Butterfly Effect

.

.

Pairing : KyuMin

.

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing

.

Rate : T

.

Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai

.

.

Chapter 7

~HAPPY READING~

.

.

Suasana berubah menjadi lebih canggung dari sebelumnya setelah gadis bernama Kibum itu datang ke apartemen Kyuhyun dan ikut duduk di depan meja. Sungmin yang merasa tidak nyaman hanya tersenyum kecil saat tatapannya bertemu dengan tatapan Kibum.

Gadis bernama lengkap Kim Kibum itu dilihat dari sudut manapun terlihat cantik. Walaupun tidak dianugerahi kulit seputih Sungmin, tapi Kibum begitu manis dengan kulit coklatnya. Tubuhnya mungil dan langsing. Dan setiap gerakannya terkesan anggun.

Sungmin menghela nafasnya saat memikirkan betapa sempurnanya gadis itu. Dia harus berpikir ulang dengan kejadian di masa depan itu. Dan mengenai takdir? Sungmin menjadi tidak begitu yakin kalau Kyuhyun ini adalah Kyuhyun yang sama dengan yang dijumpainya di tahun 2015 itu.

"Aku sempat khawatir kau akan lupa makan malam karena sibuk merapikan tempat tinggal barumu. Tidak aku sangka kau sangat beruntung mempunyai tetangga baik hati seperti Sungmin ssi~, bahkan dia memberikanmu makanan seenak ini" Ucap Kibum pada Kyuhyun yang kini sedang tersenyum kecil ke arah gadis itu.

"Aku memang beruntung mempunyai tetangga seperti Sungmin"

"Kenapa kalian jadi berlebihan seperti itu?"

Kyuhyun dan Kibum pun hanya tersenyum tanpa menjawab.

"Kibum ah~ kenapa kau kesini? Bukankah aku bilang besok saja kau datang, ini sudah malam"

"Ibumu yang menyuruhku datang. Dia sangat menghawatirkanmu"

Merasa terabaikan, Sungmin hanya duduk di tempatnya sambil memandang mangkuk kosong yang masih ada di atas meja. Entah kenapa percakapan sederhana itu membuat dadanya sesak.

"Ah, Kyuhyun ah, Kibum ssi~. Lebih baik aku pulang, ini sudah malam dan besok aku harus kuliah pagi-pagi" Pamit Sungmin.

"Oh, baiklah kalau begitu. Sampai jumpa besok"

"Annyeonghaseyo"

"Annyeonghaseyo"

Sungmin melangkahkan kakinya keluar menuju apartemen miliknya. Dibaringkan tubuhnya ke atas ranjang.

"Tidak Sungmin. Yang kau rasakan pada Kyuhyun itu bukan cinta. Kau hanya terjebak dengan perasaan di masa itu" Gumam Sungmin.

"Tuhan, berikan petunjuk-Mu dan buat aku mengerti dengan maksud dan tujuan-Mu melakukan ini padaku" Doa Sungmin sebelum dia mulai memejamkan mata menuju alam bawah sadarnya.

.

ooOoo

.

Pagi ini tampak cerah seperti biasanya, langit biru, awan putih serta matahari yang bersinar hangat. Tapi itu semua sepertinya tidak berpengaruh untuk gadis bernama Sungmin, terlihat sangat jelas kantung mata gadis itu membengkak. Dan keceriaan pagi ini sama sekali tidak mengurangi rasa gelisahnya sedikitpun.

Sungmin menyesap susu vanila hangat yang dipesannya. Hari ini dia sengaja untuk sarapan di cafe kampusnya, entah kenapa dia ingin berangkat ke kampus pagi-pagi. Dia pun sudah membohongi kekasihnya dengan alasan dia harus menyelesaikan tugas kuliahnya di perpustakann sebelum masuk kelas. Dan Siwon hanya memberikan ijin dan membiarkan Sungmin berangkat seorang diri.

"Sungmin ah~, boleh aku duduk disini?" Mendengar seseorang bicara padanya, Sungmin mengangkat wajahnya hingga kini dia dapat melihat siapa orang itu.

"Tentu saja. Duduklah Kyu" Orang yang ternyata Kyuhyun itu segera duduk di hadapan Sungmin dan menaruh pesanannya di atas meja. Satu piring sandwich dan segelas susu vanila.

"Kau sendirian?" Tanya Kyuhyun sambil memasukan potongan sandwichnya ke dalam mulut. Sungmin pun hanya mengangguk.

