahara);

Ino (sekertaris);

Hinata (seksi konsumsi);

Tenten & Lee (seksi keamanan);

Sai & Neji (seksi humas);

Kiba & Shino (anggota).

Perkumpulan OJEK AKATSUKI (Sexy, Free and Single!)

Ups, maaf. Baris terakhir itu bukan kerjaan author. Ternyata mbah Orochimaru mengajukan proposal untuk mengganti emblem perkumpulan ojeknya pada author.

*dikepung para tukang ojek akatsuki.*

Oke, okeeeee! Author masukin deh mereka dalam cerita anak karang taruna. Yakni menjadi seksi ribet, alias sok sibuk padahal tidak melakukan apapun. Hanya ikut rapat dan pada akhirnya mereka sibuk main monopoli sendiri.

Sebagai ketua, Sasuke ingin rasanya menginjak para tukang ojek itu sambil membayangkan kutu-kutu makmurnya Naruto yang membuatnya dongkol. Tapi sayang seribu sayang, ada abang tercintanya di kelompok oon itu. Akhirnya Sasuke lampiaskan dengan menggigit-gigit pecinya hingga menyebabkan gigi bagian depan sedikit bergeser, dan Sasuke pun kapok.

"Woy, kalian! Niat gabung Karang Taruna nggak sih?" teriak Sasuke pada akhirnya karena kesal. Perkumpulan ojek Akatsuki itu pun menoleh. Sasuke memantapkan hati, meski kini sang kakak menatapnya tajam.

Itachi boleh intimidasi gue di rumah. Tapi nggak di sini. Di sini gue ketuanya, gue gak mau kehilangan wibawa. Terutama depan Sakura. Tunggu, ekspresi garang gue udah ganteng belom ya?

Sasuke pun membuka lebar kedua matanya bermaksud terlihat galak agar disegani, tapi malah terlihat seperti ibu-ibu antagonis sinetron Indonesia kalo lagi melotot.

Dengan mantap, Itachi mendekati sambil mengeluarkan sebutir benda kecil berwarna hijau yang ia masukkan ke dalam mulutnya—

"Gak puasa!" celetuk Kisame.

"Hanjeer, dia 'make' ternyata." Celetuk Deidara takjub.

—dan Itachi hisap-hisap.

"Cupu banget, narkoba diisep! Dia baru pertama kali yah?" gumam Sasori.

"Bocah sotoy diem aja lu. Itu tandanya dia kuat sama rasa pahit!" sambung Zetsu.

Itachi dengan cool meniup napasnya ke depan semua anak Karang Taruna minus Akatsuki.

Oh ternyata permen mint. Batin para member Akatsuki sweetdrops.

"Dek, main monopoli yuuk…" ajak Itachi dengan suara dalam dan memesona, seperti iklan permen Hex*s.

Sasuke menurut saat ditarik Itachi. Ia setengah tak sadar alias teler karena ternyata itu bukan Hex*s, tapi permen aroma jengkol. Teman-teman Sasuke pun terkena dampak aroma tersebut. Sementara para Akatsuki takjub dengan apa yang Itachi lakukan.

"Mau ikut? Ikut?" tanya Itachi yang disambut dengan ambruknya anak Karang Taruna yang asli.

Akhirnya sore itu jam rapat terbuang sia-sia. Ketua organisasinya terhipnotis, anggotanya pingsan. Sementara ojek Akatsuki menikmati jam rapat dengan bermain monopoli.

"Oke, Korea harus kebeli sama gue!" Deidara mengocok ember mini isi dua dadu sambil goyang-gergaji.


Esoknya di pagi hari.

"GAWAAAAT!" Sasuke menendang selimutnya dan berlari terburu-buru keluar kemar. "Gawat! Gawat! Gawaaaat!"

Itachi berpose a la pahlawan bertopeng sambil menonton Sinchan, "Hohoho, aku adalah pahlawan bertopeng...!"

