New Arrival

Author's Note : Chapter ini mengisahkan tentang perkenalan Claire dengan penduduk Mineral Town. Maaf kalau gaje. Makasih :)

Buat Noella Marsha, makasih atas kritik dan sarannya! ^^. Rin coba yang terbaik buat chapter ini. Keep reading, ya! :)

Disclaimer : I own nothing!

Enjoy… :)


"Hai, aku Zack. Salam kenal" Zack tersenyum padaku.

"E, eh..", aku tergagap-gagap. "Saya Claire, salam kenal." jawabku.

"Kamu kakak Jack, kan?" Aku mengangguk. "Ayo kalian berdua kuantar ke kebun."

Aku mengekor Jack dan Zack ke kebun alias pertanian Jack. Kami melewati dan singgah di peternakan, Yodel Ranch. Di sana berdiri seorang kakek dan gadis kecil, yang sepertinya cucunya.

"Hai, Jack, Zack!" kata gadis kecil itu ramah. Zack melambaikan tangannya pada gadis itu.

"Hai, May. Bagaimana keadaan sapi dan dombaku?" ujar Jack.

"Baik! Setiap hari mereka kuberi makan rumput!" jawabnya.

"Wah, rumput apa?" ujar Jack lagi.

"Rumput Merah, yang biasanya ada di Summer, aku mengumpulkannya!" jawabnya riang. Jack, Zack, dan kakek jawdropped setelah mendengarnya. Aku diem, gak ngerti soalnya.

"Kakek selalu memberi mereka rumput kering, jadi ku beri mereka snack biar gak bosan. Boleh 'kan Jack?" katanya tersenyum manis.

Jack menjawab, "Boleh 'sih, May.. Tapi itu 'kan.."

"May.. Rumput itu beracun. Lain kali jangan diulangi lagi, ya!" potong kakek dengan nada suara yang disabar-sabarin.

Aku pun melirik pada gerombolan sapi dan domba Jack yang di sebelahku.

'MOOO.. HIK! HIK!'

'MBEEK.. KEKEKEK!'

Muka mereka pucat. Aku miris ngeliat sapi dan domba Jack seketika menjadi Jacko dan Mbak Kunti oleh seorang May.

"Maafkan cucuku, Jack. Sebagai tanda maaf, aku memberimu 5 botol obat hewan." ucapnya pada Jack.

"Ah, terima kasih banyak, Barley!" balas Jack, walaupun mukanya masam kayak abis diputusin sama Selena Gomez(?).

"Aku akan mengantarnya ke peternakanmu nanti. Oh, dan perkenalkan aku, Barley dan cucuku, May.." ucapnya padaku.

"Claire." balasku tersenyum

"Salam kenal onee-chan!" ucap May, manisss sekali.

"Kami harus pergi sekarang Barley, May. Sampai jumpa!" Zack berjalan lagi. Mereka membalas dengan melambaikan tangan.

Kami berjalan lagi, sampai ke peternakan ayam di desa ini.

"Jack! Selamat datang!" ucap seorang wanita ramah, rambutnya berwarna merah muda. Di sebelahnya ada seorang gadis, sosoknya yang lebih muda, rambutnya juga sama.

"Lilia!" Jack membalas. "Dimana Rick?" tanyanya lagi.

"Rick sedang ada di supermarket bersama Karen. Asyik ya, yang pacarnya dekat." ucap gadis yang berada di sebelah Lilia sambil cemberut. "Kai datang hanya pada Summer, aku kesepian…" lanjutnya. Ia pun mulai mengoceh tentang Kai, yang aku tidak tau siapa itu.

"Ah! Sepertinya ada orang baru!" ia berhenti mengoceh dan menatapku. "Aku Popuri. Siapa namamu?"

"Claire.." jawabku singkat.

"Kau kakaknya Jack, 'kan? Salam kenal, aku Lilia, ibu Popuri dan Rick." ia tersenyum ramah. "Lain kali temui kami lagi, dan nanti kupernalkan kau pada Rick. Tapi, kami tutup hari Senin". Aku mengangguk. Aku membayangkan, apakah rambut Rick juga merah muda seperti, mereka? Hihi.

