Catatan: karena melihat dedikasi shiranui89 dan Karasu Uchiha terhadap pasangan SasuSaku, akhirnya terpikir untuk membuat sebuah fic pasangan itu untuk mereka berdua. Yah, kisah satu ini lumayan terinspirasi oleh fic sendiri, hahaha, narsis amat. Yaudahlah, selamat membaca, semoga kalian suka, ya~!

Disclaimer: Masashi Kishimoto


.

.

.

Memiliki Bayi Uchiha

.

.

.

Sudah bukan rahasia umum bahwa Kabuto Yakushi memiliki dendam kesumat terhadap Sasuke Uchiha. Sedari masih belia Kabuto sudah menjadi anak buah, asisten pribadi, bahkan pesuruh Orochimaru-sama tanpa pernah sekalipun membantah keinginan tuannya itu. Tentu saja Kabuto memiliki harapan bahwa suatu saat ia yang akan menjadi murid utama sekaligus penerus Orochimaru, memiliki laboratorium tersendiri, dan menguasai jurus terlarang tanpa tanding. Jangan berpikiran negatif dulu, semua itu dilakukan oleh Kabuto demi kemajuan dalam jurus ilmiah. Sayangnya, justru Sasuke yang muncul secara mendadak dan merebut semua yang diimpikan oleh Kabuto.

Uchiha arogan itu tiba-tiba muncul dan menjadi murid kesayangan Orochimaru. Tuannya itu selalu meluangkan waktunya untuk mengajari Sasuke latihan, memberikan jurus-jurus baru tanpa tanggung-tanggung. Yang paling menyakitkan hati Kabuto, Orochimaru-sama bahkan mengajarkan Sasuke cara memanggil Manda. Padahal seharusnya Orochimaru yang paling tahu siapa yang sebenarnya menyayangi Manda dengan penuh perasaan. Masih ada satu lagi, dan membuat hati Kabuto menjadi semakin panas membara saat mengetahui bahwa Orochimaru memberikan bajingan tanpa etiket—Sasuke memang selalu terlihat brengsek di matanya—pakaian seksi dan ikat pinggang menawan yang sudah diincar Kabuto selama dua bulan terakhir.

Dipikir lebih lanjut, sebenarnya semua itu baru permulaan saja.

Kabuto selalu mengagumi Karin-chan, gadis masokis yang juga melayani Orochimaru-sama. Rambut merah Karin yang indah mengkilap selalu menarik-narik perhatiannya. Perilakunya yang patuh dan sopan pun membuat Kabuto tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Apalagi kacamatanya yang imut-imut. Namun takdir berkata lain, dan Kabuto harus menelan pil pahit di kehidupan cinta. Karin melarikan diri bersama Sasuke, Suigetsu, dan Jugo. Padahal pada hari yang sama Kabuto sudah merencanakan untuk mendeklarasikan cintanya. Memang sih, cinta sejati takkan berjalan mulus, tapi buat seorang Kabuto rasanya jalannya terlalu berkerikil.

Belakangan ini Kabuto menyadari alasan di balik ketertarikan Orochimaru-sama yang luar biasa terhadap para Uchiha. Para Uchiha brengsek itu, mulai Madara, Tobi alias Obito, sampai Sasuke entah kenapa masih saja bisa bertahan hidup dan dengan entengnya berencana untuk mereparasi pemikiran semua orang, menghancurkan Konoha, atau membangun Klan Uchiha dari awal lagi. Terserahlah apapun tujuan mereka, mana ia peduli.

Namun satu hal yang pasti, para Uchiha memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa dalam berbagai situasi yang tidak memungkinkan. Selain itu, para Uchiha ini juga dikaruniai daya otak luar biasa, dedengkot jenius dalam mengusai berbagai bidang tanpa menghabiskan banyak riset dan tenaga. Terakhir, dan yang paling memuakkan, para Uchiha memiliki wajah rupawan yang membuat banyak perempuan jatuh bangun hanya dengan dilirik sedikit. Okelah, sedikit pengecualian untuk Obito yang wajahnya sudah tertimpa batu karang maha besar.

Itulah sebabnya, Kabuto ingin menjadi salah satu dari mereka.

Untuk menjadi seorang Uchiha, pemuda berambut nyaris perak itu memerlukan pengorbanan, penelitian yang tidak sebentar, dan pilihan yang sempurna. Dengan kata lain, ia membutuhkan bayi Uchiha yang masih polos—nantinya untuk dijadikan percobaan dan dikuasai.

.

.

Sakura Haruno sulit sekali membuka matanya, seolah-olah ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa bergerak. Hal terakhir yang ia ingat adalah malam itu ia bersama dengan anggota tim 11 sedang terburu-buru bergerak ke lokasi pertarungan Naruto, Kakashi, Killer Bee dengan penjahat bertopeng yang mengaku-ngaku sebagai Madara Uchiha. Namun, bukannya bergegas menolong Naruto, ia malah berbaring tidak berdaya di sebuah tempat berbau pengap yang aneh, dengan penerangan sedikit remang-remang. Hati Sakura langsung was-was, dan ia segera bangkit. Apa daya, mendadak tubuhnya terasa lunglai tidak bertenaga, seperti kehilangan seluruh cakranya.