"GAWAAAAT!" Sasuke yang lagi 'Panic! At the Disco' tiba-tiba melintas berlari menuju kamar mandi, dan itu membuat Itachi segera duduk di sofa. Namun sayang, posisinya kurang mundur.

"Aduh! Apaan sih dek?" tanya Itachi belagak santai sambil bangkit mengenakan jaket kulit hitam bermotif awan merah—jaket seragam ojeknya.

"Rapaaaat! Rapat kemarin gimana? Hari ini kan harusnya lomba! Duh, gua kesiangan, gak sahur pula. Belom gosok gigi… yaaah kalo begini, gue gak bisa ngobrol sama Sakur—eh… ehm." Sasuke heboh dan berhenti dengan sendirinya, dia pun pura-pura jalan masuk ke kamar mandi seolah gak terjadi apa-apa, sambil tetep lanjutin gerakan disco ajaibnya (sebelah tangan dipinggang yang goyang-goyang, sebelahnya lagi nunjuk cicak-cicak di dinding).

"Haaah, mama udah tau. Kamu itu gak becus jadi ketua Karang Taruna. Lomba hari ini diurus sama wakil RT dan mama sendiri, juga ibu-ibu lainnya." sahut Mikoto keluar dari dapur.

Sasuke nongolin kepala dari pintu kamar mandi, "bener mah?"

"Iyo, wong kamu gak becus. Mama udah antiseptikin—"

"Antisipasi mah…" ralat Itachi.

"Ya begitu deh. Antisipisi."

"AN-TI-SI-PA-SI." Ralat Itachi gemes memamerkan gigi-giginya.

"Iyo, antisapisi." Mikoto memutar bola mata malas.

"Hah! Terserah mamah deh. Antisapiin sekalian!" Itachi cuek sambil mengikat tali sepatu sport-nya.

"Payah kamu, antisipasi tauuuk!" Mikoto menoyor kepala Itachi dari belakang dengan gemes. Ehm, jangan dicontoh yaaa.

"Grrrr…!"


Jam Tiga Sore

Hampir seluruh warga dari yang bocah ingusan sampai para sesepuh yang tua-tua belankotan datang ke lapangan Bojong Konoha. Ada yang ingin berpartisipasi, ada pula yang hanya ingin memberi semangat, ada yang hanya ingin menagih warga lain untuk follback twitter. Hampir semua jalan/warung/toko ditutup demi lancarnya kegiatan ini. Sebenernya sih dipaksa wakil kepala desa, dengan alasan 'sebagai warga Negara yang baik'.

Setiap Rukun Warga alias RW, mengadakan lomba di tempat masing-masing.

Mari kita langsung saja ke RW 11. RW dimana adanya tokoh-tokoh ajaib yang menjadi sorotan Balada Ramadhan ini.

Kegiatan dibuka dengan digelarnya acara di atas panggung PENSI alias Pentas Sensasi.

"Yoooo! Langsung saja, pembukaan pensi akan diisi oleh Naruto, Sasuke, Kiba, Shino, dan Lee! D'TABOK BAAAAND!" teriak Deidara selaku MC di atas panggung diiringi sound effect 'plak plak plak!'.

Jerit cewek-cewek pun terdengar, mulai dari yang bocah cempreng (yang ikut-ikutan doang) sampai dengan para nenek-nenek yang mengacungkan jari jempol-telunjuk-kelingking, Metaaaal!

"Eh, ini ngapain sih kita?" tanya salah seorang nenek pada nenek-nenek lainnya.

"Kata Naruto, ngacungin tangan kayak begini bisa menghambat tanda-tanda penuaan." Jawab nenek lainnya. Kerumunan nenek-nenek itu pun diam sejenak untuk saling pandang, dan detik berikutnya mereka ngacungin tangan lagi tanpa keraguan—sambil membayangkan kulit muda berbinar yang akan segera datang.

