Annyeong chingudeulllll! Lam kenal ^_^ Dhee masih penghuni baru di FFn jadi mohon bantuan chingudeul OK ^_^d

Ini sebenernya song fict usang saya n udah pernah di post di fb juga. Jadi mian jika bosen dengan song fict gaje ini #deep bow

Oh ya, sebelum mulai baca sebaiknya chingudeul siapkan dulu lagunya Savage Garden yang 'I Knew I Loved You' sebagai back songnya, kalo ga ada ya ga pa2 sie, tu cuma saran dari saya supaya lebih kena jalan ceritanya XD.

OK sekian aja nyampahnya heheehe….. ^_^v

happy reading buat chingudeul n hope you all like it... :D

WARNING :

1. Dilarang keras re-post FF ini di manapun (di note FB pribadi anda, di grup, di fan page, atau di blog manapun) tanpa sepengetahuan dan seijin q. Hargailah hak cipta orang lain.

2. Jangan sekali-kali copy ide ato story line tanpa sepengetahuan author. Apalagi contek2 FF ni dalam bentuk apapun. Biar kata FF q gaje bin abal, tapi tolong hargailah karya dan kerja keras orang lain.

.

.

.

Tittle : Picture of You

Lenght : oneshoot

Author : Han Hyeri aka Dhee YunBear Cassieoppeia

Main Cast :

-Yunjaeyoosumin

Genre : Romance, Boys x Boys aka Boys Love (Don't like? Don't read!)

Rating : PG

Warning :

- Abal

- Typos

- Gaje

- Boring

.

.

.

.

.

Maybe it's intuition

Somethings you just don't question

Like in your eyes, I see my future in an instant

And there it goes I think I've found my best friend

.

.

Seorang namja cantik tengah duduk disebuah bangku taman rumah sakit. Namja cantik dengan tag name Kim Jaejoong ini duduk menyilangkan kakinya, sementara tangannya sibuk menorehkan pensil yang dipegangnya, membuat sketsa wajah seorang namja tampan pada kertas diatas pangkuannya.

"Sedang apa hyung…" tanya seorang namja bersuara mirip lumba-lumba (?) yang kemudian duduk disamping Jaejoong.

"Tidak sedang apa-apa Junsu-ya, hanya iseng." jawab Jaejoong tersenyum kepada namja imut yang dia panggil Junsu. Namja imut tersebut merupakan rekan sesama dokter di RS Rising Sun tempat Jaejoong bekerja.

"Bukankah jam praktek Jae hyung sudah habis hari ini?" tanya Junsu lagi.

"Hmm..aku akan pulang setelah ini selesai," jawab Jaejoong sedikit menggumam, sementara dia kembali berkutat dengan sketsanya.

"Gambar siapa itu hyung?" tanya Junsu melihat gambar sketsa yang sedang dibuat Jaejoong.

"Molla…" sahut Jaejoong sekenanya.

"Eoh…molla? Memangnya hyung bertemu dimana dengan namja ini?" Junsu kemudian mengambil kertas sketsa itu dari tangan Jaejoong.

"Aku belum pernah bertemu dengannya," Jaejoong menatap lembar kertas yang sedang diperhatikan Junsu dengan tatapan yang entah apa artinya.

"Jika hyung belum pernah bertemu dengannya, bagaimana hyung bisa menggambar wajah namja ini dengan ekspresi yang begitu hidup?" tanya Junsu masih menatap sketsa ditangannya dengan seksama.

"Nado molla Junsu-ya. Awalnya aku melihat wajah ini dalam pikiranku saat aku masih SMU dulu. Aku mulai menggambarnya karena bayangan wajah itu selalu membayangiku seolah tidak mau hilang dari pikiranku." ungkap Jaejoong dengan tatapan menerawang.

"Hyung yakin tidak melihat namja ini disuatu tempat dulunya?" Junsu kini menatap Jaejong lekat.

"Aku yakin belum pernah meliahat namja ini Su-ie, namun setiap aku menatap mata namja dalam sketsaku ini aku merasa aku sangat mengenalnya. Aneh bukan?" aku Jaejoong heran.

Junsu hanya terdiam seraya menatap namja cantik didepannya dengan tatapan penuh keprihatinan.

.

.

I know that it might sound more than a little crazy but I believe…..

.

.

Apa yang dialami Jaejoong mungkin terdengar gila bagi sebagian orang. Jaejoong memang tak pernah sekalipun bertemu dengan namja yang wajahnya telah ia gambar ratusan kali. Namun di dalam hati, Jaejoong yakin bahwa namja itu benar-benar ada dan berada disuatu tempat sekarang ini. Jaejoong telah mencari namja ini, selama bertahun-tahun lamanya. Dengan profesinya sebagai seorang dokter, dia telah bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Namun sampai saat ini dia belum menemukan namja imaginer-nya tersebut. Walau demikian, dia yakin pasti akan bertemu dengannya suatu hari nanti. Dan Jaejoong akan menantikan dimana hari itu tiba.

