Title : Vampire

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M.

Pairing : KrisTao/TaoRis

Genre : Romance and Mystery..maybe?

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : sebuah penelitian seorang peneliti telah berhasil membangunkan vampire yang telah lama tertidur. IT'S KRISTAO/TAORIS! YAOI!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

.

.

.

Author's note : Annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

Jjavsclkjfkjhavkjcxbhuva! Maafkan Rai! Rai benar-benar minta maaf. Rai sibuk bgt. Ini aja ngebut bikinnya karena diantara Mid bikinnya. Rai benar-benar minta maaf. Dan untuk yeurbeun, mohon maaf, Rai sudah berganti nomor hp. Nomor hp dengan angka 082179665451 sudah bukan punya Rai lgi, melainkan punya adiknya Rai.

Rai sibuk melototin buku, ngerjain tugas dll dkk dan sebangsanya. Setelah menamatkan seluruh fic, Rai akan istirahat dari menulis selama seminggu lalu lanjut nulis lagi dengan karya baru.

Rai sadar, Rai terlalu banyak membuat karya dan itu semua belum tamat. Yang tamat baru Heaven. Yang ada, malah bikin Readers gak suka, Rai mohon maaf buat ini.

Makanya, Rai udah bikin idenya, Cuma mempublishnya setelah seluruh fic tamat aja :D

Sekali lagi Rai minta maaf, karena ngebut bikin semua fic, Rai tidak membalas review. Tapi, Rai selalu baca review kalian dan Rai senang bangt. Walaupun gak dibales, Rai koleksi semua review yeorobeun, loh. Dari yang sering review, dari yang jarang keliatan review, bahkan mungkin Cuma nebeng baca tapi Cuma sekali review :D. jadi, Rai tahu semua, siapa yang sering review dan siapa yang enggak XDD

Tapi Rai maklum, mungkin chingudeul sekarang udah gak suka Rai karena suka gak bles review chingudeul dan malah milih gak review atau jadi silent reader, atau malah gak mau baca dan gak mau review.

Yah, silahkan aja, tapi Rai hanya males lnjut kalo yang review dikit. Rai semangat banget lanjutin Monster sama A Panda from Chinase. Karena, baru chap satu yang ngerespon udah WAW XD

Rai ucapan terima kasih sebesar-besarnya buat yang udah nge-review, buat yang udah baca.

Jeongmal khamsahamnida.

*Kissu atu2**dibakar

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

.

.

Kamar itu terlihat nyaman. Udara yang hangat membuat insan yang tertidur disana merasa aman dan nyaman. Sosok tubuh dengan rambut hitam lembut dan mata panda manis terbangun dan melirik ke sampingnya.

Disana, terlihat seorang namja tampan bernama Wu Yi Fan, Kris, yang sedang tertidur.

Tao, namja bermata panda manis itu menatapi wajah sempurna itu.

Wajahnya begitu sempurna. Kulitnya licin dan begitu bersih, hidungnya mancung, rambut berwarna pirang oranye membuat garis tampan dan berkelas itu mendapatkan berpuluh point plus,bibirnya yang berwarna pink pucat, alis matanya yang tajam, namun membuat tatapannya tajam dan mempesona akan selalu membuat semua orang meleleh melihatnya.

Tubuhnya tegap dan tinggi. Bila berjalan, dia bagaikan seorang pangeran yang sedang melihat-lihat dunia luar yang baru dia lihat. Dia begitu dewasa, dia begitu pendiam, namun semua itu membuatnya semakin terlihat luar biasa.

Tao mengagumi sosok ini.

Sosok tampan layaknya seorang pangeran negeri dongeng. Atau mungkin layaknya seorang pangeran vampire yang begitu sempurna fisik dan kelicikkan serta kepintarannya.

Andai saja Tao tahu, bahwa Kris sebenarnya memang seorang vampire.

Apa mungkin Tao akan berhenti mengagumi sosok ini setelah tahu kalau dia adalah vampire?

