Drabble Challenge!

Summary:

Kelakuan si kakak-beradik ini memang tidak terduga! Marilah kita melihat kegiatan mereka sehari-hari!

Disclaimer:
Bakusou Kyoudai Let's & Go!
Bakusou Kyoudai Let's & Go! WGP
Bakusou Kyoudai Let's & Go! MAX
Itu punya Tetsuhiro Koshita

Warning: Segala keanehan di fic ini hanyalah mengikuti skripsi Author, sedangkan yang melakukannya adalah seluruh peserta fic ini(?)

Up to Chapter 2: Go & Retsu's Story Part II


11. Hancur

Go kesal! Es krim-nya di makan oleh kakak semata wayangnya itu. Untuk balas dendam, Go pun sudah mempunyai 1001 rencana untuk membalas kakaknya. Dan jika es krim adalah benda kesayangannya, maka PERANGKO kakaknya harus ikut jadi korban! Diam-diam, Go pun mengambil buku koleksi perangko milik Retsu dan membawanya turun. Menuju ke dapur, mengambil blender dan memasukkan buku itu ke dalam blender, lalu menyalakan elektronik itu.

"Hei Go, kau melihat buku berwarna merah di atas mejaku?" tanya Retsu. Go yang sedari-tadi hanya tersenyum puas pun menunjukkan blender yang penuh dengan cairan bubur kertas. Retsu hanya geleng-geleng kepala. Ia pun menunjukkan apa yang dicari Go, yaitu buku koleksi perangko miliknya. Go hanya ternganga

"O_O kakak, itu kan koleksi perangkomu.." Go hanya terdiam.

"Dan yang ada di dalam blender adalah bubur kertas yang terbuat dari PR-mu sendiri"

Dan hancurlah perasaan Go hanya karena PR-nya hancur menjadi bubur.


12. Pergi

Belakangan ini, Go jadi tambah berisik. Kalau bukan karena A**** M**** keluar, gara-gara lagu baru AK***. Retsu yang sedang mengerjakan PR pun langsung menghampiri adiknya yang sedikit gila itu –Author langsung ditendang oleh Go-

Berdasarkan apa yang Author lihat dan dengar, Retsu langsung mendobrak pintu yang malang itu dan membuat seluruh penghuni rumah itu kaget nan terkejut. Namun yang ditemui Retsu disitu adalah Go yang entah sudah kemana, dan yang berbunyi dari kamarnya itu adalah kaset Yu** no K***.

"Go, kau pergi kemana!?" tanya Retsu.

Dan kepergian Go pun masih misterius..


13. Kibou (Harapan)

Go dan kakaknya memiliki harapan yang sama. Yap, bermain mini4wd, dan menuju kelas dunia. Namun, mereka harus mencapai impian itu secepat mungkin, sebelum mereka tua. Walaupun begitu, mereka tidak menyerah dengan mimpi mereka. Banyak halangan yang menghambat mereka untuk mencapai tingkat itu. Namun berkat WGP, langkah mereka untuk pergi ke impian mereka tidak jauh lagi. Malah lebih dekat dari seharusnya. Namun, Go masih memiliki satu harapan yang tidak akan pernah lenyap. Yaitu..

"BU GURU TAMAMI! AKU KAN SUDAH MENGERJAKAN PR-KU!" teriak Go kesal.

"Kau ini, kau meminta Retsu mengerjakan PR-mu lagi kan!? Ayo mengaku!" tanya bu guru Tamami.

"Aduhh! Bu guru, aku kan sibuk dengan persiapan WGP di Amerika!" kata Go kesal, ngelak juga.

"ERrrrrr… PERGI KE KORIDOR DAN BERDIRI DISANA!" teriak bu guru Tamami kesal.

Go langsung berdiri di koridor sambil bergumam, "kapan bu guru Tamami membiarkanku tidak mengerjakan PR" sambil pundung karena dimarahi lagi.


14. Budek

Jika Go mendapat hukuman berdiri di koridor, hal lain terjadi di kelas Retsu. Anak berambut merah yang sudah terkenal dengan kepintarannya itu belajar dengan baik di kelasnya, lain dengan adiknya yang suka tidur. Namun Retsu percaya, kalau Go pasti sudah kena hukuman berdiri di koridor dari bu guru Tamami. Terutama karena tulisan Retsu lebih rapi dari Go, dan tulisan Go itu sudah terkenal karena bentuknya yang seperti cakar ayam.

"Fuhh.. Go pasti kena hokum lagi.." gumam sang pimpinan TRF Victorys ini.

"Retsu, bisa kau lanjutkan?" tanya pak guru yang berada di depan kelasnya (Author gak tau namanya siapa). Namun yang ia dapatkan adalah kacang tanah seribu satu dari muridnya yang satu itu.

"Retsu?" sekali lagi ia dapat kacang.

"Ho..hoi, Retsu-kun? Retsu-kun!" panggil temannya Retsu kepada yang dituju. Namun ia juga mendapatkan kacang dari si rambut merah. Author udah nulis di fic Author yang lain, kalau Retsu bengong, dia jadi budek mendadak :/

"RETSU!" teriak yang lain, namun tetap tidak mendapat respon yang diinginkan. Akhirnya, dipilihlah cara yang tidak diinginkan, yaitu..

"KAKAK!" teriak Go dengan suara ultrasonic milik Retsu(?) Yang merasa dipanggil pun langsung melihat bingung ke arah adiknya yang saat ini sudah berada di sebelahnya.

"Lho? Go, ngapain kamu disini?" tanya Retsu kebingungan, namun adiknya lebih bingung lagi.

"Retsu, maukah kau berdiri di koridor dengan adikmu? *krek*" tanya guru Retsu, yang diikuti dengan penunjuk yang patah, dan muka Retsu sudah harap-harap cemas..

"Ba..baik.." jawab Retsu dengan cemas, dan langsung ia kerjakan.


15. Lesu

Go dan Retsu duduk dengan lesu di pojok koridor karena mereka berdua sudah lelah berdiri (gimana nggak? Pelajaran bahasa Jepang-nya Retsu itu 4 jam mata pelajaran, dan pelajaran Matematika-nya Go itu 3 jam mata pelajaran) dan memutuskan untuk duduk bersama di pojok ruangan. Keduanya hanya diam, sampai Go memutuskan untuk membuka percakapan.

"Kak, kenapa kau bengong tadi?" tanya Go.

"Karena siapa aku kena hukum, hah?" Retsu membalik pertanyaan Go.

"Lho? Aku kan tanya, kak! Ya mana ku tahu jawabannya" jawab Go polos, tidak ingat dengan apa yang sudah ia perbuat.

"Aku itu sedang memikirkan dirimu!" kata Retsu masih dengan lesu-nya.

"Aku?" tanya Go.

"Semalam, siapa yang membuatkan PR-mu?" tanya Retsu kesal. Go hanya berwajah manis, padahal menjijikan di mata Author –Author langsung ditembak mati sama Go-

Eh, nggak deng, Author masih mau ngelanjutin ini fic!

"Oh iya yah.. Aku minta kakak untuk membuatkannya.. Itu juga sebabnya aku dihukum.. Hehe" jawab Go watados, langsung kakaknya itu menepuk dahinya.

"Makan apa ibuku itu saat hamil anak ini.. Kenapa bisa sepolos itu menjawab pertanyaan seseorang!?" pikir Retsu dalam hati kecilnya, berharap agar adiknya bisa berubah demi masa depan yang lebih cerah.

Langsung rasa lesu yang dimiliki oleh bersaudara itu, hilang karena jawaban watados dari Go.


16. Kekecilan (Note: Saya dapet ide yang ini, dari ep 29 pas si Michael duduk di belakang Erich sama Schmidt, khusus yang ini bukan GoRetsu)

"Sekarang, mari kita berbincang dengan Eisen Wolf! Lawan mereka yang berikutnya adalah Rosso Strada! Apa mereka memiliki strategi khusus?" kata sang reporter wanita sambil memberikan mic-nya kepada Erich, namun Erich langsung menyangkal kalau dia bukanlah sang pemimpin.

Sang pemimpin pun –yang daritadi mengenakan headset kesayangannya- merasa janggal karena sang reporter malah mewawancarai teman-temannya. Namun, ia pun mengacangkan hal tersebut dan kembali ke lagunya. Sang reporter wanita itu langsung mengarah ke Schmidt –ok, Author kebalik soal yang ini- namun disangkal kembali kalau dia bukanlah sang pemimpin.

"Lalu, siapa pemimpinnya?" tanya sang reporter itu penasaran. Yang lain pun langsung memperlihatkan Michael yang notabene pendek, mirip Go sama Tokichi *Author langsung K.O. terkena pukulan dan tinjuan dari Go & Tokichi X.X*

"Huaaaaaaaaaaaaa! TAMPAN SEKALI!" teriak sang reporter itu. Namun yang merasa dipanggil hanya mengacangkannya. Merasa kalau lagunya lebih asik dibandingkan dengan wawancara yang tidak jelas ini. Terutama, karena faktor volume lagu yang dinaikkan oleh Michael hingga full. Sehingga ia tidak mendengar apapun.

Sedangkan di tempat TRF Victorys..

"I..itu siapa kak!?" tanya Go polos nan watados.

"Dia itu pemimpin Eisen Wolf yang sesungguhnya, namanya adalah Michael" jawab Retsu yang menepuk jidatnya itu.

"Huaaa! Dia itu kenapa mengacangkan sang reporter kak!?" tanya Go masih polos.

Retsu pun memperhatikan baik-baik, dan percaya kalau Michael menggunakan headset ber-volume tinggi. Namun, Retsu hanya geleng-geleng kepala sambil bergumam "ada-ada saja" dan ia sedikit menyadari kalau tingginya dan Go, jika berada di posisi Michael, mungkin akan lebih parah ._.


17. Mencuri (Jangan ditiru ya!)

Go baru saja selesai menyelesaikan segala tugas "pembuangannya" di WC laki-laki di sekolahnya. Seketika, ia tiba-tiba melihat banyak suku cadang mini4wd yang menggoda imannya(?) dan langsung mengambilnya. Namun, sebelum dapat membawanya ke kelas, ia malah kedapatan oleh kakaknya.

"Go, apa yang kau bawa itu!?" tanya Retsu penasaran.

"Umm.. Kakak, kakak!" panggil Go dengan nada memelas.

"Apa?" tanya Retsu sedikit bingung, namun apapun yang adiknya lakukan, selalu di luar pemikirannya.

"Uang jajanku bulan ini untuk kakak saja, tapi jangan bilang ke siapa-siapa ya! *bisik* aku nyuri suku cadang mini4wd kak, ini buat kakak 1" kata Go pada kakaknya, namun malah mendatangkan emosi pada kakaknya.

"Go.."

"Kenapa kak? Kakak gak mau? Uang jajan kita kan sama kak, 2x lipatnya!" kata Go sedikit memelas, namun..

"GO! KAMU MAU CARI MATI YA!?" teriak Retsu sekencang mungkin di sebelah telinga adiknya, membuat adiknya terlempar sekencang mungkin..

"Ke..kenapa kak!?" tanya Go kebingungan. Tiba-tiba ada sebuah kertas jatuh, yaitu kertas bon dari suku cadang tersebut. Go pun membacanya dan menemukan nama kakaknya disana. Barulah ia mengerti kalau suku cadang ini bukanlah milik yang lain, melainkan milik..

"Ja..jadi ini punya kakak?" tanya Go polos.

Dan Go bersiap-siap lari dari tempat itu..


18. Pertemuan

Retsu dan Go baru saja pulang dari toko Sagami, namun hari sedang hujan, jadi mereka sedikit terburu-buru.

"Go, bisa kau percepat jalanmu!?" tanya Retsu, namun yang ia lihat adalah Go sedang menatap seorang gadis berbaju merah bercelana pendek hijau disertai jaket kuning, yang sedang berdiri di depan toko Sagami.

"Go, kau kenapa?" tanya Retsu sekali lagi.

"Kakak, aku rasa, aku jatuh cinta sama dia.." jawab Go, masih menatap sesosok gadis itu.

"Hmmh?" Retsu pun melihat ke arah gadis yang dimaksud, namun yang ia lihat adalah gadis ganas yang tentu ia tidak kenal(?) Oh, ternyata, Retsu kenal! Dia adalah anak dari Profesor Ohgami, Marina Ohgami. Apa sih yang Retsu gak tau!?

"Aku ke sana ya kak!" kata Go tiba-tiba, namun kakaknya hanya membiarkannya saja, seolah tak terjadi apapun dan melanjutkan jalannya pulang ke rumahnya.

Pertemuan yang aneh ya?


19. Jus

Retsu benci paprika. Namun di hari yang besar untuknya –yaitu tanggal 10 April- adiknya telah memberikan hadiah yang indah, yang tentu saja tidak akan pernah dibayangkan oleh kakaknya.

"Kak, selamat ulang tahun ya!" kata Go ceria, sembari membawa jus yang ia namakan jus "stroberi"

"Iya, makasih Go!" jawab Retsu senang, tumben adiknya baik.

"Ini kak, diminum yaa" kata Go sok polos, namun sebenarnya licik xD

*Gluk Gluk Gluk*

"Kak.." panggil Go.

"…..Auaa?" jawab Retsu gak jelas, karena tengah meminum jus "stroberi" ala Go.

"Itu jus paprika lho!"

*BRUUUUUUUUUSSSSSSSSSHHHHHHHH HH!*


20. Berharga

"Aku, sayang kakak!" kata Go sambil memeluk kakaknya.

"Aku juga sayang Go!" balas kakaknya, sembari membalas pelukan kakaknya.

"Kakak adalah harta berharga untukku!" kata Go lagi.

"Go juga.." jawab kakaknya.

"Dan kakak juga adalah satu-satunya orang yang paling kucintai di dunia ini!" kata Go sembari mau mencium pipi kakaknya. Berharap mendapat respon yang sama seperti sebelumnya, namun…

*PLAK!*


To Be Continued?

Yapta! Chapter 2 selesai! Chapter 3 mulai ada karakter lain :D Maaf, saya kehabisan ide buat karakter di luar L&G ==" karena itu saya pake Retsu sama Go, namun tetep di review ya!