WAITING

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Cast :

Genre : Drama, Family

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Seorang yeoja bernama Kim Heechul yang menjadi guru baru di sebuah SMA khusus namja, hingga disana dia menemukan sesuatu yang membuatnya teringat kembali akan masa lalunya yang sudah susah payah dikuburnya dalam-dalam. RnR? Genderswitch

WAITING

Kibum mengecek jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah jam setengah tujuh, tapi Kyuhyun dan Ryeowook belum juga datang. Asisten Yesung sudah berulang kali bertanya padanya kapankah Ryeowook akan datang. Katanya, Yesung tidak bisa tenang kalau Ryeowook belum datang.

Kibum mengeluarkan ponselnya dan menelfon Kyuhyun.

"Yeoboseyo.."

"YAAA! Kau dimana?! Ini jam berapa?!" seru Kibum.

"Santai! Aku sudah dekat nih, hanya saja, macet sekali disini. Penggemarnya Yesung hyun banyak sekali sih."

"Macet katamu? Macet? Kalau dekat ya turun saja dari mobil dan jalan kesini! Asisten Yesung hyung sudah berulang kali tanya nih, kapan Wookie datang. Katanya Yesung hyung gak tenang kalau belum ada Wookie!"

"Ah iya iya! Aku jalan kesana! Kau dimana?"

"Di depan pintu masuk. Ppali!"

Kibum mematikan telefonnya. Andai saja tadi dia ikut Siwon, pasti dia tidak akan kebosanan menunggu sendirian. Setidaknya, di dalam pasti lebih mengasyikkan daripada di luar.

Kibum mendengus begitu melihat asisten Yesung datang lagi.

"Yaaa! Berhentilah mengangguku! Mereka akan datang sebentar lagi! Ryeowook akan datang sebentar lagi!" seru Kibum kesal.

"Ah, benarkah? Akan kusampaikan pada Yesung." Asisten Yesung pergi lagi.

Kibum mengerucutkan bibirnya kesal. Akhirnya di kejauhan, dia melihat Kyuhyun dan Ryeowook yang sedang berjalan diiringi oleh serombongan pengawal.

"Yaa! Ppali!" teriak Kibum.

Saat akhirnya Kyuhyun dan Ryeowook sudah berada di depannya, Kibum menendang kaki Kyuhyun keras.

"Yaaa! Appo!" seru Kyuhyun.

Kibum tidak menyahut, malah ganti menendang kaki Ryeowook.

"Yaa! Kau kenapa sih?! Appo!" seru Ryeowook kesakitan.

"Kalian tahu tidak?! Aku berdiri di sini sendirian, kesepian, dan seperti orang yang merana karena ditinggal pacarnya! Apalagi asistennya Yesung hyung tuh, terus mengangguku! Nanya-nanya terus dimana Ryeowook! Trus tadi ada Siwon juga!" seru Kibum kesal.

"Ha? Siwon disini?" tanya Kyuhyun.

"Dia mau nonton konsernya Yesung hyung juga." Jawab Kibum, masih kesal.

"Wah, pasti dia senang sekali bisa bertemu kau. Cieee.." goda Kyuhyun.

"Aku juga senang sih.. Eh! Kenapa kita malah bahas Siwon sih?!

Kyuhyun tertawa. "Kan kau yang mulai!"

"Ah sudahlah, yang penting kan kami sudah disini! Yuk masuk." Ajak Ryeowook.

Kyuhyun menoleh ke arah para pengawalnya. "I'll call you later." Kata Kyuhyun kepada para pengawalnya.

"Don't go anywhere without us, Mr. Kyuhyun." Kata salah seorang pengawalnya.

"Yeah, i know."

Kyuhyun, Kibum, dan Ryeowook pun memakai ID Card yang sudah ada di tangan mereka. Mereka berjalan ke arah pintu masuk dan menghampiri petugas, menunjukkan ID Card dan tiket mereka. Petugas yang melihat ID Card tergantung di leher mereka pun langsung membawa mereka masuk.

