Title : Secret Labyrinth

Rating : T

Pairing : Sembarang kah…

Genre : Humor, selain itu? Tahu deh…

Disclaimer : ToA belongs to Bandai Namco, not me…

A/N : Warning! Fanfic ini super GJ!


Cerita dimulai saat party balik dari Sephiroth …

"…Apaan nih?"

Luke mengintip ke bolongan yang dia temukan di tengah jalan. Bolongan itu tiba-tiba muncul saat mereka melawan monster. Lebih tepatnya saat Jade menggunakan Ground Dasher. Tiba-tiba jalanannya retak dan lahirlah ( ? ) bolongan misterius ini.

"Kok kayak ada ruangan di dalemnya?" Natalia menggumam.

"Hmm~Gue mengendus ( ! ) bau harta karun nih! Yuk masuk!" Seru Anise yang emang matre.

"Lho? Bukannya kita mau balik?" Tear terbelalak.

"Alah, kalo cuma bentar nggak apa-apa kan? Bisa aja ini tempat persembunyiannya si Mohs." Ujar Guy.

"Iya juga ya…Okelah, kita masuk. Nggak apa-apa kan, Ion?" Luke menoleh ke arah Ion yang masih kelelahan setelah membuka Daathic Seal di Sephiroth barusan.

"Iya…Nggak apa-apa." Jawab Ion singkat.

"Sigh~~, jangan lama-lama ya. Panas nih disini." Ujar Jade dengan nyantai.

"Masa sih? Tapi lo keliatan nyantai tuh ketimbang kita semua." Guy melemparkan pandangan curiga.

"Aduh, benernya gue itu nggak kuat banget sama panas begini. Auh~~sesaknya jantungku~" Jade mulai lebay.

"Iieuh, kapan nih kita masuknya?" Tanya Luke yang jijik ngeliat tingkah Jade.

"Oh, iye ye. Oke…Yuk masuk!" Anise mendahului.

Begitu mereka masuk, mata mereka semua langsung terbelalak. Pasalnya di dalam bolongan itu terdapat sebuah perpustakaan buuueeesssaaarrr yang jalannya melingkar kebawah ( Kalo g ngerti maksudnya, jalannya kayak jalan awal di zao ruins ). Udah kayaknya itu tempat nggak ada habisnya lagi!

"…Seumur-umur baru sekarang gue lihat perpus di dalem gunung merapi…" Ujar Natalia.

"Iya…Bukunya nggak kebakar lagi!" Anise menyetujui.

"…Aku kok baru tahu kalo ada tempat begini di Daath…" Ion menggumam.

"Berarti…Kayaknya bener nih, ini tempat tuh tempat persembunyiannya Mohs!" Seru Luke.

"Ehm, belum tentu…Bisa juga markasnya God General." Jade menambahkan.

"…Atau malah dua-duanya?" Tanya Tear.

"Well…Mana kita tahu. Gimana kalo kita periksa aja tempatnya? Siapa tahu kita nemuin petunjuk." Guy memberi usul.

Semuanya mengangguk pertanda setuju. Lalu mereka mulai menelusuri perpus yang udah kayak labirin uler muter muter itu. Selama berjalan, sebenernya firasat Ion sudah nggak enak, entah kenapa. Tapi dia juga nggak mau ngomong ke party. Takutnya mereka ntar khawatir terus tujuan mereka di perpus ini malah tertunda. Jadi dia cuma diam sambil berjalan terus menyusuri labirin uler ini…

*Beberapa…jam kemudian…*

"UUUSSSSOOOOO!"

Luke dan Anise berteriak. Tapi semuanya cuma merespon dengan "SIGH".

Pasalnya, mereka udah berjalan selama berjam-jam, tapi mereka tetep aja muter-muter kayak uler di tempat yang sama!

"Ini perpus kenapa sih! Kok kita tetep aja muter disini?" Protes Luke.

"Duuh, gue ngebet banget pengen ngambil harta karun gue nih~! Ayo dong Yulia, beri hambamu jalan!" Pekik Anise yang tumben insaf… ( #BUAK! Author digampar Tokunaga ) .

Tapi kayaknya, Yulia mendengar doa half-ass milik Anise. Disaat Ion menarik buku yang ada di rak untuk dicek, tiba-tiba raknya bergetar dan…ENG ING ENG, terbukalah sebuah jalan lain! *blast a confetti*

"Whua—!" Ion terperanjat kaget.

