"Ta—"

Ugh~ Kris mempercepat larinya untuk mengejar langkah kaki Tao yang begitu cepat. Dia ini perempuan atau bukan sih? Langkah kakinya besar-besar sekali.

"Tao!"

Ketika Kris hampir menggapai lengan Tao gadis itu malah berlari lebih cepat. Oh Yaampun. Beruntung Tao berlari kearah rooftop gedung sehingga Kris tidak perlu sulit mencarinya.

Kris mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Sebelum tangannya meraih gagang pintu dan membukanya. Menemukan sosok Tao yang tengah menekuk lututnya dengan kedua mata yang basah.

"Tao.."

.

.

.

"Ge, kau mau membawaku kemana?"

Yixing sedaritadi hanya pasrah tangannya ditarik oleh Junmyeon. Ia sendiri kaget kenapa tiba-tiba tangannya ditarik setelah kejadian tadi. Apa.. yang sebenarnya ada di pikiran Junmyeon?

Junmyeon terus melangkahkan kakinya menyusuri gedung SM. Saat menemukan tempat yang tepat Ia langsung masuk kesana dan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Lay. Ia mengatur nafasnya sebentar. Tidak jauh berbeda dengan Lay yang juga mengatur nafasnya saat ini karna bisa dibilang mereka jalan cepat tadi.

"Yixing~ah.."

Junmyeon masih tersengal. Tapi Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum manis sekali. Yixing berani bersumpah. Ini pertama kalinya dia melihat Junmyeon tersenyum setulus. Setampan. Dan semenenangkan ini. Entah ada apa tapi jantungnya serasa berdetak ratusan kali lipat saat Junmyeon mengucapkan kata selanjutnya.

"Mari kita lupakan masalalu kita masing-masing. Bisakah kita memulai semuanya dari awal?"

Dan.. ini pertama kalinya Yixing merasakan tummy nya tergelitik karna ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan memaksa untuk keluar.

Ini, perasaan apa? Yixing membutuhkan penjelasan sekarang.

.

.

.

"Ada masalalu apa.."

Tao menyeka airmatanya sendiri. Kemudian Ia menatap Kris "Ma-af.. m—mungkin a-aku lancang." Tao hendak meninggalkan Kris. Kalau dipikir-pikir untuk apa Ia menanyakan ini? Bukan haknya kan? Siapa dia? Tao merasa tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum. Kakinya serasa digerogoti secara perlahan dan nafasnya mulai tak beraturan.

Sebelum Tao benar-benar meninggalkan rooftop Kris menahan lengannya.

"A-akan kuceritakan—"

Kris menghela nafasnya.

"—secangkir starbucks coffee. Bagaimana?".

Tao memejamkan matanya. Berfikir. Apa harus mendengarkan Kris bercerita dengan konsekuensi perasaanya. Atau harus terus dihantui rasa penasaran. Tao menenggakan kepalanya kemudian mengangguk.

"Secangkir starbucks coffee, baiklah."

Tao berharap. Kafein yang dikandung Americano Coffee bisa menenangkan dirinya.

.

.

Flavor Of Love

Hold Your Tears

By diyayee

.

.

"Hey Kevin Li!"

Pria yang dipanggil Kevin tadi menolehkan kepalanya dan menemukan temannya sesama trainee memanggilnya.

"Ada apa?"

"Kau tidak akan menyangka. Management kita baru mengadakan audisi dan lihatlah beberapa Trainee barunya. Mungkin kita bisa mengencani salah satunya."

"Itu dilarang Management, Soo."

"Siapa peduli?"

Kevin hanya mengendikkan bahunya. Sudah biasa. SM management tempat Kris menjalani Trainee nya saat ini, memiliki peraturan tidak boleh menjalin hubungan sesama Trainee. Dan errgh banyak sekali yang melanggarnya. Ayolah. Peraturan ada untuk dilanggar kan? Lagipula yang dilarang itu menjalin hanya sekedar kencan kan tidak masalah. Basi.

Kevin mengikuti jejak temannya yang telah lebih dulu memasuki ruangan untuk para Trainee baru. Kebetulan sedang dalam sesi pengenalan. Tepat ketika Kevin mengikuti temannya matanya tidak bisa lepas dari sosok wanita yang tengah meliuk-liukan tubuhnya mengikuti instruksi Greg. Salah satu koreografer handal tempat Ia bernaung.