Di dalam venue, sudah ramai sekali. Bahkan Kyuhyun, Kibum, dan Ryeowook pun kesulitan menembus gelombang penonton yang memenuhi Madison Square Garden. Jalan-jalan pun penuh sesak. Sampai-sampai beberapa petugas yang mengawal mereka perlu mendorong-dorong penonton agar mereka bisa lewat.

Alasan mengapa mereka disertai beberapa petugas adalah ID Card yang dipakai oleh mereka bertiga adalah ID Card kelas istimewa, ID Card tertinggi dalam setiap konser dan show Yesung. Yesung sendiri lah yang merancang tentang pembagian ID Card nya.

Akhirnya mereka sampai juga di kursi mereka. Benar-benar di depan panggung. Sepertinya jarak antara kursi mereka dengan panggung hanya setengah meter. Dan untung saja kursi mereka sejajar dengan panggung, yang artinya mereka tidak usah mendongak tinggi-tinggi hanya untuk melihat Yesung.

"Thank you." Kata Ryeowook pada petugas yang mengawal mereka.

"It's a pleasure."

Kibum melihat ke arah deretan VIP D. Dilihatnya Siwon melambai ke arahnya sambil tersenyum hanya tersenyum tipis saja.

Mereka bertiga duduk di kursi masing-masing. Kibum di kursi nomor 5, Ryeowook di kursi nomor 6, dan Kyuhyun di kursi nomor 7.

"Iya Umma, aku sudah di dalam venue sekarang. Yah, mereka tidak ikut masuk, tapi mereka menungguku di luar, kusuruh jalan-jalan saja. Ne, ne.. Nado saranghaeyo." Kata sebuah suara.

Kyuhyun menoleh ke sebelah kirinya. Betapa kagetnya dia melihat Sungmin, teman satu sekolahnya, duduk manis di sampingnya. Kyuhyun tak begitu mengenal Sungmin. Dia hanya tahu Sungmin sekilas saja. Ayahnya adalah pengusaha real estate tersukses se Korea Selatan, bahkan sudah merambah internasional. Dan Ryeowook juga pernah bilang bahwa Kyuhyun cocok dengan Sungmin.

"Sungmin?" tanya Kyuhyun tak yakin.

Sungmin menoleh. Kyuhyun bisa melihat semburat merah di wajah Sungmin walaupun gelap.

"Kyuhyun?"

Kyuhyun mengangguk. "Kau juga menonton konsernya Yesung hyung ya? Bolos sekolah dong."

"Ne.. Aku tidak bolos, aku pakai surat izin kok. Hyung? Kau kenal Yesung?"

"Tentu saja. Dia kan pacarnya Ryeowook."

Sungmin terperanjat. "Dia.. Yesung.. gay?" tanya Sungmin tak percaya.

"Ne. Waeyo? Bukankah pasangan gay sudah biasa? Di hukum internasional saja sudah membolehkan pernikahan gay. Di sekolah kita pun banyak pasangan gay kan?" tanya Kyuhyun heran.

Sungmin menunduk. "Yeah, tapi aku tidak menyangka kalau Yesung ternyata gay. Kukira.. kukira dia normal."

"Aku juga gay kok." Kata Kyuhyun santai.

Sungmin menatap Kyuhyun. "Jinjja?"

Kyuhyun bersumpah dia mendengar nada gembira dalam perkataan Sungmin tadi, dia juga melihat kilatan cahaya berseri-seri di mata Sungmin.

"Ne. Orangtua ku straight sih, tapi kan di jaman mereka, gay masih dianggap tabu. Tapi sekarang, gay sudah normal. Lagipula sudah ada obat untuk membuat laki-laki hamil kan? Jadi, wajar saja kan?"

Sungmin mengangguk. "Yah, kau benar.."

Tiba-tiba saja suara jeritan yang keras memenuhi Madison Square Garden. Semaunay meneriakkan nama Yesung. Kyuhyun dan Sungmin melihat ke arah panggung. Dan benar saja, Yesung sudah berdiri di atas panggung.

"My first song on my concert tonight, It Has To Be You." Kata Yesung.

Alunan piano intro lagu It Has To Be You pun mengalun. Kyuhyun menatap Ryeowook, yang matanya tak bisa lepas dari sosok Yesung di atas panggung. Kyuhyun ganti menatap Kibum, yang sibuk menjepretkan kamera DSLR nya ke arah Yesung.

