My Love is in Japan

Naruto punya Kishimoto-sensei

Ada baiknya jika saya mengingatkan, fic inipenuh hal AU, OOC

Authour : Mia muyohri

Pair : SasuSaku

.


.

"Dan yang terakhir mari kita sambut Akasuna Sakura-ssi!" seorang presenter muda berambut blond panjang, memperkenalkan Sakura kepada para penonton. Penonton yang berada di studio terlihat sangat antusias dengan meneriakkan nama Sakura dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Sakura bangkit dari kursinya, membungkukkan badannya sambil memberikan senyum manisnya kepada para penonton.

"Sudah, sudah, sudah-un!" ujar presenter itu dengan kesal kepada para penonton di studio, "Kalian ini sukanya hanya dengan gadis-gadis yang cantik saja, memangnya aku kurang tampan apa?" lanjutnya kemudian.

Ucapan presenter tersenbut disambut dengan riuh para penonton, "Hhhuuuu ...!"

"PD sekali kau, Deidara ... mereka itu tidak menyukaimu!" ujar seorang bintang tamu juga di acara itu, pada sang presenter.

"Aku tahu itu," ujar Deidara dengan wajah muram. "Mungkin untuk bulan depan prensenternya akan digantikan olehmu Tobi. Menyedihkan sekali aku ini-un! Hiks .. hiks .." ucapnya sambil berpura-pura menangis.

"AH! Sudah! Cukup sampai di sini saja berbicara tentang diriku-un, malam ini, seperti biasanya kita akan memulai STRONG HEART!" Suara gemuruh tepuk angan dan suitan terdengar bergema diseluruh ruang studio.

Jantung Sakura berdebar kencang, karena untuk yang pertama kalinya dia duduk di bangku peserta variety show seperti ini. Sakura melihat nomor giliran dirinya di monitor sekali lagi, saat dia mengalihkan perhatiannya kepara penonto, Sakura melihat air mata dimana-mana saat seorang artis lain sedang membicarakan tentang bagaimana dia meniti karirnya dan bagaimana dia mengatasi gosip-gosip miring. Acara ini bukan hanya sekedar acara komedi, tapi juga digunakan untuk meluruskan gosip-gosip. Karena itu Sakura menerima tawaran untuk menjadi peserta diacara ini, karena dia ingin memperbaiki apa yang sudah dia rusak di acara ini.

"Jadi, Sakura-ssi," ujar Deidara memandang Sakura. Sakura yang tidak siap, berjengit mendengar namanya dipanggil. "Jangan kaku seperti itu," ujar Deidara membcoba membuat suasana santai. "Apa yang membuatmu memutuskan untuk tampil bersama kami saat ini-un? Aku dengar kau akan mengundurkan diri dari dunia entertainment, apakah berita itu benar-un?"

"Aku," Sakura mencoba berbicara, tapi suaranya sulit sekali untuk dikeluarkan, karena serak. Dia berdehem dan beberapa pengunjung tertawa ramah. "Aku, akan mengambil waktu sebentar untuk berpikir, sekaligus mengembangkan cita-citaku sebagai pelukis. Karena itu aku perlu mengundurkan diri, aku meminta kalian agar tidak memanggilku Akasuna lagi, nama Akasuna itu aku ambil dari nama Manajerku, kenapa? Karena dia orang pertama yang aku bisa percayai di Korea ini. Aku mengubah nama keluargaku itu saat aku memulai debut pertamaku," jelas Sakura. "Mulai saat ini, aku akan menggunakan namaku keluarga asliku, Haruno. Panggil aku Haruno Sakura. Aku akan mewujudkan mimpi lamaku, untuk menjadi seorang pelukis ternama."

"Kau ingin menjadi pelukis-un?" tanya Deidara tidak dapat mempercayainya. "Kau bisa melukis?"

"Jangan suka meremehkan orang, Deidara-ssi," sahut seorang wanita yang Sakura kagumi, Kurenai Yuhi. Saat ini dia juga menjadi seorang peserta di acara ini. "Bawa lukisan itu ke sini!" ucap Kurenai pada seorang kru.