Bolehkah Kevin jujur? Ini pertama kalinya Ia begitu terpesona dengan sosok dihadapannya.

.

"Zhang Yixing, namanya Zhang Yixing. Kevin."

Kevin menganggukan kepalanya. Tidak butuh waktu lama untuk Kevin tahu nama wanita yang saat itu begitu menarik perhatian karna dipuji oleh Greg berulangkali. Zhang Yixing. Princees Changsa yang Ia ketahui akhir-akhir ini bahwa Ia dulunya seorang artis cilik.

Kevin membulatkan niatnya. Ia akan menyatakan cintanya pada Yixing. Apapun caranya.

.

"Yixing, boleh kita bicara?"

Kevin saat itu memberanikan dirinya untuk menyapa Yixing pertama kali, menyapa juga menyatakan perasaannya. Ia bukan tipe pria yang suka bertele-tele. Ia cukup percaya diri dengan kondisinya saat ini. Ia merasa Ia akan 100% diterima oleh gadis cantik dihadapannya ini. Siapa yang bisa menolak pesona seorang Kevin Li, sih?

"Ada apa?"

Kevin tersenyum. Ia mengajak Yixing ketempat yang lebih sepi. Ia benar-benar yakin. Ia menyatakan perasaanya.

"Aku mencintaimu, Yixing."

Yixing berjengit kaget. Ia tahu peraturan management melarang mereka untuk memiliki hubungan. Dan seorang Zhang Yixing sangat berambisius untuk bisas menjadi seorang artis terkenal. Tentu Ia tidak akan melanggar aturan managementnya. Tapi jika harus menyakiti hati pria dihadapannya, Ia tak sanggup.

"Terimakasih, err Kevin.. tapi maafkan aku, aku tidak bisa melanggar peraturan management."

.

Kevin tidak berhenti sampai disana, Ia selalu menyatakan cintanya untuk Yixing. Melakukan sesuatu yang bisa menarik perhatian Yixing, melindunginya ketika Ia mendapatkan sebuah masalah, tapi jawaban Yixing selalu sama.

"Terimakasih, Kevin. Terimakasih karna sudah mencintaiku."

Sampai akhirnya Kevin mulai merasa lelah. Dan Ia menyadari bahwa yang selama ini diucapkan Yixing hanya terimakasih, Ia tidak pernah membalas cintanya.

Tepat 2 tahun kevin terus mengejar Zhang Yixing. Ia memutuskan untuk menyerah.

.

"Aku tidak pernah tahu sebelumnya, bahwa nama gege itu kevin.."

Kris tersenyum. "semuanya terjadi sebelum kau datang, Tao."

"Kenapa Gege memutuskan untuk menyerah?"

Tao memperat pegangan tangannya pada cangkir kopi ditangannya. Ia berusaha menahan segenap air mata yang sudah ada diujung mata. Kris menyadarinya. Ia menyentuh tangan Tao yang lain dan menggenggamnya.

"Saat itu aku mendapat berita bahwa ayah dan ibuku bercerai. Dan ibuku memutuskan untuk menikah lagi. Aku merasa hidupku begitu hancur sampai akhirnya kau datang sebagai trainee baru dan menyembuhkan luka di hatiku, Tao."

Kris tersenyum, Tao benar-benar terbius karna senyuman Kris.

"When you believe, cinta sejati tidak selalu menjadi yang pertama, tapi kupastikan kau adalah yang terakhir dalam hidupku, so.. Would You be mine, Tao?"

.

.

"Jonginaa~"

Jongin mengulum senyumnya. Ia mempererat genggaman tangannya pada tangan Kyungsoo.

"Jonginaa~"

Kali ini Jongin mulai menampakan senyumnya. Astagaa~ Ia benar-benar tidak kuat!

"Jonginnnnnnnnnnnnn~~!"

"Kkay Do Kyungsoo, aku menyerah, ada apa?"

Mereka sedang berjalan-jalan melewati waktu sore, setelah Yixing dan Junmyeon menghilang begitu saja, dan Tao yang berlari member lainnya memilih untuk tidak mencampuri urusan mereka dan melakukan aktifitas masing-masing.

