Walapun sudah 5 tahun kenal dengan Jung Yunho, namja tampan itu tetap saja belum mengenal dirinya.
Namun, bagaimana kalau tiba-tiba Yunho berbuat baik dengannya,
dan mengatakan..
"…aku menyayangimu.."

..

..

A screenplay Fic,
KishiZhera present :

HUG!

..

Disclaimer : Jung Yunho memiliki hak penuh atas istrinya, Jung Jaejoong!
Main Chara : YUNJAE

Warning : Fluft puoollll~~~! BL! Banyak adegan lovely dovey dan juga adegan romantis antara umma dan appa,

..

..

HAPPY READINGGG!

..

Semenjak Jaejoong berlari meninggalkan Yunho tadi pagi, dia sama sekali tidak melihat namja cantik itu dimanapun. Oh ya, walapun ini waktu istirahat, tetap saja Jaejoong tidak bisa dilacak keberadaannya.

Yunho mulai sedikit bimbang. Dia ingin sekali, dan sangat ingin pergi ke kelas Jaejoong dan menarik namja cantik itu agar keluar kelas.

Tap..

Tap..

Ta-

Namja Jung itu berhenti melangkah. Astaga.. sedetik tadi dia sempat melupakan akibat apabila dia melewati lorong lantai satu, lorong kelas Jaejoong. Bukannya disana selalu berkumpul para yeoja-yeoja yang menyebut diri mereka sebagai 'Fans Yunho'?

Yunho menepuk jidatnya perlahan. Terakhir dia berurusan dengan penggemarnya itu, tangannya hampir cedera patah dan lengan seragam kirinya sobek sangat lebar. Itu semua juga karena ulah yeoja-yeoja itu. Mereka dengan paksa menarik-narik Yunho ke kanan, lalu ke kiri dan ke kanan lagi. Begitu seterusnya hingga Yunho berhasil kabur dengan mengorbankan seragamnya yang compang-camping.

Mendadak bulu kuduk Yunho meremang.

Eottoke?

Apakah Yunho akan tetap melewati lorong itu? Jika iya, maka dia bisa melihat namja cantiknya dengan puas, dengan konsekuensi cedera. Namun apabila tidak, maka bisa dipastikan dia tidak bisa tidur semalaman, karena menyesali kebodohannya hari ini.

Semakin lama Yunho berfikir, maka semakin seram juga bayangan akibat yang akan dia terima.

Tapiiii…

Yunho mengepalkan tangannya erat.

Dia bukan pengecut. Namja Jung itu mengangguk yakin kemudian melangkah maju.

"Nae sarang.. I am coming.."

..

..

..

"Hyung? Yunho-Hyung? Eottoke?" seseorang menepuk pundak Yunho, pelan.

Detik berikutnya Yunho langsung menoleh ke belakang dan mendapati Yoochun, tengah menatap heran padanya yang berjongkok di belakang pot. Alih-alih menyembunyikan rasa malunya akibat ketahuan ber-pose tidak elit, Yunho hanya nyengir.

Namja Jung itu bergerak untuk bangkit. Namun na-as, saat dia membungkuk, ponselnya terjatuh ke lantai.

Pukk..

"Eh?"

Ponsel itu mendarat di sebelah pot. Karena benturan yang cukup keras, dengan otomatis kunci ponsel terbuka dan menampilkan wallpaper ponsel seorang Jung Yunho.

Yoochun membelalakkan matanya. Tidak sampai sedetik kemudian, dia langsung memungut ponsel Yunho duluan dan mendekatkan layar ponsel pada indra penglihatannya. Namja husky itu kembali melongo.

"Chunnie-ahh.. aku bi-bisa jelaskan.." Yunho berusaha merebut ponselnya dari tangan Yoochun. Namun dengan sigap Yoochun menarik tangannya ke belakang, menyebabkan Yunho gagal merebut kembali ponselnya.

Namja Park itu menatap Yunho dan menunjukkan wallpaper ponsel Yunho.

"Bukankah.. bukankah dia…. Kim Jaejoong? Jae-Hyung?"

