DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.

Catatan Author: Ding ding ding! Akhirnya saya punya kesempatan untuk mengupdate lagi!

Chapter yang satu ini (juga) akan menceritakan tentang apa yang terjadi di episode-episode awal Motto Ojamajo Doremi, sama halnya dengan yang ada di fic OLS sebelumnya, jadi… *garuk-garuk kepala karena nggak tahu lagi apa yang harus diomongin disini*

Well then, here we go!


Onpu's Life

.

Chapter 6 – Annoying but Friendly


'Ukh, apa-apaan sih dia itu? Aku kan baru pertama kali memotong coklat, jadi wajar saja kalau aku tidak bisa. Kenapa dia malah berkata seperti itu sih?'

Dengan kesal Onpu melangkahkan kakinya, pulang menuju ke rumahnya, sambil terus memikirkan tentang apa yang terjadi di Maho-dou beberapa menit yang lalu.

Ya, sekarang Onpu memang masih mengurusi Maho-dou bersama Doremi, Hazuki dan Aiko, tapi apa yang akan dijual oleh mereka disana bukanlah tanaman bunga atau karangan bunga lagi, melainkan penganan manis seperti kue, coklat dan permen.

Sehari sebelum hari pertama mereka masuk sekolah, Jou-sama memanggil mereka ke Majokai dan memberitahu mereka bahwa mereka diberi kesempatan sekali lagi untuk menjadi majominarai. Mereka akan mendapatkan kristal sihir baru jika mereka berhasil lulus dalam ujian membuat kue dengan enam penyihir senior sebagai jurinya. Itulah yang menyebabkan mereka mengubah Maho-dou menjadi toko kue bernama Sweet House Maho-dou.

Karena mereka belum bisa membuat kue, Jou-sama memperkenalkan Onpu, Doremi, Hazuki dan Aiko dengan seorang majominarai baru dari Amerika yang juga akan bergabung dengan mereka mengurus Maho-dou dan mengikuti ujian membuat kue itu, yang bernama Asuka Momoko. Ia juga yang akan mengajari mereka cara membuat kue.

Dalam keseharian mereka, Momoko adalah teman sekelas baru Doremi di kelas 5-1, sedangkan Aiko, Hazuki dan Onpu berada di kelas 5-2.

Sampai hari ini, Sweet House Maho-dou memang masih belum dibuka, tapi tetap saja mereka harus datang ke sana setiap hari untuk mempersiapkan pembukaan toko itu. Setidaknya, mereka harus dapat menguasai beberapa resep dasar kue, coklat dan permen sebelum membuka toko itu, karena kali ini, mereka harus memasak semua penganan manis itu sendiri.

Beberapa menit yang lalu, Momoko memberi pengarahan kepada Onpu, Doremi, Hazuki dan aku Aiko tentang pentingnya ukuran bahan yang tepat dalam membuat kue. Setelah itu, ia membagi tugas untuk mereka: Aiko mengayak tepung, Doremi menyalakan cooking stove, Hazuki menyiapkan telur dan Onpu memotong coklat masak.

Masalahnya, Onpu belum pernah memotong coklat sebelumnya. Karena itulah, ia merasa kesulitan saat memotong sebongkah coklat masak yang keras itu. Sementara Hazuki juga merasa kesulitan saat harus memecahkan telur yang harus disiapkannya.

Momoko lalu menegur mereka dengan tegas. Ia berkata kepada Hazuki bahwa lebih baik Hazuki bersih-bersih saja daripada harus ikut memasak kue di dapur. Ia juga berkata kepada Onpu bahwa memotong coklat itu sebenarnya hal yang mudah dan tidak perlu dibuat susah.

'Aku tidak akan mungkin sengaja membuat hal yang mudah dilakukan menjadi susah dilakukan. Lagipula, apa untungnya aku melakukan hal itu? Potongan coklat masak itu memang sangat keras kok. Aku juga baru sekali ini mencoba memotong coklat…'

'Kalau aku sudah terbiasa, nanti aku juga akan bisa melakukannya. Aku pasti akan bisa memotong coklat itu nanti, bahkan… aku akan melakukannya dengan lebih baik ketimbang Momo-chan.'