Kemudian dua orang kru, membawa lukisan yang Sakura kenal. Sakura terkesiap melihat lukisan yang baru saja dibawa masuk itu. "Kurenai-san!" ujar Sakura menatap wanita pelukis itu dengan tidak percaya. "Anda membawa lukisanku ke sini?"

"Kejutan!" ucap Kurenai sambil tersenyum lebar. Kemudian kepada penonton dia berkata, "Judulnya Usseki shita ikari. Ini lukisan yang Sakura buat waktu dia berkunjung ke sanggar lukisku. Kalian ingat malam seni beberapa minggu lalu? Ini lukisan yang sama. Ah ... setiap kali aku melihat lukisan ini, hatiku menjadi kacau balau. Kau lihat coretannya? Lihat! Dia ini akan menjadi pelukis yang hebat!"

Sekali lagi suara riuh bergema diseluruh studio membuat Sakura merasa dicintai oleh seluruh rakyat Korea. "Jadi," tambah Kurenai sambil melirik ke arah Deidara. "Jangan suka meremehkan orang. Eh! Kau dengar?! Bawa kembali lukisan itu masuk. Dan kalian, harus hati-hati membawanya."

Derai tawa terdengar karena Deidara yang dimarahi oleh Kurenai. Deidara yang dimarahi hanya tersenyum malu-malu sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sakura segera melanjutkan pembicaraan yang sempat terhenti tadi.

"Dan juga," lanjut Sakura dengan volume suara agak keras, karena kalau tidak suaranya akan ditelan oleh suara gemuruh penonton. "Aku ingin meluruskan beberapa gosip tentang diriku."

"Oooh!" Deidara mengingat beberapa artikel tentang Sakura dan pacarnya. "Gosip tentang pacarmu-un?"

Sakura mengangguk. "Karena itu aku memberi judul ceritaku hari ini 'Gelapnya masa laluku lima tahun yang lalu'."

"Lima tahun, yang lalu-un?" timpal Deidara.

"Iya, lima tahun yang lalu," ucap Sakura, siap untuk bercerita. "Aku dulu bernama Haruno Sakura. waktu aku SMA, aku ingin sekali menjadi pelukis. Tapi, Ayahku tidak menyetujuinya. Dia tidak mau membiayai sekolahku kalau aku melanjutkan sekolahku ke sekolah seni lukis."

"Jadi, aku berpikir untuk mendapatkan beasiswa. Aku berusaha keras, untuk mendapatkan beasiswa itu, aku memeras keringat dan memutar otak sepanjang hari untuk mendapatkan beasiswa di sekolah seni. Untungnya aku tidak sendirian berjuangnya, karena ada seorang anak laki-laki yang juga memliki minat yang sama sepertiku. Dia dan aku masing-masing melukis sebuah lukisan untuk diajukan ke sekolah seni."

"Aku juga belajar keras di sekolah, untuk mendapatkan peringkat pertama, sampai aku juga mendapatkan beasiswa di SMA, jadi orang tuaku tidak perlu lagi membayari sekolahku."

"Ya Tuhan! Kau ini pasti Jenius-un!" ujar Deidara kagum.

Sakura tersenyum. "Tapi tidak semua orang suka padaku. Waktu itu ada seorang anak laki-laki yang ternyata juga sedang mengincar beasiswa SMA. Dia mendatangiku untuk mengancamku dan berbicara bahwa untuk semester depan dia yang akan mendapatkan beasiswa itu. Saat jam pulang sekolah waktu itu, dia tiba-tiba saja masuk ke dalam kelasku, mendobrak pintu dan menggebrak meja seperti ini sambil berkacak pinggang. Dia mengatakan 'Aku yang akan mendapatkan beasiswa itu, jadi jangan macam-macam', katanya. Tapi pendek cerita, dia menjadi kekasihku ..."

Suara riuh rendah terdengar di seluruh ruangan. Penonton tidak mengerti kemana cerita ini akan berlanjut. Sakura bercertita tentang bagaimana Sasuke mengahancurkan lukisan dan mimpi-mimpinya. Sakura juga bercerita tentang rumah sakit jiwa yang harus dia kunjungi setiap minggu untuk menjalani terapi. Sakura juga bercerita tentang keinginannya untuk menjadi seorang artis di Korea.