Give applause for our great Naruto! yang udah mengarang bebas.

Melihat personil D'Tabok Band sudah naik ke atas panggung dan mengambil posisi masing-masing, semua yang berbaju metal hari itu langsung maju ke depan panggung dengan mantap (sradak sruduk kayak warga napsu dapet sembako maksudnya)! Karena D'Tabok Band memakai baju yang senada. Punkish!

Mari kita zoom untuk melihat detail kostum manggung D'Tabok Band. Mulai dari Naruto, celana sobek-sobek, kaus hitam dekil. Kiba, kaus hitam dekil, celana sobek-sobek (laaah, sama aja ya?). Shino, celana robek-robek, kaus dan jaket hitam dekil. Lee, hmm sepertinya tidak ada yang bebeda, hanya saja hijau ketat itu berubah menjadi hitam ketat, hanya itu.

Daaaan, yang paling-paling-paling ajaib adalah Sasuke. Seperti yang kita tahu, Sasuke telah berubah wujud dari badboy jadi anak alim. Meski ia sedang manggung dengan 'band metal'nya, Sasuke tetap memakai setelan seperti biasa. Yakni sarung + peci, baju kausnya ia ganti dengan baju koko (rapih dikit dong, kan manggung). Karena teman-temannya pakai kostum Man in Black, eh Main in Black maksudnya, Sasuke pun memakai baju koko+sarung+peci hitam. Persis kayak orang mau nyelawat, itu yang membuat Naruto minta tuker posisi biar Sasuke aja yang diumpetin dibalik drum (sebelumnya Naruto pengen banget di posisi drum karena mau ngumpetin alisnya yang botak ditengah gara-gara pake plester komedo dengan posisi yang salah menantang waktu itu).

"Gue yakin, lagu yang dibawain sebangsa Avenged Seven Fold." Celetuk salah satu bapak-bapak yang memerhatikan kerumunan anak metal itu dari baris belakang.

"Mungkin juga sejenis Alesana."

"Atau Burgerkill!"

"Mentok-mentok My Chemical Romance atau Muse deh!" sahut ibu-ibu lain.

Mereka pun kembali fokus saat Sasuke memposisikan diri dibalik drum, Naruto mengambil gitar dan microphone, Lee bass, dan Kiba dibalik keyboard.

Shino dengan pedenya mengeluarkan sesuatu yang membuat penonton merasa janggal, yaitu sebuah… Suling Bambu…

"Selamat siang semuanyaaaa!" Naruto dada-dada sambil nyengir tiga jari. Mengingat style-nya yang sudah ke-harajuku-an, jerit-jerit kaum hawa pun tak terelakan. Terutama para nenek-nenek yang menjerit kesakitan saat bocah-bocah dan remaja putri berteriak hebat hingga delapan oktaf.

Naruto tersenyum angkuh sambil membenahi poninya. "Lagu ini kita persembahin buat seluruh pemuda-pemuda Bojong Konoha terutama yang masih jomblooo!"

Jerit para jomblowan yang membawa spanduk 'Forever Alone' a la Meme Comic itu pun menyahut penuh semangat sekaligus haru.

Tepuk tangan terdengar sekali lagi saat Naruto memainkan intro lagu Greenday yang Scorpion diiringi dentuman drum Sasuke. Lee mulai bermain dengan bass, Kiba gak mau kalah dengan keyboard, sementara Shino diam seribu bahasa memegang suling bambunya.

Semua penonton berteriak histeris namun tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba Naruto mengganti gitarnya dengan 'bass beton' (gitar kotak dengan senar buatan dari lak ban). Dentuman drum pun terganti dengan suara gendang dangdut koplo yang entah sejak kapan berada dipangkuan Sasuke.

"Masak… masak sendiri. Makan… makan sendiri. Cuci baju sendiri. Tidurku sendiri…"

Anak-anak metal depan panggung itu pun bergoyang bersama. "HOBAH!"