"Woow, Ion! Lu keren banget! Kalo udah tahu tempat ini bilang dari tadi dong!" Puji Luke.

"…Perasaan aku tadi bilang kalo aku nggak tahu apa-apa soal tempat ini deh…" Ion sweatdrop.

"Eh, wait. Kalo bisa ada jalan rahasia di sini, jangan- jangan…"

"…Ada sesuatu yang tersembunyi di dalam situ?" Tear meneruskan kalimat Natalia dengan wajah serius.

"Eh? Bukan, salah…!" Natalia menggelengkan kepala.

"Lha terus apaan dong?" Tanya Jade.

"Jangan-jangan…Didalem sana ada….HANTU!" Ujar Natalia dengan nada nenek sihir + senter yang entah dapat darimana diarahkan dibawah wajah.

"AAAAAHHHHHH!"

Semuanya ( Minus Ion n Jade tentunya ) langsung teriak ketakutan terutama Luke sama Tear. Bahkan jadi tambah parah karena Anise yang kaget langsung meluk Guy. Dan Guy yang Gynnophobia langsung teriak melengking ngalah-ngalahin hyena ngamuk.

"A-a-a-a-apaan sih! Natalia ah! Kalo becanda ya jangan sampe segitunya dong!" Seru Tear.

"Ahaha, my bad~!" Natalia cuma cengengesan.

"Sigh~Dasar anak muda jaman sekarang…Kalo gue yang udah tua sih, nggak bisa teriak-teriak begitu." Ujar Jade.

"Waaaww! Bau harta karunnya makin kuat nih! Yuk Ion, kita masukk!" Anise langsung menarik tangan Ion ke dalam jalan yang baru mereka temukan itu.

"Eh…w-wha tunggu!"

Dan yahh…alhasil Ion langsung ditarik-tarik sama guardiannya.

"Oke…Kita masuk juga yuk?" Ajak Guy.

Luke dan Natalia mengangguk. Lalu mereka langsung mengikuti Guy dari belakang. Sementara Tear dan Jade masih diam di tempat.

"…Colonel." Tear melempar pandangannya ke arah Jade.

"Ya?"

"Colonel pasti berpikiran sama kan…?"

"…Tentunya." Jade membenahkan letak kacamatanya.

"Kok tiba-tiba perasaanku nggak enak…" Tear menggumam.

"Well…Kita juga harus memastikan sendiri. Bisa aja tempat ini ternyata markasnya Mohs atau god Generals. Atau mungkin…"

"…Ada orang lain?"

"40% kemungkinan…"

Mereka berdua lalu diam. Berusaha memikirkan siapa yang mungkin saja bersembunyi atau 'tersembunyi' di dalam labirin ini. Tiba-tiba…

"Woy! Kalian kok diem aja sih! Ayo jalan!" Panggil Luke dari dalam jalan yang baru saja ditemukan Ion.

"…Eh! Oh…Ya!"

Tanpa banyak bicara, Tear langsung melesat pergi dan menyusul Luke. Lalu diikuti Jade yang berjalan santai di belakang. Selama berjalan, Jade sempat memikirkan sesuatu.

'Jangan-jangan…memang ada yang tersembunyi disini…'


-To be Continued-

Luke : "What! Cuma segitu doang?"

Authoress : *shrugs* "Lanjutannya di chapter 2…"

Ion : "Sebenernya kita ini pada nyari apaan sih?"

Guy : "Eh Authoress, ntar kita nyari fontech juga nggak?"

Anise : "Lho, terus harta karun gue gimana!"

Natalia : "Bukannya kita mau berburu hantu?"

Tear : *sweatdrop* "N-natalia ah! Jangan hantu dong!"

Jade : "Authoress, gaji saya mana…?"

Authoress : "Heeeyyy, diem dulu dong! Ntar kalian bakal tahu jawabannya di chapter 2! Pokoknya ada hal mengejutkan gitu."

Mieu : "Hal mengejutkan? Apaan itu mieu?"

Author : "R.H.S!"

Jade : "Oke deh, tapi ntar kita digaji ya?"

Author : "Iya, iya…duh. Oke, see you in next chapp!" 'o'/