Genre: romance

Paring: Sasuke Uchiha and Sakura Haruno

.

Naruto © Masashi Kishimoto

"ma,Sasuke udah mikir mateng mateng pokonya Sasuke nggak pake apapun," ucap Sasuke mantap sambil melempar kunci mobilnya ke meja

Mikoto hanya begong melihat ulah anaknya itu, tidak biasanya Sasuke kayak gini. Belakangan ini memang Sasuke terlihat semakin aneh. Awalnya nggak mau memakai handphone , semua gadgetnya dikembalikan ke Mikoto untuk disimpan. Dan sekarang kunci mobil. Mikoto hanya menggeleng geleng kepala melihat tingkah laku Sasuke

"kamu kenapa sayang?kalau kamu gak naik mobil terus kamu mau ke sekolah naik apa? Kemarin kunci motor udah kamu kasih ke mamah sekarang mobil juga . ada apa sih dengan anak mamah ini?" Mikoto mengelus lembut kepala Sasuke

"…." Sasuke nggak menjawab pertanyaan ibunya , ia terdiam sambil mengunyah roti seolah nggak mendengar pertanyaan Mikoto . dadanya masih terasa sesak. Masih berkelebat di dalam benaknya tentang Ino

Flashback on

Saat itu Sasuke berniat memberikan kejutan kepada Ino yang sedang berada di café bersama teman temannya , Sasuke mengendap ngendap mendekati meja Ino ,tangan kanannya mengenggam setangkai setangkai bungga mawar kesukaan Ino . hatinya sangat bahagia membayangkan Ino dengan mata berbinar menerima kejutan darinya.

"Ino, lo gila yah!keren banget tas lo" ucap Anko sambil memegang tas Ino berwarna soft pink

"yaampun Ino. Gue baru nyadar ini tuh lv pink yang kita lihat waktu itu kan? Gila lo cepat banget dapetnya" seru Karin gak kalah hebohnya

"iyah dong! Ino gitu loh. Gue tuh kemarin di antara dua pilihan tau! Sumpah gue bingun mau milih LV monogram suede whisper atau LV mahina neo blue ciel" Ino mengangkat bahunya seraya tersenyum kecil

"namun akhirnya gue memilih LV monogram suede whisper fuchsia. Pinknya itu loh nggak tahan gue. Tau sendiri kan gimana gue gemesnya gue sama warna yang satu ini" jelas Ino panjang lebar

"beruntung banget sih lo Ino, gue mupeng banget sama lo,eh. Tapi lo dapet duit darimana? Jangan bilang dari nyokab lo, karena gue yakin lo masih di hukum pemangkasan uang jajan gara gara lo keborosan lo itu," Tanya Karin

"ah lo kayak nggak tau gue aja. Buat apa gue punya pacar tajir kalau gak dimanfaatin," Ino menjawab dengan cuek

"hah? Maksud lo Sasuke?"

Ino menjawab dengan semyum gak jelas

"gila Ino! Lo morotin Sasuke lagi nih ceritanya? Bukannya lo kemarin baru dibeliin tas gues yang harganya selangit?" mata Anko membulat mendengar penyataan sahabatnya itu

"ah, gue gak morotin Sasuke kok , Sasuke nya aja bego mau aja nurutin kemauan gue" jawab Ino santai

"eh,lo nggak pernah mikir kalau tiba tiba Sasuke bangkrut gara gara nurutin kemauan lo?" komentar Karin pedas

Ino hanya menganggkat bahu sambil menyeruput lemonteanya

"peduli amat , dia bangkrut gue cari yang baru. Masih ada Sai yang rela nungguin gue kalo gue putus sama Sasuke" Ino tersenyum kecil sambil memainkan rambutnya

Sasuke mematung. Mendengar obrolan Ino dan teman temannya. Tidak hanya telinganya yang panas. Tetapi hatinya juga ia mendengar ketawa cekikikan mereka yang membuat rahangnya mengeras. Ingin sekali ia melabrak Ino saat itu juga, namun Sasuke berusaha tetap tenang, merendam emosi dalam dadanya lalu berjalan meninggalkan café.

