2L = Like and Love

Himekami

Warn : Typo (s), aneh, gaje, based on (Hime) true story

Note: "bla..bla" percakapan biasa. 'bla..bla' percakapan dalam hati

Kami: we're baacckkk!
Hime:…
Llu: Hime-sama, kenapa?
Hime: aku gak habis pikir, kenapa kisah cintaku dibuat fic ._.
Kami:yaah, karena menurut ku, kisah cinta mu itu menarik, Hime-chi! Kau terlalu tsundere sih!
Hime: aku gak tsundere!
Kami:iya, kau tsunderenya di rumah kau gak tsundere kalau di sekolah, sama ke cowok yang kamu suka, jadi menurutku, kamu gadis berkepribadian ganda
Hime: geez! Aku tidak…
Luna: ouji-sama, oujo-sama hentikan! Sebaiknya kita cepat memulainya saja
Llu: iya iya *angguk-angguk*
Kami: ok deh! Hime-chi, disclaimer nya donk tolong!
Hime: ogah!
Kami: ayolah selama ini kau tidak pernah baca disclaimer kan?
Hime: emang gak pernah, trus masalah buat lo?
Kami: hei! Panggil aku dengan sopan! Begini-begini aku lebih tua dari kamu!
Hime: lebih tua 5 menit! Apanya yang bisa dibanggakan?
Kami: whatever, yang penting aku lebih tua dari kamu!
Luna: ouji-sama, oujo-sama…
Hime: geez! Tapi tanggal lahir kita sama kan! Lagipula kamu Cuma tua 5 menit dari aku, itu bukan berarti kau boleh memerintahku seenaknya!
Kami: faktanya, memang aku lebih tua dari kamu!
Llu: Ouji-sama, Hime-sama…
Hime: trus aku harus hormat padamu, karena kau lebih tua 5 menit dari aku!?
Kami:bu…
Luna + Llu: HENTIKAAANN!
Hime: …*pergi*
Kami:…
Luna: ouji-sama, dis…
Kami: oke-oke! Aku baca disclaimer!

Disclaimer: vocaloid bukan milik Hime Kami TITIK!

Kami: udah! *pergi*
Llu: kalau begitu minna-sama, maaf atas sikap mereka berdua *bungkuk*
Luna: kita mulai saja yaa… 3… 2… 1…

Cekidot!

Rin's POV

Helo, nama ku Rin Asami. Hari ini, aku telah resmi menjadi murid kelas 9, dan kelas ku adalah… sebentar aku baru mencarinya… ah! Aku di 9-5, hum… yang dari kelas 8-3 (Kami : kelas Rin yang dulu) adalah… Akaito Rubii, Kaito Shion (Llu : si duo gila *dipukul Kaito + akaito*) lalu… ada Gumi Megane, Lenka Kagamii, dan Lily Shpare

'mampus! Dengan siapa aku duduk! Mana Miku tidak sekelas sama aku lagi!' teriak Inner ku. Memang aku tidak begitu dekat dengan Gumi, Lenka, Lily, dan Kaito, apalagi Akaito. Lalu kulihat daftar yang terpampang sekali lagi, ah! Ada Ring dari kelas 8-4 dan kulihat dia belum mendapatkan teman sebangku.

'nice!'

"Ring-chan!" panggil ku

"loh? Rin-chan" jawabnya

"sudah dapat teman sebangku?" Tanya ku tanpa basa basi

"ng… rencananya sih, mau duduk bareng IA-chan, tapi dia belum datang. Kalau kamu?"

"aku…belum dapat" kataku

"mau duduk sebangku sama aku?" tawarnya

"ah! Boleh-boleh!" sahutku senang, lalu aku duduk di kursi sebelah kanan Ring

"ne, Ring-chan, gimana hubungan mu dengan Megpoid-kun?" Tanya Ring tiba-tiba

"eh? Apa?" Tanya ku sedikit gugup(?)

"ne, gimana? Cerita donk" tawarnya

"eh, biasa saja kok! Cuma gitu-gitu aja" sahutku cepat

"ng? begitu ya…" ujarnya

Aku ini memang sedang berpacaran dengan Gumiya Megpoid, anak 8-3 yang sekarang di kelas 9-3.

"tapi, aku dengar kamu membentuk grup namanya Happy Family dan Megpoid-kun ikut dalam grup keluarga-keluargaan itu ya? Wah kalau begitu kalian Incest donk! ahahahaha"

"geez! Apaan sih, kau ini"

Aku ini memang memiliki sebuah grup bernama Happy Family, dan grup itu sudah bukan rahasia lagi, grup ini seperti keluarga betulan yang memiliki orang tua dan juga anak.

Ayah : Utatane Piko (cowok kecil yang biasanya disiksa oleh aku dan Miku)

Ibu : Furukawa Miki (gadis yang selalu ceria dan meramaikan suasana grup kami)

Anak ke-1 : Gumiya Megpoid (pacarku, orangnya tinggi)

Anak ke-2 : Leon Cluth (anak yang tidak gampang ditebak sifatnya!)