'Baiklah, kurasa… mulai sore ini, aku akan berlatih memotong coklat sendiri di rumah,' pikir Onpu yang sekarang sudah sampai di rumahnya, 'Setidaknya, Momo-chan sempat memperlihatkan cara memotong coklat yang benar padaku, saat dia menegurku seperti itu.'

Onpu lalu teringat kalau sebelum ia memutuskan untuk pulang dari Maho-dou tadi, Momoko sempat menyuruhnya untuk mencoba memotong coklat lagi dengan melakukannya seperti apa yang dicontohkan oleh gadis bermata hijau itu.

'Ya… kurasa aku tidak perlu marah terhadap Momo-chan seperti ini juga sih. Aku dan yang lainnya memang harus mempelajari ini semua hanya dalam waktu beberapa hari. Kalau tidak begitu, kapan kami akan membuka Sweet House Maho-dou? Kalau pembukaan Sweet House Maho-dou diundur terus, kapan kami akan siap untuk ikut pattissier shiken? Pasti Momo-chan menegurku, juga Hazuki-chan, karena ia memikirkan hal itu, karena ia memikirkan tentang kesiapan kami mengikuti pattissier shiken.'

'Aku akan menganggap teguran Momo-chan sebagai semangatku untuk berlatih memotong coklat. Kalau bisa, mulai malam ini, aku harus sudah bisa melakukannya dengan benar. Aku harus tunjukkan kepada Momo-chan kalau aku juga bisa memotong coklat itu dengan benar seperti dia.'

Dan karena itulah, sore itu Onpu menghabiskan waktunya dengan berlatih memotong coklat masak di dapur rumahnya. Dengan mengingat-ingat cara memotong coklat yang diperagakan oleh Momoko, Onpu terus mencoba memotong sepotong besar coklat masak yang tersedia di dapurnya, sampai pada akhirnya ia bisa melakukannya dengan sempurna.

'Besok, aku akan menunjukkan hal ini kepada Momo-chan dan yang lainnya,' pikir Onpu, 'Momo-chan, terima kasih ya, atas tegurannya. Aku tahu kau melakukan itu karena kau peduli padaku, juga yang lainnya. Sekarang, aku tidak marah padamu lagi, karena aku tahu bahwa kau bermaksud baik.'

.

Keesokan paginya, di sekolah...

Momoko mendatangi Hazuki dan Onpu untuk meminta maaf. Aiko menolongnya sedikit dengan berkata, "Sekarang ia sudah menyadari kesalahannya."

"Maaf ya, kemarin aku menangis, tapi karena perkataanmu juga, aku jadi ingin belajar memecahkan telur dengan benar, dan sekarang aku bisa melakukannya," sahut Hazuki.

"Iya. Semuanya sudah beres kok." Doremi mengiyakan.

Momoko lalu mengalihkan mukanya kepada Onpu.

"Ah, yang kemarin itu sebenarnya aku tidak marah kok. Tidak ada yang perlu dimaafkan," jawab Onpu yang kemudian menambahkan dalam hati, 'Lagipula, aku tahu kalau kau sebenarnya bermaksud baik. Justru… kau menegur kami karena kau perhatian kepada kami.'

Momoko kemudian tersenyum dan berterima kasih kepada mereka berdua, karena mereka telah memaafkan kesalahannya kemarin.

Sorenya, Hazuki dan Onpu sama-sama membuktikan kepada Momoko bahwa mereka akhirnya bisa melakukan apa yang sebelumnya tidak bisa mereka lakukan, dan semua itu (secara tidak langsung) juga dapat terjadi karena teguran dari Momoko kemarin, walaupun pada awalnya mereka tidak menerima teguran itu dengan baik dan menganggapnya kasar.

Sejak saat itu, mereka berlima terus berusaha agar mereka dapat menjadi lebih mampu lagi dalam membuat bermacam-macam kue.

'Kau memang menyebalkan pada awalnya, tapi sekarang, aku tahu kalau kau tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Kau juga sahabat terbaikku, Momo-chan, sama seperti yang lainnya…'


Catatan Author: Nyaaah, akhirnya saya hanya bisa menulis tentang ini saja disini… *pundung*

Padahal sih, awalnya saya mau nulis banyak hal disini, tapi karena saya kekurangan ide untuk milih kata-kata yang tepat, jadi… hanya segini yang bisa saya tulis. Semoga readers nggak kecewa ya? ^^

RnR please? (but remember, no spam)