Flashback off

Sasuke sedang terbaring didalam kamarnya sambil memandang foto dirinya yang tampak bahagia memeluk Ino. Sasuke tak dapat memungkiri kecantikan Ino yang membuatnya tergila gila dan sangat mencintai gadis kali ini , ia tidak bisa membiarkan orang lain mempermainkannya tak terkecuali Ino

Tekadnya sudah bulat. Ia akan melepaskan Ino dan atribut mewahnya yang melekat pada lelah menyadari bahwa orang orang yang di sekitarnya terbukti hanya memanfaatkannya saja

Tiba tiba ia teringat pada Naruto. Sahabatnya sejak kecil. Sahabat yang telah ia lupakan sejak ia bergaul dengan anak anak konglomerat lainnya

Penampilan yang sederhana. Dan bergaul dengan Naruto yang nyata nyata memiliki status berbeda membuat teman teman Sasuke memojokan dirinya dengan sebutan 'konglomerat palsu '. Tak ayal hubungan dirinya dengan naruto semakin merenggang

'Sas, kalau lo berpikir dengan semua kemewahan itu lo bisa mendapat kebahagiaan. Lo salah besar. Suatu saat lo sadar betapa kemewahan itu gak berarti sama kemewahan itu akan menikam lo dari belakang '

Begitulah nasihat Naruto saat menyadari bahwa sahabatnya mulai menarik diri darinya

Mendadak terlintas sebuah ide gila dalam pikirannya dan ia bertekad akan mewujudkannya

"mah, aku ingin pindah sekolah" ujar Sasuke tiba tiba, membuat kerutan halus di kening Mikoto semakin jelas

"jangan ngaco Sasuke" jawab Mikoto cepat

"serius mah, Sasuke pengen pindah ke sekolah Naruto" jelasnya

"sayang,kamu yakin?" Mikoto tidak yakin dengan usul anaknya

"seratus persen yakin mah" jawab Sasuke, yakin lalu meninggalkan Mikoto masih heran dengan keputusannya

.

.

.

.

Sasuke memasuki gerbang sekolah barunya. Konoha high scholl . sekolah ini hampir sama mewahnya dengan sekolah Sasuke dulu. Bedanya adalah siswa di sekolah ini tidak hanya dari kalangan atas saja. Tetapi dari kalangan bawah yang berprestasi di bidang olahraga dan akademik . umum nya mereka dapat beasiswa dari sekolah. Tak heran setiap tahun konoha high scholl dapat penghargaan

"he!" sapa Naruto yang tiba tiba berada di samping Sasuke

"ah, lo ngagetin aja lo"

"hehehe,sori bro habis gue udah nungguin daritadi, tapi lo belum nonggol juga, jadinya gue tinggal ke kantin dulu eh ternyata lo udah dating. Pake acara celingukan segala kayak ayam ayan" goda Naruto sambil menepuk pundak sahabatnya

"wehh,lo tuh yah nggak berubah, dari dulu tetep aja jago ngelucu hahahha"Sasuke tertawa lebar merasa berhasil menandingin lucuan sahabatnya. Lalu mereka berdua beriringan menuju kelas

"tumben, lo telat Sas" Naruto menyikut lengan Sasuke

"iya, tadi kelamaan nungguin angkot, ngetemnya lama banget," ujar Sasuke sambil melihat lihat sekolah barunya. Mendadak Naruto menghentikan langkahnya lalu memandangi sahabatnya dengan kening berkerut

"tumben,supir lo mana?" Naruto tampak heran karena selama ini mengenal Sasuke,ia tahu persis kebiasaannya paling males naik angkot

Sasuke ikutan berhenti, lalu memandang Naruto sekilas "iya, angkot emangnya napa sih? Salah yah gue naik angkot?"

Saat Naruto hendak menjawab. Tiba tiba handphone Sasuke berbunyi dan ia segera mengeluarkannya dari kantong

"iyah,ma"

"iyah,udah

"bener, nih udah sama Naruto,"

"oke oke"

Sasuke menutup handphone dan memasukannya kembali ke kantong celananya. Sementara Naruto memandang Sasuke heran "lo dapat hp zaman bahuela itu darimana?"akhirnya perkataan itu pun keluar dari mulut Naruto

Sasuke memandang wajah sahabatnya yang penuh Tanya, lalu ia tergelak. Naruto semakin heran melihat Sasuke bertingkah aneh begitu "ntar aja gue certain" ucap Sasuke sambil merangkul bahu Naruto lalu setengah menyeretnya agar berjalan lebih cepat