Kyuhyun memperhatikan Yesung. Memang sih, Yesung banyak melihat ke arah penonton yang ada di kelas festival, tapi Kyuhyun bersumpah matanya tak bisa lepas dari Ryeowook, karena memang lagu ini sangat pas sekali untuk Ryeowook.

"Suaranya bagus sekali.." desah Sungmin pelan, tapi tetap saja Kyuhyun bisa mendengarnya.

Kyuhyun melirik Sungmin dari sudut matanya. Jantungnya berdebar-debar. Perasannya nyaman berada dekat Sungmin. Tapi Kyuhyun tak berani berpikir lebih jauh.

"Maldo andwae, ish!" seru Kyuhyun.

"Wae, Kyu?" tanya Sungmin heran.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat. "Ani."

"Kau yakin?"

"Ne. Gomawo." Kata Kyuhyun.

Sungmin tersenyum manis, membuat debar jantung Kyuhyun bertambah kencang.

: Waiting :

Hangeng memasuki ruangannya, lelah karena sehabis meeting dengan salah satu perusahaan besar di Korea. Dan untung saja, sukses. Hangeng memencet tombol interkom, menghubungi sekretarisnya, Victoria.

"Belikan aku Vanilla Latte." Kata Hangeng.

"Baik, Tuan." Balas Victoria.

Sembari menunggu kopinya datang, Hangeng membuka laptopnya. Hangeng bukanlah orang yang ketinggalan zaman, tentunya dia juga punya Twitter, walaupun yang dia follow hanya 23 orang.

Hangeng melihat-lihat timeline. Matanya menangkap sebuah tweet, milik Siwon, anak dari sahabatnya Yunho.

Siwon407 with my beloved English teacher Ms. Heechul at Madison Square Garden! Just meet her there! www . twitpic . com blablabla

Hangeng segera membuka link yang ada di tweet Siwon. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat wajah Heechul muncur di layar laptopnya, tersenyum lebar bersama Siwon, dengan latar belakang Madison Square Garden.

Madison Square Garden! Tempat Yesung konser, dan Kyuhyun nonton. Hangeng cemas, apakah Kyuhyun bertemu dengan Heechul.

Hangeng ingat betul apa kata Appa nya. Sekarang Kyuhyun sudah tahu nama Umma nya, dan Kyuhyun bukan anak yang bodoh. Pasti dia sekarang sudah berspekulasi bahwa Heechul adalah Umma nya.

Hangeng sama sekali tidak khawatir kalau Kyuhyun tahu bahwa Heechul benar-benar Umma nya, tapi yang dia khawatirkan adalah kalau Kyuhyun memberitahu Heechul dan memaksa mereka bertemu. Hangeng belum siap.

Pintu kantornya diketuk seseorang. Pasti Victoria.

"Masuk."

Benar saja, Victoria masuk membawa satu cup Vanilla Latte. Hangeng mengangkat satu alisnya.

"Beli di luar? Bukankah di pantry seharusnya ada?" tanya Hangeng ketus.

"Di pantry habis Tuan, makanya saya beli di luar." Jawab Victoria sambil meletakkan Vanilla Latte di meja Hangeng.

"Kamsahamnida. Kau bisa pergi."

Victoria membungkukkan badannya, lalu keluar dari ruangan Hangeng.

"Seenaknya saja dia langsung beli di luar, tanpa menanyakan pendapatku, cih. Kalau tidak enak, awas saja ya dia." Dengus Hangeng.

Hangeng menyeruput Vanilla Latte nya. "Ah! Sedap sekali!" pekiknya.

Hangeng mengamati cup plastik wadah Vanilla Lattenya. Logo H2K terpampang disitu.

"Namanya H2K. Ah,coba aku cari di internet. Aku mau investasi kesini, kopinya enak sekali." Kata Hangeng sambil mengetikkan H2K di mesin pencari.

Ribuan hasil muncul, tapi yang paling atas adalah dari website resmi H2K. Hangeng segera membuka website nya.