Kyungsoo menghirup udara disekitarnnya. Meskipun hanya berjalan-jalan ditaman gedung SM, ia sudah merasa senang sekali.

"Aku ingin menjelaskan sesuatu kepadamu."

Tangannya menarik Jongin untuk duduk di rumput taman. Jongin mengerutkan alisnya, tidak biasanya Kyungsoo seperti ini.

"Ini tentang kesalahpahaman kita,"

Rahang Jongin mengeras. Ugh~ kenapa Ia harus merasa marah lagi. Tubuhnya jadi tegang.

Kyungsoo menyentuh pipi Jongin dan membawa wajah kekasihnya untuk menatapnya.

"Junmyeon Hyung itu kakakku, Jongin~ah.."

Mata Jongin melebar, "A-apa? Ta-tapi kenapa?"

Kyungsoo mempoutkan bibirnya. "Kan, ini semua karna kau yang tidak mau mendengarkan penjelasanku, kau itu cemburu buta, Kim Jongin!"

"T-tapi bagaimana bisa?"

Kyungsoo menghembuskan nafasnya. Ia tersenyum. Akhirnya Jongin mau mendengarkan penjelasannya.

.

Kyungsoo ingat, saat itu Ia sedang sakit dan Ia tidak mau merepotkan Jongin yang sedang berlatih keras dengan Greg. Ia tahu kekasihnya begitu ambisius untuk menjadi seorang dancer, sama seperti Yixing Unnie. Dan Ia tidak ingin menjadi penghalang Kim Jongin untuk meraih cita-citanya.

Tubuhnya tidak enak, Kyungsoo benar-benar butuh bantuan, dan yang Ia pikirkan saat itu hanya satu orang, Kim Junyeon.. kakak tirinya..

Tidak ada yang mengetahui hal ini sebelumnya karna Kyungsoo dan Junmyeon memang menyembunyikan hubungan keluarga mereka.

Junmyeon merawat kyungsoo dikamarnya saat itu. dan bodohnya Junmyeon Ia tertidur saat itu. tepat ketika Jongin sedang khawatir karna kyungsoo tidak membalas pesan ataupun telfonnya. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar Kyungsoo dan menemukan Junmyeon tertidur dipinggiran ranjang Kyungsoo.

Entah karna terlalu lelah hingga emosinya memuncak Ia menghampiri Junmyeon dan menghajarnya habis-habisan.

"Demi Tuhan, Apa yang kau lakukan pada kekasihku, brengsek?!"

Kyungsoo masih ingat kata-kata Jongin yang membuat Ia terbangun. Matanya melebar begitu melihat Junmyeon sudah penuh luka.

"Apa yang kau lakukan, Kim Jongin?"

Jongin kaget, ini pertama kalinya Ia dibentak oleh Kyungsoo.

"Si brengsek ini mencoba melukaimu, Kyungsoo!"

"Aku berani bersumpah demi Tuhan dia bukan orang brengsek, Kim Jongin! Apa maksudmu dengan menghajarnya habis-habisan?"

Emosi Jongin semakin naik melihat Kyungsoo menghampiri Junmyeon dan berusaha membantunya.

"jangan membantunya, Do Kyungsoo.."

"tidak, Jongin, aku harus membantunya."

"lepaskan dia!"

Jongin menghempaskan tubuh Kyungsoo hingga terjatuh. Apa yang bisa dilakukan Junmyeon. Ia dalam kondisi setengah sadar disana. Entah Junmyeon yang terlalu baik hati sehingga Ia tidak mencoba melawan ataupun membalas pukulan Kai.

"Aku tidak suka pria kasar, Jongin. Aku membencimu."

Jongin merasa dirinya benar-benar dikhianati oleh Kyungsoo. Ia membalikan tubuhnya meninggalkan kamar Kyungsoo setelah sebelumnya berkata,

"Terserahmu, Kyungsoo.."

Setelah kejadian itu Kyungsoo tidak pernah menyapa Jongin lagi, dalam kon disi apapun. Hingga akhirnya Kai sadar, bahwa Ia kalah. Ia tidak bisa hidup tanpa Kyungsoo.

