WAITING

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Cast : Heechul, Hangeng, Kyuhyun, dll.

Genre : Drama, Family

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Seorang yeoja bernama Kim Heechul yang menjadi guru baru di sebuah SMA khusus namja, hingga disana dia menemukan sesuatu yang membuatnya teringat kembali akan masa lalunya yang sudah susah payah dikuburnya dalam-dalam. RnR? Genderswitch

A/N : Mungkin tema cerita ini banyak digunain, tapi author lagi pengen buat fic dengan tema kayak gini, semoga aja readers suka ^^. Yang gak suka, silahkan out saja..

WAITING

Seorang yeoja berlari keluar dari sebuah rumah megah sambil menangis, tangannya menyeret dua koper besar. Kemudian di belakangnya menyusul seorang namja yang mengejarnya. Dan saat akhirnya namja itu bisa mengejar yeoja itu, namja itu tak melepaskan genggaman tangannya pada lengan yeoja itu.

"Please stay here." Pinta namja itu.

Yeoja itu menggeleng. "I'm really sorry, but i can't stay here anymore." kata yeoja itu sambil menangis.

"Please, don't you love me? Why do you leave me?" tanya namja itu.

"I love you, i love you so much but i can't stay. I'm sorry." Jawab yeoja itu.

"Please, just for the sake of us.."

"No, please don't force me. I will not go back. Someday, you'll back for me. YOU WILL BACK FOR ME! YOU! Not me. I will wait for you."

Yeoja itu melepaskan genggaman tangan namja itu dan berlari menjauh meninggalkan namja itu. Namja itu hanya bisa memandang yeoja itu dengan pandangan hampa dan melepaskannya tanpa perlawanan.

: Waiting :

"Baiklah, mari kuantarkan anda ke ruangan anda." Kata seorang laki-laki, yang merupakan Kepala Sekolah dari SM High School, sebuah sekolah elit yang berada di kawasan pusat Seoul.

Yeoja yang kelihatannya sudah menjadi ahjumma, berdiri. "Ne, Jung seongsaenim."

Jung Yunho, Kepala Sekolah SM High School dan Kim Heechul, guru baru, berjalan menyusuri koridor. Mereka baru berhenti di depan salah satu lift. Mereka berdua masuk ke dalam lift, kemudian Kepala Sekolah menekan tombol 2 dan lift bergerak naik.

SM High School adalah sebuah sekolah elit khusus namja yang berada di kawasan yang strategis di pusat Seoul. SM High School merupakan salah satu sekolah terbaik yang ada di Korea, bukan hanya terbaik dalam prestasi, tapi juga dalam mahalnya biaya sekolah disitu. Para siswa yang bersekolah disitu rata-rata berasal dari kalangan atas, walaupun ada beberapa gelintir yang mendapatkan beasiswa.

SM High School berdiri di atas lahan yang sangat luas. Gedung yang ada di area SM High School ada tiga gedung. Gedung pertama, adalah gedung khusus kelas siswa, ruangan guru dan ruangan Kepala Sekolah. Gedung kedua, gedung khusus untuk kegiatan ekstrakulikuler. Gedung ketiga, auditorium yang sangat luas. Sedangkan di luar ketiga gedung, masih ada lapangan sepakbola dan baseball yang juga luas. Bahkan ada juga danau buatan di tengah taman yang dilengkapi dengan kursi-kursi taman.

Perjalanan lift hanya sebentar karena hanya melewati satu lantai. Ruang Kepala Sekolah di lantai satu dan ruangan Heechul ada di lantai dua. Mereka berdua keluar dari lift dan kembali menyusuri koridor. Kepala Sekolah berhenti di depan sebuah ruangan.

"Ini ruangan anda, Ms. Heechul." Kata Kepala Sekolah sambil membuka pintu.