"Apa kau sering sarapan di cafe seperti ini?" Tanyanya lagi.

"Tidak. Ini bahkan pertama kalinya aku sarapan diluar. Biasanya aku selalu menyempatkan untuk sarapan dirumah"

"Kalau begitu kita sama. Ini juga pertama kalinya aku sarapan di cafe. Dan mungkin mulai saat ini aku akan sering sarapan disini"

"Wae?"

"Karena yang bisa aku buat hanya roti panggang saja dan tidak mungkin aku memakan itu setiap harinya" Jawabnya masuk akal. Sungmin mulai teringat dengan kebiasaan Kyuhyun yang membuatkan sarapan berupa roti panggang untuknya di tahun itu.

"Kalau begitu, mampirlah kapan-kapan untuk sarapan bersama" Tawar Sungmin yang langsung dibalas senyuman oleh Kyuhyun.

"Aku benar kan, saat bilang bahwa aku beruntung mempunyai tetangga sepertimu" Ucap Kyuhyun setengah menggoda.

"Terserah padamu saja Tuan Cho" Balas Sungmin.

"Oh iya, apa hari ini kau sibuk? Rencananya temanku akan ke apartemen hari ini, dan sekalian saja aku buat pesta kecil. Apa kau bisa datang?"

Sungmin memejamkan matanya mencoba mengingat jadwalnya hari ini.

"Aku selesai jam 1 siang. Hmmm,, sepertinya aku bisa datang"

"Baguslah, kalau begitu aku akan memesan makanannya" Kyuhyun tampak mengambil ponselnya dan mulai menekan angka-angka di ponsel layar sentuhnya.

"Tunggu!" Suara Sungmin menghentikan Kyuhyun. "Bagaimana kalau memasak saja? Aku pikir lebih baik masak sendiri dari pada memesan. Aku bisa memasaknya" Usul Sungmin.

"Apa tidak merepotkanmu?" Sungmin menggeleng antusias. "Tapi—" Kyuhyun sedikit ragu dengan usul Sungmin. Hey, bahkan mereka baru saling mengenal kemarin sore dan mengapa Sungmin sudah sebaik ini padanya?

"Aku punya banyak waktu luang setelah kelas terakhir. Apa kau ada waktu? Kita bisa belanja bahan-bahannya terlebih dahulu. Bagaimana?"

"Aku selesai jam 12. Tapi, kau yakin mau memasak?" Tanya Kyuhyun sekali lagi. Dia hanya merasa sedikit tidak yakin. Bagaimanapun ini akan merepotkan gadis itu, kan?

"Baiklah. kalau begitu, kita akan belanja dulu sebelum pulang. Jadi kau tunggu aku sampai jam 1. Dan— apa boleh aku mengajak temanku untuk datang?"

"Tentu saja. Gomawo Sungmin ah~"

"Ne"

Sungmin pun tersenyum kecil. Hatinya merasa senang saat dia membayangkan akan ada waktu untuk dekat dengan Kyuhyun. Tapi satu nama yang terselip diantara nama Kyuhyun di otaknya membuat senyuman itu memudar. Siwon. Apa yang harus dia katakan pada Siwon nanti?

"Kyu, sepertinya aku harus ke kelas duluan. Annyeong" Pamit Sungmin.

"Ne. Annyeong. Aku tunggu jam 1 disini, Min"

"Ne"

.

.

Mata kuliah terakhir Sungmin hari ini baru saja selesai. Namun, dia masih terlihat duduk di kelasnya yang perlahan mulai kosong. Dengan sedikit ragu dia mulai bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Dan sesuatu yang terus dipirkannya dari jam pelajaran pertama kini tampak di depan matanya.

"Min, kau sudah tidak ada jadwal lagi kan?" Tanya pria bertubuh tinggi itu. Ya, pria itu adalah Siwon. Dari awal Sungmin masuk kelas, dia memikirkan alasan apa yang harus dia gunakan untuk menghindar dari Siwon. Sungmin sangat tahu kalau kekasihnya ini juga sudah tidak ada jadwal lagi. Sepertinya dia salah sudah membuat janji dengan Kyuhyun.

"Aku—"

"Maaf hari ini aku hanya bisa mengantarmu pulang dan tidak bisa jalan-jalan. Siang ini, aku ada janji dengan dosen pembimbingku" Belum sempat Sungmin menjawab, Siwon sudah memotongnya dan itu cukup membuat Sungmin tersenyum.