.

.

"ugh~ kau membuatku malu hyung.." Jongin mengusap wajahnya menahan malu, sementara Kyungsoo sudah tertawa lebar.

"Habiis, salahmu sendiri!"

Kyungsoo meninju lengan Jongin.

"Jadi.. apa yang harus kau lakukan sekarang, Tuan Kim?"

"Aku akan meminta maaf pada Junmyeon hyung dan meminta restunya nanti."

Kyungsoo tertawa. Ini baru Kim Jongin-nya.

"Aku senang mendengarnya, Jongin."

Jongin memeluk Kyungsoo dan mencium pucuk kepalanya.

"Terimakasih, Kyungsoo Noona. Aku benar-benar mencintaimu.."

"Nado.. Kim Jongin, Nado.."

.

.

.

"Kau mempermainkanku kan, gege?"

Yixing membuang pandangannya dari Junmyeon. Tidak, Ia tidak mau percaya begitu saja, bagaimana jika ternyata Junmyeon mempermainkannya? Memanfaatkannya yang tengah lemah karna perasaanya.

"Demi Tuhan, Aku serius dengan perkataanku."

Tanpa sadar Junmyeon mencengkram lengan Yixing keras, Ia merasa tersakiti dengan perkataan Yixing sebelumnya. Ia memandang Yixing yan g masih memalingkan wajahnya. Enggan menatap Junmyeon.

"A-aku hanya ingin membantumu, Yixing."

Junmyeon melepaskan cengkramannya dan berbalik membelakangi Yixing.

"T-tapi untuk apa? Gege tidak—"

Perkataan Yixing terpotong saat Yixing merasakan punggungnya menyentuh tembok. Matanya melebar begitu menemukan wajah Junmyeon tepat berada di depannya.

Junmyeon mengurung Yixing!

"Aku tahu, Yixing. Aku tahu."

Terdengar nada putus asa yang sangat kental di ucapan Junmyeon. Yixing tertegun. Apa yang harus dia lakukan..

"Cukup percaya padaku, Yixing.."

Seolah bisa membaca pikiran Yixing. Junmyeon melepaskan kurungannya dan menggenggam kedua tangan Yixing.

"Kumohon jangan buang lagi air matamu untuk Pria yang tidak mencintaimu, Yixing."

"Tapi—"

Yixing bingung. Ia memalingkan wajahnya kemudian menatap Junmyeon. "Bagaimana Kyungsoo? Aku tahu selama ini kalian dek—"

Junmyeon tersenyum. "Yixing itu adikku, maksudku—kami saudara."

Junmyeon benar-benar gamblang. Ia tidak bertele-tele sedikitpun dalam mengutarakan maksudnya. Astagaa~! Yixing benar-benar kaget!

Mungkin memang terlalu cepat untuk Junmyeon memutuskan perasaannya. Tapi Ia sangat yakin dengan perasaanya.

"Aku mencintaimu, Yixing.."

.

.

Luhan menatap sebal pria dihadapannya. Senyumannya begitu menyebalkan. Setelah diterangkan secara detail konsep seperti apa di MV baru mereka, dan juga scene apasaja, Luhan benar-benar pusing memikirkannya. Ia tambah sebal melihat maknae EXO-M itu terus tersenyum menang. Masalahnya, ada satu scene yang.. entahlah. Luhan benar-benar pusing.

"Sehun, berhenti mengukir senyum bodohmu itu!"

Kata-kata Luhan membuat Sehun menghentikan senyumannya. Ia menatap Luhan yang kemudian berjalan lebih dulu di depannya.

"Aku kan hanya senang, Noona."

Sehun tersenyum mengejek ke arah Luhan. Membuat Luhan memutar bola matanya.

"Kau yakin akan melakukan scene itu?"

"Tentu saja, kenapa tidak? Noona keberatan?"

Luhan terdiam. Ia meninggalkan Sehun lebih dulu untuk ke kantin. Perutnya benar-benar lapar. Lebih memilih mengabaikan Sehun. Hah! Kenapa Ia memikirkannya berat sekali, sih?

"Noona! Lu—"

Ucapan Sehun terhenti saat Ia melihat seseorang mencegat Luhan Noona-nya.