"BOJONG KONOHA DIGOYANG!" teriak salah satu anak metal dan tetap bergoyang sambil memutar-mutar kedua ibu jari mereka.

Sementara para ibu-ibu bapak-bapak sweatdrops. Mereka lupa, kalo ini Bojong Konoha, kampung tersembunyi dipinggiran tanah betawi yang parameter musik metalnya mengalami sedikit kecacatan. Terutama bagi remaja alay dan sotoy luar biasa kayak anak-anak Bojong Konoha.

Kini mereka tahu kenapa Shino membawa suling bambu, karena suling itu sedang Shino mainkan sekarang bagaikan pawang ular.

.

.

.

Teriakan dan tepuk tangan kembali mengiringi saat D'Tabok Band turun dari panggung sambil kissbye kissbye dan melambaikan tangan dengan lebay seperti monyet minta kacang, kecuali Sasuke—jaga image-lah!

"Perform selanjutnya akan diisi oleh tim Kebugaran Jasmani Bojong Konoha, yang dipimpin oleh pak Gaaaaai!" seru Deidara.

'Kriik-kriik' suara jangkrik peliharan Shino terdengar.

Sekelompok ibu-ibu berbaju kuning keemasan ngejreng lengkap dengan manik-manik dari baju hingga rambut bahkan muka—persis kayak artis dangdut yang kelewat heboh itu pun menaiki panggung satu persatu. Siapa sajakah? Ini dia: Tsunade, Mikoto, Kushina, Kurenai, Anko, dan Gai (bisa disamaratakan, karena kostumnya gak jauh beda sama ibu-ibu segengnya). Mereka tersenyum anggun dan melambaikan tangan dengan kalem layaknya miss universe.

Sasuke menepok jidat. "Masya Alloh, emak gue ngapain di sono?!" sementara yang lain menahan tawa kecuali Neji, Sakura, dan Lee.

"Ya ampun, ibuku kereeen." Komentar Sakura dengan wajah terharu dan tangan saling memeluk, tak lupa efek kemilau seperti komik-komik shoujo.

Lee mengelap ingus dan air mata yang bercucuran. "Papa Gai buat beta bangga. PAPA SEMANGAAAT! BETA YAKIN, PAPA GAI BISA!" ucap Lee sesunggukan namun mendadak heboh.

Sedangkan Neji pasang ekspresi poker face, padahal ia mati-matian menahan tawa sambil menjerit dalam hati 'Masya Allah, Astaghfirullah, kuatkan hamba ya, Alloh…'

Gai selaku leader pun membuka suara di depan michropohone. "Ehm, sore. Kami dari sanggar senam Kebugaran Jasmani Bojong Konoha, akan menampilkan sesuatu yang sangat kecil persembahan dari kami. Semoga penampilan ini berguna bagi pemirsa untuk melenturkan tubuh dan meregangkan otot-otot, juga mengendurkan syaraf-syaraf yang menegang. Karena kebugaran jasmani sangatlah penting untuk kelancaran aktifitas sehari-hari, oleh kerena—blah blah blah."

"Mau joget salsa ya tuh ibu-ibu?" tebak Zetsu selaku penonton—ojek Akatsuki hari ini libur dooong, kan mau ikut lomba.

"Mungkin poco-poco." Sahut Deidara.

"Iiih, unyu banget sih bajunya." Komentar Orochimaru yang hari ini memakai bando berhiaskan tanduk bendera merah putih, cinta Indonesia gitu loh.

Sementara Gai terus berkoar di atas panggung. "Dan yang terpenting, jangan jadikan puasa sebagai alasan karena—"

PLETAKKK!

"Ouch!" Gai jongkok mengusap kepalanya yang digetok pake kepalan tinju Tsunade.

"Cepet!" Gai bergidik mendapati ibu-ibu segengnya melotot dengan lebay, mengingatkannya pada peran antagonis di senetron 'Bocah yang Tertukar'.