Heechul memperhatikan ruangan yang akan menjadi ruangan pribadinya. Luasnya 6x6 m, ukuran yang sama untuk semua ruangan guru. Dengan fasilitas yang bisa dibilang lengkap, Heechul merasa dia akan betah tinggal di ruangan ini.

"Gamsahamnida, Jung seongsaenim." Kata Heechul.

"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu. Jadwal mengajar anda sudah ada di meja anda. Saya permisi." Kepala Sekolah keluar dari ruangan Heechul.

Heechul memperhatikan setiap detail yang ada di ruangan pribadinya. TV dilengkapi dengan home theater, AC, komputer, meja kerja lengkap dengan kursinya, sofa lengkap dengan mejanya, dispenser, dan rak buku.

"Aaah.. Senangnya aku, kembali ke Korea setelah bertahun-tahun di luar negeri.." kata Heechul sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa.

Heechul bangkit dari sofa dan berjalan ke arah meja kerjanya. Secarik kertas ada disana, secarik kertas yang berisi jadwal mengajarnya. Heechul memeriksa kertas jadwalnya, hari ini jadwal mengajarnya dimulai pada jam ketiga, sepuluh menit lagi.

Kim Heechul, seorang yeoja, tapi lebih tepat disebut ahjumma. Umurnya sekarang sudah menginjak 38 tahun. Bukannya dia tidak pernah menikah, dia pernah menikah. Hanya saja dia tidak pernah mau membicarakannya.

Heechul hanya lulusan SMA, dia tidak pernah mengenyam bangku universitas. Dia bisa menjadi guru Bahasa Inggris di SM High School karena pengalaman hidupnya selama tujuh belas tahun di Amerika dan Inggris.

"Jam pelajaran ketiga dimulai.." bel berbunyi.

Heechul bangkit dari kursinya. Dia menyambar tasnya dan peta SM High School. Heechul belum terlalu hafal dengan ruangan di sekolah ini, maka dari itu tadi Kepala Sekolah memberinya peta. Kali ini, Heechul mengajar di kelas 10 A, yang ada di lantai 3.

Heechul melangkahkan kakinya ke dalam tangga, dia malas menggunakan lift. Sebenarnya Heechul tidak suka naik lift, dia lebih suka naik tangga karena naik tangga termasuk dalam program Penjagaan Tubuh Agar Tetap Langsing. Ternyata kelas 10 A terletak tepat di kanan tangga. Heechul menarik nafas panjang lalu membuka pintu kelas.

Ruangan kelas, seperti biasanya ramai. Tapi jika guru sudah masuk, sunyi senyap seperti kuburan.

"Anyyeong haseyo.." sapa Heechul.

"Anyyeong haseyo.." para balik menyapa Heechul.

"Nama saya Kim Heechul, tapi panggil saja saya Ms. Heechul. Saya guru baru disini, guru Bahasa Inggris tepatnya." Kata Heechul.

Semua siswa yang ada di kelas melenguh. Mereka semua paling benci pelajaran Bahasa Inggris. Lidah orang Korea susah mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris, itu menurut mereka.

"Waeyo? 10 A fighting!" Heechul berteriak keras, membuat semua siswa yang ada di kelas tersentak.

"Ms. Heechul, suara anda sungguh.. mengerikan.." kata seorang namja manis bernama Kibum.

Semua siswa yang ada di dalam kelas langsung tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Heechul cemberut karena merasa dilecehkan.

"Yaaah, cantik-cantik gini masa dibilang mengerikan sih?" kata Heechul sambil cemberut.

"Suaranya yang mengerikan Ms! Kalau wajahnya sih memang cantik!" seru seorang namja manis bernama Ryeowook.

"Sudah-sudah, sekarang Ms mau mengabsen kalian semua. Ms mau tau nama kalian semua." Kata Heechul sambil mengambil buku absen.

Heechul mulai mengabsen siswa-siswa sesuai dengan urutan. Saat sampai di absen nomor 15, Heechul terdiam sejenak. Matanya memandangi nama yang tercetak tepat di sebelah nomor 15.

