Previous Story

Sungyeol mencoba membantu seorang namja dari namja berandalan, namun di tolak oleh namja itu. Saat dia ingin bangkit berdiri, dia menemukan sebuah dompet yang dia yakin pemiliknya adalah anak yang baru di bantunya. Namun belum dikembalikan, anak itu telah menghilang dari pandangannya. Lalu Sungyeol menarik tanda pengenal dari pemilik dompet itu dan dia mengetahui kalau nama anak itu adalah Kim Myungsoo.


(All Sungyeol POV)

Di rumah..

"Aku pulang,,"

"Kenapa kau pulang terlambat..?" Tanya Dongwoo yang khawatir.

Aku tersontak kaget, "Ah nee, tadi habis jalan-jalan sebentar sebelum pulang."

"Oh, ku pikir kau hilang. Habis kau tidak pernah sekalipun pulang terlambat. Apa sekarang kau mau makan?"

"Hem tidak usah hyung, aku masih sedikit kenyang. Sepertinya aku akan langsung mandi." Aku menaiki tangga menuju kamar.

Sampai di kamar aku merebahkan diri di tempat tidur. Rasanya sangat nyaman. Lalu aku teringat dompet itu dan langsung mencarinya di dalam tas. Mana ya? Hem, nah ini dia. Aku mengeluarkan tanda pengenalnya lagi.

Aku membalik-balikan kartu untuk mencari alamatnya. Setelah melihatnya, alamatnya tidak jauh dari sini. Harus ku kembalikan besok. Saat mau menaruh tanda pengenal itu, aku melihat foto keluarga. Ayah, Ibu dan seorang anak laki-laki usia 10 tahun. Harmonis sekali, pikirku.

Setelah puas melihat-lihat isi dompetnya (gak sopan by Myungsoo) aku menaruh lagi di tas. Angin malam semilir masuk ke kamarku, membuat mata mengantuk.


Esoknya.

Saat ku membuka mata, aku melihat jam di dinding menunjukkan pukul 07. 30. Aish, ini mah namanya kesiangan. Mandi bebek jadinya. Setelah itu, mengambil peralatan sekolah seadanya. Berlari di tangga sambil merapihkan pakaian, pakai kaos kaki, benerin dasi. Sampai di dapur langsung minum susu tanpa duduk dan mengambil sepotong roti.

"Hyung aku berangkat. Oh ya, nanti aku pulang terlambat lagi."

"Brak!"

Dongwoo hanya melongo….

Sudah 5 menit aku berlari, aku baru sadar, kenapa tadi aku tidak minta di anterin sama hyung. Kalo balik ke rumah kepalang tanggung. Huh….

"Ckkkiiittt.."

"Mau ikut bareng lagi ga?" tanya Woohyun.

"Kok tumben kamu barangkat jam segini? terlambat juga?"

"Ngelindur ya, sekarang kan masih jam 6…"

"Hah…" Aku melihat jam tangan. Ya ampun, berarti jam dinding kamar tuh minta di lem biru.

"Mau ikut tidak?"

Aku langsung membonceng di belakangnya tanpa basa-basi.

"Kok kau tidak bareng Hoya?" tanyaku setelah sepeda melaju.

"Dia bareng sama namjachingunya…"

"Ohhh…"

*Sesampainya di sekolah karena ga da yang istimewa mpe pulang lewatin aje ye…

Bel pulang sekolah

"Woohyun aku pulang duluan, aku mau mampir ke suatu tempat, jadi kamu balik saja sama Hoya…." Tanpa ba bi bu langsung ngacir dan tampangnya Woohyun sama kayak tampang Dongwoo yang diatas..


Setelah satu jam berjalan dan melihat setiap rumah, ahirnya sampai juga di sebuah rumah megah bergaya eropa. Tamannya penuh dengan mawar putih..

"Permisi"

Pintu pagarnya tidak di kunci. Aku langsung masuk .