"Kalau begitu, biar aku pulang sendiri saja. Kau temuilah dosen pembimbingmu itu. Jangan buat beliau menunggumu"

"Kau yakin? Hari ini kau tidak ada jadwal yang sama dengan Hyuk, kan? Kau tidak apa-apa pulang sendiri?" Tanya Siwon khawatir.

"Oh ayolah. Temanku bukan hanya Hyuk. Aku masih bisa pulang dengan lainnya. Jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja. Kau tidak lupa kan, kalau aku bukan anak kecil?"

Siwon terkekeh pelan mendengar penuturan Sungmin, tangannya pun terangkat untuk mengacak rambut kekasihnya itu. "Aku ingat Nyonya Choi. Kau sudah besar, bahkan kau sudah cukup umur untuk menikah saat ini"

Sungmin hanya mampu tersenyum hambar mendengar ucapan Siwon. Perasaannya kini entah kenapa berubah drastis untuk pria yang dua tahun ini menyandang status sebagai kekasihnya itu. Pikirannya bahkan sudah dipenuhi dengan pria berkuilit pucat yang tinggal disebelah apartemennya. Sungmin sadar bahwa Kyuhyun sudah mempunyai kekasih. Tapi—masih bisakah dia memilih?

"Aku bukan Nyonya Choi" Balasan yang selalu terlontar dari bibir Sungmin saat Siwon memanggilnya 'Nyonya Choi'.

"Baiklah terserahmu, Nona Lee Sungmin. Aku harus bertemu dengan dosenku. Kau hati-hatilah"

"Ne"

Sungmin segera berbalik dan melangkah menuju cafe, tempat dimana dia janji bertemu dengan Kyuhyun. Jujur saja, sampai saat ini mereka masih belum bertukar nomer ponsel dan mungkin setelah ini baru mereka saling bertukar.

Tidak butuh waktu lama untuk Sungmin tiba di tempat itu, dilihatnya Kyuhyun yang sedang memegang benda persegipanjang berwarna hitam ditangannya. Psp kah? Seperti iya.

"Kyu, kau sudah lama menunggu?"

Kyuhyun yang mendengar ada yang memanggilnya segera mem-pause gamesnya dan mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut.

"Ah entahlah, aku tidak merasakannya" jawan Kyuhyun.

"Pasti karena kau terlalu asyik memainkan psp itu— pantas saja kau bekerja di perusahaan pembuatan games" Ucap Sungmin setengah menggumam.

"Kau bilang apa?"

Sungmin yang sadar telah salah bicara mulai merutuki dirinya sendiri. "A—aniya. Aku tidak bicara apa-apa. Lebih baik kita berangkat sekarang sebelum sore" Alih Sungmin yang langsung bagkit dari tempat duduknya.

'Aneh. Sepertinya tadi aku mendengar Sungmin bilang perusahaan pembuatan games. Apa dia tahu kalau kakek punya perusahaan pembuatan games? Tidak mungkin. Aish, aku pasti memang salah dengar'

"Ya Lee Sungmin tunggu aku!" Kyuhyun segera berlari menyusul Sungmin yang sudah berada jauh di depannya.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin kini sudah berada di Supermarket untuk membeli beberapa bahan masakan yang dibutuhkan untuk pesta nanti.

"Kyu, apa yang ada di lemari es mu?" Kyuhyun tampak berpikir sebentar.

"Hmm... beberapa kaleng soda, satu kotak susu, air mineral dan sedikit makanan instan"

"Hanya itu? Baiklah, hari ini kita juga akan membeli kebutuhanmu" Sungmin pun mulai memasukkan apa saja yang dibutuhkan ke dalam troli. Kyuhyun hanya mengikuti langkah gadis itu dan menyerahkan semuanya pada Sungmin.

"Kau tahu? ini pertama kalinya aku belanja untuk diriku sendiri, bahkan aku jarang sekali masuk ke dalam supermarket besar sperti ini" Ujar Kyuhyun yang masih setia mengikuti Sungmin.

"Benarkah?" Tanya Sungmin sambil memilih-milih pasta di instan yang berjejer di rak besar itu.

"Ne. Bahkan aku tidak pernah menemani Kibum pergi belanja. Biasanya aku hanya menunggunya di mobil" Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin menghentikan aktivitasnya sejenak. Mendengar nama Kibum membuat Sungmin merasa sedikit nyeri di dadanya.

