[FF] My Baby, Don't Cry! [Kyumin/GS] Chapter 13

Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper

Cast : kyumin

genre : family

warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.

-Kyumin-

"Pagi, Hyunnie!" sapa seorang namja muda pada anak semata wayangnya yang kini sudah duduk manis di tempat nongkrongnya -baca:depan TV-.

"Paaa... Paaa... Paaa..." dengan antusiasnya, sang bayi menyapa balik ayahnya.

"Eum... Hyunnie sudah wangi. Sudah makan?" tanya kyuhyun setelah mengendus tubuh minhyun.

"Tentu saja sudah. Kau tak lihat, dia sudah tenang begitu?" jawab sungmin yang baru saja keluar dari dapur mewakili jawaban hyunnie.

"Ah, mianhae, nuna. Aku telat bangun lagi, seperti biasanya. Hehehe" ucap kyuhyun sambil nyengir onta[?].

"Kau sudah mandi kan? Sekarang cepat makan sarapanmu dimeja dapur. Dan kita berangkat bersama" jelas sungmin.

"Terus minhyun?" tanya kyuhyun.

"Tentu saja akan kubawa kesekolah" jawab sungmin santai.

"MWOO?!" teriak kyuhyun keras, membuat minhyun kembali melayangkan tatapan tajamnya yang dulu sempat dicicipkan[?]nya pada donghae.

"Jangan teriak, bocah! Kau tak lihat wajah hyunnie?!" marah sungmin.

"Ah, mianhae hyunnie chagi. Appa sarapan dulu ya. Tunggu appa!" setelah mengucapkan kata itu, kyuhyun langsung ngacir kedapur yang merangkap sebagai ruang makan itu.

-Kyumin-

"Shiro! Aku tak mau mengajar disana lagi! Lagipula kan sudah ada suaminya disana, jadi untuk apa lagi aku disana?!" teriak seorang namja tampan kelewat tinggi itu pada appanya.

"Pokoknya jangan membantah omongan appa! Sekarang cepat Be-Rang-Kat!" choi kiho, sang appa, sengaja menekankan kata terakhirnya. Kemudian ditinggalkannya sang anak yang nelangsa itu.

"Haish, kenapa aku masih harus kerja disana sih!?" gerutunya sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

"Waeyeo wonnie?" tanya sang istri, kibum, saat dia sudah sampai dikamarnya.

"Aniyo, bummie. Appa hanya menyuruhku agar tetap mengajar di sekolah tempat minnie mengajar" jawab siwon murung.

"Itu bagus kan? Jadi kau bisa mengawasinya" kata kibum enteng.

"Untuk apa aku mengawasinya, kan sudah ada suaminya juga disana" gerutu siwon seraya memilih baju di lemari yang akan dipakainya.

"Maksudmu, kyuhyun juga mengajar disana?" tanya kibum heran.

"Tentu saja tidak. Kyuhyun kan masih kelas dua SMA, dan dia sekolah disana" jawab siwon tanpa beban.

"MWOYA!? Kyuhyun masih sekolah?!" tanya kibum memastikan, yang hanya mendapat anggukan dari siwon, karena dia kini tengah memakai bajunya.

"Bagaimana bisa?! Wajahnya saja sudah tua begitu!" ejek kibum.

"Hush, jangan bicara yang macam-macam! Bisa-bisa anak kita nanti akan seperti kyuhyun" ucap siwon.

"ANDWE! Anakku tak boleh sepertinya!" teriak kibum histeris.

"Sudahlah, makanya jangan bicara macam-macam. Arra!" nasehat siwon.

"Eum... Sini wonnie aku bantu menggunakan dasi" ujar kibum setelah menganggukkan kepalanya. Dilihatnya sang suami yang tengah kesusahan memakai dasinya.

"Aish, baru kutinggal tiga bulan saja kau sudah lupa cara memakai dasi" ejek kibum seraya membantu siwon memasangkan dasinya.

"Makanya jangan pernah tinggalkan aku lagi. Hidupku benar-benar kacau tanpamu" kata siwon menggombal.

"Aish, jangan buat aku malu! Sekarang cepat berangkat! Nanti terlambat loh" ujar kibum seraya mendorong tubuh siwon keluar kamar mereka.

"Iya, iya, aku berangkat. Tapi setelah aku berpamitan dulu..." kata siwon seraya membalikkan badannya menghadap kibum, kemudian berlutut tepat menghadap perut buncit kibum.

"Appa berangkat dulu ya sayang... Jangan nakal selama appa bekerja... Arraseo!" ucapnya pada perut kibum dan mengecupnya sayang. Setelah itu dia berdiri dan mengecup lembut dahi kibum sayang.