Anak ke-3 : Miku Hatsune (gadis yang usil, namun sebenarnya baik)

Anak ke-4 : akuuuu! Rin Asami!

Anak ke-5 : Kagamine Len (karena dia yang paling SHOTA, jadi dia dijadikan anak terakhir)

Tapi ingat! Grup ini bukan keluarga nyata!

Namun, akhir-akhir ini aku sering melamun, yah, aku memang banyak pikiran. Kenapa? Kau merasa bahwa pikiranku dan Miya-chan(Gumiya) sudah tidak sejalan lagi.

"rin-chan? Kau melamun? Ada apa?" Tanya Ring membuyarkan lamunanku

"ng? ti..tidak apa kok" sahut ku cepat

"oh, begitu, kamu tidak pulang?" tanyanya

"eh? Pulang?"

"ini sudah waktu nya pulang Rin-chan" sahut Ring

"RINNY!" terdengar suara teriakan yang membahana(?) di depan pintu kelasku

"ara? Miku-oneechan!" sahutku, aku memanggil Miku begitu, karena dalam grup kami dia kakakku

"umm… aku duluan ya! Bye Ring-chan" pamitku pada Ring

"bye, Rin-chan" jawab Ring sambil melambaikan tangannya

Aku pun membalas lambaian tangannya, lalu melangkahkan kaki keluar kelas.

"jadi… Leon-niisan di kelas 9-2 bersama dengan mu, lalu, Len-chan di kelas 9-1, dan okaa-chan (Miki) dan otou-chan (piko) sekelas di kelas 9-4" ujarku mengulang perkataan Miku dalam perjalanan kami menuju ke rumah

"yup!" sahut Miku

"geez, aku harap aku juga sekelas dengan Miku-oneechan atau Len-chan atau okaa-chan atau otou-chan" kataku lesu

"aku juga ingin sekelas dengan Rinny" sahut Miku.

"tapi, kenapa Rinny tidak berharap sekelas dengan Gumiya-oniisan?" Tanya Miku akhirnya

"…"

"Rinny?"

"aku hanya… merasa… sekarang jalan pikiran kami sudah tidak sejalan lagi" jawab ku akhirnya

"ng? tidak sejalan gimana?" Tanya Miku

"aku… tidak tahu" jawabku

"Rin…" kata Miku dengan nada bijak

"ng? nani? Miku-oneechan?" tanyaku

"kalau kau terpaksa, jangan di paksakan ya, Rin? Ikuti saja kata hatimu" ujarnya sambil tersenyum

"…"

"Rin?"

"ha.. hai'" jawabku lalu tersenyum

Time Skip

Aku sudah memutuskannya! Kau akan mengikuti kata Miku, aku sudah merasa pikiran kami sudah tidak sejalan, dan aku juga merasa, dia menjauhiku.

Aku pun membuka pintu kelas 9-3, dan kemudian aku melihat Kaiko Usagi sedang berdiri di dekat pintu

"Kaiko-san!" panggil ku pelan. Aku biasanya memanggil orang dengan suffix "chan" tapi meskipun Kaiko ini berpostur 'mungil' tapi dia lebih tua 1 tahun dari kami

"ara? Rin-chan" jawabnya kalem

"bisa tolong panggil kan Mi… ah! Gumiya Megpoid?" Tanya ku

"tentu" jawabnya

Lalu kulihat dia melangkah ke meja di pojok kanan belakang, aku hanya menunggu dengan harap-harap cemas(?) di depan pintu kelas 9-3

"ada perlu apa?" Tanya suara orang yang sangat kukenali, bertanya dengan nada yang terkesan… dingin?

"e…etto, pulang sekolah nanti bisa kita bertemu sebentar di atap sekolah? Ada yang ingin ku bicarakan" kataku sedikit gugup

"…"

"…"

"…"

Kami : woy! Kok pada diem aja!

Gumiya: sorry bro! gua lupa script nya!

All: *gubrak!*

Hime: Nih! *ngelempar buku script*

Gumiya: thanks!

-abaikan yang diatas-

"baiklah" kata Gumiya akhirnya

"terima kasih" sahut Rin, lalu membungkuk singkat, dan pergi

Skip Time –Normal POV-

"maaf, Miku-oneechan, kau pulang duluan saja" ujar Rin kepada Miku

"eh? Rin-chan mau kemana?" Tanya Miku heran

"ng… aku… ingin mengikuti kata hatiku, dan menyudahi semuanya" ujar Rin sambil tersenyum

Mendengar itu Miku sedikit terkejut dan hanya bisa berkata "berjuanglah, Rin-chan"

Dengan begitu, Rin lalu melangkahkan kakinya menuju tangga yang membawanya ke atap sekolah. Di tengah jalan(?) dia bertemu dengan Len

