Uji Nyali, a Eyeshield 21 Fanfic

Summary: Hiruma mengadakan Uji Nyali! Kejadian aneh pun terjadi!

Disclaimer: Riichiro Inagaki dan Yusuke Murata

Rated: K+

Genre: Humor/Horror

Warning: Gaje, abal

Ehehehehe…ini fic pertama Regina…Jangan lupa R&R!Please!

Regina :Eyeshield 21 punya saya!Eyeshield 21 punya saya! *ditimpuk wajan gosong*

Hiruma :kekekekeke…di cerita ini harus HiruMamo…

Regina :gk mau!Yang author siapa?

Hiruma :*nyiapin bazooka*

Regina :*naro polisi sama densus 88 anti terror di depan Hiruma ,trus ngibrit sambil bawa bawa laptop ke ujung dunia*


Uji Nyali

Hari ini,seluruh anggota Demon Devil Bats dan SMA Deimon sedang bersiap-siap menuju lawang sewu,karena akan ada acara Uji Nyali yang menggemparkan seluruh SMA ruang club,tak kalah hebohnya pula kegiatan Demon Devil Bats.

Yang mereka lakukan adalah…!

.

.

.

Sena merangkai kalung bawang,Kurita,trio haha,Monta sedang sembahyang,Mamori dengan cuek bebeknya main laptop,padahal dia lagi browsing di mbah google dengan kata kunci :"Cara Agar Dapat Melewati Uji Nyali Dan Menang Dengan Hantu",dan yang lainnya semaput berjamaah *minus Hiruma*

Hiruma segera mengambil tasnya,karena sudah waktunya pergi menyadari kalau anggotanya masih "sibuk" segera menembakkan pistolnya.

"OI!INLINE SIALAN, CEBOL SIALAN, MANAGER SIALAN, PAK TUA SIALAN,MONYET SIALAN, UDAH MULAI BEGOOOOO!KALO LO GAK MAU PINDAH GW KUNCI INI RUANGAN SIALAN!"

"KYAAA….!"Mereka semua sibuk komat kamit karena mengira Hiruma bakal ngunci ruangan itu.

"CEPEEETTTT!"Bentak Hiruma dengan keras,garing and lembut (?)

"Kyaaa…okeh okeh!"Mereka sibuk menyiapkan barang saking takutnya,mereka jadi slow motion.

"GRRR…"Hiruma mulai ngamuk ala devil kesasar di surga *Regina:emang bisa?*

"SINIIN TAS LO SEMUA!"Bentak Hiruma, dengan santai nyamemasukkan semua tas kedalam meriam sehingga mengarah ke bus dan tepat ke pintu bus. Semua mlongo. *Regina:hebat banget bisa tepat?! Hiruma: kekekekeke….*

Setelah insiden hotel Yamato,eh ralat,insiden meriam Hiruma,anggota Deimon Devil Bats gk berani nantangin Hiruma lagi, takutnya yang diluruncurin Hiruma bukan lagi tas tapi mereka sendiri.


Mereka akhirnya sampai ke daerah Lawang. DDB (Deimon Devil Bats)sudah merinding membayangkan tempat angker yang akan mereka datangi, kecuali setan DDB siapalagi kalo bukan Hiruma?

"You…you-nii nggak…ta…takut?"Tanya Suzuna dengan extra hati-hati,karena Hiruma masih membawa bazooka lengkap dengan meriamnya.

Hiruma tidak menjawab, Suzuna yang makin penasaran melempari Hiruma dengan pom-pom pink.

"INLINE SIALAN SINI LOOO!"Teriak Hiruma sembari mengeluarkan meriamnya.

"GYAAAA….!"

BAK BIK BUK CROOT CRAAT KLONTANG GLONDANG!

Akhirnya matilah Suzuna dengan mengenaskan. *dilempar Suzuna*


Mereka segera berjalan menuju Lawang, jeritan(?), hawa dingin(?), salju(?), api(?) #plak! *Mamori:Jangan ngaco! merinding nih!* terdengar dan terasa dengan jelas.

