Fly to Seoul

"Get the doorprize!"

For Eyeshield 21 Fanfiction Awards Juni-July "Holidays"

Disclaimer : Riichiro Inagaki & Yusuke Murata

Story by sasoyouichi

Written by sasoyouichi

Cover by sasoyouichi

© Sasoyouichi


- サソヨウイチ -

"GO DEVIL BATS! GO DEVIL BATS! GO! GO! GO!" teriak Suzuna.

"Sena berlari lurus ke depan! Dengan kecepatan cahaya, ia berhasil melewati musuh-musuh yang menghalanginya dan ia bebas! Ia berlari sendiri ke depan dan.. dan.. dan.. TOUCHDOWN!" komentator Riko tak bisa menghentikan mulutnya untuk terus berbicara.

"TOUCHDOWN!" teriakan penonton menggema di sekolah Deimon.

"YAAA!"

"YEEEE!"

"DEVIL BATS MENANG DEGAN SKOR 35-30 ATAS BANDO SPIDERS!" teriak Riko dengan lantang dari bangku komentator di pinggir lapangan.

Pemain-pemain berseragam merah berlari mengelilingi seorang yang berseragam sama yang memakai eyeshield pada pelindung kepalanya. Mereka lalu mengusung badan temannya yang kecil itu dan melemparkannya ke atas beberapa kali. Raut wajah mereka terlihat bahagia saat ini.

"YA-HA!" seorang laki-laki berambut spike pirang menembakkan peluru dari senjatanya.

"YEEEEEEEE!" Suzuna melemparkan pom-pomnya ke sembarang arah.

"Kau hebat, Sena!" puji seorang laki-laki yang wajahnya mirip dengan monyet, Monta.

"Larimu tadi sangat cepat, Sena! Seperti biasa!" seru Kuroki.

"Berkat kau kita bisa menang melawan Bando!" sambung Kurita.

"FUGO!" kata Daikichi dengan bahasa kuat nan praktisnya itu.

"Haha.." anak yang dipuji tadi tertawa kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Tidak juga teman-teman. Kalau tidak ada bantuan dari kalian semua, maka aku juga tidak bisa mencetak touch down tadi,"

Yukimitsu menepuk bahu Sena pelan. "Jangan malu-malu begitu! Kau 'kan memang ace Deimon!"

"Kalian berlebihan! Hahaha.."

"Ya.. Kalau kau nggak mau, aku saja yang jadi ace -nya!" usul anak yang mirip monyet tadi.

"Kami nggak akan terima titisan monyet seperti kau menjadi ace dalam tim kami!" ucap tiga orang laki-laki secara bersamaan. Mereka biasa disebut Ha-Ha Brothers

"APA KATAMU MAX! AKU TITISAN MONYET? MUKYAAA!" teriak monyet–ah maksudnya anak yang mirip monyet tadi.

"Nah, keluar deh jiwa kemonyetannya!"

"Hahahaha!"

"Kita menang 'kan?" Tanya Kurita yang bertubuh gen–emm, besar.

"Kita menang, gendut sialan! Kekeke!" kata laki-laki yang berambut spike tadi sambil memukulkan senjatanya dengan pelan ke kepala Kurita.

"Jangan memukul kepala orang dengan senjatamu itu, Hiruma!" larang manajer Devil Bats, Anezaki Mamori.

"Terserah aku, manajer sialan,"

"Hah, aku penasaran, apa kau akan memanggil pacarmu dengan sebutan 'pacar sialan'?"

"Apa kau berpikir, aku akan memanggilnya dengan sebutan honey¸darling, sweety? Itu lebih kejam dari pada kata 'sialan', manajer sialan!"

"Terserah, terserah," Mamori melewati Hiruma dan mengambil posisi di samping Juumonji.

"Eh, kalau kita menang, berarti..." Kurita mengalihkan pertengkaran Mamori dan Hiruma dengan kembali ke topik awal pembicaran mereka.

"LIBURAN KE KOREA SELATAN!" anggota Devil Bats berteriak dengan keras.

"KOREA! I'M COMING!" teriak Suzuna.

"Aku bisa bertemu banyak perempuan cantik!" kata Kuroki.

"Aku bisa beli komik korea di sana!" sambung Togano.

"Kalian ini. Kalau perempuan cantik dan komik di Jepang juga ada,"

"Ckckck. Juumonji.. Perempuan Korea itu berbeda," terang Kuroki sambil menggoyangkan jari telunjuk ke kanan dan ke kiri.

"Komik Korea juga berbeda! Mereka menulisnya dengan hangul bukan Kanji ataupun Hiragana dan Katakana!" lanjut Togano.

"Aku mau makan masakan Korea! Kimchi! Kimchi!" Kurita sudah menghayalkan bagaimana rasanya kimchi di dalam pikirannya.

"FUGO! FUGO!"

"Kata Daikichi, dia ingin mencoba semua makanan khas dari Korea," Kurita menerjemahkan bahasa kuatnya Daikichi.

"Aku mau shopping!" seru Suzuna bersemangat.