"Aku berangkat dulu" katanya. Setelah itu, siwon langsung melesat memasuki mobilnya dan melajukannya ke sekolah sebelum sang appa mengomelinya lagi.

-Kyumin-

"Hyukkie! Hyukkie!" teriak seorang namja berwajah ikan[?] yang berteriak di depan rumah bercat kuning itu.

"YAA! Jangan berteriak! Pencet bel juga bisa kan?!" teriak eunhyuk seraya membuka pintu.

"Habisnya, kau lama sih" balas donghae.

"Aish. Kaja kita berangkat!" ujar eunhyuk.

-Kyumin-

"KYAAA! Lucunya.,"

"AAAAA,! Tampannya.,"

"MANIS SEKALI!"

itu adalah secuil pujian yang muncul tatkala sungmin lewat koridor sekolah dengan menggendong minhyun. Sedangkan kyuhyun? Tidak lucu kan, kalau dia ikut berjalan disamping sungmin. Bisa-bisa, besok ia muncul di mading sekolah. Dia lebih memilih berjalan bersama eunhyuk dan donghae, walaupun dia juga dikacangin. :D

"HYUNNIE!" tiba-tiba saja siwon berteriak keras, saat dilihatnya sungmin yang menggendong minhyun memasuki ruang guru.

"Sini, sama daddy!" ujarnya girang dan mengambil paksa minhyun.

"Aish, bukankah sebentar lagi oppa mengajar?" tanya sungmin heran seraya meletakkan tasnya di meja kerjanya.

"Iya, lalu?" tanya siwon bodoh. #plak

"Apa oppa juga akan membawa hyunnie ke kelas?" tanya sungmin sabar. Sekarang dia sibuk mengoreksi tugas siswa-siswinya.

"Tentu. Kulihat kau juga sedang sibuk. Aku baik, kan?" tanyanya bangga.

"Aish, terserah oppa saja. Jangan ganggu aku dulu!" usir sungmin, kemudian kembali tenggelam dalam buku-buku yang bertumpuk itu.

Kemudian siwon melangkahkan kakinya keluar ruang guru setelah didengarnya bunyi bel pertanda masuk. Tak lupa, dibawanya tas yang berisi keperluan mengajarnya di tangan kiri, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menggendong minhyun.

"Annyeonghaseyo!" sapa siwon pada kelas yang dimasukinya.

"Annyeonghaseyo!" balas sang murid-murid semangat. Terutama para siswi. Tapi ada dua orang murid yang tiba-tiba saja menjadi kaku setelah melihat bayi yang tengah dibawa sang guru. Ya, mereka adalah kyuhyun dan donghae.

"Choneun Choi Siwon imnida. Saya guru baru sekaligus guru pengganti disini. Dan kenalkan, ini keponakan saya, Cho Minhyun." siwon mengucapkannya dengan enteng. Jauh berbeda dengan seseorang yang memiliki marga sama dengan bayi itu.

"Bapak guru sudah menikah?" tanya seorang yeoja dengan nada genitnya.

"Ne, tepatnya setahun yang lalu" jawab siwon membuat siswi-siswi disana mendesah kecewa.

"Sudah punya baby?" kini, gantian seorang namja berkacamata tebal yang bertanya.

"Akan. Doakan semoga persalinan istri saya lancar!" jawab siwon seraya tersenyum.

"Sudah tak ada yang ditanyakan lagi? Sekarang buka buku tulis kalian, dan tolong buat aransemen dari lagu yang kalian favoritkan. Tulis dibuku tulis kalian. Mengerti?" perintah siwon.

"NE!" jawab mereka serempak.

Pada saat siwon sibuk mengamati dan mengecek apa yang dikerjakan satu persatu muridnya dibangku sang murid, tiba-tiba saja Minhyun merangkak ke bangku dimana kyuhyun tengah sibuk dengan tugasnya.

"Paaa... Paaa... Paaa..." panggil minhyun seraya menarik-narik celana panjang yang kyuhyun kenakan.

'Matilah kau Cho Kyuhyun!' desahnya dalam hati.

Diliriknya sebentar sang buah hati, kemudian ia kembali fokus pada tugasnya lagi.

"PAAAA!" teriak minhyun lantang karena merasa diacuhkan. Membuat seisi kelas beralih menatap mereka.

"Ne... Ne... Ne... Tapi jangan berteriak begitu!" bisiknya pada Minhyun setelah meletakkan sang bayi di pangkuannya. Lalu kyuhyun hanya menyengir minta maaf karena sudah mengganggu pekerjaan teman-temannya.

'Rasakan kau cho kyuhyun!' batin siwon senang karena berhasil membuat kyuhyun malu dan kesal.

"Jangan dicoret-coret! Aish!" dengus kyuhyun karena minhyun memainkan bulpen dibuku tugas kyuhyun.

