A fanfic about Kyuwook .

Drabble wookie present ~


Mianhae, saranghae.

Boys Love/male pregnant/Don't Like don't read/

Rated T

Disclaimer : all about this chara is Super Junior, as their self. This is my story.

Hope you can enjoy it ^^ .

.


.

Haruskah Kyuhyun menyesal? .

Oh bagaimana dia merindukan senyuman lepas ini dari eommanya . Demi Dewi Suci , Dia tidak menyesal menerima tawaran Ryeowook untuk makan malam dan menginap dirumah eommanya .

.

" Kenapa hanya diam? Ayo ditambah lagi ddukbeoginya . . . " Nyonya Cho bangkit dari kursinya , mengambilkan ddubeokgi kesukaan kyuhyun dan menaruhnya di piringnya .

.

Sosok berperawakan kecil yang sedari tadi sibuk bermain dengan Cho kecil itu kini tersenyum menatap ibu dan anak itu dari kejauhan .

" Ya ryeowook – ahh . . . kenapa kau masih disana? " Nyonya Cho beranjak menghampiri Ryeowook yang masih asyik dengan Ryeohyunnya . " aigo. . cucu eomma sudah besar eoh? " gumamnya sambil mengangkat Cho kecil itu dari trolli bayinya .

" Temani Kyuhyun makan " Bisik nyonya Cho lembut pada Ryeowook . Mendorong tubuh kecil itu mendekati meja makan , berdekatan dengan Kyuhyun .

.

.

Kyuhyun menyadari itu, logikanya mengatakan dia harus menjauh dari Ryeowook, mengingatkan semua tentang dirinya bahwa dia sudah memiliki Sungmin . Tapi sungguh, hatinya berkata sebaliknya .

.

Berapa hari dia tidak bertemu Ryeowook ? berapa hari dia tidak pulang ke rumah dan lebi memilih menginap di apartemen Sungmin? Dia tidak tahu kenapa dia melakukan itu, hanya saja dia ingin lebih terbiasa dengan Sungmin dibandingkan dengan Ryeowook .

.

" Hey, kenapa memandangku seperti itu? " Ryeowook menjentikan jarinya pada jemari Kyuhyun . Sontak Kyuhyun segera sadar dari lamunannya . " aniyo " balasnya singkat .

" apa harimu baik? " Nyonya Cho duduk di sebelah Ryeowook , mulai mengisi piringnya dengan makan malam yang tersaji di hadapannya . Kemana Ryeohyun? Kurasa Cho kecil itu kini sudah terlelap dalam mimpinya .

" Baik eomma " jawab Kyuhyun dengan senyumnya . Oh sungguh, apakah dia bermimpi ? eommanya bahkan selalu mengacuhkan nya selama ini . Sekarang dia menannyakan kabarnya? .

" apa kau sehat? Bagaimana pekerjaanmu di kantor? " Eomma Kyuhyun menengguk minumnya sejenak .

" tidak ada masalah dengan pekerjaan, R- ryeowook merawatku dengan baik " Kyuhyun mengutuk dirinya yang dengan seenaknya mengatakan nama Ryeowook di depan ibunya . Tapi? Bukankah ibunya sangat menyukai itu ? .

" Aigo . . Kau benar benar menjadi istri yang baik rupanya " Nyonya Cho menepuk bahu Ryeowook pelan ."bicara tentang perusahaan,bagaimana dengan keputusanmu? " .

.

Ryeowook terkesiap ketika arah pembicaraan Cho mengalir begitu saja, lalu mengingatkan dia pada satu hal . " keputusan apa? " Kyuhyun menyahut bingung .

" keputusan tentang – "

" HOEKK ! " .

.

.

Nyonya Cho tersentak saat mendengar suara itu berasal dari Ryeowook .

" Gwenchana? " Tanyanya khawatir . Bukan, bukan Nyonya Cho yang menanyakan seperti itu . tapi .. Kyuhyun .