"Kim.. Kyuhyun.." kata Heechul tersendat.

Seorang namja yang dari tadi hanya diam saja mengangkat tangannya. Heechul menatap namja itu dengan mata berkaca-kaca. Jadi ini dia, pikir Heechul. Heechul mulai limbung, tangannya menggapai-gapai mencari pegangan.

Melihat Heechul yang limbung dengan matanya yang berkaca-kaca membuat Ryeowook khawatir. Ryeowook bergegas maju dan memegangi tubuh Heechul agar Heechul tidak jatuh.

"Ms, are you OK?" tanya Ryeowook menggunakan Bahasa Inggris.

Di kelas 10 A, siswa yang lancar berbahasa Inggris hanya tiga orang, Kyuhyun, Kibum, dan Ryeowook. Kibum dan Kyuhyun menghabiskan masa kecilnya di Amerika, sedangkan Ryeowook menghabiskan masa kecilnya Australia.

"Yes, i'm OK. Thank you." Jawab Heechul, lalu meneruskan mengabsen.

: Waiting :

Tiga orang namja yang bersahabat karib, Kyuhyun, Kibum, dan Ryeowook duduk di salah satu meja yang berada di kafetaria.

"Ms. Heechul mengajarnya asyik sekali ya." Komentar Kibum.

"Ne! Rasanya aku akan betah belajar Bahasa Inggris dengannya, daripada dengan Park seongsaenim." Balas Ryeowook.

"Kau kan sudah lancar berbahasa Inggris, Wookie. Buat apa belajar lagi." Kata Kyuhyun datar.

Ryeowook dan Kibum menatap Kyuhyun dengan pandangan aneh.

"Kau kenapa sih Kyu? Kelihatannya kau tidak suka dengan Ms. Heechul." Tanya Ryeowook.

"Aku tidak tahu kenapa, tapi begitu aku melihatnya, aku langsung tidak menyukainya." Jawab Kyuhyun.

"Bagaimana bisa kau langsung tidak menyukainya?" tanya Kibum penasaran.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Kan sudah kubilang, molla. Saat pertama melihatnya, rasa tidak suka itu datang begitu saja."

Saat itulah tiga pelayan datang mengantarkan pesanan tiga sahabat itu. SM High School adalah sekolah yang mahal dan elit, maka dari itu pun fasilitasnya super lengkap dan wah. Kafetarianya luas sekali, mirip seperti food court yang ada di mall. Berbagai gerai makanan ada disitu.

"Eh, tadi waktu Ms. Heechul habis menyebutkan nama Eunwoo, mau ke namamu, kenapa dia diam dulu ya?" tanya Kibum.

Ryeowook menggelengkan kepalanya, sedangkan Kyuhyun terlihat cuek.

"Tadi saat dia menatapmu, Kyu, matanya berkaca-kaca dan dia limbung." Sahut Ryeowook.

Kyuhyun masih cuek.

"Tapi Ms. Heechul itu asyik sekali! Dan kelihatannya dia baik." Kata Ryeowook lagi.

"Terserah apa kata kalian, aku tetap tidak menyukainya." Kata Kyuhyun sambil menyeruput cappucino nya.

: Waiting :

Setelah bel istirahat berdering, Heechul bergegas meninggalkan kelas 10 A dan berlari menuju ruangannya. Sampai-sampai beberapa siswa heran melihatnya berlarian di koridor.

Setelah sampai di ruangannya, Heechul langsung masuk dan menutup pintu juga menguncinya. Heechul terduduk di lantai, punggungnya menyandar pada pintu. Dia berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah. Tanpa disadarinya, air matanya mengalir menuruni pipinya.

"Aaaarrggghh!" teriak Heechul sambil melempar tasnya ke sembarang arah.