"Jack, ayam-ayam mu sudah diantar Rick tadi pagi." ucap Popuri.

"Terimakasih! Kami pergi dulu, ya!" balas Jack. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan ke kebun.

Sesampainya di kebun…

"Nah, sudah sampai. Aku akan datang kesini jam 5 p.m! Dah Jack, Claire!" Zack melambaikan tangannya.

"Selama kamu pulang kamu nitipan ternak dan ayammu?" aku memulai pembicaraan dengan Jack.

"Iya, kalau enggak nanti mereka mati kelaparan." jawabnya.

"Bayar?" tanyaku. "Ya iyalah, enggak ada yang gratis di dunia ini." ucapnya sambil mellow. Hah? Kok tiba-tiba Jack jadi mellow, 'sih? Ck.

Kami pun masuk rumah, aku nanya lagi, "Oh ya, buat apa Zack datang lagi?"

"Kenapa nanya kayak gitu, Claire? Kamu kayak nganggap Zack pengganggu!" ucapnya. "Ia kesini untuk mengambil shipment kita! Bantu aku, ya!" balasnya.

"Kan saya tidak tauuu… Hah, bantu? Malas, ah. Kamu aja, ya! Aku mau keliling desa dulu! Dah..", aku pun ngacir ke luar kebun. Aku sempat dengar Jack teriak, 'CLAIREE…!'. Aku tertawa kecil dan lanjut jalan keliling Mineral Town.

Aku jalan di jalan setepak di depan kebun. Pertama-tama aku mengunjungi rumah Saibara The Blacksmith –yang tertulis di depan rumahnya-. Aku pun masuk kedalam.

"Selamat datang.", ucap seorang kakek tua. "Ah! Kau, kakaknya Jack, Claire 'kan? Selamat datang di Mineral Town. Aku Saibara, salam kenal!" ia tersenyum kecil.

"Salam kenal!", balasku.

"Aku bertugas meng-upgrade peralatan tani mu, membuat perhiasan, dan menjual mesin. Kalau ada apa-apa datang saja, kecuali hari Kamis. Kami libur. Nanti kuperkenalkan pada cucuku." lanjutnya.

"Baik! Saya pergi dulu, ya. Sampai jumpa!", aku pamit pergi.

Di sebelah rumah Saibara, ada kilang anggur. Aku memperhatikan kebun anggur yang belum berbuah, di sana berdiri seorang lelaki setengah baya berambut putih-hitam. Ia pun menyapaku, "Hai, sepertinya ada orang baru disini."

Aku pun menghampirinya, "Salam kenal, saya Claire, kakak Jack." aku tersenyum padanya.

"Oh, kakak Jack ya? Salam kenal, aku Duke. Kami menjual anggur dan wine. Bicaralah pada istriku di rumah bila mau membelinya." ucapnya. Aku mengangguk dan masuk ke rumah Duke.

"Selamat datang di Aja Winery! Ada yang bisa aku bantu?" ucap wanita berambut hitam pendek

"Ah, perkenalkan saya Claire.." kataku memperkenalkan diri.

"Oh, kau kakak Jack 'kan? Salam kenal, aku Manna. Aku juga memiliki anak perempuan seumurmu. Tapi ia pergi beberapa tahun yang lalu. Meninggalkan aku dan Duke berdua disini. Aku tidak tau kenapa ia pergi, tapi aku kesepian. Duke juga jadi sering minum-minum setelah ia pergi. Aku senang ada pendatang baru disini, selamat datang." ucapnya panjang lebar. "Mau membeli sesuatu?"

Aku membalas, "Iya, beli jus anngur nya satu.". "Harganya 200 G. Terimakasih.." ucapnya sambil menerima uangku. Ibu memang memberikan uang 1000 G sebelum aku dan Jack pergi.

