Summary : Sebelum hari Minggu, aku akan melunasi semua hutangku, tetapi aku tak kan pernah tau apakah nyawaku akan direnggut. Akupun ingin membahagiakanmu sebelum hari Minggu, sebelum aku mati.

Kingdom Hearts bukanlah milik saya, kecuali cerita yang saya buat ini.

Hari ini adalah hari Senin, setiap hari begitu buruk untukku. Di kejar-kejar untuk membayar hutang, ditagih secara terpaksa, bahkan untuk makanpun sudah sulit. Jika hari Minggu belum dilunasi mungkin aku bisa dibunuh, itu lebih baik daripada aku harus mati kesakitaan. Tetapi sebelum itu aku akan membahagiakan Kairi supaya dia tidak menderita.

"Sora, ayo minum susunya, biar kamu kuat"
"Buat kamu saja, aku tidak apa-apa"
"Sora.. Kamu sakit, ayo minum"
"Sudah aku bilang, aku baik-baik saja"

Tanpa sengaja aku menjatuhkan susu yang diseduh untuk aku , Kairi memungut pecahan gelas itu dengan pelan-pelan, aku terus memperhatikannya, aku jongkok dan membantunya.

"Maaf, aku agak emosi"
"Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf"
"Minta maaf untuk apa?"
"Aku tidak bisa membuat makanan bergizi untukmu, hingga kamu sakit seperti sekarang"
"Tidak, itu bukan salahmu..."

Aku menengok ke arah Kairi, ternyata tangannya terluka. Kairi berdiri dan pergi keluar untuk berjualan.

"Kairi tanganmu luka"
"Ya, aku tau, taka pa ini tak terlalu sakit"
"Tetapi..."
"Seharusnya kamu mengkhawatitkaan dirimu sendiri, jika kamu terlalu lelah maka serangan jantungmu pasti kambuh"
"Tidak akan"
"Kita tidak akan tau kapan kambuhnya, lebih baik kamu cuti hari ini, istirahatlah"
"Tidak bisa, jika tidak bayar hutang pada hari Minggu, kita bisa dibunuh"
"Tetapi kesehatanmu lebih penting"
"Sudahlah, aku mau kerja dulu"
"Hati-hati"

Aku mengendarai motor bututku, setelah sampai di tempat kerja aku segera bekerja. Aku selalu memikirkan Kairi, apakah dia baik-baik saja atau kah dia kelelahan? Dia tidak pernah memberitauku tentang kondisinya.

Sementara itu Kairi...

Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa aku tertidur di meja makan, lalu seseorang mengetuk pintu dengan kerasnya, aku membuka pintu dan ternyata rentenir...

"Apakah Sora ada?"
"Tidak dia sedang kerja"
"Bilang padanya, dia harus segera membayar hutangnya beserta bunganya"
"Pasti, kami pasti akan membayar"
"Kalian selalu bilang hal itu, tetapi mana? Belum dibayar, sekarang bayar dulu seadanya"
"Tapi uang ini untuk makan"
"Alah masa bodoh, cepat berikan!"
"Ini"

100 Munny melayang dari tangan Kairi seketika, para rentenir keluar dari rumah Kairi. Sedangkan Kairi hanya terdiam dan tak bisa berkata apa-apa. Begitu banyak beban pikiran dibenaknya.

"Kami akan makan pakai apa? Sudah tidak ada uang lagi"

Kairi pergi ke kamar tidurnya dan memegang foto Sora. Kairi selalu megingat masa-masa dulu, masih bahagia, belum ada beban pikiran, tiba-tiba saja "PRANG" Foto itu pecah seketika, sepertinya Kairi merasakan firasat buruk.

KRING…KRING…KRING

Kairi berlari mengambil telpon dan segera megangkatnya.

"Halo"
"Ya halo, ada keperluan apa menelpon saya?"
"Apakah anda dari keluarga Sora?"
"Ya, saya istrinya"
"Sora sedang berada di rumah sakit, keadaannya kritis"
"Baik saya akan segera kesana"

Dengan cepat Kairi berlari menuju rumah sakit, awalnya sudah lelah tetapi mengingat Sora, Kairi segara berlari kembali. Sesampainya di rumah sakit Kairi bertanya pada suster.

"Suster, kamar Sora ada dimana?"
"Ada di kamar no 788"
"Ada di lantai berapa?"
"Di lantai 2, tinggal naik tangga saja"
"Terima kasih"

Kairi berlari untuk pergi ke kamar no 788, disana dia melihat Sora, wajahnya tak sadarkan diri. Kairi menghampiri Sora dan memegang tangannya.

"Demi hutang, kamu rela mati-matian bekerja, hingga kamu sakit"

Tok..Tok..

"Dok, bagaimana keadaan Sora?"
"Keadaannya kritis, penyakit jantungnya kembali kambuh, harus dilakukan operasi"
"Apa, operasi?"
"Jika tidak bisa menimbulkan kematian"
"Tapi kami tidak punya uang"
"Maaf, tetapi hanya ini cara satu-satunya"

Kairi hanya bisa terdiam kembali, dan dia menengok ke belekang, melihat Sora yang tak sadarkan diri.

"Kamu slalu berkata, pasti ada jalan keluar, tetapi aku sudah tak percaya, apakah masih ada jalan keluar?"

Bersambung…

A/N : Thx udah mau membaca yah, RnR Please :D ( singkat aja )