"Mendapatkan pemandangan menyenangkan?" suara itu membuat Tao tersentak kaget. Mata tajam berwarna dark black itu terbuka dan menatap mata Dark choco milik Tao yang manis.

Tao memerah manis.

Kalau mau jujur, Kris juga harus mengagumi fisik Tao.

Maksudnya, lihatlah Tao.

Kau akan jatuh cinta ketika melihat kepolosan seorang anak manis yang sangat lucu ini. Maksudnya, kau tahu? Tao yang sudah dibilang cukup dewasa bahkan belum tau apa itu French kiss dan bagaimana caranya orang melakukannya. Sehun pernah bilang, kepolosan Tao itu layaknya anak umur 5 tahun. Kadang, membuat semua orang merasa gemas dan kadang ingin menculiknya karena saking gemas, atau bahkan terkadang menyebalkan tapi tidak tega menghancurkan kepolosan manis yang jarang terjadi ini.

Surai hitam lembut itu terlihat nyaman dielus, mata berwarna dark choco yang manis. Seolah-olah, ketika kau menatap mata itu, kau akan merasakan keindahan dan manisnya dunia ini.

Hidungnya yang mancung, bibir kissable iberwarna pink merekah yang entah kenapa membuatnya sedikit gelisah, tubuh idnah dengan balutan kulit langsat yang membuatnya terlihat begitu cantik.

Dia namja cantik, itulah pikir Kris.

"Siapa bilang pemandangan menyenangkan? Ah, ayo kita turun. Kita buat sarapan, lalu kita bawakan sarapannya untuk Luhan-ge dan Sehun-ah. Tadi mereka bilang kalau mereka ada pemotretan untuk majalah Jepang hari ini. Katanya sampai siang, sekitar jam 14:00 PM, kemudian berlanjut lagi untuk pemotretan Boys in The City. Mereka akan melakukannya nanti malam hingga jam 20:00 PM. Jadi, mereka meminta kita untuk menemaninya." Ujar Tao memalingkan muka lalu langsung turun ke bawah. Kris tersenyum kecil.

Satu lagi, sifat Tao sangat manis.

.

.

.

.

"Aih, bukan begitu, Kris-ge! Jangan aduk terlalu kencang." Ujar Tao. Kini, mereka sedang membuat chocolate cake. Dan Kris mengaduk adonannya terlalu kencang.

"Bukankah akan lebih cepat?" tanya Kris lagi yang memperhatikan Tao mengaduk dengan kecepatan sedang. Setelah selesai, dia menuangkan adonan itu ke dalam Loyang, dan memasukkannya ke dalam oven.

"Memang lebih cepat, tapi rasanya akan beda." Ujar Tao. Tao memperhatikan bahan-bahan yang tersaji di depannya.

"Kita akan buat apalagi? Sudah terlalu banyak, Tao. Kau bahkan belum makan." Ucap Kris. Memang sudah terlalu banyak.

Lihat saja, Tao memasak banyak sekali. Mulai dari pudding, Spaghetti dengan sauce untuk steik T-bone. Untuk yang ini, dia khusus membuat untuk ukuran 4 porsi.

Sebenarnya, Kris sedikit merasa aneh. Karena, jarang-jarang sauce untuk steik cocok dengan spaghetti.

Dan sekarang akan memasak chocolate cake? Ck ck ck.

"Ah, ayo kita sarapan Kris-ge! Aku sudah masakan Hamburger salmon. Ayo!" ujar Tao riang.

Kalian bingung? Begini, sebenarnya sama saja dengan Burger lainnya, hanya saja, daging burgernya dibuat dari Salmon.

.

.

.

Setelah sarapan, Kris membantu Tao merapihkan rumah., setelah selesai, menyirami koleksi Bonsai milik ibunya. Setelahnya, keduanya pergi menuju tempat pemotretan Sehun.

Di perjalanan, Kris tidak henti-hentinya tertawa kecil melihat Tao bernyanyi seperti anak kecil.