Ryeowook menundukan wajahnya, tidak dapat dilihat oleh Nyonya Cho maupun Kyuhyun . Dari balik tangan yang menelungkup itu, dia terus menyodokan jarinya ke dalam mulutnya , terus begitu membuatnya terlihat seperti orang mual .

" Apa kita perlu membawanya kerumah sakit? " Nyonya Cho memegang bahu Ryeowook dan menatap Ryeowook khawatir . " apa kau sebegitu cepatnya ingin memberikan adik untuk Ryeohyun? Bahkan dia belum satu tahun " Nyonya Cho menuding anaknya . Kyuhyun melongo .

" tidak perlu , aku beristirahat sebentar juga sudah baikan " Ryeowook menyahut dan mengangkat kepalanya kemudian . Dua orang Cho itu bisa melihat bagaimana pucatnya wajah Ryeowook seolah menandakan dia benar benar sakit .

" Biar kuantar " Kyuhyun membantu Ryeowook berdiri , mengabaikan tatapan peringatan dari eommanya .

.

.

[Drabble Wookie] .

" apa kau benar benar tidak perlu ke dokter? " Kyuhyun bertanya , duduk di sisi ranjang sambil menyelimuti Ryeowook yang memunggunginya .

" apa kau benar benar khawatir padaku atau merasa bersalah? " Ryeowook tidak menjawab justru malah bertanya balik .

" apa yang kau bicarakan? "

" kau tidak pernah pulang, kau menginap di apartemen Sungmin dan aku sama sekali diacuhkan . Apa aku harus mengatakan ini semua pada Nyonya Cho? " . Ya, runtuh sudah pertahanan Ryeowook untuk tetap menjaga image nya di hadapan Kyuhyun . Perasaan cemburu lebih dominan menguasai hatinya saat ini .

" apa kau lupa? Kita menikah hanya sebuah perjodohan ! mengapa kau tiba tiba menginginkan lebih dari itu? Perlukah kuingatkan bahwa aku sudah memiliki Sungmin? " . Ego Kyuhyun juga sudah mulai menguasai hatinya saat ini . Bukankah dia selalu ingin kembali ke rumah bahkan saat dia bersama Sungmin pun? Tapi yang dia katakana berbanding terbalik dengan apa yang dia rasakan .

" aku mencintaimu " .

Hanya itu kata terakhir yang Ryeowook ucapkan sebelum dia menenggelamkan dirinya lebih dalam pada selimutnya .

" kau . . jangan terlalu banyak berpikir . Tidurlah " . gumam Kyuhyun miris .

.

.

[Drabble Wookie] .

Siluet cahaya masuk ke dalam sebuah ruangan dengan pencahayaan remang remang di dalamnya . Onggokan dibawah selimut itu kini mulai menggeliat tidak nyaman . Tangannya keluar dari balik selimutnya, meraba raba nakas meja , mencari sesuatu yang dia butuhkan .

.

" Pesan dari Kyuhyun " gumamnya . Langsung saja dia bangun , rasa kantuknya lenyap begitu saja .

.

Dia tersenyum saat melihat ke sudut sisi disebelah lemarinya . Sebuah koper besar berisi pakaian sosok orang yang dicintainya . Fakta bahwa orang itu sekarang lebih memilih tinggal di apartemen sederhananya dibandingkan serumah dengan istrinya . Bolehkan dia gembira akan hal itu ? .

.

Dia mengutak atik ponselnya sejenak sebelum dirinya bangkit menghilang , masuk ke bilik kamar mandi . Dalam hati dia berharap , semoga hari ini adalah hari baiknya . Sungmin tau, dia sudah memiliki tubuh Kyuhyun sepenuhnya, tapi dia masih ragu .

.

Apakah dia sudah memiliki hati Kyuhyun sepenuhnya ? . Pertanyaan itu terus berputar di otaknya .

