STEP ON YOUR SHADOW

.

Kamichama Karin Koge Donbo

.

Warning: Benar-benar OOC, OC, Typo bertebaran, GJ, dll

.

.

Last Story :

Pintu ruang ganti laki-laki terbuka dan aku melihat bahwa Kazune keluar dari ruang ganti itu.

"Kazune senpai! Karin senpai katanya.." Tiba-tiba Ritsuka memanggil Kazune.

"SUDAHLAH! JANGAN IKUT CAMPUR!" Kataku membentak Ritsuka. "Ah.. Maaf," Kataku pada Ritsuka karena aku sudah membentaknya. Saat itu Ritsuka menangis.

"Karin?! Kamu bisa mengatakannya dengan cara lain, kan. Ini tidak seperti kamu," Kata Kazune kepadaku.

"Maaf," Kata Ritsuka. "Kamu tidak perlu minta maaf. Yang perlu minta maaf adalah Karin," Kata Kazune. "Karin!" Teriak Kazune melihat aku berlari meninggalkan mereka.

Aku tidak mau melihat mereka berdua. Hatiku terasa penuh dengan kegelapan. Tubuhku terasa berat.

Ini yang pertama kalinya.

Bagaimana ini? Aku tidak bisa berlari dengan lancar.

.

.

-Karin POV-

"Hoi!" Teriakku memanggil teman-temanku.

"Ah!"

"Maaf membuat kalian cemas," Ucap ku sambil tersenyum.

"Syukurlah!" Ucap teman-temanku.

"Pemilihan akan segera dimulai. Kalau hari ini istirahat, Karin pasti akan berhasil!" Ucapnya.

"Kamu tidak apa-apa? Sudah baikan dengan Kujyou?" Tanya temanku.

Saat itu aku melihat Kazune dengan Ritsuka sedang membereskan hurdle.. Entah mengapa, aku sedikit merasa sakit di dadaku..

"Sepertinya mereka memang pacaran, ya," Ucap seorang anak laki-laki. "Gosipnya sih begitu," Ucap anak laki-laki yang lain.

"... Jadi begitu..." Ucapku pelan, entah teman-temanku dapat mendengarnya atau tidak. "Mereka berdua lagi jatuh cinta, ya? Tidak menyangka akhirnya dia bisa dewasa juga. Hahahaha," Lanjutku sambil tertawa.

"Karin.. Kenapa tertawa?" Tanya teman-temanku.

"Ah, kalian semua salah paham. Aku cuma berteman dengannya. Dia cocok dengan Ritsuka," Jawabku dengan tersenyum.

Ritsuka adalah Perempuan ideal. Dia memiliki segala yang aku tidak punya.

Aku sedih, tapi aku tidak akan menang melawannya.

Sebenarnya aku ingin ada di sisimu seperti itu.

Tapi... "Perempuan jangan ke sini"

2 tahun lalu di hari itu, aku menyerah untuk mendekatimu dalam jarak sedekat itu.

Sekarang semuanya sudah terlambat.

Aku terus mengejarnya, dan hanya bisa mengejarnya.

"Dua terhebat? Rival?"

Padahal kau hanya bisa menghindar ketika aku ingin menginjak bayanganmu.

Cuma aku sendiri yang berpikir bahwa hubungan kita istimewa.

Aku yang ingin berada di dekatmu, malah berada paling jauh darimu.

Ah... Lagi-lagi aku sedih. Apa yang harus kulakukan?

BRAAAK

"Ada apa?" Tanya pelatih.

"Anak laki-laki bermain dengan hurdle, dan kena Kujyou!" Kata seorang anak perempuan.

Ternyata kaki Kazune terluka..

"Maaf! Aku tidak sengaja!" Kata seorang anak laki-laki yang tidak sengaja melukai Kazune.

"Iya, aku tahu," Jawab Kazune singkat.

"Kelihatannya tergores cukup dalam," Kata pelatih.

"Pelatih, pemilihannya bisa ditunda?" Tanya Ritsuka.

"Peraturan tidak bisa diubah," Jawab pelatih.

"Mustahil!" Kataku.

"Aku Masih bisa berlari," Kata Kazune.

"Jangan! Mana mungkin kau bisa berlari dengan luka seperti itu!" Kataku melarang Kazune.

"Aku bisa berlari. Aku tidak boleh menyerah. Sudahlah, lihat saja," Kata Kazune.

Lalu Kazune mengikat tali sepatunya dan bersiap.

"Siap di posisi! Mulai!" Teriak pelatih. Setelah itu semua peserta langsung berlalri, termasuk Kazune.

DRAB DRAB DRAB

"Kujyou terlihat kesakitan. Dia tidak mungkin bisa berlari," Kata seorang anak. Aku tidak sanggup melihat Kazune kesakitan, oleh karena itu aku menutup mataku.

"Waaa! Berhasil dikejar! Hebat!" Teriak seorang anak.

"Kujyou menang!" Teriak anak-anak yang berada disitu. Setelah mendengar itu, aku langsung membuka mataku dan saat itu juga Kazune melihatku. Tiba-tiba saja air mataku turun.. Aku menangis..

Benar. Tidak boleh menyerah dan hanya terpaku.

"Berikutnya 100 m untuk perempuan! Siap di posisi!"

Aku suka berlari.