Sesampainya disana, Kris dan Tao berjalan beriringan. Semua orang tak henti-hentinya mengagumi Kris. Dengan penampilan ala Pangeran itu, bagaimana tidak bisa dia menarik perhatian semua orang. Tao juga menarik perhatian dengan senyum manisnya yang dia hadiahkan untuk semua orang yang melintas.

"Tao hyung~" Sehun menyambut kedatangan Tao dengan semangat dan memeluknya erat. "Kau bawakan aku makanan~?" tanya Sehun lagi. Tao mengangguk semangat sambil menggoyangkan kotak makanannya. Sehun tersenyum senang.

"Yap, sudah istirahat?" tanya Tao, Sehun hanya menggeleng.

"Wah, Tao-ya? Kris..?" tanya sebuah suara yang bernama Luhan. Kris hanya memasukkan kedua tangannya pada kantung celana jeansnya.

"Sehun, Luhan, ayo lanjutkan. Masih harus ada pemotretan lagi, 20 menit lagi istirahat." Ujar si Manajer. Sehun mengangguk. Sehun berbalik dan menggenggam tangan Luhan dan membawanya menuju tempat pemotretan lagi.

Tao dan Kris dipersilahkan duduk di salah satu tempat sambil menonton dan menunggu mereka.

"BAIKLAH, kita akan membuat foto yang bagus untuk Vogue Girl! Camera!" ujar manejer mereka. Mereka hanya mengangguk.

Terlihat Sehun yang menggenggam tangan Luhan dan menatap camera dengan pandangannya yang tajam. Sementara Luhan hanya memandang Sehun sambil memiringkan kepalanya dan menatap polos Sehun, serta dengan menggigit kecil jari telunjuknya.

SPLASH! SPLASH! SPLASH!

Selanjutnya Sehun terlihat tertawa riang menatap camera dan Luhan juga tertawa bahagia.

SPLASH! SPLASH!

"Bagus sekali! Ayo, tolong berikan bunga untuknya. Dan tolong beri sofa untuk Sehun!" ucap si Cameramen.

Setelah siap semuanya, Sehun duduk dengan gaya dewasa dan cool, sedangkan Luhan berdiri disampingnya sambil memengang seikat bunga berwarna putih itu. Luhan tersenyum lembut, sementara Sehun memberikan smirknya.

SPLASH..! SPLASH!

Lalu Luhan duduk di atas pangkuan Sehun. Tangan Sehun memeluk pinggang Luhan. Dan menatap camera dengan wajah cool dan datar, sementara Luhan menatap camera dengan menggembungkan kedua pipinya dan menatap polos camera.

SPLASH..! SPLASH!

"Oke! Luhan, kau manis sekali! Sehun, kau terlihat tampan!" ujar si Cameramen dengan semangat.

Mata Tao berbinar indah.

"Mereka cocok sekali, dan mereka terlihat bersinar!" ujar Tao. Kris yang disampingnya hanya mengangguk mengerti.

Ketika sedang asyik menatap Sehun dan Luhan, kepala Kris berdenyut.

Matanya membelak. Kaget.

"A..ada apa denganku..?" ucap Kris pada batinnya sendiri. Dia merasa, kepalanya yang berdenyut ini..seperti pertanda.

Bahwa seseorang dari negerinya dan sejenis dengannya datang dan bangkit kembali.

"Mu…mungkinkah..?" bisik Kris tidak percaya.

"Ada apa, Kris-ge?" tanya Tao. Kris menatap Tao lembut dan menggeleng.

"Tidak, aku hanya sedikit aneh saja tadi." Ujar Kris cool sambil bersandar pada sofa nyaman yang mereka duduki.

Selang beberapa saat, istirahat telah merajai saat itu.

Sehun dan Luhan segera saja berlari menuju Tao dan Kris.

"Ah~ akhirnya istirahat juga. Aku lapar sekali!" ujar Sehun. Luhan duduk disamping Sehun.