"Pakai kertas ini saja" ujar kyuhyun seraya memberikan minhyun selembar kertas putih.

Karena dirasanya kurang menarik, Minhyun malah membuang kertas putih itu, dan kembali mencoret-coret buku tugas kyuhyun.

"Aish, songsaenim! Tolong bawa keponakanmu sebentar! Saya tidak bisa mengerjakan tugas saya" kata kyuhyun pada siwon. Sedangkan donghae hanya dapat menahan tawanya melihat tingkah evil minhyun.

'Buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya. Sekarang aku benar-benar yakin 1000% kalau Cho Minhyun itu memang keturunan Cho ' batin donghae senang.

"Sini Hyunnie! Sama daddy!" ajak siwon seraya mengulurkan kedua tangannya pada minhyun.

Minhyun hanya melihat siwon sebentar, kemudian kembali fokus pada 'corat-coret indah'nya.

"Sepertinya dia menyukaimu kyuhyun-ssi" ujar siwon senang.

"Tak ada salahnya kan menjaga keponakan saya sebentar" tambahnya enteng.

"Hhhh... Tapi saya tidak bisa mengerjakan tugas yang anda berikan, songsaenim" bantah kyuhyun.

"Emm... Khusus untukmu, kerjakan saja di lembaran" kata siwon.

"Haish, arra... Arra..." dengus kyuhyun seraya mengambil lagi kertas putih yang tadi dibuang minhyun.

Dan siwon kembali ke kegiatan awalnya.

"Hyunnie, kau ingat siapa aku?" tanya donghae pelan. Takut kalau teman-temannya mendengarnya.

"Chon... Chon... Chon..." minhyun menanggapi sebentar ucapan donghae.

"Aish, bukan samchon, tapi hyung! Aku ini masih muda, asal kau tahu saja" kata donghae murka karena merasa dia masih ABG.

"Chon... Chon..." ujar minhyun seperti mengejek donghae. Bahkan minhyun tak memandang donghae secuilpun.

"Yaish. Terserah padamu, hyunnie! Kalian memang satu darah!" marah donghae yang membuat seisi kelas terdiam.

"Eh.. Eh... Mak... Maksudku itu, minhyun dan siwon songsaenim itu satu darah. Minhyun dan siwon songsaenim kan sama-sama tampan, berkharisma, benar kan kataku, kyu?" donghae berusaha menjelaskan ke-keceplosannya tadi.

"Eum, kau benar" jawab kyuhyun menanggapi. Dan sedetik kemudian, mereka kembali sibuk dengan tugas mereka.

"Aish, hampir saja" desah donghae seraya mengelus dadanya.

"Hati-hati dengan ucapanmu itu ikan! Ah! Apa hyukjae juga kau beritahu?" tanya kyuhyun.

"Tentu saja. Dia berhak tahu" jawab donghae santai.

"YA! Mulutmu benar-benar seperti ember. Teman macam apa kau ini?!" murka kyuhyun.

"Aish, hanya hyukkie saja, kyu. Sekarang kerjakan lagi tugasmu sebelum bayi itu yang mewakilkanmu mengerjakannya" ujar donghae karena dilihatnya, minhyun kini mulai mencoret-coret kertas putih itu karena halaman buku yang tadi di'garap'nya telah penuh.

"SONGSAENIM!"

-kyumin-

"HAHAHAHAHAHA"tawa keras terdengar di atap sekolah elit yang tadinya sepi-sepi saja itu.

Terlihat seorang yeoja yang tertawa keras mendengar curhat-an sang suami tentang kenakalan anak mereka.

"Nakal sekali kau Hyunnie! Untung saja appamu ini orang yang sabar pada anaknya. Kalau tidak, bisa-bisa dia memakanmu hidup-hidup. HAHAHA" kata sungmin,sang yeoja,di akhiri dengan tawa kerasnya lagi.

"Aku tak mungkin melakukannya nuna! Aish!" gerutu kyuhyun ngambek.

"Eiii, jangan ngambek dong appa! Nanti ketampanan dan kejeniusan appa hilang loh! Iya kan baby?" ejek sungmin disertai anggukan semangat minhyun. Entah dia mengerti atau tidak. :D

"Ketampanan dan Kejeniusanku tak akan hilang dengan mudah. Ini adalah anugerah Tuhan untuk namja baik hati dan sabar sepertiku" ujar kyuhyun percaya diri.

"LALALALALALA... Aku tak mendengarnya... LALALALA" sengaja sungmin berkata dengan keras.

"Aish, istri macam apa kau nuna, mengejek suami yang diberi anugerah ketampanan dan kejeniusan sepertiku" sungutnya yang membuat sungmin bungkam.

