`Genre: romance

Paring: Sasuke Uchiha and Sakura Haruno

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Sasuke memasuki ruang perpustakaan. Dia pusing nyariin Naruto yang nggak ketemu temu , akhirnya dia memutuskan untuk meminjam buku fisika sebagai paduan untuk mengejakan pr- nya.

Sasuke menelusuri rak rak buku yang berjejer rapih. Perpustakaan lumayan sepi hari itu, hanya ada beberapa siswa yang duduk sambil terpekur membaca buku . suasana disini benar benar sunyi. Kalau ada yang berisik sedikit saja,pasti langsung di lempar kertas sama Kabuto , petugas perpustakaan. Jelas jelas terdapat tulisan DILARANG BERISIK yang tertempel di tembok, namun sepertinya , hari ini Sasuke benar benar ingin nyari rebut sama si bapak berkacamata tebal itu

Dukk!

Beberapa buku tercecer di lantai,menimbulkan bunyi yang menggangu , hingga beberapa siswa yang berada disana. Sontak menoleh kea rah Sasuke tak terkecuali Kabuto .sambil menurunkan sedikit kacamatanya , beliau memandang Sasuke dengan tajam.

Sasuke tampak salah tingkah, kemudian dengan tergesa gesa merapihkan kembali buku buku itu pada tempatnya semula. Sasuke berjalan perlahan menelusuri judul – judul buku yang tertera . sampai akhirnya ia menemukan buku fisika yang dia inginkan. Sasuke tersenyum kecil lalu menarik buku tersebut. Namun di saat bersamaan seorang cewek dari arah berlawanan sedang menarik buku yang sama .keduanya saling menatap sambil mengedikkan bahunya sekilas. Cewek berambut merah muda melepaskan buku itu dan meninggalkan Sasuke yang masih terpukau oleh senyumannya.

Saat sadar, Sasuke segera berlari kecil hendak menyusul Sakura , tapi nasib berkata lain Sasuke jatuh tersandung lantai tidak rata. Bunyi gedebuk keras kembali membahana seisi ruangan

"kalau sudah selesai mencari kodoknya, segera keluar dari ruangan ini!" bentak Kabuto tegas.

Sasuke menciut, dia mengambil buku yang terecer, dengan merangkak seperti kodok. Saat hendak berdiri. Betapa terkejutnya dia melihat sebuah tangan terulur ke arahnya. Sasuke menatap wajah cewek itu, pipinya memerah seketika.

Sasuke hendak menerima uluran tangan itu, tanganya mengembang di udara, " kalau nggak jadi minjem buku, biar saya yang minjam" ucap Sakura pelan sambil mengambil buku itu dari tangan Sasuke, dia tersenyum kecil dan meninggalkan Sasuke yang meringgis memegangi lututnya

"Sakura Haruno, kamu berhasil mempermalukan ku, tapi kuakui, kamu benar benar cantik" ucap Sasuke lirih

.

.

.

Naruto melihat Sasuke dari jauh. Lalu segera berlari mendekat, mengagetkan sahabatnya "hai my bro!"

Sasuke tampak kaget, dia terus mengusap lututnya yang sepertinya lecet. "dari mana aja lo?" tanyanya

"gue dari…" Naruto Nampak malu mengucapkannya

"udah deh gak usah belagak kecentilan gitu. Jawab aja kenapa sih?" Sasuke kesal

"gue dari tempat Hinata tadi gue janjian belajar fisika bareng. Si Hinata kan juara olimpiade fisika, bro." jawab Naruto riang.

"heumm pantas gue cari ke mana mana nggak ketemu. Dan pantes jug ague ketemu Sakura di perpus, ternyata sahabatnya lagi disabotase sama lo!"

Naruo tertawa mendengar perkataan Sasuke. Tapi kemudian dia memperhatikan dahi Sasuke yang memerah "lo kenapa,Bro?"

