Rin's POV

Hello,nama ku Rin teman-temanku yang memanggilku Usa-chan atau Usagi-san, karena penampilanku yang mirip kelinci, tepatnya pita putih besarku yang mirip telinga kelinci,namun kalian boleh memanggil ku Rin kok! Mana pun yang kalian ku memang tak utuh, aku hanya punya Ayah dan 2 saudara laki-laki, Ayah ku bernama Kagamine Rinto, kakaku Kagamine Lui,sementara adik sekaligus saudara kembar ku bernama Kagamine Len. Kalian pasti bertanya mengenai Ibu ku, ibu ku tidak meninggal, atau apa pun, dia…hanya sedikit lain dari orang lain, kalian mengerti maksudku? Ibu ku psychopath, yah, setidak nya begitu…aku punya sedikit (baca : banyak) kenangan buruk dengan ibuku.

Dia pernah mengurung ku di kamar, saat tak ada orang di rumah, pernah mencampur obat tidur dalam minumanku, dan mengunci ku di halaman rumah saat hujan deras, yah, setidak nya itu yang ku ingat ._. tapi yang paling parah,saat aku berumur 5 tahun, ibu ku pernah mengunci ku di kulkas dan membuat ku hampir kehilangan nyawa ku, untung saat itu ayah, Lui-nii, dan Len-chan sudah pulang dan menyelamatkan ku, dan hal itu tidak membunuh ku, namun hal itu membuat ku demam selama 3 minggu, dan membuat fisik ku lemah hingga sekarang

-Setidaknya sekarang 'Ibu' tidak tinggal serumah dengan kami-

Oh iya, aku belum menjelas kan ciri-ciri kami, Ayah ku berambut dark brown,tinggi gagah, dan sangat baik sementara ibu' berambut Blonde,mungil,namun kuat (menurut ku)juga agak psychopath , Lui-nii berambut blonde terang ,tinggi, sedikit berandalan, namun baik dan penolong juga Emotional, aku berambut honey Blonde pendek sebahu, dengan 4 jepit di poni juga sebuah pita putih besar dikepalaku, sebagai ciriku, pita itu pemberian dari kedua saudara ku,Len-chan berambut honey blonde sama seperti ku, namun rambut nya di ikat ponytail kecil, tinggi nya 7cm lebih tinggi dari aku ._.

Sekarang, aku dan Len-chan, sudah kelas 8, dan Akai_nii sudah kelas 11

Dan kita mulai cerita ini, dari sini…

HimeKami Presented :

'Nothing'

Chapter 1-a strange black book

Warn : bahasa campuran (Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang), aneh bin ajaib, wagu, dan tak layak dibaca *pundung*

Kami:yeah! Kita kembali dengan Fic baru! *teriak-teriak pake toa*

Llu:fic yang tak kalah abalnya dengan fic sebelumnya! *pukul bedug masjid*

Hime+Luna: *sweatdrop*

Hime: nii-chama! Kau sudah berjanji untuk tidak banyak bacot kan! *dark aura*

Kami:eh? gomen

Luna: kalau begitu kita mulai saja disini

Llu: tu..tunggu disclaimer nya?

Hime:kamu yang baca *dark aura 2x lipat*

Kami: *bisik* sepertinya Hime-chi sedang bad mood, sebaiknya kau baca saja disclaimer nya

Llu: ha…hai'…*merinding*

Disclaimer:Vocaloid bukan milik HimeKami. Kalau mereka punya vocaloid pastilah Kagamine Twins ada 3 (Len-Rin-Lui). *abaikan*

Hime: nah kita mulai!

Kami:ok! 3…2…1…

Cekidot!

Someone's POV

'GUSRAK'

"apa ini?" gumam bocah itu, lalu mengambilnya

"buku?" gumamnya lagi, lalu keluar dari tempat itu

Rin's POV

"aku berangkat!" teriakku buru-buru sambil berlari keluar rumah, jam tangan ku menunjukan pukul 07.45, dan kelas di mulai 15 menit lagi,

"Len-chan jahat! Tidak menungguiku" gerutuku kesal, berulang-ulang.