Kelompok sanggar senam itu pun segera mengatur formasi panah dengan Gai yang menempati posisi ujung panah tersebut. "Siap ya ibu-ibu?" Gai memastikan.

"Siiip!" ibu-ibu itu pun mengacungkan jempol mereka yang ternyata juga ditaburi manik-manik membentuk wajah mata-hidung-mulut senyum.

Suara dentuman music khas senam pun terdengar.

"Kebugaran dan Kesegaran Jasmani…"

Suara itu berasal dari kaset yang diputar.

Anak-anak muda dan beberapa warga sudah mau bubar beranjak pergi. Tapi tetap saja kelompok sanggar senam tak menyerah!

"Aduh nggak penting banget deh," gumam Ino. "Paling senam SKJ 2000."

"Pakai baju bak penali salsa pula." sambung Tenten garuk-garuk hidung.

"Lima, enam, tujuh, delapan!"

"L-M-F-A-O new. album. coming. soon."

Seluruh langkah warga tiba-tiba terhenti, apalagi anak-anak muda, mendengar suara robot perempuan yang sangat familiar.

"Sorry for party rocking."

Para remaja ajaib kita segera menoleh, karena mendengar intro lagu Party Rock Anthem-nya LMFAO! Tidak salah lagi!

"Gila, ini mak gue mau joget salsa pake lagu parti rok endem?" Itachi bergumam.

"Yang bener, poco-poco pake lagu parti rok endem." Celetuk Deidara.

"Aiih, unyu banget sih senam mereka selama ini kalo pake lagu begindang." Kata Orochimaru yang mulai menggeleng-gelengkan kepala di depan jari telunjuknya sendiri. Perkumpulan Ojek Akatsuki pun langsung mengikuti gerakan sang sesepuh, Itachi dan Deidara melepas kunciran terlebih dahulu, mau ikut geleng-geleng kayak Orochimaru, mamerin rambut hasil krimbat gitu loh.

"Party Rock is in the house tonight

Everybody Just have a good time

And we gon make you lose yo mind

We just wanna see ya"

Sementara ibu-ibu senam mulai menaruh kedua tangan dipinggang sambil jalan di tempat. Perkumpulan ojek akatsuki mulai joget geleng-geleng depan jari telunjuk, anak-anak metal tetep kekeuh dengan goyangan khas ibu jari, sedangkan remaja ajaib anak karang taruna cengok.

"Shake that!"

Secara tak terduga, kelompok sanggar senam itu senam Shuffle! Kaki shuffle, dengan tangan tetap dipinggang dan kepala mulai nengkleng-nengkleng kayak mau patah.

Karang Taruna CS jawdropped! Mangap to the maks!

Ino geleng-geleng, "keren banget, tau gini gue ikut sanggar senamnya pak Gai!"

"Ck, selalu saja ada hal yang tak terduga dalam kehidupan kita." Shikamaru menyahut sok cool cari muka depan Ino.

"Wih, lebih keren, jauuuuh lebih keren dari pada d'Tabok Band yang ternyata punya aliran dangdut koplo!" seru Karin mulai ikut shuffle, tapi malah mencak-mencak gaje bikin tanah becek itu terciprat kesana-kemari.

Dengan sabar dan lembut Suigetsu menegur, meski muka dan bajunya sudah kena cipratan yang diciptakan Karin. "Karin, tak perlu tiru lah, lihat sepatu Dora The Explorer-mu dah basah tu…"

Naruto yang lagi lirik Hinata pun langsung menarik cewek cantik tersebut ke atas panggung.

"Eh?" Hinata nurut aja karena gak tau mau ngapain, mukanya udah sepink rambut Sakura.

Melihat Naruto yang ternyata bisa shuffle lagi ngajarin Hinata shuffle bareng ibu-ibu senam di panggung, Shikamaru nggak mau kalah.