Shim Changmin. Seniornya di TVXQ .

ck! Ia berdecak sebal.

"Untuk apa si tiang listrik bersuara cempreng itu menghampiri Luhan Noonaku, eh?"

Ya Oh Sehoon, seandainya Shim Changmin benar-benar mendengar ucapanmu barusan dapat diyakini 100% kau sudah habis!

Sehun tadinya ingin menghampiri Luhan dan Changmin, tapi terhenti saat melihat senyuman Luhan yang begitu tulus untuk Sunbae mereka itu.

Sehun mendesah. Mungkin Ia memang tidak memiliki kesempatan. Ia tersenyum miris kemudian berbalik untuk pulang ke dorm. Lebih baik minta Kyungsoo Noona/ Lay Noona saja untuk memasakannya sesuatu. Daripada harus melihat pemandangan yang menyesakkan.

Luhan memang tidak mungkin untuk Sehun gapai. Kiss scene di MV terbaru mereka pun, mungkin Sehun akan menolaknya seperti Luhan. Ia tidak akan mengejar Luhan Noona lagi. Haah~

Sementara tanpa Sehun sadari Luhan menengok kebelakang dan menatap kepergian Sehun. "Kenapa Ia malah pulang?"

"Luhan, Ayo kita makan."

"E—eh Iya Sunbae. Silahkan."

Luhan menghembuskan nafasnya. Sesuka Sehun sajalah.

.

.

.

Baekhyun sedang berkelilin g gedung SM usai makan tadi. Iseng saja sih, habis Ia kan tidak ada kerjaan.

Baekhyun sesekali menyapa staff yang Ia temui. Ia berpisah dengan member lainnya. Xiumin Unnie bilang dia ada janji ke gym dengan Chen Oppa. Mungkin untuk program dietnya. Uuh kasihan sih.. Kai dan Kyungsoo pergi entah kemana, dan Chanyeol..

Entahlah, Baekhyun dengar tadi Ia ada janji dengan seseorang. Entah siapa.

Baekhyun merasa bosan juga lama-lama terus berjalan tanpa arah seperti ini. Ia memutuskan untuk pulang. Tapi langkahnya terhenti saat menemukan salah satu ruangan practice dance yang menampakan bayangan yang Ia kenal.

Itu..

Chanyeol kan?

Untuk apa Ia disana?

Baekhyun tidak akan merasa aneh ketika lampu ruang practice dance itu menyala. Atau terdengar suara dentuman musik. Ia pasti akan mengira bahwa Chanyeol sedang ikut berlatih atau memberi pengarahan pada hoobaenya. Tapi ini..

Ruangan itu tanpa penerangan sama sekali. Bukan karna SM tidak memiliki biaya untuk membeli lampu, tapi memang lampunya sengaja tidak dinyalakan. Tapi, untuk apa?

Baekhyun bermaksud menghampiri Chanyeol. Yaah iseng dengan mengagetkannya tidak apa=apa kan'?

"Chanyeol Oppa.."

DEG

Langkah Baekhyun terhenti. Dengan gerakan cepat Baekhyun langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik pintu.

Itu.. Kim Hyejin, kan?

Baekhyun bisa melihat dengan jelas Chanyeol tersenyum. Senyum yang begitu Baekhyun sukai.

"Ne. Hyejin~ah. Ada apa kau memanggilku kemari?"

Baekhyun mempertajam pendengarannya. Otaknya terus mengirimkan aura negatif yang membuatnya berfikir macam-macam. Untuk apa mereka bertemu di tempat gelap seperti ini. Dan kenapa Chanyeol mau memenuhi panggilan Hyejin?

Dan.. Byun Baekhyun, Kenapa hatinya terasa begitu sakit?

"Bodoh, Byun Baekhyun bodoh.."

Baekhyun tersenyum "ha ha ha ha—huks"

Baekhyun tertawa, tapi kenapa Ia meneteskan air mata? Tangannya memukul-mukul dadanya.

"Tuhan, kenapa begitu sakit?"

Ia bergumam kemudian meninggalkan tempatnya berdiri tadi. Melihat Chanyeol berpelukan dengan Hyejin sudah cukup untuk Baekhyun.