"Aku mau ikut audisi boyband! A-ha-ha!" ucap Taki sambil berputar-putar dengan kaki terangkat.

"Hah.. Jangan! Nanti kakak hanya membuatku malu!" larang Suzuna.

"Jangan khawatir my sister! Aku pasti diterima!" Taki mengangkat ibu jarinya dan mengedipkan satu matanya ke arah Suzuna.

"Pokoknya nggak boleh!" Taki berakhir dengan mendapat serangan inline skate dari Suzuna tepat di punggungnya.

"Perwakilan dari sponsor akan menyerahkan hadiah kepada Devil Bats. Anggota Devil Bats diharapkan berdiri di pinggir lapangan!" perintah komentator, Riko.

Segera mereka mengambil tempat dan berbaris rapi di pinggir lapangan. Sebagai kapten, Hiruma menjadi wakil dari Devil Bats untuk menerima hadiah. Hiruma dan wakil dari sponsor bersalaman sebagai tanda hadiahnya telah diserahkan. Walaupun dengan wajah pucat, perwakilan sponsor itu bisa tersenyum ke arah kamera. Mungkin, dia ketakutan karena bersalaman dengan Hiruma.

JEPREET.. JEPERET..

JREEENG.. JREEENG...

"Fuuh.. Sayang sekali kita nggak bisa berlibur ke Korea.." ucap laki-laki berambut merah sambil memetik senar gitar di tangannya.

"Benar, Akaba. Padahal aku mau shopping di sana! Sial!" gerutu Kotaro.

"Apa boleh buat. Mereka susah untuk dijatuhkan," kata Juli, manajer Bando Spiders. "Padahal aku juga ingin berlibur ke Korea! Disana banyak laki-laki tampan!"

"Fuuh.. Di Jepang juga banyak yang tampan dan keren, Juli. Contohnya, Aku," Akaba menaikkan kacamata ungunya.

"Hahaha."


- サソヨウイチ -

[flashback]

"Kak Hiruma! Ayo ikut pertandingan ini!" Monta menunjukkan sebuah brosur dari sebuah merk minuman bersoda terkenal di Korea dan Jepang. Hiruma lalu mengambil dan membacanya dengan cepat.

"Nggak boleh!" tolaknya dengan cepat.

"Kenapa? Kita 'kan sudah latihan berat selama liburan musim panas ini. Nggak ada salahnya kalau kita liburan ke Korea untuk beberapa hari," bujuk Monta.

"Dengar ya monyet sialan, selama liburan musim panas ini, kalian harus menjalani latihan neraka dariku. Kekeke!"

"Apa benar nggak bisa?"

CEKREK..

Hiruma menarik pelatuk dan mengarahkan mulut senjatanya ke kepalan Monta. "Kau mau melawanku, monyet sialan?"

"Hiruma! Jauhkan senjatamu dari Monta!" perintah Mamori.

"Datang juga manajer sialan ini. Cih!" Dengan terpaksa, Hiruma menjauhkan senjatanya dari kepala Monta.

"Ada apa?" tanya Mamori.

"Ini Kak Mamori," Monta memberikan brosur tadi dan Mamori mulai membacanya.

"Hadiahnya liburan ke Korea Selatan selama seminggu?" teriak Mamori.

"Lumayan 'kan?" Monta mengangkat jempol kanannya.

"Hiruma! Ayolah.. Kita ikut pertandingan ini," Mamori ikut memohon pada Hiruma.

"Kenapa kau juga ikut-ikutan, manajer sialan?"

"Aku 'kan belum pernah ke Korea. Sayang 'kan, kalau ada kesempatan tapi dilewatkan,"

"Latihan neraka belum selesai! Kalian nggak boleh kemana-mana!" Hiruma mengalihkan perhatiannya ke layar laptopnya.

"Ada apa ini?" tanya Suzuna yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Mamori. Mamori memberikan brosur tadi.

"APA? LIBURAN KE KOREA? AYO MENANGKAN PERTANDINGAN INI!" teriakan Suzuna memecahkan jendela ruang klub.

Mulai terdengar bisik-bisik di ruang klub Devil Bats ini. Semakin lama, suara-suara yang terdengar semakin keras dan ribut. Ternyata, semua anggota Devil Bats sudah berkumpul di samping Hiruma. Mereka sibuk membicarakan brosur yang dibawa Monta tadi.

"Hiruma.."

"Hn."

"Kami semua setuju mengikuti pertandingan ini," Mamori memberanikan diri untuk buka suara.

"Aku nggak punya waktu untuk bertanding di sana, manajer sialan,"

"Kami berjanji akan latihan 2 kali lipat lebih keras agar diizinkan untuk mengikuti pertandingan itu," ucap Sena.

"Aku setuju sama Sena!" kata Monta.

"Ya! Kami semua setuju sama Sena!"

"Apa kalian sebegitu inginnya ke Korea?" Semua kompak mengangguk. "Kekeke! Baiklah! Aku pegang janji kalian, anak-anak sialan!"