Kemudian Sakura melanjutkan ceritanya tentang obsesinya membalas untuk membalas dendam ke Sasuke. Tentang bagaimana Sakura menguntit Sasuke, tentang bagaimana Sakura bisa menjadi dekat dengan Sasuke dan bahkan menceritakan bagaimana dia bisa menjadi pacar Sasuke lagi.

"Aku tidak bisa mengatakan bagaimana aku bisa melakukan itu semua, karena terlalu banyak pihak yang terkait. Aku sudah meluruskannya pada pihak-pihak tersebut," ujar Sakura. "Tapi waktu itu, aku menghancurkan hidup orang itu. Aku berhasil membalaskan dendamku padanya dan dia sudah kehilangan pekerjaanya dan segala hidupnya."

Deidara, para peserta dan penonton hanya bisa membungkam mulut mereka mendengarkan cerita Sakura.

'Mereka pasti akan membenciku,' pikir Sakura. Tapi Sakura rela, karena dia ingin meluruskan segalanya. Dia tidak ingin lagi hidup dalam kebohongan.

.

.

.

Tiba-tiba saja lampu studio padam dan sebuah lampu sorot menyorot ke arah Sakura, memberikan kesan dramatis.

"Tapi, jangan khawatir. Ceritaku ini belum berakhir," ujar Sakura. "Aku sudah menerima ganjarannya, akibat perbuatanku itu. Aku tertimpa musibah kecelakaan. Aku kira kalian masih mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat aku masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri. Manajerku sempat menggegerkan dunia dengan Twitternya, yang meminta kalian untuk berdoa buatku. Terima kasih. Karena waktu itu akhirnya ada seorang yang baik hati mendonorkan Ginjalnya padaku. Sungguh aku ingin mengucapkan terima kasihku kepadanya secara langsung."

"Kemudian aku menerima sebuah surat. Surat yang menjungkirbalikkan seluruh hidupaku selama lima tahun ini. Orang ini, orang yang aku hancurkan hidupnya ... dia menulis sebuah surat untukku."

Sakura mengangkat sebuah amplop biru yang sudah terbuka, menunjukkannya pada penonton. "Akan aku bacakan surat ini untuk kalian."

.

.

.

Studio hening setelah Sakura selesai membacakan curatnya. Sakura bisa mendengar suara isak tangis kecil di sebelahnya dan juga di belakangnya. Bahkan si pembawa acara juga berusaha mengusap air matanya. Sakura sendiri baru pertama kalinya membaca surat dengan suara keras seperti tadi. Sakura bisa merasakan bahwa Sasuke tidak berharapa apa-apa. Sasuke menulis surat ini dengan perasaan tulus dan rela.

Sejak membaca surat itu, kenangan demi kenangan mulai muncul di benak gadis itu. Masa SMA-nya, kenangan saat mereka berdua berkencan di Korea. Waktu itu, mata Sakura terlalu dibutakan oleh rasa benci. Sakura tidak bisa mempercayai siapa pun sesudah kejadian lima tahun itu.

Tapi sekarang, Sakura bisa merasakan bahwa Sasuke memang tulus mencintainya. Sakura sudah lupa dengan perasaan ini. betapa nyamannya membuka hati dan membiarkan orang lain mempercayainya. Sakura bisa merasakan dorongan hati yang sangat kuat untuk menemui Sasuke sekali lagi.

Setelah dia keluar dari rumah sakit, Sakura mencari informasi-informasi tentang keberadaan Sasuke. Sasuke tidak memberikan nomor teleponnya, alamat atupun e-mail-nya di surat itu. Sasuke seolah seperti menghilang dari kehidupan Sakura. Sakura juga sudah menelpon kantor Sasuke, tapi yang dia terima hanya penolakan dan alasan-alasan keras kepala bahwa mereka harus menjaga privasi karyawan mereka.