"Abang?" Ino tersentak saat tangannya digenggam dan dituntun ke atas panggung juga. Lalu ShikaIno, NaruHina terlihat tertawa bersama sambil joget shuffle. SuiKarin yang udah cemong kena tanah becek pun nggak mau ketinggalan, mereka tiba-tiba aja udah di atas sana.

Suasana makin meriah, gaje bin aneh.

Ibu-ibu berbaju ngejreng senam shuffle di pimpin bapaknya Lee. Anak-anak metal goyang dangdutan, anggota ojek Akatsuki malah 'jeb ajeb ajeb', beberapa anak sotoy dengan pedenya ikut ke atas panggung. Beberapa bocah yang memegang balon pun mangap tiga jari memperhatikan keadaan acara tujuh belas agustus di RW-nya, tak sadar balon gas di tangan mereka kini melayang karena terlepas.

Neji menatap lirih ke Tenten, dengan keadannya yang selalu pakai sarung seperti ini, nggak mungkin dia ngajak Tenten shuffle.

Sementara Sakura celingukan sendiri tolah-toleh kesana kemari, dan tersenyum saat menemukan Neji. Baru saja Sakura hendak menghampiri, tapi tiba-tiba kakinya diselengkat seseorang.

Sakura memekik, dan kebingungan kenapa sekarang dia lagi ada di bahu seseorang dengan posisi tidak elit? Setelah mencoba mengamati keadaan sekitar, Sakura akhirnya tahu bahwa orang yang menggendongnya secara tak elit ini adalah Sasuke! Terlihat dari sarung, kaus, dan dari… bau badannya. Eh?

"Turuniiiin!" teriak Sakura, yang nggak digubris oleh Sasuke. Sasuke pun membawa Sakura menuju panggung.

Sementara keadaan panggung udah heboh, karena beberapa pemuda-pemudi ikut shuffle over-exited (baca: mencak-mencak) sehingga membuat panggung bergoyang. Ibu-ibu senam itu pun memasang tampang jutek merasa terganggu sambil tetap melanjutkan senam shuffle-nya yang sudah mencapai tahap merentang-rentangkan tangan (sengaja sekalian nabok-nabok remaja sekitar yang ikut-ikutan).

Sasuke tetap menggendong Sakura di bahunya dan naik keatas panggung. Ternyata dia mau pamer, sambil angkat sarung dan gendong tubuh ceking Sakura, dia tetap bisa shuffle (kebayang ribetnya). Guncangan maha dahsyat pun tak terelakan. Sedangkan Sakura sudah mulai berteriak dan memukul-mukul punggung Sasuke, dia sudah mabok disampirin dibahu Sasuke yang lanjut terus shuffle.

Akhirnnya Sasuke menurunkan tubuh Sakura, tanpa tahu bahwa kaki gadis berambut pink itu menyimpan kekuatan yang tersembunyi. Melihat Naruto yang memegangi tangan Hinata agar tidak terjatuh, juga ShikaIno dan SuiKarin melakukan hal serupa (KibaShinoLee bertiga pegangannya), Sasuke pun mencengkram kasar tangan Sakura.

"Lihat tuh, jangan mau kalah." Ketus Sasuke. Sakura menggeram kesal dan menarik napas bersiap menyamai gerakan shuffle Sasuke yang lagi ngangkat sarung.

Suasana semakin ramai, semakin heboh, panggung sudah bergoyang dengan kekuatan sekitar sembilan skala richter. Sakura mengangkat sebelah kaki, dan dengan mantap mengikuti gerakan cowok Madura di sebelahnya.

Gak nyampe lima hentakan…

BRAK!

Panggung roboh.

.

.

.

Member Ojek Akatsuki yang sedari tadi geleng-geleng depan jari telunjuk sendiri pun kini merubah gerakan menjadi shuffle (baca: mencak-mencak kesel), secara mereka belum perform, panggung udah roboh?!