Tunggu sebentar, lemas lunglai tidak berdaya seperti kehilangan cakra?

Berbagai pertanyaan bermunculan di kepalanya, nyaris semuanya negatif. Mungkin saja ia diseret oleh pihak musuh ke sana, atau mungkin kemampuannya sebagai ninja medis telah diketahui sehingga ditangkap oleh mereka. Sakura menghela napas, kemungkinan alasan terakhir lebih masuk akal.

Gadis berambut pink itu sepenuhnya menyadari bahwa keikut-sertaannya dalam Perang Dunia Shinobi Keempat belakangan ini telah membuatnya menjadi sangat populer, terbukti dengan banyaknya cokelat maupun surat cinta yang terus berdatangan ke loker maupun apartemennya. Yah, ia tidak bisa menyalahkan mereka yang mengagumi dirinya yang cantik dan berbakat. Sayangnya, hatinya telah sepenuhnya menjadi milik Sasuke seorang.

"Sudah sadar?" Kabuto memasuki ruangan yang nyaris gelap gulita itu, suaranya terdengar sangat mengintimidasi. Sakura sulit mengenali siapa sebenarnya orang yang berdiri di hadapannya, apalagi dengan jubah panjang gelap yang berwarna menyerupai darah. "Sepertinya kau siap untuk maju ke tahap berikutnya."

Sakura tidak bisa berdiam diri saat sebelah tangannya mendadak dicengkeram dengan sangat keras. "Ap-apa yang kau lakukan! Lepas! Lepaskan aku!"

Terasa cairan dingin yang mengalir dalam darahnya, membuat seluruh cakranya semakin melemah. Rasanya sangat aneh, dan menyakitkan. Hatinya berdetak dengan luar biasa kencang, antara ketakutan dan was-was. Sayangnya ia terlalu lemah untuk melawan—ketidakberdayaan yang membuat Sakura semakin frustrasi. "Apapun… itu… kumohon hentikan…"

Terlihat sisa cairan dalam suntikan yang berwarna hijau kehitaman sebelum semuanya terlihat menghilang dalam kepulan asap. Entah sudah berapa lama waktu berlalu sebelum Sakura menyadari sesosok tubuh yang berjalan mendekatinya, sosok yang sudah lama ia kenal. Sosok yang dapat membuat jantungnya berdegup kencang hanya dengan melihat bayangannya saja.

Rasanya mustahil membayangkan Sasuke Uchiha berada di depannya, apalagi kemudian membuka jubah tebal akatsuki yang ia kenakan. Tubuh Sasuke terlihat sangat sempurna dengan otot dada yang kencang dan otot perut yang terlatih. Ekspresi wajah yang dingin dan sendu, namun semua itu berlawanan dengan ciumannya yang panas dan membara.

TUNGGU, CIUMAN PANAS MEMBARA APA?

Sakura tidak habis pikir mengapa ia bisa membayangkan hal segila itu ketika ditawan oleh musuh. Bagaimana mungkin ia malah mimpi basah di saat begini, sih? Mungkin selama ini nafsu seksualnya sama sekali tidak terpuaskan, tapi tidak sekalipun ia berani membayangkan bahwa Sasuke akan—

Sasuke menundukkan kepalanya, perlahan menyentuh dan membelai lehernya yang jenjang. Jari-jari Sasuke yang ramping dan panjang mulai membuka rompi dan pakaiannya, membuat tubuh Sakura menggigil. Seolah bisa membaca pikirannya, Sasuke memeluknya, lantas menghangatkan kulit gadis itu dengan ciumannya.

SASUKE MENCIUM APA? APA YANG TELAH DIHANGATKAN OLEH SASUKE?

Yang benar saja, apa mimpi basah bisa terasa nyata seperti ini? Apakah cara Sasuke yang menahan tubuhnya, lalu memeluknya dengan sangat erat hanyalah bayangan? Dan bagaimana dengan, ohh, ciumannya yang luar biasa basah dan panas seperti ini juga hanya mimpi sajakah?

Lantas, apakah cara—cara Sasuke menyatukan tubuh mereka seperti ini…

"Arghhhh…" Sakura menjerit keras saat Sasuke dalam imajenasinya bergerak semakin dalam di dalam tubuhnya, membuat gadis bermata hijau itu merasakan sensasi yang janggal di sekujur tubuhnya. Sakura berteriak semakin kencang, nyaris menangis ketika ia merasakan rasa sakit yang sangat memilukan di bawah sana. Rasanya begitu panas dan menyakitkan, bagaimana mimpi bisa seperti ini? Bagaimana mimpi bisa membuatnya sulit sekali bernapas?

Meskipun demikian, rasa sakit itu perlahan mulai menghilang dan tergantikan oleh sensasi lain. Ada sesuatu yang menerpa tubuhnya, membuatnya nyaris kehilangan kesadaran ketika Sasuke terus menyatukan tubuh mereka tanpa henti. Rasanya nyaman dan hangat. Begitu nikmat. Begitu menakjubkan. Begitu luar biasa untuk jadi kenyataan. Setiap gerakan, sentuhan, tatapan dari kedua belah mata yang gelap itu terasa sangat nyata.