Halaman utama yang muncul adalah beranda, tapi yang paling menonjol adalah ada foto Heechul yang terpampang disitu. Hangeng sampai tersedak kopinya. Hangeng segera membuka artikel yang ada di samping foto Heechul, yaitu "History".

H2K, terpercaya sejak 2002.

H2K adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang coffee shop dan kafe. Perusahaan ini didirikan oleh Kim Heechul, pada tahun 2002 yang lalu.

Kim Heechul memulai usahanya dari nol, setelah enam tahun banting tulang bekerja mati-matian di Inggris. Apa saja dilakukannya untuk menghadapi kerasnya kehidupan kota London, mulai dari pelayan restoran, penjaga perpustakaan kota, menerima laundry, dan masih banyak lagi.

Setelah enam tahun, akhirnya Kim Heechul membuka H2K yang pertama. H2K pertama berdiri di jantung kota London. H2K Cafe pertama ini sukses besar. Akhirnya H2K melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di beberapa kota di Inggris. Dan akhirnya, setelah 6 tahun, berdirilah H2K yang sekarang. Sukses besar.

"Aku membangun H2K dari nol. Aku sudah mengalami banyak kesulitan dalam hidupku. Dan aku berhasil membangun H2K dengan jerih payahku. Aku bekerja sendirian, benar-benar sendirian." Begitulah kata Kim Heechul.

Lalu, apakah sebenarnya arti dari nama H2K? Dan simbol hati yang di tengahnya terdapat tiga hati kecil?

"Filosofi H2K? Sebenarnya, itu adalah singkatan dari namaku, suamiku, dan anakku. Eits, jangan salah, aku sudah menikah. Hanya saja, aku tidak ingin orang-orang tahu siapa suamiku dan anakku. Dan tentang simbol hati itu itu melambangkan aku dan keluargaku."

Siapa sebenarnya suami dan anak dari Kim Heechul?

"Kalian mengenalnya." Jawabnya singkat.

Hangeng tak sanggup membaca lagi. Air matanya jatuh membasahi pipinya. Dia hanya membaca sedikit, dan dia sudah merasa sangat bersalah kepada istrinya. Dia merasa bahwa penderitaan istrinya disebabkan oleh kesalahannya. Enam tahun istrinya hidup menderita di kerasanya kota London, sedangkan dirinya hidup mewah bergelimang harta.

"Heechul.. Mianhaeyo.. Mianhaeyo.. Mianhaeyoooo!" isak Hangeng keras. Dia merosot turun dari kursinya, terjatuh di lantai.

Suara derap langkah kaki terdengar. Pintu ruangan Hangeng menjeblak terbuka. Para karyawannya yang bekerja di sekretariat semuanya masuk.

"Tuan, Tuan, anda baik-baik saja?" tanya salah seorang karyawannya.

Hangeng menggelengkan kepalanya sambil terus menangis. "Mianhaeyo.. Mianhaeyo.." lirihnya.

"Tuan, anda sakit?"

Hangeng kembali menggelengkan kepalanya.

"Panggilkan supirnya untuk bersiap-siap. Sebaiknya kita bawa Tuan pulang. Vic, bereskan tas Tuan." Katanya.

Salah seorang karyawan memencet interkom, menghubungi ruangan supir di bawah. Sedangkan Victoria, dengan telaten membereskan tas Hangeng. Dalam hatinya, dia sangat khawatir melihat keadaan Hangeng.

Setelah siap, mereka membawa Hangeng turun menggunakan lift, dan selanjutnya supir Hangeng yang mengurus Tuannya.

"Tuan, kita pulang?" tanya supirnya.

Hangeng mengangguk. "Kita pulang sekarang.. Aku ingin menenangkan hatiku.. Hatiku yang hancur.. Apa yang bisa menyembuhkannya.." kata Hangeng dengan hati hampa.

To Be Continued...

Hosh Hosh.. Capek abis ngebut ngetik Part 10. Haaaa sudah update kilat ini :D

Author lihat di review page kenapa ada yang manggil unnie T.T Berasa tua banget, author masih 14 tahun nih, walau sudah kelas 2 SMA hahaha :D