"Sia-sia kita latihan dance cover Cherry Belle!"

Pensi akhirnya dibubarkan.

.

==00==00==00==

.

Tenten tertawa menepuk-nepuk meja melihat ambruknya panggung Pentas Sensasi di atas sana. "Hahaha! Benel-benel sensasi." Gumamnya yang tanpa sadar telah diperhatikan oleh Neji. Namun sedetik kemudian, Neji berdehem memalingkan wajah karena merasa mukanya memanas.

"Hahaha. Bli Neji liat kan. Meski puasa, meleka semua tetep gila. Gak ada capeknya." Ujar Tenten memegangi perutnya. "Aduh, oe bisa haus nih kalo ketawa mulu."

Neji mengangguk kalem, mengingat apa yang pernah dikatakan Naruto.

"Inget, puasa bukan alasan untuk dijadikan malas-malasan!"

"Daaan seperti inilah pembukaan acara tujuh belas agustusan a la Bojong Konoha!"

.

.

.

.

Chapter V – Selesai.
(dengan gaje)

==00==00==00==

Note: makin gaje dr chapter kemarin yak? xD tadinya mau jadi satu sama chapter special menyambut HUT RI, tapi kepanjangan banget. Next chapter adalah scene lomba tujuh belas agustusannya yang terbit pada tanggal 17 agustus! Semoga nggak seabstrak chapter ini xDD bagi yang punya ide untuk menambahkan lomba yang gila boleh komentar di review atau PM (lombanya bukan lomba 17an biasa yaaa)

==00==00==00==

Omake/Bonus:

.

.

.

-Perkumpulan Ojek AKATSUKI-

Sexy, Free, and Single!

Itachi menepuk jidatnya ketika melihat papan reklame yang baru saja dicat untuk kesekian kalinya, "masya Allooooooh! Ini kenape slogan jadi ancur gini?"

"Tau tuh kelakuannya si mbah Oro." Sahut Hindan yang sedang menyisir rambut klimisnya depan kaca spion motor.

"Emang bener sih kita ini seksi, friiiii en' singgel alias jombloo! Makanya gue semangat banget goyang patah-patah pas d'Tabok Band perform." Kata Sasori sambil mengecat kukunya dengan kutek berwarna hitam.

"Slogan aja nyontek judul lagunya boyband." Timpal Deidara sambil menyisir poninya dengan sisir jari Sasori yang berkuku hitam. Sasori cemberut dan menarik tangannya lalu menatap tangannya sendiri dengan sejuta perasaan iba, kukunya jadi cemong kayak abis ngubek-ngubek comberan.

"Boyband?" Zetsu bergumam sambil mengasah golok di knalpot motor belalang tempurnya.

"Iya dooong, ituloh Suju." Sambung Orochimaru yang entah datang dari mana sambil mengibaskan rambut hitam legamnya yang super duper indaaah.

"Emang yang mana sih lagunya?" tanya Kakuzu mengelus dagunya yang tertutup sarung.

"Hmm… itu yang kalo nggak salah… ada mister semprulnya ya?" sambung Tobi yang sedang mengoleskan krim wajah sunscreen pada topengnya.

"Plis deh, mister simpel kali maksud lo." Tiban Deidara memutar bola mata sambil memakaikan bando kuning seperti tanduk lebah di kepala Itachi.

"Ih, unyu banget deh." Gumam Itachi sambil membenahi bando pemberian Deidara di depan kaca spion motor dengan mata berbinar-binar.

"Kampung loe semua, masa gak ada yang tau lagu Suju yang Sexy, Free and Single?" ketus Orochimaru sambil melipat tangan kiri di depan dada, lalu sikut kanan bersandar di tangan kiri dan menggoyang-goyangkan kepala. "Kayak gini nih, sori sori sori nega nega cuneke pacopa copa logh beibeh."

Ojek Akatsuki: #sweatdrops