"Datang lagi, Claire. Tapi, kami tutup hari Sabtu. Kami juga butuh waktu santai ke Inn. Duke juga ikut, jadi aku mengawasi jumlah minumnya. Dah, Claire!" ia mulai mengoceh lagi. Aku hanya mengangguk.

Aku pun keluar dari Aja Winery lalu melanjutkan perjalanan. Duke tersenyum padaku dan aku membalasnya.

Setelah itu aku mengetuk pintu sebuah rumah penduduk desa. Seorang wanita membukakan pintu, "Silahkan masuk!" katanya ramah.

Di dalam rumah ada suami wanita itu, aku pun memperkenalkan diri, "Saya Claire, saya baru di desa ini. Dan, saya kakaknya Jack."

"Salam kenal. Aku Basil, dan ini istriku, Anna. Kami mempunyai anak gadis, sekarang ia mengurus perpustakaan di sebelah. Usahakan untuk mampir." ucapnya.

"Basil menulis buku tentang Mineral Town dan tanaman. Usakan untuk membacanya. Membaca bagus untuk anak muda sepertimu." ucap Anna.

Aku pun pamit untuk menuju ke perpustakaan Mineral Town.

Perpustakaannya terbilang cukup besar, 2 tingkat. Aku memperhatikan seorang gadis sedang berbicara pada dirinya, "Tiba-tiba ia berkata, 'Aku hanya seorang detektif muda! Apa bisa melanjutkan misi ini?'. 'Tentu saja Kentaro! Kau kan berbakat! balas Pak Hitori"

"Apa yang sedang kau tulis?" aku berkata dibelakangnya.

"!" sepertinya aku mengejutkannya, liat aja, tuh. Ia jadi jungkir balik setelah aku menepuk pundaknya.

"AH. Maaf!" aku pun membantunya untuk berdiri.

"Terimakasih. Dan, aku sedang menulis sebuah novel detektif. Hehe. Maaf kalau aku melamun dan tidak menyadari kedatanganmu. Oh ya, aku Mary, pengurus perpustakaan." ia tersenyum.

"Aku Claire kakak Jack, salam kenal." aku senyum balik, lalu bersiap untuk pergi.

"Datang lain kali untuk membaca, ya! Tapi kami tutup hari Senin." ucapnya.

"Kuusahakan. Good luck buat novelmu ya!". Ia tersenyum, lalu aku pergi dari perpustakaan.

Di luar, aku melihat anak lelaki sedang mondar-mandir di depan rumahnya. Ia melihatku, "Hello!"

"Hello, siapa namamu?" ucapku sambil mengelus kepalanya. "Stu. Kakak?" tanyanya. "Claire, aku tinggal bersama Jack, adikku."

"Oh! Ayo, masuk dan temui nenek." ia menarik tanganku.

"Siapa itu, Stu?" ucap seorang nenek yang duduk di kursi goyang.

"Ini Claire, kakak Jack!" balasnya.

"Salam kenal. Aku Ellen, nenek Stu dan Elli. Elli berkerja di klinik dan hanya datang untuk menjenguk hari Rabu. Stu dan aku kesepian. Terimakasih untuk datang Claire." Ucapnya. Aku tersenyum dan bersiap untuk keluar.

"Datang lagi Claire!" ucap Stu melambaikan tangan. Aku pun mengangguk.

Di sebelah rumah Ellen, adalah rumah Mayor Thomas. Aku mengetuknya dan Mayor mempersilahkanku untuk masuk.

"Kami kedatangan tamu. Ada perlu apa anak muda? Apakah kamu seorang turis?" ucap Mayor yang memakai topi tinggi berwarna merah.

"Saya Claire, kakak Jack. Salam kenal." balasku tersenyum.

"Kakak Jack? Selamat datang ke Mineral Town. Aku Mayor disini. Aku tinggal bersama anakku Harris sang polisi, dan Kano sang photographer." aku melihat 2 orang lain disana. Yang memakai baju polisi dan baju serba hitam. Aku pun pamit pulang.