Setelah itu Sasuke pun menceritakan permasalahannya kepada Naruto secara detail *?*

"jadi begitu ceritanya" Naruto mengangguk mengerti. Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Sasuke akhirnya Naruto paham mengapa Sasuke pindah sekolah, naik angkot, bahkan mengganti handphone butut segala

"terus, barang barang itu lu dapet darimana?" Tanya Naruto lagi

"gue suruh Haku untuk nyariin di pasar loak. Beruntung dapat semua" jawab Sasuke ringan disertai tawa bahagia

"heuu! Pantes lo lusuh banget kayak anak tukang bakso yang suka mangkal di depan gerbang kompleks. Orang orang juga nggak akan ngira lo tuh anaknya Fugaku uchiha emmh–" kalimat Naruto terputus lantaran mulutnya dibekap oleh Sasuke

"lo bisa nggak, gak usah nyebut nama bokap gue disini?"tatapan Sasuke tajam ke arah Naruto . sambil terus membekap mulut Naruto

"sekali lagi lo ngomong gitu. Gue jahit mulut lo" ancam Sasuke

"tega banget sih lo Sas. Iyah deh gue janji nggak ngomong soal gitu tekewer kewer deh Sasuke ganteng" Naruto merayu Sasuke sambil mengedipkan matanya, sok imut

"najis tau nggak gue lihat lo kayak gitu" jawab Sasuke lalu keduanya terbahak bahak

Mereka tertawa terpingkal pingkal sambil berjalan. Naruto memang lucu, dan Sasuke memang gak pernah tahan jika Naruto sudah melucu. Entah apa yang mereka bicarakan , kini keduanya saling berkejaran di koridor sekolah. Sasuke berlari mengejar Naruto sambil melempar bola bola kertas ke arahnya

Sasuke melempar bola kertas yang terakhir dan berukuran paling besar. Bola kertas itu melewati Naruto yang mengelak sambil menunduk. Lalu bola kertas itu melayang terus berputar putar menuju seorang gadis yang sedang berjalan sambil membaca buku di tangannya. Sasuke dan Naruto mulai panic, tapi dengan sigap gadis itu mengangkat kepalanya lalu melengkan kepalanya ke kanan. Dan bola kertas itu berhasil melewati kepala si cewek itu dan mendarat dengan mulusnya di lantai

Naruto bengong. Sasuke takjub melihat refleks bagus dari si gadis tangkas dia mengelak kemudian melirik sekilas kea rah kertas yang tergeletak di lantai lalu berjalan seolah tidak terjadi apa apa . mendadak Sasuke teringat adengan slowmotion Keanu rave dalam flim the matrix.

Saat menyadari gadis itu, Naruto yang semula menunduk langsung berdiri tegap. Dia mengenali siapa gadis itu . Sasuke hendak mengikuti langkah gadis itu . berniat meminta maaf namun keburu ditahan oleh Naruto kemudian menarik tangan Sasuke agar menjauh

Sasuke bingung dengan tingkah Naruto berlebihan tadi, seolah ketakutan melihat gadis itu "lo kenapa sih Naru? Kayaknya takut banget sama tuh cewek?" Tanya Sasuke setelah mereka duduk dibangku kelas.

"gue bukan taku. Tapi gue sungkan sama itu cewek" jawab Naruto

"emangnya siapa dia?" balas Sasuke

"lo nggak tau?" mata Naruto membulat tak percaya "serius lo nggak tau?"

Sasuke menggeleng "serius,mana gue tau! Orang gue baru masuk sekolah harii ini, so wajar gue nggak kenal sama tuh cewek" jawab Sasuke pedas

"lo pernah baca Koran yang beritanya tentang salah seorang siswa di sekolah lama lo masuk kantor polisi dengan wajah babak belur karena menggoda seorang cewek?" Tanya Naruto menggebu

Sasuke makin gemas dengan ulah Naruto, bukannya menjawab. Justru menanyakan hal lain "itu sih gue nggak perlu baca Koran segala. Satu sekolahan gue juga udah tau" jawab Sasuke emosi

"oke,lo tau siapa cewek yang di goda?" Naruto nggak mau kalah

Sasuke makin gemes . dipitingnya kepala Naruto

sampai dia mengaduh kesakitan meminta ampun

"lo jawab aja deh cewek itu S –i-A-P-A" ucapnya tegas

"lo jahat banget sih?sakit tau kepala gue! Cewek itu Haruno Sakura . sahabat baiknya Hinata Hyuga yang cantik dan anggun itu" jawab Naruto yang mengelus lehernya dan merapihkan rambut kuning jabriknya sebuah senyuman tersungging di bibirnya ketika mengucap nama Hinata mendadak pipinya memerah dan dia menjadi salah tingkah

.

