WAITING

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Cast :

Genre : Drama, Family

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Seorang yeoja bernama Kim Heechul yang menjadi guru baru di sebuah SMA khusus namja, hingga disana dia menemukan sesuatu yang membuatnya teringat kembali akan masa lalunya yang sudah susah payah dikuburnya dalam-dalam. RnR? Genderswitch

WAITING

Sesampainya di rumah, Hangeng segera masuk ke dalam kamarnya. Dia mengabaikan segala pertanyaan dari para pelayannya. Dia sedang ingin sendirian sekarang.

Hangeng merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamarnya. Tapi yang dilihat matanya hanyalah bayangan Heechul yang menangis. Heechul yang menangis sendirian.. Heechul yang menangis karena menderita menghadapi kejamnya kota London.

Hangeng mengambil ponselnya dan menghubungi Victoria.

"Vic!" seru Hangeng begitu Victoria mengangkat telefon.

"Eh? Ne, Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" balas Victoria, yang kaget karena diteriaki Hangeng.

"Kau hubungi perusahaan H2K sekarang juga!" perintah Hangeng.

"H2K? H2K Cafe dan coffee shop itu maksud Tuan?" tanya Victoria bingung.

"Ya! Dan minta pada mereka, Kimo Group meminta untuk meeting dengan pimpinan perusahaan. Kimo Group tertarik pada H2K. Tapi tolong kau bilang pada mereka, jika direkturnya tanya perusahaan apa, bilang saja itu kejutan. Kau mengerti?!"

"Ne, saya mengerti Tuan."

Hangeng langsung memutuskan sambungan telefon. Dia tidak bisa menunda-nunda lagi sekarang. Dia harus bertemu Heechul, istrinya. Dia harus mengesampingkan perasaan tidak siapnya. Dia tidak boleh egois. Dia butuh Heechul, Umma nya butuh Heechul, Appa nya butuh Heechul, anaknya butuh Heechul, Kimo Group butuh Heechul. Hangeng sudah benar-benar siap bertemu Heechul.

Hangeng mengeluarkan tiga lembar foto yang senantiasa ada di dompetnya. Ditatapnya ketiga foto itu lama-lama.

"Heechul, kita akan bertemu lagi. Segera. Aku berjanji, aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi. Aku bersumpah."

: Waiting :

Suara tepuk tangan dan teriakan bergemuruh di dalam Madison Square Garden setelah Yesung selesai menyanyikan lagu Waiting For You. Dan kini Yesung berdiri di tengah panggung, tangan kanannya mengenggam mikrofon dan tangan kirinya mengenggam setangkai bunga mawar merah.

"Tonight, i want to make a very special closing." Kata Yesung, yang langsung disambut teriakan oleh para penonton.

Yesung tersenyum. "You know that i have a boyfriend, eh?"

Kata "yes" langsung berkumandang keras. Para fans Yesung semuanya sudah tahu kalau Yesung itu gay, kecuali Sungmin mungkin. Mereka tahu Yesung punya pacar, tapi mereka tidak tahu siapa pacar Yesung. Hanya orang-orang yang dekat dengan Yesung saja yang tahu. Victoria, sekretaris Hangeng tahu karena Hangeng tak sengaja memberitahunya.

"He is here." Kata Yesung.

Sekali lagi teriakan bergemuruh. Di bangku VIP, Ryeowook sudah merah padam, sedangkan Kibum dan Kyuhyun tak hentinya menggodanya, bahkan Sungmin juga ikut-ikutan menggodanya.

"And i want to sing a special song for him. A song from Bad English, When I See You Smile."

Alunan intro lagu When I See You Smile berkumandang. Yesung tersenyum, dan mulai bernyanyi.

Sometimes I wonder

If I'd ever make it through

Through this world without having in you

I just wouldn't have a clue

Ryeowook tersenyum begitu mendengar Yesung menyanyikan lagu itu. Dan tiba-tiba saja Yesung mendekati tempat duduknya, mengulurkan tangannya pada Ryeowook, memberikannya setangkai bunga mawar dan mengajaknya ke atas panggung.

Teriakan bergemuruh di Madison Square Garden begitu Ryeowook naik ke atas panggung. Yesung mengenggam tangan Ryeowook sambil terus bernyanyi.

When I see you smile

I can face the world

Oh you know I can do anything

Sepanjang lagu itu, Yesung terus mengenggam tangan Ryeowook, dan Ryeowook tak hentinya menatap Yesung, raut bahagia terpancar di wajah manisnya.