"Biasa, acrobat!" jawab Sasuke singkat, sengaja ia tidak menceritakan kejadian memalukan itu pada Naruto, ia yakin Naruto akan menertawainya tujuh hari berturut – turut

Sasuke meninggalkan Naruto yang berdiri dengan kening berkerut. Naruto merasa ada yang di sembunyikan sesuatu darinya. Naruto mengejar Sasuke yang kini keduanya berjajar, sengaja mereka melewati lapangan basket yang tampak satu – dua orang yang melakukan three point,

"cerita dong, Sas" rengek Naruto. Merasa gak punya pilihan lain. Terpaksa Sasuke menceritakan kejadian tadi dengan setengah hati. Seperti dugaannya Naruto tertawa terpingkal – pingkal.

"salah lo sih, Sas! Coba kalau lo gak berpenampilan kayak gini. Gak lusuh, gak pake kacamata butut, handphone butut , pasti Sakura mau nolongin lo. kalau aja dia tau siapa lo sebenarnya dengan senang hati dia akan bantu lo berdiri," ujar Naruto sambil cekikikan.

"ya belum tentu juga Sakura kayak gitu, mungkin dia memang gak suka kali bersentuhan dengan cowok. Makanya dia nggak mau megang tangan gue," elak Sasuke.

"hahaha, tapi mungkin lo bener, Sakura emang nggak kayak gitu. Gue denger dari Hinata, Sakura memang nggak pernah dekat sama cowok. Dulu pernah si Gaara. Kakak tinggkat kita yang keren abis, yang selalu membawa jaguarnya ke sekolah nge deketin Sakura, tapi ditolak sama Sakura . sedikit pun Sakura nggak bergeming sama tuh cowok, walaupun dikasih seribu bungga mawar, dikasih kado ultah berlian, semua ditolak Sakura mentah mentah. bayangin aja kalo dia nerima berlian itu, mungkin bapaknya Sakura nggak mesti jualan bakso terus kali yah" cerita Naruto diakhiri dengan tertawa panjang.

Sasuke hanya bengong mendengar cerita sahabatnya itu. Tiba – tiba perasaan yakin begitu kuat muncul di hatinya. Cewek ini pasti sangat berbeda disbanding cewek – cewek yang selama ini ia kenal.

Saat bengong inilah tanpa sadar sebuah bola basket menyapa *?* kepalanya Sasuke dengan keras. Spontan Sasuke terhuyung kebelakang, beruntung , Naruto dengan sigap menopang badannya hingga tak sampai jatuh ke tanah. Sasuke berbalik lalu diambilnya bola basket itu dengan kesal "siapa sih yang melempar bola sembarangan? Dikira kepala gue ring basket apa?" teriak Sasuke kesal

"sorry, gue yang melempar bolanya. Nggak sengaja" suara lembut itu terdengar sangat merdur sehingga Sasuke menoleh dan seketika ia mengurungkan niat nya untuk marah. Sakura Haruno kini tengah menatapnya dengan penuh permohonan.

Sakura sedikit berjijit menyentuh kening Sasuke yang memar. Nyeri itu seketika lenyap berganti dengan getaran lembut dihatinya ketika jari Sakura menyentuh kulitnya

"sakit,yah? Maaf aku benar benar nggak sengaja" ucapnya tulus. Sasuke bengong menatap keindahan sosok yang berwarna emerald dengan pipnya yang sedikit chubby . 'menggemaskan' batin Sasuke.

" kamu marah?" Tanya Sakura khawatir. Naruto menyikut lengan Sasuke hingga dia tersadar.

"eh, nggak, nggak papa kok, emm gak sakit, sumpah nggak sakit." Sasuke meringgis, sedangkan Naruto menatapnya tak percaya.

Sakura mengerutkan keningnya. "gimana kalo kita ke UKS aja? Sepertinya memarnya agak parah." Entah hipnotis apa yang Sakura berikan hingga Sasuke hanya mengganguk pasrah.

Sasuke dan Naruto berjalan dibelakang Sakura "kalah lagi bro! hahaha," bisik Naruto pada Sasuke

"gue kalah seumur hidup juga nggak apa" jawab Sasuke sambil tersenyum menatap punggung Sakura. Sasuke memberikan bola itu pada Naruto lalu berjalan sejajari langkah Sakura.