.

.

.

Xiumin tidak pernah tahu sebelumnya bahwa Chen memiliki banyak kenalan wanita dengan tubuh yang bagus.

Kenapa aneh sekali Xiumin menjabarkannya. Ia sengaja memaksa Chen untuk menemaninya ke gym. Ia ingin kurus. Dan management masih menuntutnya untuk itu. Chen mau tidak mau menuruti keinginan Xiumin.

Dan sekarang Xiumin dibuat kaget oleh Chen.

"Noona, ayo aku kenalkan dengan salah satu instruktur disini."

Chen tersenyum kearah Xiumin, Ia membawa Noonanya untuk bertemu dengan Haekyung, salah satu instruktur wanita disana.

"Haekyung~ah, ini Xiumin Noona. Ia membutuhkan bantuanmu dan kuharap kau bisa membantunya."

Haekhyung mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Xiumin, wanita dihadapannya cantik. Dengan tubuh yang bagus pula. Ugh~ Xiumin sedikit minder.

"Senang berkenalan denganmu, Xiumin."

Xiumin mengangguk. "Senang berkenalan denganmu, Haekyung."

"Baiklah, mungkin kalian bisa mengobrol untuk sementara waktu, aku beli minum dulu, oke?"

Chen menepuk bahu kedua temannya dan pergi untuk membeli minum. Xiumin canggung, Haekyung terkekeh.

"Tidak perlu canggung seperti itu, Xiumin~ah."

Haekhyung mengajak Xiumin untuk duduk.

"Jadi, apa yang membuatmu ingin –err maaf, kurus Xiumin~ah?"

Xiumin mengulum senyumnya. " Management menuntutku untuk itu semua."

Haekhyung mengangguk lalu terkekeh kecil "Sulit juga ya jika menjadi artis." Entah Xiumin yang berlebihan atau bagaimana, tapi nada bicara wanita dihadapannya ini terdengar mengejek sekali.

"Aku kagum denganmu."

Xiumin menatapnya bingung karna wanita cantik dihadapannya ini menatap dengan sinis. Ia membisikan sesuatu pada Xiumin.

"Kalian sudah membicarakan jadwal?"

Xiumin tidak mengerti, tapi ketika Chen sudah kembali dengan tiga minuman di tangannya Ia masih space out.

Samar-samar Ia masih menyadari bahwa Haekhyung mengucapkan 'ya' untuk pertanyaan Chen tadi. Xiumin merasa otaknya tiba-tiba melambat untuk menerima informasi. Bisikan Haekhyung tadi membuatnya tidak bisa berfikir jernih.

"tapi maaf –aku dan Chen memiliki hubungan khusus."

Dan ketika Xiumin kembali sadar Ia melihat Chen sedang mengelus sayang kepala Haekyung.

Oh.

Baiklah.

.

.

.

Hari semakin malam, semua member sudah kembali ke dorm terkecuali dua orang. Junmyeon dan Yixing belum kembali sedari tadi. Meninggalkan Kyungsoo yang harus membuat makan malam sendiri.

Jam dinding di ruang tengah sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Dan dorm sudah sepi. Ini hal yang anomali mengingat mereka terbiasa tidur diatas jam sebelas malam.

Baekhyun langsung mengurung diri di kamar begitu sampai di dorm, Xiumin melakukan hal yang sama. Yang makan malam bisa dihitung jari oleh Kyungsoo. Hanya Luhan, Chanyeol, Chen, dirinya dan Jongin. Sisanya entah kemana.

Kris dan Tao kembali setelah mereka selesai makan malam. Keduanya kembali ke kamar tanpa makan malam. Entah karna sudah atau memang mereka tidak makan. Entahlah Kyungsoo tidak mengerti.

Dan Kyungsoo masih duduk diruang tengah sendirian menunggu 'Oppa' nya pulang. Ah dan unnienya juga. Ia jadi penasaran. Kenapa tiba-tiba Junmyeon Oppa menarik lengan Yixing. Apa Ia cemburu?

kyungsoo terkekeh sendiri diantara keheningan malam. Aigoo~ Oppanya sudah jatuh cinta-kah?