Ketika lagu itu berakhir, Yesung mengecup kening Ryeowook.

"Saranghae." Katanya.

Kali ini teriakan yang terdengar bahkan lebih keras. Kyuhyun dan Kibum pun ikut bersuit-suit heboh. Kibum pun tak hentinya menjepretkan kameranya.

"He is my boyfriend, his name is Jung Ryeowook." Kata Yesung memperkenalkan Ryeowook.

"Hello everyone, i'm Ryeowook." Kata Ryeowook malu-malu.

Kyuhyun dan Kibum tertawa melihat kelakuan Ryeowook.

"Lihat dia! Lihat wajahnya! Foto! Foto!" seru Kyuhyun norak.

"Iya iya, ini juga lagi difoto!" balas Kibum.

Tanpa Kyuhyun sadari, Sungmin yang ada di sebelahnya terus memperhatikannya. Kyuhyun tidak tahu, bahwa Sungmin sudah mencintainya, sejak mereka masih berada di Sekolah Dasar.

FLASHBACK

Lee Sungmin, adalah seorang anak laki-laki manis pindahan dari Amerika. Kini dia bersekolah di Seoul International Elementary School. Karena dia anak baru, wajar saja kalau dia tidak mempunyai teman.

Sungmin sendirian di bawah pohon, di taman. Dia memakan bekalnya. Sungmin sudah biasa sendirian. Di Amerika sana pun dia tidak punya teman karena Sungmin menarik diri dari pergaulan. Sebenarnya banyak yang mengajaknya berteman, tapi selalu ditolaknya.

"Hey! Annyeong haseyo!" seru sebuah suara.

Sungmin terlonjak. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri, tapi tidak ada siapapun. Ketika dia menoleh ke atas, betapa terkejutnya dia ketika melihat seseorang bergelantungan di atas pohon. Kakinya yang bergelantungan di pohon, sedangkan tubuhnya berayun-ayun di bawah.

"Hai, kau anak baru itu kan? Yang dari Amerika?" tanya orang itu.

"Eh, ne." Jawab Sungmin, belum pulih dari kekagetannya.

"Kenapa makan bekal disini? Di kelas kan banyak orang."

Sungmin menggeleng. "Aku belum punya teman." Katanya datar.

"Haa? Anak laki-laki semanis kau, belum punya teman?" kata anak laki-laki itu, sambil bergegas turun dari pohon.

"Aku tidak punya teman, dan tidak akan. Dan aku tidak manis."

"Ish, tampang manis seperti perempuan begitu kok. Waeyo? Kau bisa berteman denganku. Namaku Kyuhyun. Kim Kyuhyun. Aku kelas 4A." Kata Kyuhyun.

Kyuhyun mengecek jam tangannya. "Ah, aku harus pergi sekarang. Pengawalku menunggu, dia baru membelikanku makanan. Jam segini seharusnya dia sudah datang. Aku pergi dulu ya." Kata Kyuhyun sambil berlari pergi.

"Eh, tunggu!" seru Sungmin. Tapi apa daya, Kyuhyun sudah menghilang dari pandangan.

Esoknya, Sungmin mencari Kyuhyun di kelas 4A, tapi teman Kyuhyun mengatakan bahwa Kyuhyun sudah pindah ke Amerika. Harapan Sungmin untuk bisa berteman dengan Kyuhyun pun pupus. Dan Sungmin merasa, dia seperti kehilangan semangat. Dia tidak berusaha untuk mencari Kyuhyun, karena dia menganggap Kyuhyun sudah meninggalkannya.

Bertahun-tahun kemudian, saat Sungmin sudah masuk SMA, betapa terkejutnya dia saat melihat Kyuhyun. Sungmin ingin menyapa Kyuhyun, tapi dia takut jika Kyuhyun sudah melupakannya. Sungmin mencari tahu tentang Kyuhyun di website sekolah, dan Sungmin sangat terkejut begitu mengetahui bahwa Kyuhyun adalah anak tunggal dari pemimpin Kimo Group, Kim Hangeng. Sungmin tahu, Kim Hangeng pernah bekerjasama dengan perusahaan real estate Appa nya untuk membangun rumahnya yang sangat megah.

Dan mulai saat itu juga, perasaan Sungmin yang dulu pernah lenyap, kini hadir lagi. Tapi sayang sekali, dia tidak pernah berani menyapa Kyuhyun.