Aku menyukai diriku sendiri, ketika berlari bersama Kazune

DRAB DRAB

Aku akan menghilangkan keraguan itu, dan kembali pada diriku yang sesungguhnya.

"Karin Hebat!"

"Kalian berdua memecahkan rekor pertandingan,"

"Jagoan klub atletik bangkit!"

Mendengar perkataan teman-temanku, aku dan Kazune hanya tersenyum.

.

.

DRAB DRAB DRAB

"Kamu benar-benar tidak apa-apa kalau berlari?" Tanyaku pada Kazune.

"Tenang," Jawab Kazune singkat.

"Jangan memaksakan diri, bodoh," Kataku

"Kau ini.. Tidak ada kata yang lebih bagus dari itu?" Kata Kazune. "Kau hebat. Tapi hari ini aku benar-benar takut. Kalau lengah aku bisa kalah. Aku percaya Karin tidak akan kalah," Lanjut Kazune.

"Anu.. Ada yang mau aku katakan padamu," Kata Kazune lagi.

Tidak apa-apa. Bisa kembali menjadi teman bagiku sudah cukup.

Aku senang akhirnya bisa tertawa di sampingmu.

"...? Karin?" Tanya Kazune karena aku tiba-tiba berhenti berlari.

"Aku tahu. Soal pacarmu, kan? Syukurlah. Baik-baik dengan Ritsuka-chan, ya," Kataku pada Kazune sambil tersenyum.

Sesudah ini, aku hanya akan memandang punggungmu.

Aku akan menutup rasa cinta ini.

Aku langsung pergi meninggalkan Kazune sambil berlari.

.

.

Hiks Hiks Hiks

"Ukh.. Bagaimana ini..? Kalau seperti ini, aku tidak bisa pulang,"

Payah. Memang tidak mudah dilupakan.

Hiks Huwee Huwee

"Kazune! Aku suka kamu!" Kataku dengan suara yg bergetar. Tiba-tiba ada botol disamping pipiku.

"Dasar payah," Kata seeorang yang ada di belakangku. Lalu aku menoleh kebelakang.

"Huwaa, wajahmu!" Seru orang itu.

"Kazune.." Kataku pelan. 'Ga-gawat! Mungkin dia mendengarnya tadi!' Bantinku. "Kenapa ada di sini? Pergi! Jangan lihat!" Kataku sambil menjauh. Tapi tiba-tiba Kazune memegang tanganku, seakan ia melarangku pergi.

"Sudah kubilang, ada yang mau kukatakan padamu. Tapi kamu malah salah paham dan menghilang.." Kata Kazune.

"Salah paham..?" Tanyaku.

"Hari ini, aku akan berhenti jadi sainganmu," Kata Kazune.

"Apa maksudmu?" Tanyaku lagi.

Tiba-tiba Kazune menempelkan bibirnya pada bibirku.. Lebih tepatnya, Kazune menciumku.

"Maksudku seperti itu," Kata Kazune. " Sampai saat ini, apapun yang terjadi, kau selalu mengikutiku. Sampai aku lupa berbalik dan terus berlari. Tapi aku ingat, ketika kau mengubah penampilanmu di kelas 1. Aku mengucapkan kata-kata yang kejam dan menyakiti hatimu. Sekarang aku tahu, waktu itu aku merasa takut. Aku merasa jauh darimu. Maaf. Akhirnya aku menyadari hal yang sangat penting. Selamanya aku tidak akan pernah melepaskanmu!" Kata Kazune lagi. Lalu ia menarikku kepelukannya.

Aku... Aku selalu memimpikan saat-saat di mana bayangan kita berdua menjadi satu.

"Aku cinta kamu.."

.

.

PLOK

"Ah!" Kazune tiba-tiba memegang hidungku. "HUAHAHAHAHA"

"Kenapa aku jadi perempuan seperti ini, sih?! Jangan tertawa!" Kataku pada Kazune yang sedang tertawa terbahak-bahak. Tiba-tiba Kazune memelukku dari belakang.

"Aku suka kau apa adanya. Bersamamu rasanya sangat menyenangkan!" Lanjut Kazune lalu ia menciumku lagi.

Setelah berteman selama 10 tahun, mulai besok kita akan memulai waktu yang akan kita ukir bersama.

.

.

The End

.

Review please?

.

Don't be silent reader


Reply For Anonymous Review :

Ayu.p : Makasih udah mau nge-review.. Udah update nih.. Udah kilat belum? XD

grace : Makasih.. Ada tapi cuma di bagian terakhirnya.. itu pun kurang romantis -_- maaf kalau kurang memuaskan

fathiyah : Iya.. Itu karena... baca aja ya XD #plakk.. Ini udah kilat se-kilat kilatnya #apa'an tuh? -_- XD makasih buat reviewnya :D

Rhizune nikishiori kujo : Salam kenal juga :D makasih buat reviewnya

Makasih buat reviewnya :D makasih juga udah mendukungku sampai cerita ini tamat.. Maaf kalau cerita ini tidak seperti yang kalian harapkan/kurang memuaskan m(。−_−。)m tetap review ceritaku selanjutnya ya #kalau ada #plakk XD dan bagi para senpai-senpaiku di dunia fic, tolong review juga ya.. senpai-senpai boleh kasi aku saran/kesalahan yang aku buat di fic ini (o ̄∇ ̄)/ makasih atas dukungannya! Arigatou! (^∇^) see you next time (●ゝω・)ノ