"Kekekekeke…siapa tau hantu hantu itu ada yang mau jadi budak gue…kekekekeke…." Tawa ala devil Hiruma membahana keseluruh ruangan Taman Lawang Sewu. Yang mendengar perkataan Hiruma hanya sweatdrop.

Mamori segera menelepon Pawang, menunggu 12 jam 11 menit 10 detik, *Hiruma:kalo selama itu mah udah siang bego!* datanglah pawang menjelaskan tentang photo-photo di dinding,yang sukses membuat Sena dkk kebingungan. *Sena:kita khan tinggal di Jepang dodol! Mana ngerti sejarah indo!*

Di lantai dua,it's so beautiful. Mamori dan Suzuna berfoto ria. Diam diam, 'sesuatu' yang memperhatikan mereka tersenyum usil.

'kekekeke…kuganggu mereka ahh….'Kata 'sesuatu' itu.

Plek!

"Eh?kok rasanya ada yang megang bahuku?"Tanya Mamori merinding.

"Ja... jangan nakut nakutin dong Mamo-nee chan…" Suzuna ikut merinding.

"hihihihi…" Tawa seram terdengar dibelakang mereka.

"KYAAAAAA!" Suzuna berlari dengan inline skatenya, sementara Mamori berlari tak tentu arah.

BRUK! Mamori menabrak seseorang.

"Hi…Hiruma?" Mamori kaget saat melihat siapa yang ditabraknya.

"OI MANAGER SIALAN?! NGAPAIN SIH?" Tanya Hiruma kesal.

"Ad..ad..a..hantuuuu…" Kata Mamori memeluk erat Hiruma. *cieee* #plak

Ckrik!

"Dapat foto bagussss…." kata Suzuna senang.

CKREK!DOR!DOR!DOR!

Suzuna ngibrit.


LANTAI 3

Bau menusuk, gelap, dan perasaan aneh menyelimuti hati dan jiwa raga *lebay*

Mamori tanpa sadar memeluk lengan kiri Hiruma, Sena memakai kalung bawang, Suzuna merem (saking takutnya) akhirnya njedot tembok, Monta makan pisang busuk di tong sampah, Hiruma nyiapin kamera sama surat kontrak buat para 'sesuatu' dan sang pawang hanya cengo.

"Siap siap,kita akan memasuki area Penyiksaan Bawah Tanah," Kata pawang pake toa masjid yang dapet entah dari mana dapetnya.

Hiruma tampaknya tertarik, yang tentu membuat sang pawang dan personil DDB merasa aneh dan berpikir 'Sudah tampang setan, tertarik lagi liat kaya ginian! Jangan jangan ni anak kiriman Raja Setan!'

Akhirnya mereka melihat tempat tempat pemasungan,Hiruma justru memotret – motret tempat tersebut.

"Kekekekeke…ini bisa jadi photo bagus untuk ruang club,"Kata Hiruma dengan seringai ala setan yang membuat sang pawang *halah!panggil Pak Aki ajah!* menjadi sweatdrop.

"Aph..apha…ja…jangan…do..donk…"Pekik Demon Devil Bats.

CEKREK!

"KYAA!Iya kita ngerti,ga papa kok….!" Teriak Sena histeris.

Setelah bejibun petualangan, akhirnya mereka sampai di hotel.

"Fuuhhh…legaaaa…jantung gw mau copot rasanya…" Kata Sena girang.

"Kekekeke…jangan salah,besok kita akan masuk hotel angker lantai 5 yang gak kerawat 20 taun…kekekekeke…." Hiruma mulai menyeringai ala devil.

"APPPUUUAAAHHH?"Teriak DDB histeris mode:on.

"Kekekekeke….itu sudah bagian acara,Tanya aja kepala sekolah….kekekekeke…"


~Kamar Sena~

"Masa kita harus masuk 'tempat angker' lagi…?!" Jerit Monta kesal.