Sesudahnya, aku menuju ke supermarket, di dalam ada seorang dokter muda berbicara pada pemilik supermarket, "Aku bayar ini nanti.". "Nanti itu.." sebelum ia menyelesaikan perkataannya dokter berlalu dan pergi keluar supermarket.

Tidak seberapa lama, keluar wanita berambut pirang yang digulung dari pintu di ujung supermarket, sepertinya itu istrinya. "Itu tadi dokter, kan? Jeff! Aku akan mengambil uangnya." ia pun berlalu.

Tak seberapa lama Duke masuk, "Jeff, aku beli tepung ini. Catat di tagihanku.". ia pun berpaling padaku, "Hai, Claire. Ketemu lagi, ada apa?"

"Kau seharusnya membayar, kan?" ucapku. "Haha.. kau lucu, Claire." Bukannya jawab, ni orang malah ngeles, ck. Pintu di ujung supermarket pun terbuka lagi, aku pun mendapati sesosok suster ngesot *coret* seorang gadis yang cantik sangat berkata pada Duke, "DUKE! Kau ngutang lagi? Bayar, dong!" ucapnya sambil sweatdrop. Ia mendatangi Duke dan mengambil uangnya. Duke keluar supermarket sambil cemberut.

"Terimakasih, ya. Aku Karen. Aku membantu ayahku Jeff dan ibuku Sasha di supermarket. Salam kenal!" ucapnya. Jadi ini pacar Rick, cantik BANGET. *eh

"Aku Claire!" jawabku. Aku pun tersenyum pada Jeff, dan pamit pulang. Mereka pun melambaikan tangan.

'Duh, capek banget. Mana panas lagi.' batinku. 'Ah! Ada klinik! Biasanya kan klinik ada AC-nya. Hihihi.' batinku lagi lalu angkat kaki ke klinik #efekkepanasan.

'Ah… Sejukkk…' batinku. Di dalam aku melihat Elli, ternyata ia suster. Ia pun menghampiriku dan berkata, "Ah, kau punya luka gores. Sakit, gak?". Aku baru sadar ada luka di tanganku, karena lagi error, aku nggak sadar bilang 'iya'.

Muka Elli berubah kayak percaya-gak-percaya gitu. Eh, perasaan dia deh yang nanya sakit enggaknya. "Ya, sudah. Ayo perlihatkan pada dokter."

Aku pun melihat dokter yang tadi ngutang di supermarket, mukanya lumayan lah, haha. Dokter itu pun meriksa tanganku, "Ini cuma luka ringan, tinggal dikasih obat merah, sembuh kok." ucapnya.

"Oh ya, namaku Claire, kakak Jack" ucapku.

"Aku Elli, dan ini Dokter Trent," balas Elli. Aku pun pamit. Aku tau Elli kayaknya suka sama Trent, mukanya blush waktu ngomong sama Trent. Sip!

"Kalau merasa kecapekan datang buat check-up atau beli obat. Kami tutup hari Rabu," ucap Trent datar. Aku ngangguk.

Aku pun keluar melanjutkan perjalanan. Aku rada parno, ternyata aku ngelewatin kuburan. Tiba-tiba ada yang nepuk pundakku.

"GYAAAA!" aku refleks teriak. Kemudian balik badan. Ternyata hanya seorang pastor. Hufh. "Perkenalkan nama saya Claire, kakak Jack," aku memulai pembicaraan.

"Aku pastor disini, Carter. Salam kenal. Kalau ada waktu mampir ke gereja untuk melakukan pengakuan," senyumnya ramah. Aku mengangguk lalu berjalan menjauh.

Aku sampai di Rose Square, tempat festival sering diselenggarakan. Lalu mengarah ke Inn.

Di dalam ada lelaki setengah baya yang menjaga counter. Aku tersenyum, "Salam kenal, saya Claire, kakak Jack,".

"Hai, Claire. Aku Doug, aku pemilik Inn ini. aku dibantu anakku, ia berada di atas kalau kau mau berbicara padanya. Ada yang bisa kubantu?" ucapnya ramah.