Meskipun mereka hanya saudara tiri tapi Kyungsoo sangat mengerti Junmyeon. Begitupun sebaliknya. Dan—

TINGTONG~

Kyungsoo tersentak. Ia melihat jam dinding pukul setengah sebelas malam.

"Sia—"

"Astaga! Junmyeon Oppa! Yixing Unnie kenapa?"

Kyungsoo tersentak saat melihat Yixing ada digendongan Junmyeon. Tanpa menjawab Kyungsoo Junmyeon masuk kedalam dan mendudukan Yixing di sofa ruang tengah. Meninggalkan Kyungsoo yang masih kebingungan.

"Unnie tidak apa-apa?"

Kyungsoo duduk disebelah Yixing,

Yixing tersenyum kecil. "Gwaenchanayo Kyungsoo."

Kyungsoo memperhatikan kondisi Yixing, ada noda kotor dibaju yang Ia kenakan, apa Yixing barusaja terjatuh?

Setelah Junmyeon melepaskan sepatunya Ia datang menghampiri Yixing, membuka mantel yang dikenakan Yixing sambil mengomel.

"Kyungsoo, lain kali ajarkan unniemu ini cara turun dari mobil yang benar—"

Selasai membuka mantel Yixing, Junmyeon melepaskan sepatu yang dikenakan Yixing dan membuka Kaos kakinya. Yixing hanya pasrah sambil sesekali tersenyum kecil karna omelan Junmyeon.

"—Kau tidak tahu betapa berbahayanya hal tadi, Kyungsoo kalau kau melihatnya aku yakin ak- Astagaa~ lihat, bengkak Yixing!"

Kyungsoo menatap Yixing dan dibalas gelengan kepala Yixing yang membuat keduanya terkekeh.

"Aku sudah tenang kalau kalian berdua sudah pulang, Oppa, Unnie."

Junmyeon menghela nafasnya. Ia kemudian tersenyum kecil dan mengelus rambut Kyungsoo. "Sudahlah, kau istirahat saja sana. Unniemu biar Oppa yang mengurus."

Kyungsoo mengangguk, sebelum kembali ke kamar tiba-tiba Ia teringat sesuatu.

"Ohiya, Oppa, besok Jongin mau bicara katanya.."

Junmyeon mengacungkan jempolnya ke arah Kyungsoo yang dibalas kekehan kecil Kyungsoo.

"Baiklah, selamat malam Oppa, unnie.."

Yixing menjawab dengan suara lemah. "Malam, Kyungsoo.."

Junmyeon menatap kedua kaki Yixing. Aigoo~ benar-benar..

Tanpa banyak bicara Junmyeon pergi kedapur meninggalkan Yixing yang tersenyum sendiri. Ia merasa tersentuh dengan perlakuan Junmyeon.

Junmyeon kembali dari dapur sambil membawa air hangat untuk membasuh kaki Yixing yang bengkak karena terjatuh kemudian berjongkok dihadapan Yixing dan membawa kedua kaki Yixing untuk dibasuhnya.

Yixing rasanya ingin menangis karna terharu.

Ini pertama kalinya Ia diperlakukan selembut ini.

Junmyeon mengusap kaki Yixing. Selesai dibasuh Ia membawanya untuk kemudian dikeringkan dengan handuk. Yixing benar-benar merasa diperlakukan begitu istimewa oleh Junmyeon, haruskah.. Ia ingin memantapkan hatinya untuk Junmyeon.

Ya...

Yixing tidak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya.

Hold your tears
put your worries behind
the time has come
to be with me
so you can feel

Yixing tidak tahu bagaimana awalnya hingga sekarang Ia sudah berada dalam pelukan Jumyeon. Jemari lentiknya melingkar sempurna di leher Junmyeon. Hingga hidungnya bisa bersentuhan langsung dengan hidung Junmyeon.

show your smile
put your worries behind
now take my hand
and feel my heart
so you can see

rengkuhan Junmyeon di pinggangnya membuat Yixing merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Junmyeon merengkuhnya posesif. Seolah berkata 'Ini Yixingku, dan jangan ada yang menyentuhnya.' Spekulasi yang berlebihankah? Yixing juga tidak mengerti kenapa Ia bisa berfikir seperti itu, ini semua karna Junmyeon. Karna laki-laki dihadapannya ini.