Yunho tampak kembali nyengir, lalu mengangguk lucu sambil mempoutkan bibirnya, "Aku suka dia, Chunnie-ahh.." katanya dengan nada lirih.

Mungkin apabila di komik-komik Jepang, maka Yoochun digambarkan melongo dengan air liur menetes perlahan saking shook-nya dengan pikiran Yunho.

"B-Bagiamana bisa, Hyung?"

Yunho merebut kembali ponselnya dan memandangi foto Jaejoong disana, "Entah.. aku tergila-gila padanya. Yaa! Kau lihat ini? Dia sangat cantik bukan?" Yunho malah menunjukkan koleksi foto Jaejoong di ponselnya.

"Hye-Rin?"

Yunho mendecih, "Jangan bicarakan dia! Aku dan Umma sepakat untuk menentang Appa yang ingin menjodohkanku dengan Hye-Rin.."

Yoochun masih belum menjawab, "Ha-hajiman Hyu-"

Yunho kembali berbicara, "Dia yeoja gila.."

"Haisshhh.. Kau yang gila, Hyung.."

"Masa bodoh.. sekarang jangan bicarakan masalah aku gila, atau tentang Hye-Rin lagi. Karena sekarang kau harus membantuku.." Yunho memegang pundak Yoochun.

Namja husky itu menaikkan sebelah alisnya, "Untuk Kim Jaejoong?"

Dengan cepat Yunho mengagguk, "Yaa! Tentu saja.." tangannya menarik lengan Yoochun agar semakin mendekat ke arahnya.

"Begini rencana kita. Kau lihat yeoja yeoja yang sedang berkumpul disana? Katakan kalau…"

..

..

..

TAP..

TAP..

TAP..

"Hosh Hosh Hosh… " nafas Yoochun tampak berkejaran, menarik perhatian hampir semua yeoja yang ada disana.

Seseorang diantara mereka maju mendekati Yoochun lalu menaikkan sebelah alisnya, "Waeyo, Oppa?"

Yoochun masih bertumpu pada lutut, berpura-pura sedang kelelahan, "Kau… Hosh... harus tau.."

Seseorang mendekat lagi pada Yoochun, "Bicara yang jelas, Yoochun-Oppa.. Tahu tentang apa?"

Yoochun mengatur nafasnya, "Yunho Hyung kehilangan.. hosh.. seragamnya. Dia ada di toilet sekarang.. hosh.."

LOADING..

"Lalu?"

"tentu saja dia di toilet tanpa menggunakan baju atasan dan-"

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAA! ~~~~"

TAP..

TAP..

TAP..

BRUAKK..

Yoochun melongo. Dia ingat dua detik yang lalu, dia dikerumuni banyak yeoja. Namun sekarang dia sendirian di lorong lantai satu ini. Semua yeoja yang ada disana langsung berhamburan pergi ke toilet untuk melihat apa yang telah dikabarkan Yoochun pada mereka beberapa saat yang lalu.

Namja Park itu menoleh ke arah pot besar di pinggir lorong. Dia mendesah pelan, "Aman Hyung.." katanya.

Dan,

Hup!

Yunho keluar dari persembunyiannya dengan wajah sumringah + bahagia + cerah. Dia mendekati Yoochun dengan berlari-lari kecil. Sampai di depan Yoochun, dia menyerahkan sebuah memori hitam kecil kepada Yoochun.

Namja Park itu menautkan kedua alisnya ke atas, heran. Apa ini?

"Mwoya?"

"Balas jasa. Aku merekamnya kemarin. Junsu sangat sexy di dalam kamar mandi. Nde! Aku mau pergi dulu.." Yunho menepuk pundak Yoochun pelan lalu segera berlari ke kelas Jaejoong yang sekarang tampak sepi.

Yoochun masih membeku.

Junsu di dalam kamar mandi?

Mandi kah lumba-lumba itu?

"Astaga Hyung.. lain kali minta bantuanku lagi ya.." tampak Yoochun mengecup sekilas memori hitam pemberian Yunho.

..

..

..