"Rin!" panggil Len

"Len-chan? Tidak sopan sekali kau! Panggil aku kakak" ujar Rin

"geez! Itu kan hanya grup! Bukan kenyataan" sahut Len jengkel

"eh iya-iya" kata Rin

"kau mau kemana?" Tanya Len

"ke atap sekolah, sudah dulu ya,Len-chan! Bye bye!" ujar Rin lalu pergi

Len's POV

"bye bye!" ujar Rin

"ng? ah? Iya, bye" jawabku

Lalu Rin bergegas melangkahkan kakinya menuju ke tangga yang membawanya ke atap sekolah. Aneh, tadi aku melihat Gumiya juga ke atap sekolah. Apa mereka janjian ya? Aku tahu kalau Rin itu pacarnya Gumiya, tapi, aku merasa… sakit hati? Jujur saja, diam-diam, aku ini menyukai Rin, tapi karena Gumiya lebih dulu nembak Rin, dan Rin dengan bodohnya juga mau sama Gumiya,jadi aku terpaksa harus memendam perasaan ku lebih lama lagi

'apa lebih baik aku ikuti mereka ya?' pikirku

'ikuti saja deh' dan aku memutuskan untuk mengikuti mereka

Normal POV

Len baru saja melangkahkan kakinya menuju ke anak tangga pertama ketika seseorang memanggil nya

"LENNY!" teriak orang itu

"Hatsune! APA-APA'AN KAU INI!" balas Len tak kalah kerasnya

"Lenny, kalau kau berteriak seperti itu, aku bisa tuli" ujar Miku dengan tampang innocent(baca: bodoh)

"lagipula, panggil aku Miku saja ya?" ujarnya dengan senyum cerianya

"geez… " gumam Len berusaha menahan emosi

"ne, Lenny, kau mau kemana? Pulang bareng yuk!" ajak Miku

"maaf, aku masih ada urusan" tolak Len

"ng? urusan apa?" Tanya Miku menyelidik

"bukan urusanmu" sahut Len ketus

"heeh? Kok gitu? Jujur aja sama aku!" ujar Miku

"aku mau mengikuti Rin" ujar Len pelan

"heeh? Lenny jadi stalker!?" ujar Miku tak percaya

"Miku, tiga kata! Aku-bukan-stalker!" sahut Len cepat

"lalu?" Tanya Miku menyelidik

"aku hanya penasaran saja" jawab Len singkat

'aku tahu kok Len, kau suka sama Rinny' batin Miku sambil tersenyum

"oh, begitu, kalau tidak salah kan, Rinny ada urusan sama Gumiya-kun" ujar Miku

"ng? begitu ya…" sahut Len

"ne, Lenny, kita ikuti mereka yuk?" ajak Miku

"eh?"

Sementara itu di waktu yang sama, di tempat yang berbeda

"ano, Miya-chan…" ujar Rin

"ng?"

"kita… mungkin hanya sampai disini saja ya" ujar Rin sambil berusaha tersenyum

"oh, begitu, baiklah, lagi pula, aku sudah punya yang lain"

"eh?"

"aku sekarang dengan Neru" kata Gumiya

"oh, begitu" sahut Rin pelan

"kalau begitu, terima kasih atas waktu nya untukku, ng, aku permisi" ujar Rin lalu membungkuk singkat dan berlari. Menahan segala emosinya, dan menitikkan air mata. Meninggalkan Gumiya yang masih terdiam di tempatnya

Saat sudah selesai menuruni tangga, Rin berpapasan dengan Len dan Miku yang terkejut melihat mata Rin basah oleh air mata

"Rin…" gumam Miku dan Len bersamaan

Namun Rin tidak menghiraukannya dan masih tetap berlari.

"RIN!" teriak Miku mengejar Rin. Menyisakan Len yang sendirian di tempatnya

Tak lama kemudian, Len melihat Gumiya menuruni tangga dengan langkah yang santai(?)

"oi, Gumiya!" panggil Len

"hn?"

"kalau kau membuat Rin menangis lagi, lihat saja, apa yang akan terjadi!" ancam Len

"kau boleh memiliki Rin kalau kau mau, dia bebas sekarang" sahut Gumiya santai

"awas kau ya!" ujar Len geram sambil menahan emosinya yang meluap dan menahan tanggannya yang ingin memukul wajah Gumiya saat itu juga.

Len pun akhirnya melangkahkan kakinya menjauhi Gumiya, dan menyusul Rin

'mungkin aku bisa menghibur Rin' pikirnya

To Be continue

Kami : yak! Cut!

Luna : *tepuk tangan*

Kami : maaf bagi para Gumiya fans, aku buat sifat Gumiya seperti itu karena dia disini memerankan tokoh mantan pacar Hime

Hime :…

Kami : oh, iya, masalah judul (2L) nanti akan tampak di chapter berikutnya

Llu : karena di chapter selanjutnya akan…

Kami : *bekep mulut Llu* well, akhir kata Review Please