FLASHBACK END

Sungmin tersenyum begitu mengingat masa lalunya dengan Kyuhyun. Bertahun-tahun menganggap Kyuhyun sudah hilang, dan saat ini dia duduk tepat di samping Kyuhyun. Bahkan bisa mengobrol dengan Kyuhyun. Betapa bahagia hati Sungmin.

"Sungmin, kau menginap dimana?" tanya Kyuhyun begitu konser sudah selesai, dan para penonton kini dengan tertib mengantri untuk keluar.

"Di Plaza." Jawab Sungmin.

"Kau sendirian? Lalu nanti pulangnya bagaimana?"

Sungmin menggeleng. "Ani. Aku bersama dua pengawalku. Tapi mereka ada di luar. Dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana aku keluar dari sini, dengan lautan fans Yesung yang seperti itu." Keluh Sungmin.

"Kau ikut aku dan Kibum saja, kami akan ke backstage dulu, mau menyusul Ryeowook. Nanti kan kita bisa keluar lewat pintu belakang. Aku dan Kibum punya ID Card." Kata Kyuhyun sambil menunjukkan ID Card nya.

Sungmin mengangguk. "Baiklah."

Kyuhyun menoleh ke arah Kibum. "Yuk, ke backstage. Sungmin ikut." Kata Kyuhyun.

Kibum menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian. Tiba-tiba seringaian muncul di wajahnya.

"Ah! Kalian pacaran ya?!"

Kyuhyun menoyor kepala Kibum. "Gila. Ngobrol saja baru kali ini gimana bisa pacaran."

Sungmin tersentak. Sedikit rasa sakit menyusup di hatinya ketika mendengar Kyuhyun mengatakan itu. Cepat-cepat dia menenangkan dirinya sendiri, bahwa cinta itu butuh proses.

"Ciee.. Ke backstage yuk, Ryeowook menunggu. Sudah malam ini." Kata Kibum.

Mereka bertiga berjalan beriringan ke backstage. Kibum bertanya pada seseorang dimana ruang ganti Yesung, dan mereka menemukannya. Pintu yang bertuliskan "YESUNG".

Kyuhyun membuka pintu, dan menemukan ruangan yang diisi beberapa orang, tapi yang paling dominan mengisi pemandangan adalah Yesung dan Ryeowook yang saling bercanda di sofa.

"Ehm." Kyuhyun berdeham.

Yesung dan Ryeowook mendongak. Sedetik kemudian, mereka nyengir.

"Ah, Kyu! Kau datang juga?" tanya Yesung.

Kyuhyun mendengus. "Apa tadi waktu kau melihat ke arah Ryeowook, kau tidak melihatku duduk di sebelahnya? Huh."

Yesung tertawa. "Hahaha, mianhae Kyu. Eh, hai Kibum! Dan, siapa itu?" tanya Ryeowook begitu melihat Sungmin.

"Dia Sungmin, teman kami satu sekolah." Jawab Kyuhyun.

Sungmin, masih berdiri di ambang pintu, menatap tak percaya pada Yesung. Dia benar-benar tidak bisa percaya, penyanyi yang sangat diidolakannya, berdiri di depannya dalam jarak sedekat ini.

"'Min, berhentilah memandangi Yesung seperti itu. Ryeowook bisa cemburu." Tegur Kyuhyun dengan nada kesal.

"Ah, bilang saja kau yang cemburu. Pakai bawa-bawa nama Ryeowook segala." Goda Kibum.

"Ish, kau ini!" seru Kyuhyun kesal.

"Haa? Jadi Kyuhyun juga gay?" tanya Yesung kaget.

Ryeowook dan Kibum mengangguk.

"Yah, begitulah. Aku lebih suka laki-laki daripada perempuan." Kata Kyuhyun sambil nyengir kuda.

"Kalau kau, 'Bum, pacarmu siapa?" tanya Yesung.

"Namanya Jung Siwon! Anak Kepala Sekolah kami. Mereka tadi saja kencan berdua." Sahut Ryeowook cepat.

"Aish, ani! Kami hanya membeli es krim lalu jalan-jalan!" sergah Kibum.

"Itu namanya kencan." Kata Kyuhyun datar.

Yesung tertawa lagi. "Hahahaha! Jadi kita ini semuanya gay. Kau, Sungmin, apakah kau juga gay?"

Semua mata memandang pada Sungmin, yang masih berdiri di ambang pintu. Malu-malu, Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Waaaa, siapa 'Min?" tanya Kibum.