"Jae…" Yunho masih saja menggenggam tangan kanan Jaejoong. Tatapannya sangat serius, hingga berkali-kali Jaejoong berusaha menghindar dari tatapan itu. Namun, semuanya sia-sia.

Semua siswa laki-laki menatap kearah meja Jaejoong, dimana inseden itu terjadi.

Banyak yang menahan nafas, terutama para uke dan ada pula dan memalingkan muka dan mendecih tidak suka, karena seorang Kim Jaejoong sedang dekat dengan Jung Yunho.

Jaejoong terlihat malu-malu dan menunduk dalam. Tidak sedikitpun berniatan untuk mengangkat wajahnya dan menatap mata musang Yunho. Namja cantik itu ingin berlari lagi, seperti yang dia lakukan tadi pagi.

Sungguh. Dia tidak ingin melihat Yunho yang tadi pagi. Dia tidak suka dilecehkan. Dan Kim Jaejoong seakan gila oleh pikirannya sendiri. Dia mendadak takut apabila Yunho mulai berbuat yang tidak-tidak padanya.

Genggaman tangan Yunho semakin erat mencengkeram tangan kanan Jaejoong. Sedangkan tangan kiri Jaejoong memegang ujung seragamnya dengan erat. Alih-alih untuk menghilangkan kegugupan di dalam dadanya.

"Tolong dengarkan aku.." Yunho kembali membuka suaranya. Jaejoong masih menunduk. Namun tangannya keringatan hebat.

"Yun.."

"Nde Jae? Waeyo? Gwancana?"

"Yun.. sa-sakit.." Jaejoong menunjuk pergelangan tangannya yang dipegang Yunho. Yang tentu saja mendadak membuat nama Jung itu melepaskannya dengan cepat.

"Mian.. Mian.. Aku tidak sengaja.. Jangan benci aku, ne? Jebbal.."

"Yun.. Gwa-"

"Mianhae Chagya, mianhe.."

"Yun, kau membuatku malu.." semburat merah muda di pipi Jaejoong semakin kentara saja. Tidak sadarkah dia bahwa Yunho barusaja memanggilnya dengan 'chagya'. Dan apa lagi sekarang?

"Aku menyukaimu, oke.. jangan marah.."

BLUSHH..

"Yaa!" wajah kemerahan Jaejoong terangkat perlahan dan mulutnya membuka untuk menegur Yunho. Walaupun terkesan tidak suka, namun tidak dapat dipungkiri bahwa namja Kim itu sedikit tersenyum.

Setelah menoyor bahu Yunho pelan, dia kembali diam. Namun tidak lama, karena tiba-tiba Yunho mendadak berdiri dengan menarik tangan Jaejoong untuk ikut dengannya.

"Kajja! Kita ke tempat yang tidak kau suka.." Yunho terkekeh sendiri.

Jaejoong mempoutkan bibirnya, "Yaa! Jung Yunho-yaa.."

"Ani.. Ani.. aku bercanda.. Jja!"

..

..

..

"Kau-… kau yakin akan duduk disini, Yun?" Jaejoong menggaruk tengkuknya yang merasa meremamang.

"E-em!" Yunho mengangguk mantap dan sekali lagi menarik pergelangan tangan Jaejoong agar duduk didepannya.

"Tapi.. mereka memandangi ki-.. kita.." si cantik itu menundukkan wajahnya malu. Semenjak dia memasuki kawasan kantin sekolah, banyak sekali pasang mata yang dengan ikhlas menoleh ke arah mereka berdua. Tentu saja Jaejoong merasa tidak nyaman. Karena dia tidak biasa berada di dalam keramaian dan diperhatikan oleh orang banyak, seperti ini.

Yunho tersenyum, "Gwancana.. abaikan saja mereka.."

"Ta-tapi.."
"Shhss.." Yunho memalangkan jari telunjuknya di depan mulut Jaejoong. Membuat namja cantik itu berhenti bicara dan matanya terarah pada jari Yunho yang memegang bibirnya, "Anggap saja kita berdua itu ikan hiu dan mereka semua itu ikan sarden. Kalau kau mau, kau bisa makan mereka.."