Sulit sekali membayangkan bahwa ia hanya memimpikan semua hal itu.

"Sasuke…" Sakura berbisik lirih sambil menutup matanya. Ia dapat merasakan tubuhnya bergetar hebat saat Sasuke mengisi tubuhnya, memenuhinya dengan kehangatan yang luar biasa. "Oh, Sasuke…"

Mendadak Sakura menyadari sesuatu, ia tahu persis apa yang sedang terjadi pada dirinya. Hal itu bukanlah mimpi maupun imajenasi belaka. Ia terkena jurus, jurus terlarang yang pernah dijelaskan oleh Tsunade saat mereka membantu proses melahirkan di sebuah desa. Ada sebuah jurus terlarang yang pernah digunakan untuk mengembalikan klan yang sempat punah di Sunagakure. Pengguna jurus terlarang itu menyatukan sperma pria yang sudah meninggal dengan wanita yang terpilih demi memperoleh keturunan. Meskipun demikian, karena proses berbahaya selama penyatuan itu, cakra si wanita akan sepenuhnya pindah dalam tubuh bayi yang ia lahirkan.

Ya, si wanita akan meninggal setelah melahirkan bayinya.

.

.

Kabuto mengelap tabung besar yang kosong dalam ruangan yang dipenuhi oleh banyak sekali tubuh-tubuh yang diselubungi oleh kabel-kabel berwarna hitam. Berbagai anggota tubuh yang terpotong-potong maupun berbagai alat bedah tertata rapi di dalam lemari kaca. Ruangan laboratorium yang awalnya telah dipersiapkan untuk percobaan Orochimaru-sama yang berikutnya itu akan segera ia ambil alih. Ruangan itu kelak akan menjadi saksi mata transformasi yang sempurna, menggunakan tubuh bayi sebagai wadah utamanya. Ia sudah tidak sabar menanti sembilan bulan dari sekarang.

Perlahan, Kabuto mengalihkan pandangannya ke atas meja, melihat seberapa lama waktu telah berlalu. Gadis berambut pink itu, Sakura Haruno, pasti tengah menikmati percintaannya dengan pria impiannya, Sasuke Uchiha. Kabuto tertawa pongah. Ia tahu rencananya pasti akan berhasil. Tidak ada yang lebih mencintai Sasuke selain gadis itu, dan semakin besar rasa cinta dan pengorbanan pihak wanita, maka akan semakin kuat dan sempurna bayi yang nanti akan lahir.

Tentu saja, sayang sekali kehilangan gadis dengan bakat medis sebesar itu.

Berjalan mendekati ruangan Sakura, Kabuto tahu ada sesuatu yang berbeda—ada penyusup. Tanpa membuang waktu ia segera menutup jalan masuk utama, menekan tombol besar di dinding. Mendadak sebuah tendangan super keras mengenai wajahnya, dan membuatnya terpelanting ke belakang. Ya, Kabuto mendapatkan tendangan telak di wajahnya, yang berasal dari sebuah kaki besar berwarna hitam. Kaki yang muncul dari dalam lukisan.

"Apa yang…" Kabuto dengan segera menyadari bahwa persembunyiannya sudah diketahui oleh musuhnya, Sai. Bodohnya, ia dulu pernah membawa Sai ke sana, sewaktu mereka mencari tubuh pengganti untuk riset Orochimaru-sama. Ia memang tidak boleh memandang remeh pria dingin itu, yang dulu merupakan salah satu temannya di bawah kuasa Danzo, tapi sekarang malah hidup dengan suka cita di Konoha dan memperoleh banyak teman.

"Kau lagi, hah?"

"Lepaskan Sakura," Sai menatap Kabuto dengan ekspresi datar, memberitahukan kepada rekannya yang lain untuk mencari rekan setimnya yang terkadang sangat kasar itu. "Lepaskan dia dengan segera atau kau akan tahu akibatnya."

Bukannya Kabuto lemah atau apalah.

Orochimaru telah merebut cakranya kembali, membuat tubuh Kabuto kembali seperti sedia kala, begitu pula dengan kekuatannya. Menculik Sakura pun bukan aksi sembarangan, dan itu membuat Kabuto memakai 40 persen chakra tubuhnya. Ditambah dengan penggunaan Imperfect Newborn Jutsu—jurus yang baru saja ia praktekkan untuk Sakura—membuatnya benar-benar lelah. Dengan susah payah Kabuto menghapus darah dari sisi bibirnya yang robek, lalu tertawa pelan. "Cari saja bila kau mampu, tapi semuanya sudah terlambat."

.

.


Sekali lagi, terima kasih sudah membaca, ya. Belakangan ini sedang tertarik dengan sains dan manusia percobaan sih, makanya muncul tema begini. Apakah nanti Sakura akan menggugurkan bayinya? Apa ya respons Sasuke? Kalau ada uneg-uneg maupun pertanyaan kalau bisa login biar langsung dibalas. Sampai berjumpa di chapter berikutnya~!