"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" Tanya Sungmin yang sebenarnya lebih terdengar lirihan.

"Ne?" Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin yang kini sedang meremas pelan bungkusan pasta ditangannya. Menyadari bahwa Kyuhyun sedang memperhatikannya, Sungmin pun kembali kepada aktivitasnya.

"Apa kalian sudah lama saling berhubungan?" Ulang Sungmin.

"Ah, entahlah. Aku tidak tahu tepatnya kapan kami menjalin hubungan, aku dan Kibum sudah beteman sejak kecil"

"Begitukah?"

"Bagaimana denganmu? Kau sudah punya kekasih?" Pertanyaan dari Kyuhyun membuat Sungmin menolehkan wajahnya ke arah pria disampingnya itu.

"Tentu"

"Siapa?"

"Choi Siwon"

"Choi Siwon? Mahasiswa dari jurusan bisnis internasional itu? Dia kekasihmu?" Tanya Kyuhyun dengan nada sedikit terkejut.

"Ne, kau mengenalnya?"

"Tidak juga. Aku hanya mengetahuinya. Aku tidak menyangka kau kekasih dari orang sepopuler Choi Siwo itu. kau tahu? banyak teman kelasku yang menyukainya. Kekasihmu sangat terkenal. Sudah berapa lama kalian berpacaran?" Sungmin ingin sekali menutup telinganya agar tidak mendengar pertanyaan dari Kyuhyun. Tidak tahukah pertanyaannya membuat Sungmin semakin merasa bersalah?

"Dua tahun" Jawab Sungmin cepat.

"Sudah lama juga. Aku benar-benar tidak menyangka kalau kau—"

"Kyu, apa kita juga harus membeli buah?" Potong Sungmin. Gadis itu tidak mau lagi mendengar Kyuhyun membicarakan Siwon.

"A—aku rasa kita juga harus membelinya" Kyuhyun merasa aneh dengan sikap Sungmin. Kenapa sepertinya gadsi itu menghindar dari percakapan mengenai kekasihnya? Apa mereka sedang bertengkar? Batinnya.

Sungmin dengan cepat mengarahkan trolinya menuju rak buah-buahan. Tanpa mempedulikan Kyuhyun yang masih mentapanya penuh tanda tanya, dia pun memilih beberapa buah-buahan segar dan memasukkannya ke dalam troli belanjaannya.

"Aku rasa sudah cukup. Kita bayar sekarang?" Tanya Sungmin.

"Ne"

.

.

Sesampainya mereka di apartemen Kyuhyun. Sungmin langsung mengeluarkan belanjaannya dan memasukkan beberapa barang yang sengaja dibelinya untuk keperluan Kyuhyun ke dalam lemari es. Sungmin tampak serius menata isi lemari es dan dalam sekejap kulkas yang tadinya kosong itu kini sudah terisi penuh.

"Wah, aku benar-benar merepotkanmu. Seharusnya kau tidak perlu melakukannya. Aku bisa sendiri, Min"

"Sudahlah tidak apa-apa, aku yakin kau tidak akan terpikir untuk membeli itu semua. Yang ada di lemari esmu itu adalah masakan instan yang bisa kau buat dengan mudah. Hanya menghangatkannya saja. Oh iya, apa kau ingin makan pasta? Kita sudah terlambat makan siang"

"Sepertinya boleh juga"

"Baiklah. Sebelum aku memasak untuk nanti, aku akan buat pasta untuk makan siang"

Sungmin segera menyiapkan semua bahan dan peralatannya. Tangan terampilnya mulai bergerak lincah mengaduk adonan pasta yang sudah mulai matang. Tidak lupa dia membuat saus untuk toping pastanya.

Kyuhyun terus memperhatikan Sungmin dari kursi meja makan yang berada tidak jauh dari dapur kecil miliknya. Matanya mengikuti setiap gerakan Sungmin dan sebuah senyum tipis tanpa sadar mulai menghiasi wajahnya.

'Cantik' Batinnya.

"Selesai" Ucapan Sungmin membuat Kyuhyun tersadar dan segera menegakkan duduknya. Dilihatnya Sungmin berjalan ke arahnya dengan dua piring berisi pasta ditangannya.

"Ini dia. Silahkan dimakan" Kyuhyun pun tanpa ragu langsung menyantap pasta tersebut.

