DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.

Catatan Author: Sampai di chapter 8!

Nah, chapter 8 ini akan menggabungkan semua fic yang ada di 'Ojamajo's Life Series' menjadi satu kesatuan (terutama di semua chapter terakhirnya). Kira-kira, apa jawaban Onpu atas surat yang ia terima dari Momoko? Bagaimanakah kelanjutan dari percakapan telepon antara Doremi dan Onpu? Bagaimana pula dengan kunjungan Aiko ke rumah Hazuki? Sebenarnya, apa isi dari amplop yang Onpu kirimkan untuk Hazuki? Dan apa rencana Onpu supaya mereka berlima dapat bertemu kembali? Semuanya akan terjawab disini.

Well, let's check it out!


Onpu's Life

.

Chapter 8 – My Plan for Our Meeting


Keesokan harinya, setelah percakapan telepon antara Doremi dan Onpu…

Tok tok tok…

Seorang wanita muda berambut ungu pendek sedang mengetuk pintu depan sebuah rumah. Tak lama kemudian, seorang wanita muda bermata hijau seusianya membukakan pintu tersebut untuknya.

"Ah, Onpu-chan!" seru sang pemilik rumah, "Jadi… kau serius ingin mendatangkan mereka kemari hari ini?"

"Iya, Momo-chan. Aku yakin, mereka semua di Misora pasti akan langsung menerima tiket itu, dan akan langsung ke bandara untuk menggunakannya. Mereka pasti akan datang," jawab Onpu yakin, "Karena itulah, aku ingin kau juga ikut menjemput mereka di bandara bersamaku."

"Mereka semua di Misora? Memangnya Ai-chan pindah lagi ke Misora?" tanya Momoko, "Sekarang, aku jadi takut kalau-kalau dia tidak menerima surat dariku tiga minggu yang lalu…"

"Bukan begitu, Momo-chan. Doremi-chan bilang kalau hari ini, Ai-chan akan berkunjung ke rumah Hazuki-chan, jadi tiket milik Ai-chan juga ikut kukirim ke rumah Hazuki-chan," ralat Onpu, "Lagipula, kau sendiri kan juga sudah bilang padaku, kalau Ai-chan adalah orang pertama yang mengirimkan surat balasan untuk suratmu, artinya kan… dia menerima suratmu itu, Momo-chan."

"Ah, benar juga ya? Aku lupa," ujar Momoko sambil menepuk dahinya, "Tapi tadi kaubilang… kau mengetahui itu semua dari Doremi-chan? Kapan kau berbicara dengannya, Onpu-chan?"

"Kemarin, saat dia meneleponku," sahut Onpu, "Dia juga sudah tahu kalau aku mengirimkan tiket pesawat untuk mereka…"

Flashback

"Eh? Jadi itu rencanamu, Onpu-chan?" sahut Doremi saat Onpu memberitahukan kepadanya tentang apa yang ia rencanakan, "Kau mengirimkan tiket pesawat untukku, Hazuki-chan dan Ai-chan, supaya kami bisa pergi ke New York dan bertemu denganmu dan Momo-chan?"

"Iya. Semuanya akan kukirimkan ke rumah kalian masing-masing. Kalau tiket itu sudah sampai, aku ingin kalian bertiga langsung menggunakannya untuk datang kemari," jelas Onpu.

"Ai-chan juga kausuruh untuk berangkat dari bandara internasional Tokyo?"

"Iya." Onpu menghela napas, "Aku tahu ini kedengarannya aneh, tapi…"

"Aku tidak merasa ada yang aneh. Setidaknya Ai-chan bisa berangkat ke bandara bersama Hazuki-chan besok, dengan catatan, kau juga mengirimkan tiket pesawat Ai-chan ke rumah Hazuki-chan."

"Eh? Tiket Ai-chan dikirimkan ke rumah Hazuki-chan?" tanya Onpu tidak mengerti, "Apa maksudmu, Doremi-chan? Memangnya Ai-chan sedang menginap di rumah Hazuki-chan?"

"Tidak sih. Sebelum aku meneleponmu, aku menelepon ke rumah Ai-chan, dan dia bilang, dia ingin berkunjung ke rumah Hazuki-chan besok," jawab Doremi, "Kurasa, dia akan berada disana sampai sore hari."

End Flashback

"Jadi begitu…" ujar Momoko setelah mendengar penjelasan dari Onpu mengenai percakapannya dengan Doremi di telepon kemarin, "Kurasa… dia berpikir untuk menelepon kalian setelah ia menulis surat balasan untuk suratku. Aku baru saja membaca surat itu tadi, sebelum kau datang kemari."

"Mungkin saja," sahut Onpu, "Jadi, Momo-chan, kira-kira apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut mereka? Apa kita perlu membuat kue untuk mereka?"

.

"Jadi, sekarang… kau akan ke bandara? Tidak ikut merayakan kemenangan timku dulu?"

"Iya, Tetsuya. Aku harus pergi ke sana. Tidak apa-apa kan?"

"Boleh saja. Sampaikan salamku untuk mereka ya?"

"Oke," sahut seorang wanita muda berambut merah panjang sambil berjalan keluar dari sebuah stadion sepak bola. Ia kemudian berkata kepada seseorang yang berbicara padanya tadi, "Sampai jumpa minggu depan, Tetsuya."

Wanita itu lalu memanggil sebuah taksi lalu menaiki taksi tersebut menuju ke bandara internasional Tokyo.

'Aku harus cepat sampai ke bandara,' pikirnya, 'Ini kesempatanku untuk bertemu dengan mereka lagi.'

Setibanya di bandara, wanita itu bertemu dengan dua sahabat baiknya yang juga akan berangkat menuju New York.

"Hazuki-chan! Ai-chan! Kalian sudah tiba di bandara duluan rupanya," ujar wanita itu.

"Ah, Doremi-chan, senang bertemu denganmu lagi!" sahut salah seorang dari mereka yang bermata biru, "Bagaimana? Apa tim Kotake menang lagi hari ini?"

"Ngg… iya, Ai-chan."

"Baiklah, sekarang… kita tinggal harus menunggu disini sampai tiba waktunya kita untuk berangkat," sahut yang seorang lagi, yang mengenakan sebuah kacamata, "Selagi menunggu, bagaimana kalau kita mengobrol saja?"

"Boleh saja, Hazuki-chan," ujar Doremi, menyetujui perkataan Hazuki.

Mereka bertiga lalu mulai mengobrol, bercerita tentang apa saja yang terjadi dalam kehidupan mereka selama ini, selama saat-saat dimana mereka tidak bisa saling bertemu satu sama lain (kecuali mungkin untuk Doremi dan Hazuki karena mereka terkadang bekerja di tempat yang sama, sebagai musisi), sampai pada akhirnya, mereka memasuki pesawat menuju ke New York.

Setibanya di bandara, kedatangan Doremi, Hazuki dan Aiko disambut oleh Onpu dan Momoko, yang kemudian mengajak mereka bertiga untuk ikut berkumpul di rumah Momoko.

.

-Momoko-

Jangan lupakan orang-orang yang telah berjasa dalam hidupmu, dan juga, jangan pernah menyerah menghadapi apapun!

.

-Doremi-

Tinggalkan masa lalu, jalani masa kini, songsong masa depan yang cerah! Jangan terpaku di tempat, dan selalu menjadi lebih baik di setiap harinya.

.

-Aiko-

Ambil semua kesempatan yang datang menghampirimu, dan jangan mengabaikannya, selagi kau tahu bahwa itu baik untukmu.

.

-Hazuki-

Lakukan apa saja sesuai kata hatimu, dan jangan mau terpengaruh oleh orang lain. Keputusan yang kauambil lahir dari pemikiranmu sendiri.

.

-Onpu-

Pengorbanan selalu diperlukan dalam kehidupan, dan tidak akan ada pengorbanan yang sepenuhnya memberatkan kita.

.

.

The End

.