.

.

I knew I love you before I met you

I think I dreamed you into life

I knew I love you before I met you

I have been waiting all my life

.

.

Semakin hari Jaejoong semakin yakin bahwa namja dalam sketsa-sketsanya adalah belahan jiwanya. Bahkan Jaejoong merasa telah benar-benar jatuh cinta pada namja itu. Jaejoong tidak bisa memikirkan namja lain selain namja dalam gambar-gambar sketsanya tersebut. Padahal dengan wajah cantiknya banyak namja maupun yeoja diluar sana yang ingin mendapatkan hatinya dan bersedia melakukan apapun untuk memenangkan cinta namja cantik ini. Namun rupanya hati seorang Kim Jaejoong telah terpaut pada seorang namja yang wajahnya selalu dia lihat dalam pikirannya dan setiap kali dia memejamkan matanya. Gila? Ya, Kim Jaejoong mungkin memang sudah gila karena dia justru meyakini 'ke-gila-an' tersebut.

.

.

There's just no rhyme or reason

Only a sense of compleition

And in your eyes, I see the missing pieces

I'm searching for

I think I've found my way home

.

.

"Yaa! Kim Jaejoong! Kau benar-benar sudah gila eoh?" ucap Yoochun pada Jaejoong.

"Mungkin," jawab Jaejoong asal-asalan sambil mengguratkan pensilnya pada selembar kertas diatas meja kerjanya.

"Hentikan kegilaan ini Jae...ini sungguh tidak masuk akal," dengus Yoochun kesal dan merebut kertas yang tengah ditekuri Jaejoong dengan kasar.

"Terserah apa katamu. Aku tidak perduli bahkan jika seluruh dunia menganggapku gila. Aku hanya tak mau mengingkari perasaanku." tukas Jaejoong sambil melipat kedua tangannya didadanya.

"Dengar, daripada kau menunggu namja yang entah ada atau tidak lebih baik kau memikirkan tawaranku." Yoochun kini memelankan suaranya dan duduk dikursi didepan Jaejoong.

"Maksudmu tawaran agar aku mau dengan Siwon sepupumu itu? Aku tahu dia namja yang baik, tapi aku tidak mencintainya." mantap Jaejoong masih tak bergeming dengan keyakinannya.

"Ya Tuhan…aku sungguh tidak mengerti dengan semua omong kosong ini. Kupikir Junsu hanya mengada-ada saat cerita bahwa kau jatuh cinta pada namja yang selalu kau gambar. Namja itu hanya sosok rekaanmu saat kau masih remaja Kim Jaejoong…" Yoochun kembali mendengus kesal pada namja cantik dihadapannya.

"Dia bukan rekaanku Park Yoochun. Dia itu nyata!" Jaejoong berusaha membela diri.

"Itu hanya gambar Jaejoong-ah…" ucap Yoochun masih tak mau kalah.

"Dia nyata…aku bisa merasakannya dalam hatiku," balas Jaejoong tetap bersikeras.

.

.

I know that it might sound more than a little crazy but I believe…..

.

.

Jam diruang kerja Jaejoong sudah menunjukkan hampir pukul 02.00 dini hari, namun namja cantik itu masih terjaga. Mata hitam bulatnya masih memandangi kertas-kertas yang berserakan diatas meja kerjanya. Kertas-kertas dengan gambar sketsa wajah seorang namja yang selalu mengusik hati dan pikirannya. Malam ini Jaejoong memang sedang melaksanakan jadwal tugas dokter jaga di RS Rising Sun.

"Hey namja tampan…sebenarnya siapa kau sebenarnya eoh? Kenapa wajahmu selalu mengusikku? Kumohon jangan siksa aku seperti ini. Sampai kapan aku harus menunggumu hm?" gumam Jaejoong pada gambar-gambar yang tak bergeming diatas mejanya.

Tes…..

Tes…

Pipi putih susu milik namja cantik itu kini basah oleh air matanya. Namja cantik itu rupanya sudah tidak sanggup menahan rasa rindu didalam hatinya. Rindu akan sosok yang telah sekian lama dinanti. Sosok yang dia sendiri tidak tahu ada dimana saat ini, atau memang sosok yang tak akan pernah menjadi nyata karena dia hanya khayalan liarnya sendiri seperti yang dikatakan kedua sahabatnya Junsu dan Yoochun. Jaejoong memegangi dadanya yang terasa sakit. Sakit karena kehampaan dan kekosongan yang mulai menggerogoti hatinya.

Appo…neomu appoyo….

.

.

I knew I love you before I met you

I think I dreamed you into life

I knew I love you before I met you

I have been waiting all my life

.

.

Paginya Jaejoong hendak bersiap-siap pulang dari RS saat seorang perawat masuk ke ruangannya.

"Dokter Kim, ada pasien di UGD. Harap anda memeriksanya terlebih dahulu karena dokter Lee yang menggantikan anda belum datang," ucap perawat itu cepat.