"Semua yang kau masak selalu lezat. Siwon ssi~ sangat beruntung mempunyai pacar sepertimu"

"Aku rasa kau lebih beruntung karena mempunyai kekasih cantik seperti Kibum ssi~. Apa nanti dia akan datang?"

"Tidak. Jarak antara apartemennya kesini lumayan jauh jadi aku tidak mengajaknya. Kau boleh mengundang kekasihmu kesini, Min"

"Dia sedang sibuk. Hari ini dia harus bertemu dengan dosen pembimbingnya"

"Oh begitu"

Setelah percakapan itu, mereka pun melanjutkan acara makan mereka.

.

.

Kyuhyun tampak duduk santai setelah merepikan apartemennya sedangkan Sungmin masih berada di dapur untuk menyelesaikan masakannya yang tinggal sedikit lagi. Kyuhyun bilang hanya satu orang temannya yang datang, berarti hanya akan ada 4 orang termasuk temannya. Jadi, tidak banyak yang harus dimasak Sungmin.

.

TING TONG

.

Kyuhyun yang berada dekat dengan pintu pun segera membukanya setelah mendengar bunyi bel. Dua orang, pria dan wanita sudah berdiri tepat di depan pintu.

"Annyeong Kyu" Sapa pria bernama lengkap Lee Donghae itu.

"Annyeonghaseyo, apa Sungmin ada disini?" Kali ini giliran wanita itu yang bertanya.

"Annyeonghaseyo. Kau pasti temannya Sungmin? Masuklah. Donghae ah~, kau juga masuklah"

Mereka pun masuk ke dalam apartemen Kyuhyun. Sungmin yang mengetahui ada yang datang segera menuju pintu depan.

"Hyuk, kau sudah datang? Apa kau datang bersama—" Sungmin menggantung kalimatnya. Dia tidak mungkin mengucapkan nama pria itu kan? Ya, walaupun sebenarnya dia sudah tahu.

"Lee Donghae imnida. Senang bertemu denganmu" Sapanya sambil membungkuk hormat.

"Ah ne. Lee Sungmin imnida"

"Aku tadi bertemu dengan temanmu di depan dan ternyata dia juga mau ksini. Jadi ya sekalian saja" Ucap Donghae. Entah kenapa Sungmin tersenyum medengarnya. Apa bisa mereka dekat dengan lebih cepat? Semoga saja.

"Oh iya, Kyuhyun ah~. Dia temanku, namanya Lee Hyukjae"

"Ne. Annyeonghaseyo, Lee Hyukjae imnida. Tapi kalian bisa panggil aku Hyuk"

Setelah acara perkenalan singkat itu, mereka pun duduk mengelilingi meja pendek yang ada di ruangan tv. Semua hidangan juga sudah tertata rapi dia atas meja.

"Apa ini Sungmin ssi~ yang memasaknya?" Tanya Donghae dengan tatapan takjub. Hidangan itu tidak sedikit untuk dinikmati empat orang saja.

"Jangan panggil aku seformal itu"

"Baiklah. kalau begitu, jangan ada yang memanggil degan sebutan formal dan mulai saat ini kita teman. Ayo bersulang" Ajak Donghae sambil mengangkat kaleng sodanya.

.

Trak

.

Suara tubrukan antar kaleng itu pun terdengar. Mereka pun tertawa bersama-sama. Padahal baru beberpa menit lalu mereka bersama tapi atmosfer yang tercipta sudah begitu hangat dan akrab.

"Kau tahu? kalian berdua lebih mirip pasangan suami istri dari pada tetangga. Iya kan Hyuk ah~?"

'Uhuk' Reflek kedua orang yang dimaksud itu –Kyuhyun dan Sungmin—tersedak minumannya. Hyuk yang ditanya pun ikut terkejut.

"N—ne" Jawab Hyuk ragu-ragu. Setelah dilihat dengan seksama ucapan Donghae itu memang benar. Kedekatan mereka sungguh mencurigakan mengingat mereka belum lama saling mengenal.

"Jangan berkata yang tidak-tidak. Aku sudah punya kekasih begitu juga Sungmin" Tampik Kyuhyun.

Mendengar ucapan Kyuhyun, membuat hati Sungmin berdesir sakit. dia kembali teringat dengan kenyataan bahwa pria bernaman Kyuhyun itu bukan miliknya dan tiba-tiba saja wajah Siwon mulai berkelebatan di kepalanya.