and i wanna feel this way
if i haven't fallen in love
would you stay with me tonight?
so there are no more goodbyes
can you ever understand?
how you're always in my heart
put your arms around my soul
til i get to you

Yixing tidak tahu Junmyeon sedang menyenandungkan lagu, kata-kata yang Junmyeon ucapkan berm aksud menenangkan dirinya. Kata-kata yang diungkapkan dengan nada, Yixing mengerti kata-kata yang sedang Junmyeon lantunkan. Yixing tidak bodoh dalam bahasa Inggris.

dance now (hold your breath)
don't you cry (don't you cry)
take my hand,
hold your breath,
the night is young
dance now (hold your breath), show your smile(show your smile)
take my hand,
hold your tears,
the love is young

Yixing baru benar-benar sadar yang Junmyeon lantunkan adalah sebuah lagu ketika kakinya berada di atas kaki Junmyeon (karna kaki Yixing bengkak sehingga Junmyeon menaruh kedua kaki Yixing diatas kakinya) lagu tanpa musik. Dan mereka sedang berdansa tanpa musik. Hanya lantunan ringan dari suara lembut khas Kim Junmyeon yang menemani dansa mereka. Yixing menutup matanya dan merasakan hembusan nafas Junmyeon yang teratur di wajahnya.

(du du du du du
du du du du du
du du du du du
du du du dum)

(Hold your tears english ver by Clazziquai Project)

setelah lantunan Junmyeon berakhir Yixing membuka matanya dan menemukan wajah Junmyeon yang sedang tersenyum.

the love is young.

Yixing menyadari bait terakhir yang Junmyeon nyanyikan.

Ya, cinta mereka masih terlalu awal untuk Yixing sadari. So..

"Sudah malam, Chagi.. sebaiknya kita pergi tidur."

Junmyeon mengangkat tubuh Yixing yang ada dalam pelukannya dan naik ke lantai atas untuk tidur.

"pastikan kau langsung tidur tidak lama setelah aku menutup pintu, kkay? Jjaljayo."

Yixing menganggukan kepalanya saat Junmyeon mengusap rambutnya. Astagaa~ tepat ketika pintu tertutup terdengar, Junmyeon menutup wajahnya dan Yixing menggulingkan tubuhnya

"Apa yang sudah aku lakukan?"

keduanya menyentuh dadanya dan merasakan debaran jantung yang luar biasa.

.

.

.

Junmyeon kembali ke kamarnya. Begitu menutup pintu Ia mendengar suara rintihan kecil. Sedikit aneh tapi.. rintihan?

Mencoba mengabaikannya dan pergi ke ranjangnya. belum sempat Ia merebahkan tubuhnya,

DDUK DDUK

"SUHO HYUNG! SEHUN!"

Terdengar suara Jongin dari luar, Junmyeon langsung terbangun dan membuka pintu menemukan Jongin yang panik.

"Sehun, hyung.. aku tidak tahu dia kenapa, tapi dia terus merintih kesakitan.."

TBC

Next chap:

"kau bodoh sehunnie!"

"asal kau berjanji menjaganya.."

"Jie, aku ingin bertukar roomate."

"tapi.. kenapa?"

"dimana semangatmu? Eoh? Kau harusnya bisa mengalahkanku, Xiumin.."

"Kuharap kau bisa menjaga Yixing, Junmyeon~ah.."

"benar kan dugaanku, gege belum melupakannya sepenuhnya.."

"Asal kau tahu, Tao.. aku sudah punya Junmyun gege sekarang.."

"Aku benci Chanyeol.."

...

APAAN SIH LO AUTHOR AH BUSUK HAHAHA XDD duh maafkan akyuuu baru bulukan kali ya? Lol Gamau banyak ngomong ah, yang pasti ini jelek banget u.u chap ini fokus ke sulay, chap depan siapa yaa? Hehe KAW ah Kumaha Author Weh lol

BIG BIG THANKS SEKALII really lafyu to all who review, subscribe, favorite duh saya bahagia ;_;

Dan.. maafkan saya gabisa nyebut nama kalian satu-satu. insyaAllah chap depan syekalian bales review hehehehe

ILYSM mind to review? ^^