Tangannya menjambaki rambutnya sendiri. Berkali-kali dengan keras sampai kini rambutnya tidak berbentuk lagi. Rambutnya yang coklat lurus menjadi acak-acakan.

"Aaaaarrrrrgggghhhhh!" teriak Heechul lagi, kali ini lebih keras dan terdengar lebih frustasi dari sebelumnya.

Heechul menangis tersedu-sedu dan berteriak-teriak. Kesedihannya kali ini tak bisa dibendung lagi, benar-benar tak bisa dibendung. Padahal sudah enam belas tahun dia berusaha melupakan lukanya, tapi kini lukanya muncul lagi dan langsung menohok ulu hatinya yang paling dalam.

"Aku masih menunggu.. Aku benar-benar masih menunggu.. I'm still waiting.. Huaaa.." tangis Heechul.

"Tuhaaaaaaaan.. Mengapa akuuuuuuuuu?" teriak Heechul.

Tepat setelah Heechul berteriak, terdengar suara gedoran keras di pintunya.

"Ms. Heechul, Ms. Heechul, anda baik-baik saja?" terdengar suara Kepala Sekolah.

Heechul diam saja dan tidak menjawab. Sementara di luar ruangannya, Kepala Sekolah, beberapa guru, dan para siswa bergerombol. Rupanya tadi beberapa siswa mendengar suara teriakan frustasi Heechul dan salah satunya langsung melapor ke Kepala Sekolah.

"Ms. Heechul, anda baik-baik saja?" tanya Kepala Sekolah lagi.

"Ne, Jung seongsaenim.." balas Heechul dari dalam ruangannya.

"Apakah anda sakit?" tanya Kepala Sekolah.

"Ani.. Aku hanya.. aku hanya.. HUAAAAAAAAA!" Heechul kembali meledak dalam tangis.

Semua yang berada di depan ruangan Heechul kaget mendengar suara teriakan Heechul yang kali ini lebih dahsyat daripada teriakannya sebelumnya.

"Aku.." ucapan Heechul terputus karena dia tiba-tiba pingsan.

Kepala Sekolah yang tidak mendengar suara Heechul lagi pun bertambah panik.

"Ambilkan kunci cadangan, ppali!" kata Kepala Sekolah.

Tak lama kemudian penjaga sekolah datang membaca gerendelan kunci. Kepala Sekolah langsung menyuruhnya membuka pintu ruangan Heechul. Setelah pintu terbuka, semuanya langsung terkesiap melihat Heechul yang terkapar tak sadarkan diri di lantai dengan keadaan yang acak-acakan.

"Bawa ke ruang kesehatan, ppali!" perintah Kepala Sekolah.

Beberapa guru laki-laki menggotong Heechul ke ruang kesehatan yang kebetulan ada di lantai yang sama.

Sementara itu, Kibum, Ryeowook, dan Kyuhyun yang sedang menuju kelas 10 A kaget melihat Heechul digotong oleh beberapa guru.

"Loh.. Ms. Heechul kenapa?" tanya Ryeowook.

Kibum mencegat salah satu siswa yang lewat. "Hey, Ms. Heechul kenapa?" tanya Kibum pada siswa itu.

"Tadi beberapa murid melihatnya berlarian di koridor. Lalu waktu dia ada di ruangannya, dia berteriak keras sekali. Dia meraung-raung, jadinya ada yang melapor ke Kepala Sekolah. Tapi saat dia sudah mulai bicara, tiba-tiba saja perkataannya terputus. Jadi pintunya dibuka dengan kunci cadangan dan ternyata dia pingsan." Jelasnya.

"Gomawo." Balas Kibum.

"Semoga saja Ms. Heechul baik-baik saja..." harap Ryeowook khawatir.

Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam saja, di luarnya memang dia tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, tapi di dalam hatinya, terbesit suatu perasaan khawatir.

TBC

Bagaimana readers ?

Keep it or delete it ?

Author menunggu review..