"Sudah. Lebih baik kita mulai makan saja" Ucap Sungmin dan dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

Mereka pun akhirnya menyantap semua hidangan yang di atas meja. Sesekali terdengar kata 'enak' atau 'lezat' dari bibir Donghae dan Kyuhyun saat memakannya membuat Sungmin tersenyum.

.

.

"Sepertinya, aku harus pulang sekarang. ini sudah sangat malam" Ucap Hyuk. Ya, jam memang sudah menunjukan pukul 9 malam. Waktu seakan berjalan begitu cepat.

"Kau benar. Ini sudah malam. Sepertinya aku juga harus pulang. Hyuk ah~ kau membawa mobil?" Tanya Donghae.

"Ani"

"kalau begitu, biar aku mengantarmu pulang"

"Tidak perlu, nanti merepotkanmu"

"Hyuk ah~ ini sudah malam, tidak baik kau pulang sendiri. Terima saja tawaran Donghae" Bujuk Sungmin. Hyuk pun terlihat salah tingkah. Ada apa dengannya?

"Tapi—"

"Donghae tidak akan kerepotan. Kau tenang saja Hyuk ah~" Kali ini Kyuhyun yang angkat bicara.

"Baiklah" Satu ucapan Hyuk membuat Sungmin tersenyum. Rasanya sangat menyenangkan melihat sahabatnya salah tingkah seperti itu.

"Kalau begitu, kami pulang dulu. Terima kasih pestanya. Masakanmu yang terbaik Sungmin ah~. Aku pulang dulu. Annyeong" Pamit Donghae.

"Aku juga pulang dulu. Annyeong" Pamit Hyuk.

Sungmin dan Kyuhyun pun berdiri di dekat pintu sambil melihat sahabat mereka yang mulai menjauh.

"Kyu, apa Dongahe sudah punya kekasih?"

"Belum. Wae?"

"Mereka terlihat serasi bukan?"

"Ne, kau benar. Mereka sangat cocok. Tapi— apa kau tidak keberatan kalau Donghae berhubungan dengan sahabatmu?"

.

Deg

.

Sungmin terdiam saat mendengar pertanyaan dari Kyuhyun. Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sama yang pernah didengarnya. Sungmin masih ingat, saat itu Kyuhyun mengatakannya saat mereka berempat berada di pantai.

"Min?" Panggil Kyuhyun. Sungmin terkesiap dan langsung menatap Kyuhyun. Kedua mata mereka pun saling bertemu.

"Tentu saja aku tidak keberatan" Jawab Sungmin sambil melepas kontak mata mereka. Sungmin sungguh tidak kuat kalau harus menatap bola mata pria itu—rasa rindu yang selama ini ditahannya mungkin akan meledak dan berubah menjadi air mata. Karena itu, sebisa mungkin Sungmin harus mencegah agar hal seperti itu tidak terjadi.

"Sepertinya aku juga harus pulang"

"Min, hari ini aku benar-benar berterima kasih padamu. Kau sudah banyak membantuku. Aku harap kau tidak menyesal punya tetangga sepertiku" Canda Kyuhyun. Sungmin pun tersenyum.

"Aku tidak akan membantumu kalau aku menyesal. Kalau begitu, aku pulang dulu. Annyeong"

"Annyeong. Istirahatlah"

"Ne"

.

ooOoo

.

Matahari sudah benar-benar naik menandakan hari sudah tidak pagi lagi. Namun, pria berkulit pucat itu masih setia berbaring di ranjangnya dengan selimut yang sudah tersibak entah kemana. Hari minggu. Pikirnya.

.

TING TONG

.

Bunyi suara bel mulai mengusik tidurnya. Dengan enggan, dia bangun dan mendudukan dirinya di ranjang, merenggangkan sedikit otot-ototnya yang kaku karena tidur.

.

TING TONG

.

Pria itu mulai bangkit dari ranjang dan melangkah menuju pintu depan. Tanpa melihat 'sang tamu' yang datang pagi-pagi seperti ini—menurutnya— dari intercom, dia pun langsung membuka pintu itu.

"Kyu, kau baru bangun?" Mata yang tadinya masih sedikit terpejam itu kini mulai membuka ketika mendengar suara lembut menyapa pendengarannya.

"Kibum ah~, kenapa kau datang pagi-pagi seperti ini?"

"Ini bahkan sudah siang Tuan Cho" Tanpa disuruh, Kibum langsung melesak masuk ke dalam dan langsung membuka lemari es Kyuhyun. Matanya membulat saat melihat kondisi lemari es tersebut.