"Rin!" teriak seseorang,

"heh?Lui_nii?" aku menoleh dan menghentikan langkahku.

"ah, kamu telat lagi ya? Payah!"ejeknya

"huh! Lui_nii juga begitu kan!" gerutu ku

"ahaha, iya iya" dia ketawa

"ne, mau ku bonceng sampai depan SMP mu?"tawar nya?

"heh? Benar kah? arigatou" jawab ku

Time Skip

-BRAAK!- aku membuka pintu kelas dengan keras. Syukurlah benda itu tidak rusak

"ohayo!" teriakku 'tepat waktu' batinku

"ara? Rin-chan , ohayo gozaimasu" sapa temanku, Miku Hatsune, Miku ini berambut hijau tosca yang diikat twintail dengan dua pita merah yang setia dengannya.

"Rin-chan, ohayo"sahut Gumi Megpoid, Gumi ini berambut Hijau terang dengan bandana Orange yang setia dengannya

Namun yang pertama ku tuju adalah, meja kembaran ku yang terletak tepat di sebelah meja ku

"Len-CHAN!" gertak ku sambil menggebrak meja nya.

"hm? Apa?" sahut nya santai, tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia baca

"kenapa kau meninggalkan ku, tanpa membangunkanku pagi ini?"kata ku geram

"aku tadi sudah membangunkan mu, kamu nya saja yang gak bangun-bangun, dan karena hari ini aku ada tugas harian (piket) jadi, aku meninggal kan mu" katanya

"hee? Memangnya kau membangunkan ku?" kataku histeris (Hime:lebay ih -_-) *abaikan saja*

"iya, bahkan 6 kali" jawab nya enteng

"…"dan itu membuat ku tak bisa menjawab apa-apa, singkatnya speechless.

"baiklah anak-anak, kelas dimulai!" seorang guru berambut Pink pendek tak lain adalah Luka-sensei

-skip time-

Pulang sekolah ini, aku ada urusan di klub music, dan sebenarnya, Len-chan juga bagian dari itu, namun entah kenapa dia pulang duluan, dan seharian ini dia murung terus. Dan entah kenapa aku jadi memikirkannya saat berjalan pulang.

"Rin!" panggil seseorang

"ara? Lui-nii" jawab ku

"mana Len?" tanyanya

"Len-chan, dia sudah pulang duluan, entah mengapa, hari ini dia aneh" jawabku

"apa kalian bertengkar?"Tanya nya lagi

"tidak, hanya saja, hari ini dia agak pemurung, dan… dia hanya memperhatikan buku itu"

"buku? Buku apa?"

"aku tidak tahu, tapi aku rasa, dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kita" kataku.

"dari mana kau tahu?" tanyanya

"Lui-nii lupa ya? Kami kan kembar, apapun yang Len-chan rasakan aku juga merasakannya" jawabku

"buku itu bersampul hitam…" kataku

"…dan tanpa judul" lanjutku

"hm…buku apa ya? Nanti coba kita tanyakan" kata Lui-nii

"iya"jawabku

-skip! Kagamine Residence- Normal POV

"tadaima!" teriak Lui dan Rin,

"okaeri" sahut seseorang yang tak lain adalah Len

"makan siang sudah siap, kalian mau makan dulu?" Tanya nya

"eh? Hari ini kan giliranku membuat makan siang, dan Rin giliran di makan malam kan?" kata Lui

"yah, karena kalian sama-sama ada kegiatan di klub makannya aku menggantikan tugas makan siang"jawab Len enteng

"yay! Thanks bro!" kata Lui girang,

dan kalian tau apa yang dimasak Len? Hanya sandwich ._.