.

.

Sasuke duduk di ruang UKS, Dirinya sibuk memerhatikan Sakura yang bergerak mengambil kapas dan beberapa obat. Sasuke tersenyum geli melihat kondisinya saat ini. Mungkin ini yang dinamakan sengsara pembawa nikmat, pikirnya.

Sakura berdiri dihadapan Sasuke. Dia nggak duduk di kursi. Karena pasti nggak bisa menjangkau kepalanya Sasuke. Berdiri saja tingginya hampir sama dengan Sasuke yang sedang duduk

Perlahan Sakura mengompres memar di kening Sasuke dan membersihkan sedikit luka lecet dikepala Sasuke. "selesai." Ujar Sakura setelahnya

Sasuke terus menatap wajah imut Sakura, entah kenapa dia merasa sangat tenang menatap wajah cantik itu. Mendadak dia ingin berlama- lama diobati Sakura. Bahkan dia berharap lukanya semakin melebar.

Merasa terus diperhatikan ,Sakura menatap Sasuke

"ada yang salah sama aku?" Sakura menelangkan kepalanya ke samping kanan. Persis seperti ketika dia mengelak dari lemparan bola kertas itu

"…" Sasuke hanya terdiam, tak menjawab

"hello! Sasuke?" ucap Sakura

Sasuke kaget ketika namanya disebut "kok lo tau nama gue?"

Sakura melirik kea rah dada kiri Sasuke, "tuh" jawabnya "di name tag kamu jelas tertulis Sasuke Uchiha" jawab Sakura sambil senyum tipis

Sasuke mengangguk – angguk,mengakui kebodohannya.

"oke, sudah selesai. Aku mau kembali ke udah bunyi dari tadi. Dan sepertinya nggak diizinkan masuk sama Kakashi – sensei" ucap Sakura lebih ke dirinya sendiri

"ya udah kalau udah tau begitu, mendingan nemenin gue aja disini." Ucap Sasuke tenang masih menatap Sakura

Sakura menatap balik Sasuke. "nemenin kamu?" Sakura terdiam tampak memikirkan sesuatu.

"boleh deh, tapi ada syaratnya"

"apa?" Tanya Sasuke polos

"perdetiknya 500 rupiah, murah kan?" ujar Sakura sambil memasang senyuman manisnya.

Sasuke bengong mendengar ucapannya Sakura. Lalu tiba tiba Sasuke seperti orang tolol menghitung dengan jarinya. Sakura melirik Sasuke lalu tersenyum. Melihat Sakura tertawa Sasuke berhenti menghitung. Entah kenapa dia terpesona pada setiap hal yang ada sama cewek di hadapannya ini. Semuanya Sasuke suka.

"ternyata bener yah kata temen temen tentang kamu, udah cupu, culun, ternyata bego juga," Sakura tertawa lebar.

"kebanyakan berteman sama Naruto sih kamu," lanjut Sakura

Sasuke hanya menjawab sembari tersenyum. "gimana pun, Naruto adalah sahabat terbaik yang pernah aku punya," jawabnya lugas

"iyah,iya aku tau. Naruto memang baik, walaupun punya tampang rada sableng tapi Hinata jatuh cinta sama dia. Naruto paling bisa membuat Hinata tertawa dan pinter bergaul sama siapa saja," Sakura tersenyum

"kok lo kayak kenal banget sama Naruto ya, padahal dia paling takut sama lo," Tanya Sasuke

"oya? Naruto mungkin masih rada takut lihat kebringasan aku waktu itu. Trus pernah juga aku ngancem dia kalau sampai berani nyakitin Hinata bakal kupatahin tangannya, HEHEHE" jawab Sakura disusul tawa dari keduanya

"kenapa sih kamu kok ngomongnya 'aku – kamu' jadi ikutan kan akunya. Eh, maksud gue, guenya," ujar Sasuke lugu membuat Sakura kembali tertawa

Bagi Sakura, ini baru pertama kalinya ngobrol dengan seorang cowok yang sangat culun. Namun, jauh di lubuk hatinya, Sakura mengangumi postur tubuh Sasuke yang ideal, bagi cewek yang doyan olahraga Sakura bisa lihat bahwa Sasuke peduli terhadap kebugaran tubuhnya. Tanpa Sasuke sadari Sakura terus memerhatikan Sasuke, dia merasa ada yang tersembunyi dari tampang cowok culun ini.

