Yah, bagi yang akan membaca cerita ini akan saya terlebih dulu peringatkan bahwa akan ada kemungkinan cerita ini tak akan tamat. Semoga saja saya bisa menamatkannya. Akhir kata, selamat membaca.
Disclaimer :
Tokoh-tokoh disini (kecuali OC) adalah kepunyaan Ohtaka Shinobu-sensei.


Keheningan yang mencekam di pagi hari membuat bulu kuduk Alibaba merinding. Alibaba harus berusaha membuat pilihannya untuk secepatnya dan ia hanya mempunyai 2 pilihan, lari atau tetap menghadapi 'dia', pikirnya. Ia pun terus berlari tanpa arah hingga napasnya habis, setelah ia melihat sebuah hutan dan ia masuk ke dalam sebuah hutan yang memiliki kesan sangat misterius itu. Alibaba terus berlari dan berlari - lari hingga ia terduduk di bawah sebuah pohon ek tua. Terpikir lagi olehnya untuk lari atau menghadapi 'dia', ia tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya hingga ia bermimpi berdarah di sebuah arena berpasir, namun tidak lama kemudian mimpinya berganti menjadi tentang si 'dia' lagi untuk waktu cukup panjang. Ia mendapati melihat temannya diborgol ditemani oleh si 'dia'. Temannya tersebut dicambuk tanpa ampun oleh si 'dia', ia melihat temannya sudah tak sanggup lagi menahan 1 kali cambukkan, Alibaba melihat mata merah nan kejam si 'dia' melihat ke punggung temannya yang sudah berdarah parah dengan cambuk terangkat di belakang kepalanya sudah siap untuk digunakan untuk temannya, cambuk pun dilontarkan ke punggung temannya tersebut, ketika cambuk nyaris mengenai badan temannya, mimpinya memudar hingga menjadi gelap seluruhnya.


The Bloody Sand of Gladiator
Chapter 1 : Alibaba

Suara mengaum yang terdengar dari kejauhan membangunkan Alibaba dalam tidurnya di bawah sebatang pohon ek besar. Ia masih kebingungan akan mimpi yang dialaminya tersebut. Bukan hanya itu, ia juga kebingungan karena merasa sangat terancam di dalam hutan tersebut, hutan tersebut memang sunyi namun entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang mengintainya dan ada yang berbahaya dengan kemisteriusan hutan itu. Ia pun menengokkan kepalanya ke sekelilingnya dan baru tersadarlah dia bahwa ia tersesat. Napasnya semakin memburu karena kepalanya sakit. Ia berpikir hingga kepalanya berdenyut-denyut kencang, berpikir tentang masa lalunya maupun di manakah dia berada sekarang. Namun kepalanya semakin lama berdenyut semakin kencang. Lalu, ia melihat seseorang atau sesuatu karena matanya sudah berkunang - kunang dan berkabut. Mahkluk tersebut mendekatinya dengan tenang, mahkluk tersebut mengenakan jubah hitam, ketika jubahnya berkibar terkena oleh angin, Alibaba melihat banyak sekali belati yang diselipkan di dalam jubah hitamnya, Alibaba tahu mahkluk ini sangat berbahaya. Mahkluk itupun semakin mendekat dan mendekat dan pingsanlah Alibaba setelah melihat sesuatu berusaha melindunginya dari mahkluk yang menghadapinya.

Ketika Alibaba bangun kepalanya masih terasa sangat sakit dan ia kaget ketika melihat ia berada di atas beberapa kayu gelondongan yang diikat dengan sulur - sulur tanaman ( bisa disebut rumah pohon tanpa atap ). Sebagian besar lukanya sudah diberi salep yang berbau beberapa jenis kulit pohon dan berbagai bunga yang dilumatkan pada luka di tubuhnya; yang ia belum ketahui kenapa. Mulutnya terasa seperti berpasir kering kerontang, ia pun langsung mencari air yang ada di sekitarnya lalu menemukan mangkuk dari bambu yang berisi air dan langsung meminumnya. Lima menit kemudian, Alibaba langsung tertidur lagi tanpa mengetahui akan bahaya yang mengancamnya.

Alibaba terbangun lagi pada malam hari, kaget karena di sebelahnya tertidur anak kecil berumur kurang lebih sekitar 12 tahun yang memakai celana jeans biru dan baju yang terbuat dari kain linen. Alibaba langsung pergi turun dari rumah pohon untuk melihat keadaan sekitarnya. Pada saat ia kembali ke rumah pohon tersebut, ia melihat 'sang penolong'-nya itu sedang memasak suatu makanan seperti daging tupai yang ia jadikan bahan untuk sup dengan air yang ditampung saat hujan yang merupakan kebetulan, karena pada hari itu hujan turun. Walau demikian, hujan itu hanya gerimis saja yang tak mempengaruhi rumah pohon tersebut.