"Yakin, Hiruma?" tanya Mamori.

"Kalau tanya sekali, aku akan membatalkannya!" ancam Hiruma.

"HIRUMA BANZAI!"

"Kekeke! Aku akan mengatur semuanya anak-anak sialan!" Hiruma mengeluarkan seringaian ala setannya.

"Oke kapten!"

"Tapi sepertinya, ada yang nggak beres. Terlihat dari seringaiannya." kata Sena.

[end flashback]


- サソヨウイチ -

"Untuk masalah pengambilan hadiahnya, aku sudah mengurusnya, anak-anak sialan. Kekeke!"

"Seperti biasa. Kerja cepat," kata Musashi.

"Kalian masih punya passport 'kan?" tanya Hiruma.

"Punya!"

"Oke. Kita ke liburan selama 3 hari di sana! Kekeke!"

"Ha?"

"Haa?"

"Haaa?"

"Cuma 3 hari, You-nii?" ucap Suzuna

"Dari awal aku sudah bilang. Semuanya aku yang atur! Kekeke!"

"Benar perasaanku yang dulu," bisik Sena.

"Apa nggak bisa di tambah lagi harinya, Hiruma?"

"Tiga hari atau nggak sama sekali, anak-anak sialan?" Semua saling memandang satu sama lain. Dengan cepat mereka menganggu.

"Oke kapten! 3 hari!" jawab anggota Devil Bats kompak.

"Kekeke! Kita berangkat besok pagi jam 9. Semua kumpul di bandara jam 7 lebih 30 menit! Yang telat, tinggal di Jepang! Mengerti teri-teri sialan?"

"Aye aye kapten!"

Setiba di rumah masing-masing, anggota Devil Bats memohon izin untuk berlibur selama tiga hari ke Korea bersama teman setimnya. Orang tua mereka setuju dengan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah karena kapten tim mereka, Hiruma, ikut dalam perjalanan ini. Setidaknya, dia yang bisa di andalkan dari semuanya. Itu, menurut orang tua mereka.

Malamnya, mereka sibuk memasukkan apapun yang mereka butuhkan selama berada di Korea ke dalam koper atau ransel mereka. Baju, celana, sikat gigi, topi, makanan ringan, buku pelajaran―hanya untuk Yukimitsu―dan senjata―yang kita tau hanya Hiruma yang membawanya.

Selesai dengan urusan packing-mempacking, saatnya mereka berangkat ke pulau kapuk. Menidurkan otak mereka dan segala urusan yang ada di dunia. Anggota Devil Bats berangkat ke dunia fantasi dalam mimpi mereka dengan diantar oleh sebuah kalimat, "BESOK AKU UDAH DI KOREA!"


- サソヨウイチ -

[Narita Airport]

"Siapa yang belum datang ha?" tanya Hiruma.

"Mamo-nee, You-nii. Paling sebentar lagi juga datang. Masih ada lima menit lagi sebelum waktu yang ditentukan," jawab Suzuna dengan tenang.

"Cih! Ngapain aja manajer sialan itu?"

"Maaf menunggu lama!" Mamori melambaikan tangan kanannya dan tersenyum ke arah kerumunan orang-orang di depannya. Mamori tampil beda hari ini. Wajahnya yang cantik dilukis dengan riasan wajah yang sederhana. Tetapi terlihat sangat cantik.

"Ngapain aja, manajer sialan? Dan, apa itu yang ada di wajahmu? Kau nggak cocok memakainya!"

"Maaf, aku 'kan harus tampil cantik, Hiruma. Aku cantik 'kan?" tanya Mamori.

"KAWAI MAX!" puji Monta.

"Arigatou ne Monta,"

"Nggak cantik! Ikuti aku!" Hiruma melenggang masuk ke dalam bandara. Otomatis semua anggota Devil Bats mengikutinya. Sesuai perintah.

"Bohong kalau aku nggak cantik!"

"You-nii hanya malu mengakui kalau Mamo -nee cantik," antena di kepala Suzuna mulai bergerak-gerak.

"Hahaha. Itu nggak mungkin, Suzuna." Mamori dan Suzuna menyusul yang lain, masuk ke dalam bandara.


TO BE CONTINUED...


Uye.. Uye..

Sebenarnya, ide untuk buat fly to seoul ini udah lama, jauh sebelum tema award Juni-Juli diumumkan

Karena temanya pas dengan ide yang tertunda ini, makanya di kebut dan jadilah

Hahaha XDD

Ide ini terinspirasi dari lagu 2PM yang judulnya sama dengan judul ff ini, fly to seoul

Dan juga karena author suka sama Jepang dan Korea :D

Kekeke

Oya, cover fanfic ini, author edit sendiri, gomen kalau kurang bagus ^^v

Apa pendapat readers? :D

Yang suka ff ini, harus vote! *todong samurai* ^^v

Acc. resmi = twitter : sekarrns (double 'r') fb : Sekar D. Saso

Let's be friends minna-san!^^

Tadi baca, sekarang review! XD