"Beli Apple Pie dan Cheesecake masing-masing satu!" ucapku semangat '45. Lapar soalnya keliling-keliling desa.

"550 G. Aku memberimu bonus Cookies," ia tersenyum. Aku memberinya uang, "Terimakasih, Doug!". 'Buat Jack, ah. Kasian tadi dia kutinggal kerja sendiri' batinku.

Aku pun naik ke atas untuk menemui anaknya Doug. Ada 2 kamar, aku pun masuk ke kamar yang di sebelah kanan.

"Ups," kataku pelan. Ternyata aku salah kamar. Di dalam ada 2 pemuda berdiri memperhatikanku dengan tatapan aneh kaget, campur aduk. "Ah, eh.." aku jadi salah tingkah.

"P-perkenalkan a-aku Claire, k-kakaknya Jack..". Duh! Kok jadi terbata-bata gini, sih!.

Mereka diam saja. Lalu lelaki yang memakai topi angkat bicara, "Aku Gray, cucu Saibara. Dan ini Cliff," ucapnya sambil menurunkan topi bertuliskan 'UMA' nya. Aku melirik Cliff yang sedang menunduk. "Ah, ya sudah. A-aku pergi dulu, ya. Salam kenal dan sampai jumpaaa.." aku pun keluar dari kamar itu. Menuju ke kamar di seberang.

Ada gadis manis memakai overall oranye sepertiku, tapi aku warna biru. Tomboi, ya? Biar saja… ia menganyam rambutnya dan ia ikat tinggi dengan pita. "Perkenalkan, aku Claire, kakak Jack!" semangat nih.

"Hai, aku Ann! Salam kenal!" ia tiba-tiba memelukku, ya kupeluk balik. Kami pun tertawa. Kami pun saling berbagi cerita, entah sejak kapan kami jadi sangat akrab.

Aku pun pamit pulang karena sudah jam 3. "Datang lagi, Claire!" ucap Ann. Aku mengangguk sambil tersenyum.

'Aku lapar.. oh iya! ibu kan memberi bekal tadi. Aduh, aku juga lupa nelpon ibu..' batinku. Lalu menuju telpon yang ada di counter Inn.

"Biayanya 10 G." ucap Doug. Aku memberikan uang 10 G. lalu menelpon Ibu. "Hallo, Ibu? Iya, kami sudah sampai. Ini mau makan. Salam ke Ayah, ya! Dah bu.!" aku pun menutup telpon dan tersenyum lagi ke Doug. Aku keluar dari Inn.

Aku pulang menuju rumah dan berpas-pasan dengan seorang pemuda, "Ah, Hello! Aku Rick, kau kakaknya Jack 'kan?" oh, ini yang namanya Rick. Rambutnya gak merah muda, *kecewa*, tapi berwarna coklat-panjang dan ia memakai kacamata.

"Hallo Rick, aku Claire. Salam kenal. Aku pergi dulu, ya!" ucapku sambil tersenyum lalu melambaikan tangan.

Aku berlari ke kebun, melihat Jack yang sedang berdiri di depan rumah. "CLAIRE…? Ngapain aja?! Aku ditinggal sendirian, lagi!" ucapnya cemberut.

"Maaf Jack.. ini sebagai permintaan maaf," aku menyodorkan cookies dari Inn. Jack ngiler.

"JACK!" teriakku. "Hahaha, sini!" ia tertawa dan mengambil cookies nya.

_TO BE CONTINUED_


Author's Note : Maaf ya, kalau kepanjangan.. maaf juga kalau ada typo, bahasanya berbeli-belit, dan ceritanya boring! *nunduk*. Di sini aku kasih 3 event sekaligus; Event Mary, Jeff, dan Dokter Trent. Semoga kalian suka.. :D

Makasih buat yang mau read, dan makasih banyak yang mau nge-review. Kita ketemu lagi di Chapter 3. Sayonaraaaa~ :)

Love, Rin!

EDITED 25/08/2012