"Aku tidak menyangka kau akan belanja kebutuhanmu sendiri" Ucap Kibum takjub.

"Oh itu— itu Sungmin yang melakukannya"

Kibum terdiam saat mendengar nama Sungmin. "Sungmin? Tetanggamu itu?"

"Ne"

"Tadinya, aku kesini untuk mengecek kebutuhanmu dan akan membelinya di supermarket. Ternyata tetanggamu itu sungguh peduli. Aku tidak perlu khawatir lagi"

"Kau sudah terlanjur kesini. Bagaimana kalau hari ini kita menonton film di bioskop?" Ajak Kyuhyun.

"Boleh juga"

"Kalau begitu, aku mandi dulu"

Kibum pun duduk di sofa sambil memandang ke sekeliling ruangan yang tampak rapi itu. Untuk ukuran apartemen laki-laki, ini memang rapi. Dan tiba-tiba saja dia teringat dengan ucapan Kyuhyun.

'Itu Sungmin yang melakukannya'

Kibum menghela nafas berat. 'Kenapa Sungmin sangat peduli dengan Kyuhyun?' Pikirnya.

Suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Kibum. Sosok Kyuhyun yang sudah tampak segar itu pun keluar masih sambil menghanduki rambutnya yang sedikit basah.

.

.

Seorang laki-laki bertubuh atletis tampak berdiri di depan pintu sebuah apartemen. Tangannya berniat menekan bel sebelum suara pintu terbuka disebelahnya mengalihkan pandangannya. Dilihatnya dua orang berbeda gender keluar dari apartemen itu dan tersenyum sopan saat melewatinya. Pria itu kemudian tersenyum sebagai bentuk rasa hormat.

.

TING TONG

.

Laki-laki itu menekan bel itu setelah dua orang yang dilihatnya tadi sudah menjauh. Tidak butuh waktu lama. Pintu itu pun terbuka dan munculah sesosok wanita canti dengan dress sederhana berwarna beige.

"Sudah aku bilang, lebih baik kita bertemu disana saja Siwonie~"

"Aku tidak mau. Aku ingin menjemputmu, Min"

"Huh. Baiklah, aku ambil tas dulu"

"Tunggu! Apa apartemen disebelah sudah ada yang menempati?"

"Ne. Dua hari lalu apartemen itu sudah diisi"

"Siapa yang menempatinya? Yang pria atau yang wanita?"

"Pria"

"Berarti wanita itu kekasihnya?"

"Mungkin"

.

.

Sungmin dan Siwon kini sudah berada di tempat tujuannya. Dua lembar tiket pun sudah berada ditangan mereka. Tidak menunggu lagi, mereka pun masuk ke dalam bioskop mengingat sebentar lagi filmnya akan dimulai.

Sungmin dan Siwon mencari nomer bangku sesuai dengan yang tertera di tiket mereka. Dan akhirnya mereka menemukannya. Tempat duduk yang tepat di tengah ruangan.

Sungmin tampak sedikit terkejut saat melihat Kyuhyun dan Kibum yang duduk disebalah kursi meraka. Tapi, Sungmin lebih terkejut saat mengetahui nomer kursinya berada tepat disamping Kyuhyun.

"Lee Sungmin?" Panggil Kyuhyun saat melihat Sungmin dan Siwon mulai duduk dikursinya.

"Ne. Annyeong kyuhyun ah, Kibum ssi~"

"Annyeong" Sapa mereka bersamaan.

"Ah, kalian yang tadi itu kan? Tetangga baru Sungmin? Benar, kan?" Tanya Siwon.

"Ne. Kau pasti Choi Siwon, kekasih Sungmin?"

"Ne, kau benar. Salam kenal"

Acara perkenalan itu pun harus berhenti karena lampu bioskop sudah mulai padam menandakan film akan dimulai. Mereka pun mulai menyamankan duduk meraka. Sebenarnya Sungmin tidak begitu nyama, berada di dekat Kyuhyun selalu membuat jantungnya berdetak cepat. Bagaimana kalau Siwon menyadari sesuatu? Dan satu lagi Sungmin tidak begitu menyukai film ber-genre action yang biasanya dipenuhi dengan adegan beradarah. Namun, sayangnya Siwon sangat menyukai film semacam ini membuat Sungmin mau tidak mau mengikutinya.