Meskipun pikiran Alibaba masih agak berkabut, ia memaksakan dirinya untuk menanyakan pertanyaan seperti: Di manakah ini? Siapakah 'sang penolong'-nya tersebut? Mengapa dia membantunya? Dan, sudah berapa hari ia terlelap? Lalu 'sang penolong'-nya tersebut yang baru saja terbangun mengatakan, "Semua pertanyaan akan kujawab besok. Sekarang makanlah dulu, kau pasti sangat kelaparan karena kau sudah terlelap selama 4 hari berturut - turut, kurasa itu sudah menjawab salah satu pertanyaanmu". Alibaba pun langsung duduk sambil mengambil satu mangkuk sup sambil tersenyum, ia baru sadar ia sangat lapar pada saat sendok pertama ia hirup, sehingga sup tersebut itupun habis dalam waktu kurang dari 5 menit. Lalu Alibaba pun kembali terlelap, dan ia bermimpi tentang si 'dia' lagi namun pada kali ini mimpi tersebut terasa semakin nyata dan lebih lama dari yang sebelumnya, anehnya ia tak memimpikan tentang temannya lagi.

Hari berikutnya Alibaba jalani dengan pertanyaan yang ia tanyakan di hari sebelumnya dan 'sang penolong' yang baru diketahui namanya adalah Mor menjelaskan bahwa mereka berada di Silverwood Forest.

"Di hutan ini kita hanya bisa hidup maksimal selama 2 minggu dan selama itu kita sudah harus mencari jalan keluar dari sini. Jika tidak, racun di udara hutan akan membunuh kita", jelas Mor.

Langsung terlintas di pikiran Alibaba bahwa dia hanya boleh tinggal di sini selama kurang lebih 8 hari lagi. Lalu Alibaba bertanya kepada Mor.

"Kau masih sisa berapa hari?", tanyanya.

"7 hari", jawab Mor singkat.

"Mengapa kau memasuki ke hutan ini?", tanya Alibaba lagi.

"Aku ingin pergi ke daerah berpasir yang bernama Hadarac. Di sana aku memiliki urusan penting", jawabnya lagi. Tambahnya, "Kita akan pergi subuh nanti. Bersiap-siaplah".

Mereka pun pergi mencari jalan keluar dari Silverwood Forest ke Hadarac walau masih belum mengetahui berbagai macam rintangan yang mempertaruhkan nyawa mereka yang akan menghalangi mereka nantinya. Pada subuh harinya, mereka pun pergi berjalan ke arah timur, mereka melewati berbagai macam rintangan pada hari pertama seperti tersedotnya ia ke dalam lumpur hisap dan melawan binatang bertanduk seperti rusa namun berbadan ramping bergerak lebih cepat daripada cheetah. Rusa aneh tersebut langsung mati ketika Alibaba menggunakan belati kecil dari Mor untuk menusuknya langsung dibagian vital. Alibaba tak tahu kenapa tubuhnya seakan - akan telah terbiasa dengan semua hal itu namun Alibaba tak dapat... bukan, lebih tepatnya belum dapat mengingatnya, Alibaba sudah kapok ketika pada hari keempatnya, mencoba intuk mengingat masa lalunya dan pada akhirnya ia hanya merasa kesakitan luar biasa pada kepalanya. Pada hari keenam, hujan turun dengan lebatnya di hutan tersebut. Alibaba berusaha menampung air dengan batang bambu yang dulu digunakan Alibaba untuk minum pertama kalinya saat ia bertemu dengan Mor. Mor mengatakan bahwa kita harus bergerak pada saat subuh seperti hari pertama mereka pergi.

Pada cahay pertama mereka langsung bergerak menuju ke arah timur dan tiba tiba saja Mor menghentikan langkahnya ketika mereka merasa ada sesuatu yang ganjil. Tak ada suara sedikitpun di tempat itu, bahkan suara angin maupun kerikan serangga. Tempat itu terlalu hening. Tanpa sengaja, Alibaba tersandung sebuah batu putih. Mereka memperhatikan batu putih tersebut dan tersentak kaget saat menyadari batu putih itu adalah tulang tengkorak manusia. Wajah Alibaba seketika langsung pucat dan begitu pula dengan Mor. Tepat pada saat itu ada sebuah panah beracun meluncur tepat ke arah jantung Alibaba.

End of Chapter 1 : Alibaba


Next Chapter
Chapter 2 : Imprisoned