Sungmin menggelengkan kepalanya. "Kalian lebih baik tidak mengetahuinya, aku malu. Hehehehe.." Sungmin nyengir.

"Ah, nugu?" desak Kibum.

Sungmin tetap menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba saja, alunan suara Yesung menyanyikan lagu Are You Ready memenuhi ruangan. Rupanya ponsel Sungmin berbunyi.

"Wah, kau benar-benar fan ku rupanya. Sampai-sampai ringtone handphone mu pun kau memakai laguku." Kata Yesung sambil nyengir.

Sungmin hanya tersenyum. "Yeoboseyo? Aku ada di backstage. Aku tidak sendirian, aku bersama teman-temanku. Ne, sebentar lagi aku keluar. Tunggu ya."

"Nugu?" tanya Ryeowook.

"Pengawalku. Mereka sudah di luar. Aku harus segera kembali ke hotel. Ini sudah sangat malam bagiku. Tapi, aku ingin berfoto dengan Yesung hyung, sekali saja, boleh kan?" tanya Sungmin.

Yesung mengangguk. "Tuh, biar Kyuhyun saja yang memotret."

Sungmin menyerahkan ponselnya pada Kyuhyun. "Tolong ya Kyu."

Sungmin berdiri di sebelah Yesung. Yesung tersenyum lebar, sedangkan Sungmin hanya tersenyum. Kyuhyun memencet tombol, dan jadilah foto Yesung dan Sungmin.

"Kamsahamnida, semuanya. Aku pergi dulu ya, Kyuhyun, Kibum, Ryeowook, Yesung hyung.." Kata Sungmin sambil membungkuk.

"Eh, kau tahu jalan keluarnya?" tanya Kyuhyun.

"Kan nanti bisa tanya. Aku duluan ya." Sungmin keluar dari ruang ganti Yesung.

Sepeninggal Sungmin, Yesung menatap Kyuhyun aneh.

"Wae?" tanya Kyuhyun.

"Kau tahu tidak, matamu itu memancarkan binar cinta saat kau melihat Sungmin." Kata Yesung serius.

Wajah Kyuhyun memerah, sedangkan Kibum dan Ryeowook tertawa terbahak-bahak.

"Ish, berhentilah tertawaaaa!" seru Kyuhyun kesal.

: Waiting :

Heechul berbaring di atas tempat tidurnya. Dia sangat lelah, habis mengurusi masalah yang menimpa H2K Cafe yang ada di Brooklyn. Masalahnya cukup pelik, tapi untung saja cepat selesai.

Heechul melirik ke arah jam dinding, jam menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Ah, pasti konser Yesung sudah selesai." Kata Heechul penuh sesal.

Heechul membuka iPad nya. Membuka e-mail pribadinya, siapa tahu ada e-mail. Dan memang ada, dari sekretaris H2K.

From : Park Shinhyo

To : kimheechul

Annyeong, Nyonya. Kami baru saja mendapat telefon dari sebuah perusahaan besar, bahwa pimpinan perusahaan itu ingin meeting dengan Nyonya. Mohon maaf, kami tidak bisa memberitahu perusahaan apa itu, karena perusahaan itu ingin memberi kejutan pada Anda. Mohon segera dibalas.

Shinhyo.

Heechul menaikkan satu alisnya. "Perusahaan apa ya kira-kira?"

Heechul berusaha menebak-nebak, tapi makin lama tebakannya makin ngaco. Dan akhirnya dia jatuh tertidur karena kelelahan.

To Be Continued...

Update kilat kan ini? Kemaren baru update Chapter 10 loh ^^

Author memutuskan mengetik ini karena author sedang sangat malas belajar :P

Semoga chapter ini gak mengecewakan :D

Dan author masih bingung, apakah secepat ini Hangeng akan bertemu Heechul? Sesimpel itukah pertemuan mereka? Ataukah masih ada konflik yang lain? Kita tunggu saja.. :P

Dan kenapa banyak yang kaget kalau aku masih 14 tahun tapi sudah kelas 2 SMA? Hahaha :P

Ada yang bilang kalo ceritanya ga usah muter-muter.. Jadi.. Gimana nih? Menurut kalian, sampe chapter berapa? Give me ur comment, please ^^

sekali-kali ngeksis boleh yah :p

follow IqlimaNindya , yang mau follback silahkan mention.. yang mau kasih saran silahkan mention.. yang mau request ff silahkan mention :)