Sampai depan pintu rumah,,

"tok.. tok.. tok…" tidak ada da bel apa?

Kok tidak ada yang nyaut ya…?

Ku ketok beberapa kali.

"Ahjuma buka pintunya.." terdengar suara dari dalam.

Setelah itu hening sesaat dan pintu terbuka. Yang membukakan pintu adalah anak laki-laki kemarin. Wajahnya masih memar tapi lebih baik dari yang kemarin. Setelah melihatku, tanpa ba bi bu anak itu menutup pintu.

Kurang ajar sekali pikirku.

Lalu aku mengetuk pintunya lagi dan anak itu membukanya.

"Ada apa ?" Tanya anak itu sebal.

"Aku mau mengembalikan barang milikmu.." kataku tanpa ekspresi.

"Mana?" sambil menyodorkan tangan.

Huuh… "Kau tidak pernah belajar ya bagaimana menerima tamu?" kataku dengan wajah sinis.

Setelah itu anak itu minggir untuk mempersilahkan aku masuk. Rumahnya benar-benar rapi, tapi sangat sepi. Dindingnya teepasang foto keluarga, sama seperti foto yang di dompet.

"Kau tidak menyuruhku duduk"

Anak itu mempersilahkan aku duduk dengan bahasa tubuh, tanpa bicara.

"Hem,,, sepertinya aku haus…" kataku kemudian…

*Jiah…. kayaknya si Sungyeol ga akan melakukan semua ini deh… reply

Depan pintu…

"Mana?" sambil menyodorkan tangan.

"Ini…" kataku sambil memberikan dompet miliknya…

Lalu dia memeriksa semua isi dompetnya. Setelah di rasa tidak ada yang kurang sedikit pun, dia memasukkan dompet ke sakunya.

"Ada hal lain?" tanyanya kemudian.

"Tidak ada… eemmm.. baiklah aku permisi.." sambil membungkukkan sedikit badan..


Esoknya pulang sekolah

Woohyun dan Hoya harus latihan karena sebentar lagi ada pertandingan, terpaksa pulang sendiri deh…

Aku melewati pertokoan sepanjang jalan. Sampai di belokkan aku melihat ada anak yang berkelahi. Satu lawan lima. Spontan langsung merapat di dinding. Aku mengintip dari balik tembok. Saat aku melihat yang berkelahi adalah Myungsoo, aku langsung membantunya (bergaya super hero.. teng treng teng teng….)

"Ngapain kau di sini.."Tanya Myungsoo.

"Aku mencoba membantu.."kataku sambil menabok pake tas dan menendang tulang kering anak itu.

Anak itu mencoba membalasku dengan mengepalkan tangan ke arahku dan aku mencoba melindungi kepalaku. Aku lupa kalau aku tidak bisa berkelahi.

"Hey lawanmu disini.." kata Myungsoo dan memukul anak itu hingga terjengkang.

Tak lama polisi datang..

Myungsoo langsung menarik tanganku.

"Ayo lari..!"

"Kenapa kita harus lari ? Kan mereka yang salah.."

"Ah sudahlah.. kalau tidak mau tertangkap lebih baik kita pergi sekarang.. kau tidak mau kan berurusan dengan polisi?"

Aku hanya menurut saja.

*backsound A-Yo

Kami berlari cukup jauh. Setelah di rasa polisi tidak mengejar, aku berhenti dan Myungsoo langsung duduk selonjoran.

Myungsoo mentapku. "Wajahmu terluka.."

Pantas aku merasa sedikit sakit. "Ah tidak apa, hanya sedikit saja.."

"Sedikit bagaimana? Biar bagaimana pun kau terluka di bagian wajah… bukankah wajah itu aset bagi setiap orang. Tunggu sebentar.." lalu dia pun pergi. Tapi baru beberapa langkah dia kembali lagi.

"Kau punya uang tidak? Aku boleh pinjam dulu? Uangku berhasil diambil mereka.."