" berhenti berpikir, Sungmin . Kyuhyun hanya milikmu " gumamnya sebelum melepaskan pakaian yang melekat pada tubunya dan menyalaka shower kemudian . Mendinginkan kepalanya , menghilangkan sekelabat bayangan kejadian terburuk yang mungkin saja akan dialaminya .

.

.

[Drabble Wookie] .

.

.

Seorang namja berperawakan kecil itu berjalan tergopoh . Satu tangannya ia gunakan untuk mengelus perutnya yang buncit , satu tangannya yang lain ia gunakan untuk menahan punggungnya agar dia bisa menahan keseimbangan tubuhnya .

" Ryeowook – ssi " pria berjas putih dengan stetoskop mengalung pada lehernya itu berjalan menghampirinya . " Kenapa kau tidak beristirahat di kamar? " .

" aku bosan, dokter " gumamnya . " aku sedang menginginkan hal yang diinginkan seorang bayi di dalam perutku" gumamnya lagi .

" bahkan kau sudah tujuh bulan " Dokter itu mengusap kepala pasiennya lembut . " ada baiknya kau kembali ke kamar dan beristirahat. Ngomong ngomong dimana suamimu? " .

" ukh ! dia sibuk, tidak tahukah dia kalau aku sangat merindukannya? " . Ryeowook hampir saja menangis kalau dia tidak menahan emosinya . Dia masih tau tempat dan tau diri siapa dirinya hingga bisa bisanya ia menagisi namja yang bahkan sama sekali tidak memikirkan tentang dirinya .

" kalau begitu, biar kutemani jalan jalan " ucap sang dokter seraya mengalihkan kesedihan yang tertangkap oleh matanya . Biar bagaimanapun, orang hamil itu perasaannya lebih sensitive. Dia mengerti dan dia tidak mau perasaan itu semakin larut .

.

.

.

Pria dengan mata bulan sabit itu turun dari mobilnya. Tangan kirinya menggengam paperbag entah apa isnya sementara tanga satunya lagi membawa sebuket bunga mawar . Ya, dia cukup tau kalan namja manis berperawakan kecil yang sudah ia anggap sebagai dongsaeng itu sangat menyukai bunga mawar .

.

.

Dipandangnya sekeliling halaman rumah tempat ia berpijak . Kesan pertama saat kau melihatnya adalah 'indah' . Di sisi pagar ada tanaman berupa bunga lavender dan bunga mawar. Lalu ada sebuah ayunan kecil di ujung halamannya , terkesan seperti dia ingin merubah halaman rumahnya sendiri menyerupai taman .

.

'aku sangat menyukai taman' .

.

Sekelabat bayangan kejadian beberapa waktu yang singkat itu memenuhi kepalanya . Ingatannya masih cukup bagus . Ya, selain menyukai bunga, dia juga menyukai taman .

Ah, kenapa dia tau begitu banyak tentang mantan pasiennya yang sudah bersuami itu .

Hampir saja ia lupa dengan tujuan awalnya . Segera ia langkahkan kaki jenjangnya itu masuk ke dalam rumah sederhana nan minimalis – menurutnya - .

.

Tok Tok Tok .

.

Dia tidak perlu menunggu lama diluar sana , seseorang dari dalam baru saja berjalan hendak membuka pintunya untuk melihat siapa tamu diluar sana .

" Nuguseyo? " .

.

.

.

[Drabble Wookie] .

.

.

" apa kau tidak mau menginap sehari dulu disini? Aku merasa kau belum begitu baik . " Nyonya Cho memberitahu Ryeowook .

" Tidak apa apa eomma . . aku sudah merasa jauh lebih baik. Lagipula banyak yang harus aku kerjakan dirumah " Ryeowook menolak halus seraya mengambil Ryeohyun dari dekapan ibu mertuanya .

" Aku akan sangat merindukan Ryeohyun " ucapnya .

.