"Ah…ne.." jawab Jaejoong yang langsung menuju ke ruang UGD.

"Mana pasiennya?" tanya Jaejoong sesampainya diruang UGD.

"Dokter..tolong hyung saya dok…" ucap seorang namja jangkung berwajah kekanakan begitu melihat Jaejoong masuk.

"Baik, tapi saya minta anda keluar dulu. Saya akan memeriksanya ne," jawab Jaejoong tenang, dan namja jangkung tadi mengangguk pasrah sebelum dia keluar dari ruang tersebut.

"Ini datanya dokter…" ucap seorang perawat sambil menyodorkan sebuah map pada Jaejoong.

"Hmm…Jung Yunho.." gumam Jaejoong seraya meneliti berkas tentang pasien bernama Jung Yunho tersebut, kemudian mendekati seorang namja yang terbaring diranjang pasien berniat untuk memeriksanya. Namun saat Jaejoong menatap wajah namja tersebut…

Deg…

Deg….

Deg….

Jantung Jaejoong berdetak sangat cepat saat dia melihat namja yang tengah terbaring tak sadarkan diri dihadapannya.

"Dokter Kim…" panggil perawat disebelahnya yang menyadarkan Jaejoong dari keterkejutannya.

"Jung Yunho…" bisik Jaejoong memanggil nama namja itu.

"Jung Yunho-ssi…anda bisa mendengarku?" ucap Jaejoong seraya mendekatkan wajahnya pada namja tampan yang wajahnya tampak sangat pucat itu.

-Jaejoong POV-

"Jung Yunho-ssi…anda bisa mendengarku?" tanyaku pelan seraya mendekatkan wajahku pada wajahnya, sementara dadaku berdegup begitu kencang.

Ya Tuhan…ini benar dia. Dia benar-benar nyata….

Kurasakan mataku panas dan mulai digenangi air mata. Namun cepat-cepat kutahan dan berusaha mengendalikan diriku.

"Enghh…" kudengar dia mengerang dan berusaha membuka matanya.

"Anda sudah sadar?" tanyaku lagi, tak dapat kusembunyikan rasa legaku.

Perlahan namja tampan itu membuka matanya, dia tampak sangat lemah. Ya Tuhan…jangan biarkan sesuatu terjadi padanya. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya dan memandang kesekeliling ruang IGD ini berusaha mengenali dimana tempatnya berada.

Deg…..

Jantungku memacu begitu cepat sampai rasanya akan meledak saat mata musangnya menatap tepat ke mataku. Entah mengapa sudut bibirku tertarik membentuk seulas senyum saat melihat dia menatapku. Sesaat kami saling berpandangan dan kemudian kulihat matanya melebar seolah terkejut atau menyadari sesuatu.

"Aku menemukanmu…" bisiknya menatapku lekat.

"Apa yang anda rasakan sekarang tuan Jung Yunho?" tanyaku memastikan keadaannya.

"Aku senang…" jawab namja yang ternyata bernama Jung Yunho ini tersenyum dan tiba-tiba dia menarikku kepelukannya.

Apa ini? Apa dia juga merasakan cinta yang aku rasakan saat ini? Apa dia juga merasakan rindu yang begitu membuncah dalam relung-relung hatiku?

"Jung Yunho-ssi…apa yang…" belum selesai kata-kataku saat dia kembali berujar.

"Finaly, I can found you.." gumamnya memelukku dengan erat.

Entah mengapa aku merasa dia juga menantikan saat ini, sama sepertiku. Aku bisa merasakan kerinduan yang mendalam dari suaranya. Aku bisa merasakan cinta yang begitu besar saat dia memelukku. Takdir telah mempertemukan kami, mengakhiri penantian yang sangat panjang dan amat melelahkan ini.

"Ehmm…aku harus memeriksa keadaan anda Yunho-ssi," jawabku melepas pelukannya, walau sebenarnya aku masih ingin lebih lama berada dalam dekapan namja yang selama ini aku impikan. Namun dia sedang sakit sekarang, jadi aku harus memastikan keadaannya terlebih dahulu. Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengannya dengan cara seperti ini. Hatiku sungguh terasa sangat ringan dan tenang saat berada didekatnya…

Ya, aku yakin dialah namja-ku. Aku tak akan salah mengenali wajah yang selama bertahun-tahun bertahta dipikiranku dan memenuhi siang dan malamku. Finally I can got you after I'm waiting for so long…

Aku berjanji mulai saat ini juga, aku akan selalu mencintaimu Jung Yunho…nae Yunnie….

.

.

A thousand angels dance around you

I am complete now that I have found you

-THE END-

-Lyrics taken from I Knew I Loved You by Savage Garden-

Wkwkkwkkwk…bener-bener gaje ni FF, pa lagi endingnya XD.

Yah…se-gaje apapun itu, harap review ne? ^_^d

follow my twitter Hyeri_Cassie just mention for folback