Yunho malah bercanda. Dan tentu saja hal itu membuat mood Jaejoong langsung naik kembali. Ya, Jung Yunho memang hebat.

"Yunho-yaa.."

"Wae-yaa~" Yunho sekarang malah menirukan gaya bicara Jaejoong yang mengombak lucu.

Jaejoong mempoutkan bibirnya. Dan detik itu juga tangan Yunho segera mencubit pipi kanan Jaejoong yang kemudian meringis, karena cubitan Yunho.

"Dasar cantik! Manis lagi.." Yunho mengguman sediri. Namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh telinga Jaejoong. Namja Kim itu langsung blussing parah akibat perkataan Yunho.

Sepertinya, Yunho masih tidak menyadari hal itu dan malah memegang kedua tangan Jaejoong di atas meja. Ditatapnya mata doe Jaejoong dengan intens.

Ingin sekali Jaejoong menghindar. Namun matanya seolah hanya terprogram untuk melihat ke dalam mata musang Yunho. Mata yang terlihat begitu teduh, sangat cocok dengan tipe manja dalam tatapan mata Jaejoong.

Yunho mengangkat kedua tangan Jaejoong dan hendak mencium punggung tangan namja cantik itu.

Tanpa..

Tanpa menyadari..

..betapa banyak pasang mata yang menatapnya, saat ini.

CUPP~

"Yun-..yunho-yaa.."

"Jae aku sa-"

"CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE EEE~~~~~" ko-or semua murid yang memandangi YunJae live daritadi, langsung bersorak heboh. Tak terkecuali Junsu dan Yoochun yang berada jauh dari meja YunJae.

Jaejoong segera menoleh ke segala arah. Dan apa yang dia dapatkan? Wajahnya semakin memerah.

Cantik sekali..

Walaupun sedikit sebal dengan ulah teman-temannya, namun dia tidak bisa menghajar mereka, untuk saat ini. Karena tentu saja ada Jaejoong disini. Namun dia sudah berniat akan membuat perhitungan dengan mereka semua.

"Yun.. a.. aku malu.." bisik Jaejoong.

Yunho tersenyum lembut.

"Jae.. Sudah lama aku ingin men-"

"CIEEEEEEEEEE! YUNHO-OPPA! CIUM JAE SEKARANGGG!"

Dalam hati Yunho mulai marah akibat perkataannya daritadi terus saja terpotong.

Kembali dia tatap Jaejoong. Tangannya mulai kesemutan kecil akibat tidak bergani posisi.

"Jae, maukah ka-"

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! CIUMMMM~"

"Jae aku-"

"YUNJAEEEEEEEEEEEEE! KYAAAA~~!"

"Aku.."

"CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!"

"Aku su-"

"CIEEEEEEEEEEEEE~~~ CIUMM~~!"

"Sebenarnya-"

"EAAAAA!"

Ubun-ubun Yunho memanas. Persimpangan ada disana. Dengan gerakan cepat, dia berdiri dan sedikit membanting tangan Jaejoong ke meja yang keras.

"Awww.."

"YAA! KENAPA KALIAN MENGGANGGU SAJA! KALIAN INI DASAARR! AISSHHH…"

Yunho segera pergi meningalkan kantin dengan muka merah menahan marah. Sampai dia lupa dengan Jaejoong yang meringis kesakitan akibat tangannya terantuk ujung paku yang tidak sengaja terdapat di permukaan meja kayu itu.

Darah mulai keluar.

Dan astaga..

Jaejoong phobia melihat darah..

"Yun.. Yunho-yaa.."

SETT..

"HYUNGGG!"


..

..

..

..

Mianhe lama update.. soalnya Zhera udah kelas 3 SMP dan banyak tugas.

Yang biasanya satu chap bisa dibikin selama 1 hari, sekarang 1 chap bisa satu bulan. Itupun Cuman pendek..

Tapi, Zhera bertekat g akan discontinue. Semua akan tetap lanjut, walapun lama..

MAKASIH BUAT YANG UDAH BERKENAN RIPIU DAN BACA