" aku akan sering main main kesini eomma " Ryeowook mengecup pipi kanan dan pipi kiri Ibu mertuanya bergantian . " salam buat appa , eomma . Jangan lupa bawakan aku oleh oleh dari Jepang ya" Ryeowook menggoda eommanya.

.

" aku berani bertaruh . Dia kalau sudah bekerja pasti akan lupa kalau dia punya keluarga . Di jepang juga tidak ada yang menarik " Nyonya Cho berkata sambil mencium kening Ryeohyun yang berada dalam dekapan sang ibu. " kenapa kau hobi sekali tidur, Cho kecil? " gumamnya .

" appa sama seperti Kyuhyun kalau sudah menyangkut pekerjaan " Ryeowook tertawa miris. Kyuhyun memang sengaja melupakan 'keluarga' nya bukan ? .

.

" oh iya, kemana Kyuhyun? Apa dia tidak menjemputmu ? " .

" dia sudah berangkat kerja pagi pagi sekali . Kurasa ada meeting penting . " .

" Sering seringlah main kesini . Kau tau? Aku merasa seperti seorang janda yang ditinggal pergi suaminya" Nyonya Cho berkata memelas .

.

" eomma belebihan . Appa di Jepang juga untuk urusan pekerjaan bukan" kekehnya kecil . " aku pergi dulu eomma. Jaga diri baik baik" .

" hati hati dijalan , nee " .

.

.

Ryeowook melangkahkan kakinya keluar dari rumah keluarga Cho , beralih menyusuri pinggir jalan dan berhenti disebuah halte . Entah kenapa dia lebih suka naik busway dibanding taksi . Membuang buang buang, pikirnya .

Tidak butuh waktu lama, karena baru saja dia duduk , busway sudah datang begitu cepat . Tidak seperti biasanya yang harus membuatnya menunggu lama . Dilangkahkannya kakinya masuk kedalam busway, bersama penumpang lain . Memilih duduk di kursi kosong di belakang sana . Menenangkan dirinya . Setelah ini, hari yang akan di laluinya akan semakin berat . Banyak yang harus ia tutupi , dimulai dari kebohongan kecil , yang dia yakin ini jalan terbaik untuk dia, Kyuhyun dan Ryeohyun .

.

.

[Drabble Wookie] .

.

.

Kyuhyun memandang benci pada sebuket bunga yang sudah tidak jelas bentuknya . Diinjaknya lagi bunga bunga itu hingga menyisakan tangkainya, mengabaikan duri mawar yang menancap pada kakinya sehingga membuat telapak kakinya berdarah . Merasa belum puas, Kyuhyun memilih membuang bunga menjijikan itu dari hadapannya . bersama dengan paperbag yang baru saja dia terima dari seseorang yang sangat dia tidak suka .

.

" aku menitipkan ini untuk Ryeowook . di dalam paperbag Ini ada multivitamin yang harus di minum Ryeohyun . dan juga ini bunga untuknya , dia sangat menyukai mawar" .

.

.

Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi . Padahal niat awalnya pulang lebih pagi kerumah hanya untuk mengambil beberapa pakaian yang akan ia bawa kerumah Sungmin . Sekarang, Kyuhyun lebih memilih tinggal bersama Sungmin tanpa sepengetahuan ibunya . Memainkan sandiwara bahwa dia dan Ryeowook adalah suami istri yang rukun dan harmonis di depan ibunya , kemudian menjadi dua orang asing ketika tidak ada yang melihat . Tapi , kenapa dia harus cemburu hanya karena seseorang memberikan sebuket bunga pada istrinya ? bukankah dia bilang dia sangat membenci Ryeowook? .

Seiring berjalannya waktu, perasaan terus berkembang . Pertama kali dia melihat Ryeowook, dia membencinya . Sekarang , dia masih mengatakan itu dengan mudahnya, tidak tau sesuatu yang lain bergejolak di dalam sanubarinya . Bagaimana dia mengkhawatirkan Ryeowook ketika sakit, merindukan Ryeohyun ketika dia bersama Sungmin dan ada sesuatu yang tidak ia dapatka saat bersama Sungmin .