Sakura juga sudah mengirim pesan lewat Twitter kepada Sasuke, tapi yang dia terima hanya sebuah pesan yang isinya pesannya error terus menerus. Sakura sudah menyerah. Sakura sudah pasrah, menerima kenyataan bahwa Sasuke tidak akan pernah hadir lagi dalam kehidupannya. Dia sudah pasrah bahwa orang yang mencintainya apa adanya sudah menghilang ditelan bumi.

.

.

.

"Inilah ceritaku," ucap Sakura dengan suara serak dan rendah. "Bagiku sekarang, kebenaran juga sudah tidak penting lagi. aku sadari bahwa aku juga mencintainya setelaha aku membaca surat ini. Aku menyadari bahwa aku sudah membuat kesalahan besar karena terlalu larut dalam emosi dan pikiranku sendiri."

"Aku ingin mengatakan pada kalian bahwa laki-laki itu, kekasihku beberapa bulan yan lalu itu bukan orang yang ingin memperalatku. Dia orang yang baik. Dia orang uang mencintaiku apa adanya."

"Meminjam panggung ini, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada dia. Dan kalau aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya sekali saja. Ya! Sekali saja! Aku ingin meminta maaf. Sasuke, maafkan aku."

"Sakura-ssi," ujar Deidara sang presenter dengan suara lembut setelah jeda yang cukup panjang. "Maafkan kelancangan kami. Tapi Sasori manajermu dan kami dari Strong Hert memiliki sebuah kejutan untukmu-un."

Sakura mengerutkan keningnya. "Kejutan ... apa?"

"Ada seseorang yang kami datangkan jauh dari Jepang untukmu? Mari tamu yang dimaksud silahkan masuk-un," ucap Deidara pada seseorang yang menjadi kejutan untuk Sakura.

.

.

.

TBC Lagi ...


Yosss! Mungkin chap ini Updatenya cukup lama dan tidak seperti yang Mia janjiin kalao chap ini akan tamat. Karena chap ini Mia potong karena, ke panjangan. Dan yang baca pasti nanti juga bakal bosen dan BT karena kepanjangan. Lagi juga nggak seru kalau sudah ENDING aja, kan?

Ya jadilah begini ... semoga tidak mengecewakan. Dan maafkan juga kalau banyak Typo yang betebaran ya. Mia nggak baca lagi ini langsung Update selesai diketik.


Oke balasan Review ya ...

1. poetrie-chan :

Hai, juga. Iya Sasu Cuma nulis itu aja. Abis kalau dijelasin bakal panjang ceritanya. :P

2. Yuu H :

Nggak papa, santai aja. Mau login nggak yg penting Review klo abis bca. Sasu pasti bkalan ketemu kok sama Saku. Di tunggu aja.

3. Ucucubi :

Qm tu selalu ada di setiap fic Mia loh. Makasih ya, udah review fic2 Mia. ^^ seneng deh!

Qm sampai nangis? Mia juga sma pasti bkal nangis klo baca ulang bagian itu. Hehehe ... bener itu, Sasu kan irit bicara. :d.

4. Y.U :

Mia juga sma, klo baca surat Sasu. Mia pasti nangis. Qm pengen nangis? Nagis aja. Nggak papa kok! :P hehehe ...

5. sh6 :

Saku bakal tahu kalau yg donor itu Sasu, klo Sasori ngomong. Bagian itu mungkin akan ada di chap akhir.

6. aya-chan :

Sudah Update nih, review lagi ya selesai baca chap ini. Makasih, salam Mia ^^

7. uchihahahihi :

Pename mu aneh! Tapi makasih ya Reviewannya. ^^

Sudah Update RnR lagi ya. qm cinta fic ini?

8. Fchrzl :

Oke, makasih ya reviewannya. Sudah Update. RnR lagi ya.

9. Hiromi Toshiko :

Oke! Mia suka bikin orang penasaran. Hehe ,,,


Ayo RnR lagi ya!

Dan makasih buat semua yang udah review chap 12 kemarin ya. yang Login Mia bales lewat PM. Di cek aja. OKE!


Sekalian numpang promo fic yang lainnya, nih. Nighmares di baca juga ya. dan juga ada fic baru lagi judulnya Story Of My Life