Ke-empatnya asyik menikmati spaghetti buatan Tao. Sehun makan dengan lahap. Beberapa kali Luhan menyuapi bakso sapi untuk Sehun, dan beberapa kali pula Sehun menyuapi spaghetti untuk Luhan. Terkadang, Luhan juga mengelap mulut Sehun dengan tissue ketika saucenya sedikit terciprat di sudut bibir atau dagunya.

Tao menatap instens kedekatan keduanya. Dan tersenyum.

"Mereka…cocok.." ujar Tao dibatinnya sendiri.

Ketika sedang asyik menikmati makanan buatan Tao, sang cameramen yang daritadi menatapi Tao dan Kris mulai mendekati mereka.

"Mau mencoba difoto?" tawarnya pada Tao dan Kris. Kris menatapi Tao. Sedangkan Tao hanya memandang tidak percaya.

"Euhm…entahlah, aku tidak bisa seperti Sehun dan Luhan." Ujar Tao malu-malu. Sang juru camera hanya tersenyum.

"Nanti juga bisa, coba dulu, ne? hey, tolong bawa 2 orang ini. Berikan mereka make-up dan pakaian itu, ne?" ujar si juru camera.

Tao dan Kris mulai digiring di sebuah ruangan.

Disana, Tao diberikan sebuah pakaian.

Setelah selesai, Tao langsung diberi sedikit polesan make-up dan..VOILA!

Tao terlihat begitu menggemaskan. Lihatlah Tao.

Dengan kaos berwarna putih polos, Hoodie berwarna kuning lembut seperti warna bulu anak bebek, dan di tudungnya terdapat telinga kucing.

Tao menggunakan celana jeans panjang berwarna biru muda, dan sepatu berwarna kuning lembut.

"KYAAA! Kau imut sekali!" ujar si make-up over terlampau bahagia. Tao hanya memandang pantulan dirinya pada cermin.

Setelah selesai, Tao digiring menuju si cameramen.

Tao sedikit kikuk karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Tak lama, Kris datang dengan penampilan barunya yang baru saja dirombak dengan si make-up artis.

Kris menggunakan pakaian serba hitam. Mulai dari kaos yang dibagian dalam, jaket berwarna hitam, celana jeans berwarna hitam, dan sepatu berwarna merah.

"Wah, kalian cocok sekali. Camera!" ujar si cameramen.

"A..aku tidak tahu harus apa.." ujar Tao gugup. Kris melihatnya dengan pandangan mata kalem. Dia melihat Tao berwajah sedikit gugup dan wajahnya juga merona malu.

SPLASH..! SPLASH..!

"Yak! Bagus sekali!" ujar si cameramen. Tao kaget. Memang dia habis melakukan apa?

Kris terlihat menggenggam tangan Tao, sementara Tao hanya memiringkan kepalanya.

SPLASH..! SPLASH!

"Uhm..bisakah lebih natural lagi? Kris boleh memeluk atau mungkin mencium Tao." Ujar si cameramen sambil tersenyum penuh arti.

Seluruh staff heboh sendiri, beberapa bahkan sudah berteriak girang dan menyiapkan ponsel untuk mengambil gambar juga. Sehun yang sedang meminum cola saja hampir tersedak.

"Gwaenchana?" tanya Luhan. Sehun hanya mengangguk. Matanya kembali menonton Tao dan Kris.

"Sehun, Luhan, ayo ganti costume. Kalian masih harus difoto." Ujar salah satu staff. Keduanya mengangguk mengerti.

Tao memerah. Wajahnya merah padam dengan sukses.

"Hm..baiklah, aku tidak akan ragu lagi." ujar Kris. Semuanya sudah mulai heboh, Tao bahkan sudah bisa merasakan jantungnya mulai berdetak tidak karuan.

Kris mulai menarik tubuh Tao.

Tao bahkan sudah menutup matanya, wajahnya benar-benar merah. Tudung Hoodie miliknya menutupi setengah kepalanya, membuatnya terlihat sangat imut.

Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Tao. Hidungnya nyaris menyentuh hidung Tao. Kris memandang camera sambil bersmirk ria dan dengan mata cool.

Layaknya…seorang vampire yang akan mencium mangsanya.

SPLASH..! SPLASH..! SPLASH..!

"OKE! Ini foto terbagus!" ujar si juru camera semangat.

Setelahnya, Tao segera kabur menuju tempat sehun tadi.

"Nah, Sehun, Luhan, ayo! Jangan kalah dengan Kris dan Tao." Ujar si cameramen. Keduanya mengangguk dan mulai memberikan service terbaik mereka.

Sehun sudah berganti pakaian dengan jas hitam, sedangkan Luhan berwarna putih.

Kris dan Tao melihat hasil foto mereka tadi. Dan foto terakhir membuat wajahnya panas.

"Kris-ge mesum!" ucap Tao sambil memukul-mukul Kris. Kris hanya memandang heran.

"Wae?"

"Kenapa kau nyaris menciumku? Aish jinjja!" ucap Tao sambil mempoutkan bibirnya. Kris tersenyum. Kedua tangannya mulai menangkup wajah Tao.

"Jadi..kau ingin aku benar-benar menciummu?" tanya Kris sambil memberikan smirknya. Tao kembali memerah dengan matanya yang menatap kaget.

"KYAAA!" pekik seluruh staf perempuan yang sibuk mengambil gambar moment TaoRis itu.

Kris tersenyum lembut, sementara Tao hanya mempoutkan bibirnya.

"How cute are you." Ujar Kris dan sukses membuat pemilik mata panda itu membuang muka karena tidak sanggup lagi menahan malu..dan..er..perasaan yang terlampau senang.

.

.

.

Boys in The City.

Si cameramen sibuk mengambil gambar Sehun dan Luhan ditengah kota.

Tao yang ngambek dengan Kris, menyuruh Kris membawakan kotak makanannya. Dan Kris hanya tertawa kecil karena selalu membuat wajah Tao merona.

Tao melihat gurat lelah mulai terlihat di wajah Sehun. Begitu pula dengan Luhan.

Sepertinya sang Black Aragon mulai bisa merasakan apa itu 'lelah'.

"Gege, ayo kita belikan minum untuk mereka." Ujar Tao. Kris mengangguk dan mulai pergi menuju sebuah café kecil pinggir jalan.

Tao membeli 4 mangkuk ukuran sedang cream soup, dan ice cream cola.

Saat sedang akan membayar, kepala Kris mulai berdenyut. Ada yang tidak beres.

"Tao, aku keluar sebentar. Aku ingin menemui Luhan sebentar." Ujar Kris. Tao mengangguk sambil tersenyum.

.

.

Di lain tempat, di sebuah bukit gelap yang lokasinya tak terlalu jauh dengan pusat kota.

Sesosok tubuh namja keluar dari sebuah lubang penuh cahaya ungu dan terlihat goresan luka di pipinya.

Wajahnya tersenyum licik memandang Kota.

"Khe..khe..khe..Black Aragon, Vampire Kris..aku datang untuk bergabung..khe..khe..khe.." ucap tubuh itu.

Dia adalah Death Ceronia.

Sang pembunuh, sang penghancur, sang pembawa bencana, sang penyumpah kematian, lewat matanya.

.

.

.

TBC

.

.

KYAAA! *jejeritan**gila**plak!

Omona! Gak bisa bayangin kalo itu photoshoot jadi kenyataan! Kyaa! XDDD

BIG SPECIAL THC FOR ALL REVIEWERS!

Jeongmal khamsahamnida. Di chap terakhir, Rai akan perlihatkan nama-nama selurh reviewers. Dari yang sering review, sampe yang jarang, atau bahkan Cuma sekali XD

Oke, last..

Mind to review?

Comen chara boleh. Nge-bash? NO!

Flame?

NO!

Plagiat?

NOOOOO!