Aku tersenyum dan mengambil beberapa jumlah uang, lalu ku sodorkan padanya. Aku menuggu di bangku dekat situ.

Kira-kira 15 menit kemudian dia kembali dan mengeluarkan isi dalam kantong plastiknya. Dia langsung menyentuh pipiku dan mengoleskan obatnya..

"Aaaww…" kataku sedikit meringis kesakitan.

"Tahan sedikit.." katanya sambil mengolesnya perlahan. Wajahnya begitu dekat dan begitu tampan. Tanpa sadar aku terpesona oleh ketampanannya.


Aku berdiri di depan rumahku. Aku menutup sedikit wajahku dengan sapu tangan karena wajahku yang terluka dan tidak mau membuat hyungku khawatir.

"Aku pulang…" Kataku langsung ngibrit ke atas.

"Brakk!" ku lempar tasku dan ku rebahkan diri di kasur. Entah kenapa perasaanku begitu senang hari ini. Aku memeluk dan mencium bantal tersebut. Tanpa ku sadari aku jadi senyum-senyum sendiri.


Esoknya

Bel pulang pun berbunyi

"Choding,, maaf ya aku tidak bisa pulang bersamamu lagi…" kata Woohyun. Tatapannya begitu lembut.

"Tidak apa,, sebentar lagi ada pertandingan. Aku akan mendukungmu. Hwaiting..!" kataku sambil mengepalkan kedua tangan.

Woohyun pun tersenyum dan meninggalkan kelas. Aku membereskan buku-bukuku yang ada di atas meja.

Aku berjalan gontai menuju gerbang. Namja maupun yeoja menoleh ke arah gerbang walaupun sudah berada di luar sekolah. Mereka semua terpana.

Ku lihat seorang anak laki-laki berdiri bersandar di tembok sekolah. Dia mengenakan jas seragam sekolah lain, bukan seragam sekolahku, pakaiannya rapih sekali. Rambutnya yang sedikit panjang di kuncir berantakan ke belakang. Siluetnya begitu indah mirip patung dewa yunani.

Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku mengenalinya dan langsung ku dekati.

"Ada yang ingin ku kembalikan." Myungsoo menyodorkan uang yang kemarin dia pinjam. Aku langsung menerimanya. Setelah itu dia langsung pergi. Saat mau ku masukkan ke dalam kantong, aku melihat sebuah kertas lain. Dan aku membukanya…

Kim Myungsoo

1012********

Ini nomer ponselku

Kurasa tidak buruk juga berteman denganmu

TBC….


Reply for Review

Nisa youichi: Kalau uke dah pasti Sungyeol. Yang seme Woohyun dan Myungsoo. Tapi aku bingung Hoya itu seme apa uke, soalnya biasanya couplenya Dongwoo, tapi disini Dongwoonya gak ku pasangain ma siapa-siapa.

Shim Min Gi: Gimana ya? Liat aja kelanjutannya. Pasti tau kok.

Cho Devi: Liat kelanjutannya aja. Hahahahhahahaha…

Beakren: Sebenarnya disini castnya cuma 5 orang karena cerita awalnya dari memang member shinee cuma ku rubah ke infinite. Aku tidak tahu si Sunggyu mau ku taruh dimana. Nanti ku pikirkan deh. Ini ku update kilat.

aoora: Nee, ini Myungyeol kok. Memang awalnya belum dapet Myungyeolnya. Myungyeolnya baru masuk seiring alur ceritanya.

Anami Hime: Hehehe… Porsinya sengaja segini. Biar bikin penasaran. Dah ku update kilat kok.

lee minji elf: Dah ku update.

eotteyo? kalau mau di lanjut, R n R ya... kalau tidak, ya ku hentikan saja sampai sini..

muahahahahahahaha...

Saya cukup kecewa yang baca tapi gak review. Tapi ya sudahlah.

Oh ya, update lanjutannya mungkin gak sekilat ini… Makasih buat reviewnya. Jangan bosen-bosen ya. Pyong.