"hei Sakura ! kamu belum jawab pertanyaan aku, malah bengong?" Sasuke membuyarkan lamunan Sakura.

"ah nggak, aku nggak bengong. Aku lebih suka aja ngomong ' aku – kamu' terdengar lebih sopan aja," jawab Sakura enteng.

"Saku, lo tau nggak Naruto sama Hinata udah jadian belum yah?"

"heeumm. Kayaknya belum." Jawab Sakura singkat.

"wah, itu anak kelewatan. Ngomong – ngomong udah berapa lama sih Naruto dan Hinata deket?" Tanya Sasuke lagi

"udah dari kelas satu. Pas mereka dipasangin jadi ibu RT dan pak RT waktu MOS," jawab Sakura lagi

"wah berarti udah satu tahun lebih dong. Gila kali tuh Naruto masa selama ini nggak ngomong – ngomong juga," jawab Sasuke

"sebenarnya Naruto nggak perlu ngomong juga Hinata sudah bisa ngertiin perasaan Naruto kok," jelas Sakura sambil mengangkat bahunya dan tersenyum manis

Sasuke garuk – garuk kepala yang tidak gatal. "tapi. Bagaimana bisa ngerti kalau nggak diomongin?" ujar Sasuke penuh Tanya

Tak lama mereka mengobrol, bel pergantian pelajaran pun berbunyi. Sakura bangkit dari tempat duduk nya. "oke, aku mau masuk sudah ngobrol banyak tadi," ucap Sakura sopan

"ya sama – sama . kalau nggak ada kamu kayaknya aku bakalan bosen setengah mati di sini" jawab Sasuke

"bosen aja kali, Sas, nggak sampe mati." Sakura melihat jam tanganya lalu tampak berfikir sejenak

"oya. Ngomong ngomong kamu punya utang sama aku," Sakura mengagetkan Sasuke

Sasuke mengerutkan keningnya "utang apaan?"

"lupa yah? 1.350.000," ucap Sakura sambil tersenyum

"haduh banyak banget? Emang utang apaan sakura?" Tanya Sasuke lagi

"utang persekian detik nemenin kamu," ujar Sakura lalu beranjak pergi

Sasuke hanya tersenyum. Lalu keluar menyusul Sakura

"hei, Sakura!" Sakura berhenti dan berbalik menatap Sasuke.

"aku nggak mesti bayar pake uang kan? Aku nggak punya uang sebanyak itu," teriak Sasuke

Sakura tersenyum, menatap Sasuke dari jauh "pokonya kamu harus bayar. Nggak mesti pake uang. Yang penting kamu harus berusaha membayarnya." Jawab Sakura lalu berlari menuju kelasnya

~ TBC~

Hufft akhirnya chapter 2 nya selesai ~,~ kependekan yah T^T

oh yah kayaknya nanti chapter 3 nya bakal lama deh update nya

Soalnya kakak aku yang dari pesantren pulang -,-"

Kalau ada dia aku jadi jarang memainkan laptop . dan laptop di kuasai sama dia T.T *curcol *

Dan mungkin 2/ 3 minggu kemudian aku bisa update fict chapter nya ^^"

Bisa menunggu kan ._.

Makasih buat : JustReader , Dijah-hime , Kurousa Hime

Balasan review

JustReader : makasih sudah kasih masukan n_n

Dan ini sudah update lagi, makasih yah udah nyemangati :')

Dan yang punya akun fanfict, sudah aku bales di inbox n_n

Review lagi yah

Salam pecinta meong :3