.

Dia tidak munafik . Harus dia akui bahwa selama ia bersama Sungmin , pikiranya selalu tertuju pada Ryeowook . Sedang apa dia dan bagaimana keadaannya ? itulah yang ada di dalam benaknya . namun egonya terlalu tinggi sekedar untuk menanyakan kabar sang 'istri' . Perasaan apa ini? Pilihan untuk tinggal dirumah Sungmin sebagai pelarian sepertinya salah . Kenapa dia menjadi orang yang kacau setelah mengambil keputusan itu? .

.

Ponselnya terus bergetar, nama 'Lee Sungmin' tertera pada ponselnya .Dia bahkan lupa kalau mungkin sekarang Sungmin sedang menunggunya disebuah café seperti yang ia janjikan sebelumnya . Saat dia bangun dari tidur paginya tadi, dia memandang Ryeowook dengan segala ketenangan di dalam hatinya . Bersyukur Ryeowook masih dalam keadaan baik . Bersyukur tentang bagaimana Ryeowook selalu menutupi kesalahannya di hadapan ibunya . Pria sebaik Ryeowook apa harus dia sakiti terus menerus . Dia tidak sanggup, lebih memilih untuk keluar bersama Sungmin. Berharap sekali lagi ia bisa melupakan perasaan ini .

Lagi lagi pelarian. Kenapa Lee Sungmin harus ia jadikan sebagai pelarian? Bukankah kau bilang kau mencintai Lee Sungmin, Cho Kyuhyun? .

Perkataan Yesung – dokter muda tadi yang datang kerumahnya – terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak . Dia benar . Kenapa Kyuhyun begitu kejam? .

.

.

"Kau harus tau, Ryeowook sangat mencintaimu . Kau bahkan tidak pernah menjenguknya saat dia berjuang keras untuk mempertahankan bayinya. Harusnya bayi itu digugurkan karena bagaimanapun namja seperti Ryeowook akan sulit melahirkan dan janinnya tidak mungkin bertahan di dalam rahimnya. Dia akhirnya menjalankan therapy dan kami yakin pihak rumah sakit sudah memberitahumu waktu itu. Kami para dokter tidak tau keajaiban apa yang membuat Ryeowook bisa sekuat itu padahal kita sudah tau kalau pada akhirnya namja seperti dia akan sulit melahirkan dalam keadaan normal . Kalaupun iya , mungkin bayinya akan lahir dengan cacat dan mungkin . . Ryeowook juga akan meninggal setelah nyatanya tidak . Ryeohyun lahir dengan selamat dan Ryeowook tetap hidup. Dia berjuang sejauh ini karenamu . Karena dia mencintaimu . Mungkin aku akan menjadi orang yang sangat lancang mengatakan ini pada kehidupan rumah tangga kalian tapi kumohon ….berhenti menyakiti Ryeowook lebih jauh lagi . Aku mencintainya , dia mencintaimu dan dia bilang dia akan jauh lebih bahagia jika bersama denganmu meskipun kau terus menyakitinya . Itulah yang dia katakan padaku ketika aku bilang aku...

mencintainya . "

.

.

*sambungan terputus*

a/n : apa ini …hadeh susah banget ya dapetin feelnya . Ini semua gara gara Eunhyuk ! *nahlo* entah kenapa feel Kyuwook mendadak hilang gara gara liat fanmade Eunwook moment, oh kenapa dua orang terjelek di Suju – menurut mereka berdua – bisa se so sweet itu? . *curcol/digeplak readers*

yang udah nagihin MS hayoo … Vebry Eonnie, Fathia Eonnie, Eonnie eonnie lainnya ….. ini udah apdet lho ^^ .

MINAL AIDIN WAL FAIZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN .