Kinana : Minna~ Yuuuhuuu~ #senyum pepsodent#

Yu-chan : Kami kembali readers! #berapi – api#

Ichigo :#utak – atik draft fic# Kina-chan~ banyak banget draft-nya tapi baru judul sama ide – idenya aja.

Yu-chan : Yups Ichi. Itu fic yang lagi di garap sama author ini, tapi nggak selesai – selesai karena dia mau ngurus fic satu – satu

Kinana : Hu'um ada yang baru keluar judul sama bayangan adegan fic-nya doang. Itu...mmmm...

Ichigo : Simple Question Hard Answer?

Kinana : Hu'um. Kalau jadi sih... tunggu – tunggu kok ichi-nii tau sih?!

Ichigo : Ada note-nya noh! #tunjuk – tunjuk layar laptop#

Kinana :#dorong Ichigo# Ichi-niii! #marah besar#

Ichigo :#senyum pepsodent# Gomen~ #muncul effect bling – bling entah dari mana#

Ichigo FG : Haaa~~~ #tepar#

Kinana :#bawa tongkat# nggak mempan! Jangan bocorin fic yang coming soon napa?! Ichi-nii BAKA!

Ichigo :#lari sepenuh hati#

Kinana :#ngejar dengan hawa dan nafsu membunuh#

Yu-chan :#geleng – geleng kepala# Yare – yare... mari kita tinggalkan author dan chara sewaannya itu. Saa... Read and Read and Reaview minna~ #wink# Onegai~~~ #muka cute, plus background bling – bling#

Rate : T

Pairing : IchiHitsu, slight OCXOC (saya tidak ingin salah satu tokoh Bleach di pairings dengan OC saya dalam hal ROMANCE.), IshiHime, RenRuki, others pair too.

Warning : OC, OOC, author punya imajinasi berlebihan, bahasa tidak baku, Don't flame 'cause the pairs ne?!. Masih mau baca? Silahkan~~ kalo jadi fujoshi ga tanggung lho ya~~~ RnR Minna~~! onegai~~~~~

Disclaimer : Hitsugaya Toushiro itu punya Kurosaki Ichigo! Dan yang bikin mereka semua itu my beloved jii-chan! Namanya Tite Kubo!

Tite Kubo : Enak aja! Gue masih muda! #tendang Kinana#

Kinana :#mental ke Afrika#

With Your Heart Kinana

Hotarou Kaito Vizard belongs to Kinana

Kuroyuki Hina ½ manusia ½ penjaga neraka belongs to Kinana

Hanatarou Kaitani Hollownya Kaito belongs to Kinana

Lotus Raven Katana punya Hina belongs to Kinana

Summary : "Tanganmu, kakimu...matamu, telingamu...tenggororkanmu, kukumu, gigimu, dan lidahmu...bahkan tetes darah terakhirmu"/ "semuanya adalah milikku sekarang"

With Your Heart

Chapter 4 : Okinawa Sea, Fight and My Love

Sebuah garganta terbuka di langit biru pantai Okinawa, tepat ketika Ichigo berhasil merayu (baca: mengancam dan memaksa) Kira –sang fukutaicho divisi 3– yang kebetulan menjadi penjaga kamarnya dan tentu saja sudah di beritahu Yama-jii mantra pembuka barriernya. Ichigo langsung berlari keluar begitu merasakan reiatsu hollow, dan entah mengapa saat dia melihat banyak hollow di luar villa, bukannya membasmi hollow – hollow itu, kakinya malah terus bergerak berlari kearah hutan di dekat pantai, dia sempat melihat dari sudut matanya Zaraki Kenpachi –kapten divi 12– sedang 'berceramah' ria menggunakan zanpakutonya pada para hollow yang malang.

Masuk

Masuk

Masuk

Ichigo semakin berlari masuk ke dalam hutan, dan gerakan berlari itu berhenti ketika dia melihat Yuki Hime-nya berdiri di depan sungai, menatap ke arahnya dengan pandangan kosong.

"Kuso" Ichigo mendesis kesal melihat teal cemerlang Toushiro yang kehilangan cahaya itu. dalam hati dia berjanji akan ingat untuk memohon pada Unohana Retsu –kapten divisi 4– untuk mengajarinya kimia, supaya dia bisa membuat racun yang manis bagi Aizen.

"Siapa?" tanya Toushiro sambil mengacungkan Hyourinmaru-nya ke arah Ichigo. Melihat itu Ichigo diam saja, pandangan matanya berubah datar dengan sedikit rasa cemas yang tersirat. Toushiro mulai menyarang tanpa menunggu jawaban atas pertanyaannya tadi, sedang Ichigo hanya menangkis dan menghindar tak ada niatan untuk membalas.

Sementara itu...

Sepasang kelopak putih terbuka, menampilkan sepasangg iris teal cemerlangnya. Hitsugaya Toushiro menekan keningnya yang sedikit nyeri, dia mengedarkan pandangan matanya, memindai tempatnya berada dengan kedua iris indahnya.

Salju

Salju

Salju

Padang salju. Dia berada di padang salju, dia menyentuh salju tempatnya duduk. Berharap tahu apa yang sedang di lakukan kekasihnya, tiba – tiba saja kumpulan butir salju di sebelahnya bergerak membentuk sebuah layar tipis dengan gambar – gambar yang mulai bermunculan. Dia tercengang ketika mendapati tubuh luka – luka Ichigo –kekasihnya– dengan dan dirinya yang menggenggam Hyourinmaru dengan erat. Mengacungkannya di depan Ichigo. Saat melihat sepasang teal cemerlang yang tak memiliki cahaya itu dia tahu kalau itu bukan lah pikiran dan jiwanya. Itu hanya tubuhnya yang dikendalikan orang lain, sementara jiwa dan pikirannya sendiri tersegel di sini. Di hati terdalamnya. Sekarang, dia berharap Ichigo mengetahui kalau itu hanya tubuhnya yang dikendalikan orang lain bukan dirinya yang asli dan dia juga berharap kalau Ichigo bisa menemukan cara membawa kembali jiwa dan pikirannya ke dalam tubuhnya, dengan kata lain menghancurkan segel hati yang di buat Aizen dan yang menahan jiwa dan pikirannya di sini. Saat menatap layar kembali matanya terbelalak maksimal, melihat tubuhnya –tangannya– menusukkan Hyourinmaru ke arah perut Ichigo, yang untung saja berhasil dihindari oleh kekasih jeruknya itu.

"Lie... aku tidak ingin ini" kata Toushiro sambil menggertakkan giginya.

Sementara itu...

Real world...

Nafas Ichigo memburu, sejauh ini dia hanya menghindar dan menangkis serangan Toushiro saja. Tidak, bukan karena dia lemah, hanya saja... apa kau sanggup melukai kekasih sekaligus orang yang sangat sangat sangat kau sayangi dan cintai meski itu hanya menimbulkan sebaris lecet kecil di kulitnya? Tidak kan? Jika kau bisa, ma'af saja... Ichigo tidak bisa. Dia lebih memilih kehilangan 12 tulang rusuknya dari pada kekasihnya terluka, dia lebih suka melihat kekasihnya membentaknya dan memukuli sofa ruang keluarganya ketika mereka sedang bertengkar dari pada melihat kristal bening membasahi teal cemerlang kekasihnya karena suatu perasaan benama sakit hati. Dia tidak mau, tidak bisa, bahkan tidak ingin bermimpi kalau orangg yang di sukainya itu terluka. Secara fisik mau pun batin. Itu suatu mimpi buruk yang amat sangat super duper mengerikan bagi Ichigo. Sangat buruk sekali. Dan sekarang, dia memaksa –dan mungkin juga otak Hichigo, siapa tahu? Mereka satu jiwa kan?– untuk mencari jalan keluar dari situasi ini dan menyadarkan Yuki Hime-nya. Ichigo mencoba –memaksa– mengingat caranya menyadarkan Toushiro saat kasus Kusaka dan setelah 5 menit seperti ada bunyi 'Ting' disertai dengan tulisan 'Data 100% complete', sambil menangkis serangan – serangan Hyourinmaru dan Toushiro, Ichigo mengacak – acak data yang telah di kumpulakan otak windows ultimate-nya, begitu menemukan data dengan label 'Kusa Yuki Hime' dengan tulisa yang di bold, Ichigo mebuka dan sepertinya di dalam otak Ichigo terdapat banyak chibi Ichigo yang sedang memegang kertas dan membaca tulisan dari data – data itu. Ichigo keget setengah hidup begitu menemukan jawabannya.

'eh... ditinju?! Masa' sih aku ninju Yuki Hime? Masa' aku nyadarinnya pake tinju sih?! Ga romantis amat!' batin Ichigo edan. Kinana dan Yu-chan yang ngawasin jadi sweatdrop sendiri denger penuturan kaya gitu di tengah battle dari seorang Kurosaki Ichigo.

'Ha–ah... habis chapter ini selesai samperin Tite Kubo ah... trus maksa kakek Tite buat nge-rewrite Bleach Movie yang Diamond Dust Rebellion supaya adegan aku ninju Yuki Hime di ganti dengan yang lebih romantis, kalo perlu jadiin hentai sekalian! Khukhukhukhukhu...' batin Ichigo lagi saat Hyourinmaru dan Zangetsu beradu. Dengan membaca perkataan batin (?) diatas Kinana tahu kalau Ichigo ternyata lagi promosi Bleach Movie 2 karena dia menyebutkan judulnya dengan amat jelas tanpa di sensor–sensor dan Kinana juga jadi tahu kalau ternya selain pinter –tapi tentu saja lebih pinter chibi-tan– Ichigo juga mesumed otakus... hah... Yu-chan jadi pusing sendiri ngawasinnya.

Tiba – tiba Toushiro berhenti menyerang dan mengambil jarak 2 meter dengan Ichigo, lalu Aizen muncul di samping Toushiro.

"Nah, Ichigo The Moon Keeper. Bisakah kau mengalahkan boneka baru ku?" tanya Aizen dengan nada meremehkan. Sekarang posisi Aizen berada di belakang Toushiro dan mengelus – elus dagu mungil milik Juuban tai taicho itu.

"GYYAAAA... SINGKIRKAN TANGAN NISTA ITU DARI DAGU SEKALIGUS WAJAH KU!" teriak jiwa Toushiro frustasi sambil mengacak rambutnya, tentu saja teriakan itu tidak didengar siapapun. Sementara itu inner Ichigo mencak – mencak kesal. Aizen mengalihkan pandangannya dari Ichigo ke arah Toushiro, dia menjulurkan lidahnya. Berniat menjilat pipi putih – mulus Toushiro, sebelum lidah itu benar – benar menyentuh pipi Toushiro, Ichigo sudah bersonido cepat dan merebut Toushiro dari pelukan Aizen–si–om–om–mesum menjadi di pelukan Ichigo–si–pemilik–sah–Yuki–Hime.

"Kamu tahu...aku sudah memiliki dia sepenuhnya, dia hanya akan menuruti perintah ku" kata Aizen sambil menunjuk – nunjuk Toushiro yang kini diam di pelukan Ichigo, seperti boneka yang tak diberi tali penggerak atau kehilangan dalangnya. Mendengar perkataan Aizen Ichigo mengangkat sebelah alisnya.

"Benar kah? Benar kamu sudah memiliki Toushiro sepenuhnya?" tanya Ichigo. Aizen mengagguk antusias kayak anak TK yang dikasih balon.

"Hmm...kalau gitu, apa kamu sudah merebut hatinya." Kata Ichigo sambil menjilat pipi Toushiro, tentu badan Toushiro tak bereaksi apa pun karena Aizen masih bercengo ria dan nggak merintahin apa – apa. sementara itu, di dalam hatinya, tempat jiwa dan memori Toushiro di sekap. Si jiwa –yang jadi satu sama memori, tentu saja– sudah berblushing ria.

"Belum. Aku yakin pasti belum" kata ichigo sambil memutar – mutar Zangetsu. Ichigo mendudukkan Toushiro di bawah pohon ek yang besar dan rindang, lalu berbalik menghadap Aizen, Ichigo mengacungkan Zangetsu lurus – lurus di depan Aizen, sambil tersenyum sinis Ichigo berkata...

"Aku akan mengalahkan mu, dan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku. My Yuki Hime dan My precious imutou selain Yuzu dan Karin" setelah itu Ichigo berubah ke mode bankainya.

"Ahh...biar ku beritahu, aku sangat tidak suka milik ku diganggu" kata Ichigo lagi. Reiatsu yang di keluarkan Ichigo meningkat drastis.

Ichigo membentuk sebuah topeng hollow di wajahnya dengan sebelah tangan.

"Ne Hichi, aku malas, ambil alih gih!" perintah Ichigo

"Lie king! Mendingan kita jangan 2 in 1 deh! Aku yakin tuh om – om mesum pasti menggunakan your lovely Yuki Hime nantinya jadi aku akan keluar dari inner worldnya king" kata Hichigo dari dalam inner world

"Saa... kalau begitu hayaku, ne!" Kata Ichigo dia mengonsentrasikan reiatsunya lalu terdengar suara tawa bagaikan di dalam air dan detik berikutnya muuncul lah sosok Shirosaki Hichigo. Berdiri, memunggungi Ichigo dengan Zangetsu versi bankai bedanya milik Hichigo berwarna putih sedang punya Ichigo berwarna hitam. Oh ya, jangan lupakan dengan seringai yang selalu setia terpampang lebar di kulit wajah albinonya, dia berbalik memunggungi Toushiro dan menatap tajam pada Aizen. Sementara mereka bertiga sibuk bertatap – tatapan di bawah pokon ek, di samping Toushiro yang masih duduk dengan pandangan kosongnya Kinana sedang mengibarkan bendera dengan tulisan 'Hichi-kun~~~ Love You!' oh ya readers, jangan salah sangka ya... Kinana suka sama Hichigo bukan karena wajahnya milik sama Ichi-nii... tapi, mata dan seringai lebarnya itu yang bikin Kinana menobatkan dia sebagai 1st favourite character from Bleach. Abis menurut Kinana seringainya keren sih. Heee... kok jadi ngelantur gini, oke... oke... karena udah di deathglare Ichi-nii mari kita BTS~~~ #innocent face#

"Yo, Hollow-kun!" sapa Aizen SKSD

"Nani? Jangan SKSD dengan ku. Itu menjijikkan!" kata Hichigo tanpa mengurangi kadar seringainya. Aizen langsung banjir air mata denger penuturan Hichigo

"Huuueee... Hollow-kun jahat!" teriak Aizen dengan lebaynya sambil gulung – gulung di tanah dengan air mata bagai sungai yang mengalir deras. Ichigo dan Hichigo secara live dan jiwa Toushiro yang melihat lewat monitor salju di dalam hatinya tingkah Aizen itu, mereka jadi sweatdrop besar, sementara Kinana masih sibuk melambai – lambaikan bendera 'Hichi-kun~~~ Love You!'–nya dan Aizen dengan tangisan yang oh–sangat–gaje–dan–lebay.

"Hoi, hoi, sampai kapan kamu mau membuat hutan ini basah Aizen. Sampai muncul sungai di sekitar mu?" Setelah melakukan adegan rolling eyes Hichigo berkata dengan nada menyindir. Mendengar perkataan Hichigo, Aizen berhenti menangis, lalu memasang posisi berfikir a la Conan gadungan, dan seperti teringat sesuatu di langsung menepuk ke dua tangannya.

"Apa kah bisa menarik tarif dari sungai yang ku buat?" tanya Aizen polos

GUBRAAKKK

Duo Shinigami, satu jiwa yang terperangkap, satu author dan satu asisten author langsung ber-gubrak ria mendengar pertanyaan yang termasuk dalam kategori sok polos itu. Apalagi Aizen menggunakan tampang innocent yang membuatnya terlihat... semakin berdosa, karena dengan tampang innocentnya itu para semut yang berada di tanah pun langsung muntah – muntah bahkan para burung – burung yang lewat langsung jatuh di tanah. Merenggang nyawa dengan cara yang sangat tragis.

"Ha–ah. Sudah lah, sekarang lawan aku om – om mesum" kata Hichigo sambil mengacungkan Zangetsunya lurus – lurus

"Maa~~ maa~~ Hollow-kun~~ jangan begitu~~~" kata Aizen dengan nada para manusia tak jelas gender yang biasa mangkal di Taman Lawang. Hichigo begidik jijik mendengarnya, sementara Ichigo sudah masang tampang bosan.

Semenit berlalu, sekarang Aizen memasang tampang seriusnya

"Tapi, sayang sekali... aku sudah bilang kan di letter challenge, kalau aku ingin bermain" kata Aizen, kedua tangannya di masukkan ke saku haori #Kinana : emang haori punya saku? 0.o#, cosplay a la Shinichi Kudo yang lagi jelasin rincian kasus. Hichigo memutar – mutar gagang Zangetsu dengan gaya yang sangat santai dan cool

"Saa, kau ingin bermain apa Aizen-sama" kata Hichigo dengan nada mengejek

"Aku dan Hichigo menang, kamu berikan Toushiro dan Hina" kata Ichigo dengan nada datar tapi menusuk. Aizen mengangguk

"Tak bisa di ubah, deal?" tanya Aizen sambil menusuk ujung jarinya dengan zanpakutonya, membiarkan setetes cairan berwarna merah lolos jatuh ke tanah. Ichigo melakukan hal yang sama, dia menusukkan ujung Zangetsu yang tajam itu ke jari tengahnya membiarkan cairan merah yang berasal dari dalam tubuhnya itu jatuh ke tanah lewat jarinya yang terluka.

"Deal" kata Ichigo tegas, tanpa sedikit pun keraguan di matanya

"Jadi, taruhannya. Jika kamu menang aku akan memberikan little princess dan ice prince kembali, tanpa memberi tahu mu penawar dari ramuan yang di buat Szayel, dan itu artinya jika kalian tidak bisa menemukan penawarnya maka mereka akan tetap menjadi boneka ku dan aku masih bisa memanggilnya kembali fufufufufu..." tawa bagai maniak dan psyco itu terdengar dari Aizen

"Kita sudah deal. Tidak boleh protes" kata Aizen lagi begitu melihat Ichigo hendak protes, sementara itu Hichigo mencak – mencak merutuki kebodohan king-nya, padahal biasanya jika dalam pertempuran Ichigo selalu menggunaka 90% otaknya dan 10% insting bertarungnya, dan kenapa sekarang jadi terbalik.

"King bodoh, idiot, stupid, dobe, baka, pabo..." begitulah caci maki yang berarti satu di keluarkan oleh mulut Hichigo dalam berbagai bahasa

"Kalau aku menang... aku akan menjadikan mereka Arrancar!" kata Aizen

"Huh. Sudah, jangan banyak omong, lawan aku sekarang" Hichigo mengacung kan Zangetsunya di depan Aizen lagi. terlihat jelas kalau dia sudah bosan dengan basa – basi ini. Aizen melipat kedua tangannya di depan dada dan mendesah pelan, mencoba berperan sebagai ibu yang kelelahan melihat kedua putranya bertengkar –seperti dalam sinetron yang sering dilihat Tousen, Ratapan Ibu Kucing– #Yu-chan: wait...wait emang Tousen bisa liat? Dan... hei! Sejak kapan ada judul sinetron kaya gitu? Kinana: mending BTS minna~~#

"Sayangnya, hollow-kun... aku ada meeting penting dengan sekumpulan warga terlantar di kolong jembatan 5 menit lagi, jadi aku serahkan battle ini pada little princess dan ice princess. Jaa nee~~" kata Aizen dengan nada sok imut sambil memberi kedipan sebelah mata dan kiss bye, membuat Ichigo, Hichigo dan Toushiro muntah berjamaah, bahkan Kinana dan Yu-chan pingsan berjamaah.

Angin berhembus kencang membawa bulu burung gagak berkumpul dan membentuk suatu figur. Figur seorang Kuroyuki Hina, sementara itu tubuh Toushiro yang tadinya diam tak bergerak di bawah pohon ek itu kini mulai bergerak, awalnya kaku, lama – lama jadi biasa. Saat Hichigo ingin menebas tubuhnya dengan gesit Hina menghindar lalu secepat kilat dia memunculkan senjatanya. Sebua katana, dengan ukiran kelopak bunga lotus pada gagangnya, dari ujug pedang yang lancip sampai gagangnya berwarna hitam. Hina menancapkan pedang itu di tanah depan tempatnya berpijak, tubuhnya berdiri tegak. Lalu muncul lah sepasang sayap hitam di punggungnya. Kini gadis itu benar – benar dalam mode penjaga neraka, Hina mengacungkan pedangnya lurus – lurus pada Hichigo.

"Menari lah, Lotus Raven" bisik Hina pelan. Dari ujung pedang itu muncul beribu – ribu bulu gagak yang mengelilingi Hichigo dan mengepungnya. Hina melesat cepat dan memberikan satu sayatan di bahu Hichigo meskipun tidak menimbulkan luka dalam.

"Lotus Raven, katana ini akan mengurung mu ke dalam kegelapan hati, kenangan menyakitkan yang pernah kau alami akan di tarik secara paksa dan diperlihatkan di depan mu" kata Hina sambil memberi satu sayatan lagi pada pinggang Hichigo.

"Sementara kau sibuk dengan kenangan mu, aku akan menyerang mu" Hina berbisik lagi. Lalu menghujam kan katananya pada perut Hichigo. Sayang, tangan Hichigo mengenggam ujung katana itu sebelum mengenai perutnya lalu secepat kilat menghindar dengan sonido, bulu burung gagak yang tadinya mengurung Hichigo kini berjatuhan

"Sayang sekali. Aku tidak memiliki kenangan buruk" kata Hichigo lalu menjilat darah yang keluar dari telapak tangannya akibat sayatan mata pedang Hina. Hina menyeringai kecil

"Ahn? Rupanya tak mempan ya" kata Hina saskartik

"Tapi senjata ku bukan hanya itu. contohnya yang ada di belakang mu" kata Hina, otomatis Hichigo menengok ke belakang, dan yang dilihatnya adalah miliaran bulu burung gagak yang sedang terarah padanya, meluncur cepat, layaknya serbuan panah. Dan pada akhirnya Hichigo terjebak dalam bulu – bulu gagak itu, menimbulkan luka kecil yang banyak pada kulit albinonya, bahkan bajunya jadi sobek di sana – sini, setelah serangan kedua selesai seringai Hichigo jadi lebih lebar dari yang sebelumnya.

"Omoshiroi..." kata Hichigo senang. Zangetsu dia genggam erat

"Now, my turn lady" kata Hichigo lagi, lalu bershunpo cepat, bahkan Hina tidak bisa membaca gerankanya. Hichigo muncul di belakang Hina dengan cepat lalu dia mengayunkan Zangetsu ke arah leher gadis kecil itu. sebelum Zangetsu menyentuh lehernya Hina berbalik cepat dan...

TRAAANGGG

Bunyi kedua pedang yang beradu terdengar. Hichigo dan Hina saling menekan satu sama lain menggunakan senjata masing – masing. Hichigo melompat mundur ke belakang saat merasa tekanannya kurang kuat dan dia menggunakan shunpo lagi, menyerang dari samping, ingin menusuk pinggang Hina. Tapi, sayang sekali Hina langsung mengarahkan lotus ravennya ke samping dan menahan serangan Hichigo. Hina melompat tinggi lalu terbang menggunakan sayapnya, Hichigo mengejarnya dan di mulai lah kembali pertemuan kedua mata pedang itu di langit yang kini mulai menggelap.

Sementara itu...

IchiHitsu side...

Setetes

Dua tetes

Tiga tetes

Rintik – rintik

Hujan mulai membasahi tempat mereka berpijak. Sang ice guardian menyerang the moon keeper bertubi – tubi dengan beringas dan tampa ampun dengan pandangan kosong dan teal cemerlang yang sekarang benar – benar gelap, sementara itu sang moon keeper hanya menangkis dan menahan serangan dari ice guardian dengan pandangan sendu, tidak ada niat untuk membalas.

"Bankai. Daiguren Hyourinmaru" satu kalimat itu meluncur dengan sukses dari mulut sang ice guardian. Tak ada teriakan semangat dan kemarahan, tak ada emosi yang terkandung. Hanya pelan dan... datar, tanpa emosi. Cepat. Terbentuk lah sepasang sayap besar yang indah di punggung sang ice guardian. Dari kepingan salju, di atasnya muncul tiga keping salju besar dengan warna ungu. Sang ice guardian mengerat kan pegangannya pada gagang Hyourinmaru, bersiap mennyerang kembali.

Nafas terengah, keringat dingin bercucuran, senjata yang saling di acungkan ke lawan masing – masing. Sang moon keeper dan ice guardian bersamaan mengadah kan kepalanya, menatap lawan masing – masing tepat di manik mata. Teal cemerlang yang gelap bertemu dengan coklat musim gugur. Sang moon keeper tersenyum tulus pada sang ice guardian

"Aku akan membawa mu kembali Toushiro. Pasti" kata sang moon keeper dengan keyakinan 1000 persen. Tidak, mungkin lebih.

Tanpa di sangka sebutir air mata menerobos keluar dari kelopak mata sang ice guardian.

"I...chi...go..." kata sang ice guardian pelan, nyaris berbisik. Sebelum kemudian setetes air mata itu menjadi beku, suhu sekitar menurun drastis, dan reiatsu sang ice guardian menguar keluar dengan bebasnya. Menandakan sang ice guardian telah kehilangan kesadannya lagi. Melihat itu Lagi – lagi, sang moon keeper tersenyum tulus.

'Jadi kau mendengar ku ya Yuki Hime' kata sang moon keeper dalam hati.

TBC itu indah (?)

Kinana's Talk

Kinana : Readers~~ aku motong cerita lho~~~ nyehehehehehe~

Yu-chan : Saa... minna~~ kembali bersama kami~

Ichigo : Keliatannya kamu seneng banget Kina-chan~

Kinana : Yups! Aku lagi seneng banget Ichi-nii!

Yu-chan : Kenapa? ga jomblo lagi?

Kinana : Bukan! Enak aja! Sampai sekarang masih belum ada cowok yang bisa meruntuhkan pertahanan hati ku kecuali Hichi-kun~~

Ichigo : Lha? Terus?

Kinana : Denger ya... aku seneng karena... AKHIRNYA! FAIRY TAIL YANG BAGIAN GRAND MAGIC TOURNAMENT DI BUAT VERSI ANIMENYA! #jebolin caps lock+teriak pake TOA# Kyaaaa~~~ aku udah nunggu – nunggu Hiro Mashima-san buat versi animenya, soalnya kalau cuman baca manganya kurang seru, akhirnya setelah harap – harap cemas biar Hiro-san mau bikin anime versionnya, rilis juga nih anime versionnya. Aku senang~~~~~~~~~ #peluk – peluk laptop#

Yu-chan : Hoo... begitu?

Kinana : Apa-nya yang 'hoo...begitu?' itu?! keren tau! Apa lagi karakter dragon slayer yang baru yang dapet julukan duo dragon slayer : Sting si naga putih dan Rogue si naga bayangan. Aku suka yang Rogue!

Ichigo : Kina-san di anime kenapa kamu banyak mengidolakan yang aneh, gelap, dan semacamnya.

Kinana : Masa'? #ga sadar diri# *plaaaakk*

Yu-chan : Yups! Di Bleach ada Hichigo yang seringainya nauzubille, di Hyouka ada Oriki yang pendiam, tak berwarna, selalu datar, tapi smart. Di Fairy Tail ada Rogue yang sifatnya 'gelap', di Naruto ada Sasuke yang sumpah dingin and cuek abis, di kurotshitsuji ada si iblis serba bisa Sebastian, duo majikan yang super egois, dingin, dan mau menang sendiri yaitu : Aloise dan Ciel, di Detective conan ada Kaito Kuroba si Kid the phantom thief. Haduuhhh... ntar ga selesai – selesai kalo di sebutin satu – satu.

Kinana : Iya deh iya... baru sadar aku #mengakui#

Ichigo : Emmm... minna~~ dari pada bertengkar mending minta reaview!

Kinana + Yu-chan : Tumben Ichi/ Ichi-nii pinter!

Ichigo : #pundung di pojokan sambil ngorek – ngorek tanah dan nulis – nulis gaje di tembok#

Kinana : Minna~~ #senyumpepsodent#

Yu-chan : Kami minta sumbangan reaview dong~~~

Kinana : #bows# O–ne–ga–i–min–na–san~~

Today Quote : I'm just a little girl who hates sad ending. But, my life cannot be happy ending. It's ironic right? –Kinana–

See you next chapter minna~~ .