Mereka bertiga tampak serius menikmati adegan demi adegan yang tersaji, tapi tidak untuk Sungmin. Gadis itu bergerak gelisah di kursinya sesekali dia pun menutup kedua matanya dengan tangannya saat adegan di layar begitu mengerikan untuknya.

"Aaaaaaaaaa" Sungmin berteriak saat adegan di layar mengejutkannya.

Jantung Sungmin berdetak lebih cepat saat menyadari bahwa dirinya kini sedang memeluk Kyuhyun dan bukan Siwon.

"Mi—mianhae" Sungmin pun mulai menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun. Namun—

.

Sret

.

Sebelum benar-benar menjauh, Kyuhyun menarik tubuh Sungmin dan merangkulnya. Sungmin reflek mengangkat wajahnya hingga kini dia dapat melihat wajah Kyuhyun. Pria itu tersenyum walaupun pandangannya menatapa lurus le layar.

"Kau takut?" Tanyanya. Sungmin pun hanya menganggukan kepalanya.

Beruntunglah Sungmin karena Siwon masih menatap serius layar besar itu. Tapi tidak dengan Kibum, gadis itu tahu persis apa yang dilakukan kekasihnya pada Sungmin. Setitik air mata perlahan turun namun dengan cepat dia menghapusnya.

'Apa yang kau lakukan Kyu?' Batinnya.

.

.

TBC

.

.

A/N :

Tanpa banyak bicara. Author membawa kelanjutannya. Maaf untuk segala typo yang bertebaran, cerita yang membingungkan atau malah membosankan.

See you next chap

.

.

Thanks to:

LovelyMin, UrrieKyu, indahpus96, Miyoori29, Freychullie, audrey musaena, KMS kyuminshiper, Shin Min Hwa, Lee SunMi, MeyMey8495, coffeewie kyumin, garmazikyu, kyumin forever, mitade13, Vhentea, Hyugi Lee, Kazuma B'tomat, nannaa, min190196, Margareth pumpkins, zumkyu28, ANAKNYADONGHAE, FiungAsmara, Lytte . bunnyming, BeMINe, NithanyaKYu, olla . lezzaolsen, IfaGaemKyuKyungie369, eimi, Cho Miku, Cho Hanbyeol, Sparkyu-Min, Aegyeo789, Sunghyunnie, 137137137, Iinxartie, Kyuminyeeunhae 968, Andhisa Joyers, chakyumin, kyuminalways89, aniimin, Shywona489, AIDASUNGJIN, ImSFS, thiafumings, ibchoco, Chikyumin, Ayu Kyumin, adinda . sungmin, Princess kyumin, wenyjung, Diniaulicious, Kyurin Minnie, chabluebilubilu, reaRelf, aleaJee, Fariny, stephani . c . sinuhaji, MyPumpkinsLABU, Monnom, minniepinky, MinnieGalz, minyu, HeeYeon, savory pancake, NUYee, nda . hinata, stephanie choi, yewookie9, Princess of the Drama, Tania3424, kang sung hye, MsJongjin, chacalheemin, Raa . MinnieSkyuEvil17, neganugu, eunhee24, alint2709, KyuKyu21, Iam ELF and JOYer, Vey90028, Rilianda Abelira, 407bubleblue, and guests

.

.

Q & A:

Q : Kejadian apa yang dialami Hyuk di jepang?

A : Mungkin kalian ada yang lupa. Jadi waktu di chap 1, Hyuk cerita sama Sungmin kalo dia sempet nyelesein kuliah di Jepang dan dia nyesel banget karena di Jepang dia menjalin hubungan sama seorang pria yang selingkuh dibelakangnya. Ayo ada yang ingat kan?

Q : Apa Sungmin akan kembali ke masa depan?

A : Sepertinya tidak. kalao dia kembali ke masa depan, untuk apa dia memperbaiki takdir.

Q : Mana aura 'Evil" Kyu?

A : Disini author mau buat Kyu out character, sekali-kali dia berhati baik. Tidak ada salahnya kan? Hihihi

Q : Film 13 goin on 30 itu film mana tahun berapa?

A : yang jelas itu film hollywood tapi ga tau tahun berapa. Film itu udah sering ada di tv Indonesia kok

.

Adakah pertanyaan yang belum terjawab?

Oke, kalian bisa mention author di twitter : wantifishy

.

.

Buat semua yang sudah read and review. I wanna say

THANK YOU SO SO SO MUCH

Tiada kesan tanpa kehadiran review kalian *asik*

Wanna review again?

please