-Skip early morning- Rin's POV

"hoam!"aku bangun dengan malas saat sang surya mengirimkan sinarnya menerobos tirai jendela kamarku . Aku bergegas ke kamar mandi lalu memakai seragamku. Seragamku ini bermodel Sailor berwarna light-yellow dengan pita merah juga garis merah disana-sini dan rok kotak-kotak berwarna scarlet, juga entah kenapa sekolah ku ini,Crypton JHS ini, mengharuskan murid nya memakai sarung tangan, sarung tangan ini berwarna light-yellow, dengan garis merah dan juga renda (Hime:buset dah! -_-) tak lupa aku memakaikan 3 jepit putih dengan pola Sakura di poni ku,juga pita putih besar di kepalaku,yang membuatku seperti kelinci
setelah semua siap aku langsung berlari menuruni tangga, rumahku kan 2 lantai

"Ohayo!" teriakku

"ohayo Rin-san"sapa Ayahku

"ohayo" jawab Lui-nii

"hn" balas Len-chan singkat

Dan kami pun segera memakan sarapan buatan ayah yummy! Tapi meskipun masakan ayah ini enak, pikiranku tidak bisa menikmatinya. Aku hanya memikirkan tentang buku Len-chan. Aku akan menanyakannya nanti!

"ittekimasu!" seru ku dan Len-chan

"have a nice day, kids" sahut ayah

"yups! Ayah juga ya?" jawabku

Setelah itu aku dan Len-chan berjalan menuju sekolah

"ummm…Len-chan" kataku membuka pembicaraan

"ng? apa?" jawabnya

"belakangan ini kamu sering membawa sebuah buku bersampul Hitam, sebenarnya itu apa?" Tanya ku to the point

"bukan urusanmu!" sahutnya cepat sambil berjalan cepat mendahuluiku

"Len-chan! Ma..matte!"teriakku sambil berusaha menyamai langkah nya. Tapi entah karena terlalu terburu-buru atau apa, aku terjatuh hingga lutut ku berdarah

"i..ittai" gumamku pelan. Kulihat Len segera berlari menuju ku.

"Rin? Kau tidak apa-apa?" katanya dengan cemas

"…"aku hanya terdiam

"hei! Rin, jangan menangis! Kau kan sudah SMP, ayo senyum, smile~ " kata Len berusaha menghiburku

"…"

"coba pakai ini" kata Len sambil merekatkan sebuah plester luka ke lututku yang berdarah.

"ng? kenapa kau membawa plester luka,Len-chan?" Tanya ku pelan

"hanya iseng saja" jawabnya asal

"geez, sudah kubilang jangan menangis kan Rin?" katanya setengah jengkel sambil menusap cairan bening (yang tanpa kusadari mengalir) dengan saputangan Kuning nya

"go..gomen"kataku pelan

"kenapa harus minta maaf? Ayo pergi! Kau masih bisa berjalan kan? Atau mau kuantar pulang?"tawarnya

"ti...tidak, aku masih kuat kok!" kataku sambil berusaha berdiri.

"nah, ayo" kataku dengan semangat lalu mulai berjalan

'ternyata buku bersampul hitam itu tidak mengubah Len-chan ku' pikirku senang

'tapi sebenarnya itu buku apa ya?'

Kami: cut cut! *teriak pake toa*

Hime: nii-chama berisik! *aura dark 8x*

Kami: maaf dari tadi Hime-chi galak, karena minggu ini jadwal konser(baca:ulangan) nya Hime-chi lagi padet-padet nya,jadi dia agak(baca:sangat) frustasi,jadi harap maklum dengan sifat nya Hime-chi *bungkuk*

Hime: URUSAI! *ngelempar Kami pake buku 750 halaman*

Kami: *terkapar dengan tidak elit*

Llu: kalo begini siapa yang mau nutup?

Luna: bukan aku

Hime: aku? *dark aura*

Llu:o..oke aku aja deh *sweatdrop*. Yak, minna-sama sampai disini dulu ya, chapter depan akan dilanjutin secepat nya. Kata-kata terakhir dari kita adalah:

-Review Please-