"You-nii serem banget,ko kayaknya malah semangat ketika mengunjungi tempat angker…" Suzuna merinding disko.

"Mamo-nee, kenapa kamu enggak bujuk Hiruma aja biar nggak usah menuju tempat angker lagi? Kan serem getooohh…"

"Kok aku? Enak aja!" Kata Mamori sembari membuat kopi.

"Yasud, Monta, Suzuna, temenin aku ke kamar Hiruma!"Kata Sena yang kebetulan berani entah kesambet apaan.

~Kamar Hiruma~

"Hi..Hiruma…"Panggil Sena.

"Hn?"

"Be..besok ma..mau kema..na?" Tanya Sena.

"Tch!Kan udah gw jelasin!"

"Maksudnya…area man…mana?"

"Jalan x, no xx, RT xxx, kota xxxx,"Kata Hiruma panjang x lebar x tinggi.

"Maaa…makassihhh…" Kata Sena panjang.

~DI KAMAR SENA~

"Are you ready?" Tanya Suzuna semangat.

"Ready,yesss…." Seru semu DDB semangat.

Yups! Setelah tahu letaknya dimana,mereka berniat mengunjungi letak hotel angker untuk berjaga jaga mereka membawa kalung bawang dan jimat buatan Rei-chan di sailormoon.

-kediaman Rei-

"Loooh mana jimatku?"

Balik ke DDB

Mereka segera berjalan menuju tempat yang diberitahukan oleh Hiruma. setelah sampai, mereka merinding sendiri.

Pagarnya penuh percikan "merah", bangunan hotelnya penuh semak, jendelanya pecah, pekarangannya penuh rumput ilalang selutut, bagian parkirnya sudah rubuh, entah kenapa ada celah lebar yang sengaja dibuat agar orang bisa masuk.

"Aph..apah semua tempat di Indonesia kaya gini?" Tanya Sena histeris mode:on.

"Ga juga,di Bali indah-indah koq…" Kata Mamori. *promosi mode on*

"Ay..ayo kita masuk…" Kata Sena sembari komat kamit membaca doa.

Ketika memasuki ruang resepsionist, mereka melihat meja resepsionist penuh dengan tumpukan kertas yang terpercik "merah", meja resepsionist yang kumuh,meja meja penuh dengan lubang bekas tembakan peluru, dan dinding yang penuh sarang laba-laba.

"Sen..Sena..kita pul..pulang yuukk…" Suzuna merinding.

"Iy..iya…mari kita pulang…" Kata Sena sembari melirik kanan kiri.

KYAAA!

"Itu tadikan…suara Mamo…ri?" Monta menghentikan kunyahan pisangnya.

Sontak mereka menoleh. Mamori tidak ada!

"Mamo-nee chan!" Jerit Suzuna merinding.

"Ja…jangan jangan… Mamori ditangkap hantu?" Sena mulai merinding disko.

"AYO LAPOR YOU-NII!" Suzuna keluar dari gedung hotel tersebut.

KYAAAA!

Setelah keluar,teriakan Suzuna terdengar jelas.

"Suzuna nggak ada?!" Musashi histeris setelah mengintip keluar.

"APPAA?!"

Apa yang terjadi pada Suzuna dan Mamori?Kenapa mereka menghilang?Tunggu chapter berikutnya!

Regina:Khu Khu Khu…selesai juga…

Hiruma :Gk ada HiruMamo-nya! *ngelirik author*

Regina :chap 2 aja. *makan kripik*

Hiruma :kalo gk ada,awas *melolot*

Regina :baweellll *nimpukin Hiruma make sandal,terus ngunci pintu kamar*

Regina :hehheehe…jangan sungkan untuk ninggalin review ya..please.. *Cerberus eye no jutsu* #plak! Saran, Kritik, Flame boleh kok!