.

Sasuke membayangkan kejadian siang tadi di sekolah " Sakura haruno" Sasuke bergumam lirih

'kenapa gue jadi keinget dia terus? Enggak ini gak boleh terjadi. Gue nggak bakalan semudah itu jatuh cinta? What? Jatuh cinta? ' pikiran aneh mulai memenuhi memori Sasuke ' gue belum siap pacaran lagi ' batinnya

"hei bengong aja lo! Ikut mikirin kenaikan bahan bakar yah lo " Naruto tiba tiba muncul dan membuyarkan lamunan seorang Sasuke

"eh naru, kebetulan lo ada disini, gue mau nanya sesuatu tentang tadi siang" Sasuke menepuk pundak sahabatnya. Naruto menatap Sasuke dengan kening berkerut "tentang Sakura" tegas Sasuke

"ya ela… nasib gue sial amat punya sahabat bego bener" ujar Naruto yang kini menatap langit langit kamar "Sakura itu yang bikin teman teman lo kena bogem mentah"

"gimana ceritanya?" Tanya Sasuke lagi

"makanya kalau ada berita itu jangan cuman di dengar sekilas tetapi dibaca, dilihat,direnungi" Naruto menjitak kepala Sasuke

"yak an gue pikir berita itu gak , ccowok yang godain cewek adalah hal biasa, kan ujung ujung nya mungkin tuh cewek ngadu sama bapaknya, terus bapaknya nemuin cowok cowok yang ngegodain anaknya lalu menghajar mereka lalu lapor ke kantor polisi" jawab Sasuke panjang lebar

"ye! Ini sih ceritanya lain inget kan yang gue bilang anak tukang bakso yang suka mangkal di depan gerbang kompleks itu?yang gue certain tadi? Nah anaknya itu adalah Sakura" Naruto memasang wajah serius

"so? Apa hubungannya tukang bakso bapaknya Sakura dengan cerita awal tadi," Sasuke masih tidak mengerti

"makanya, kalau gue lagi ngomong jangan main pepet dulu" ucap Naruto sambil menjitak kepala Sasuke

"jadi gini ceritanya, waktu itu Sakura dengan bapaknya lagi mangkal di depan kompleks, Hinata datang nyamperin Sakura . karena mereka udah ada janjian belajar bareng,so. Sakura pulang duluan bareng Hinata, dengan jalan kaki tentunya. Nah di tengah perjalanan pulang lewatlah teman teman lo itu, mereka menghentikan mobilnya tepat didepannya Sakura dan Hinata. Satu per satu mereka turun dari mobil dan mulai godain Sakura dan Hinata, sialnya mereka tidak tau siapa cewek yang sedang dihadapi. Sakura itu Juara satu karate putri se provinsi"

Sasuke mengganguknggak mengerti mendengar cerita Naruto. Wajar saja Naruto terlihat kikuk jika bertemu dengan Sakura. Namun, di dalam hati Sasuke bukanlah tentang kehebatan Sakura menghajar teman teman cowoknya, melainkan saat Sakura menelangkan kepalanya ke kanan, menghindari bola kertasnya tadi siang. Saat itu mata emerland Sakura menatap lurus ke arahnya. Sasuke masih ingat debaran jantungnya yang tak menentu kala itu.

"lo pasti bisa bayangin kelanjutan ceritanya gimana kan?" Tanya Naruto

Sasuke menjawab dengan anggukan. Jauh dari dasar hatinya, diam diam di mengagumi si pemiilikmata emerland dan cantik itu. Sakura haruno

~tbc!~

Horeeee akhirnya selesai juga ^,^d

Seharian ngetik :')

Alhamdulilah selesai juga. Review pliss ^^

Beri masukan

Kalau review nya dikit, aku gak akan lanjutin lagi , *ngambek nih ceritanya XD *

~salam pecinta kucing ~