"Aku bukan istri yang baik untukmu ya kyu?" tanya sungmin pelan seraya menunduk. Dia lebih memilih memandang minhyun yang duduk tenang di pangkuannya, daripada menatap mata kelam kyuhyun.

"Ah? Aku salah bicara ya? Mianhae,nuna. Maksudku bukan seperti itu. Kau istri yang terbaik" seru kyuhyun menenangkan sungmin yang sepertinya tersakiti itu.

"Tadi kau bilang..."

"Ah! Aku hanya bercanda Minnie" ucapan kyuhyun membuat sungmin mengangkat wajahnya dan tersenyum cerah.

"Katakan lagi, kyu!" ujar sungmin heboh.

"Eh? Katakan apa? Memangnya aku tadi mengatakan apa?" tanyanya bodoh. #plak

"Panggilanmu tadi padaku. Ish, katanya jenius?" ejek sungmin.

"Maksudmu panggilan tadi? Kau menyukainya?" tanya kyuhyun was-was.

"Eum. Aku sangat suka. Daripada kau memanggilku nuna, itu terkesan terlalu formal bagiku" jelasnya.

"Arraseo, Minnie" kata kyuhyun seraya tersenyum.

TEETTTT

"eh? Kenapa cepat sekali belnya?!" sungut sungmin kecewa.

"Aish, memangnya Minnie lupa ya kalau istirahat pertama itu memang sebentar?" tanya kyuhyun heran.

"Iya, ya... Hehehe..." jawabnya nyengir.

Sementara itu, dibalik pintu yang terdapat diujung atap itu, terlihat seorang namja yang tengah terburu-buru turun ke lantai bawah, agar sosoknya tak terlihat siapapun.

-Kyumin-

"Iya, iya, nanti sepulang sekolah akan kubelikan. Bummie dengar bel tadi kan? Wonnie tutup ya? Annyeong bummie, baby!" kemudian panggilan itu diakhiri.

Kalian tahukan siapa yang menelpon dan ditelpon? Tanpa author beritahupun pasti reader sudah tahu. #plak

"Ciee,.. Ciee.,. Yang habis telpon istri nih... " ujar seorang guru yang juga masih muda itu pada siwon.

"Apa? Kau pasti cemburu kan, Zhoumi-ya? Makanya cepat nikahi pipi bakpau itu, sebelum orang tuanya tak merestuimu lagi" ejek siwon.

"YA! Kau mengutukku, pastur jadi-jadian?!" ujar zhoumi sedikit emosi.

"Kalau iya, memang kau mau apa?" tantangnya.

"YA!..."

"Sudah sudah, kenapa kalian selalu memperdebatkan masalah tak penting seperti ini?!" potong sungmin yang baru masuk ruang guru itu.

"Sekarang cepat Mengajar!" tambahnya memerintah.

"Ne, songsaenim" ujar mereka kompak kemudian ngacir begitu saja sebelum terkena omelan istri iblis itu. #plak

"YA!"

"Tenang sungmin-ssi, kau tak lihat wajah ketakutan minhyun?" tanya song songsaenim seraya menepuk pelan kepala bayi dalam gendongan sungmin.

"Eh? Maafkan umma sayang. Hyunnie pasti takut ya?" kata sungmin pada minhyun.

-Kyumin-

"Aish, Minnie lama sekali sih!" gerutu kyuhyun seraya menyandarkan punggungnya di kursi halte bus dekat sekolah yang hanya ditempati dirinya dan donghae saja.

"Cie... Sekarang sudah memanggil dengan nama sayang! Aish, romantis sekali. Aku jadi ingin menikah secepatnya!" ujar donghae semangat.

"Kalau ingin menikah cepat, hamili saja hyukkiemu itu" saran kyuhyun sesat.

"Aish, kau kira aku sepertimu! Jadi, sekarang kau sudah mencintai lee songsaenim?" tanya donghae mengalihkan pembicaraan.

"Sebenarnya akupun tak tahu, hae. Apa ini disebut cinta? Aku masih terlalu muda untuk mengenal cinta sejati. Aku hanya ingin bebas tanpa memikirkan bagaimana nasib keluargaku nanti..." kyuhyun menghela nafas sejenak.

Dari belakang mereka, terlihat seorang yeoja yang tengah menggendong bayi itu berjalan cepat berlawanan arah setelah mendengar apa yang dikatakan sang suami.

"Tapi, aku menikmatinya, hae. Kau tahu, aku sangat tak sabar berada dirumah. Tak sabar bermain dengan hyunnie, menikmati masakan minnie, bermanja-manja pada minnie, dan hal lainnya yang dulu tak pernah kurasakan saat berada dirumah itu. Dulu, aku sangat bosan berada dirumah" curhat kyuhyun menambahkan.

Oh, sayang sekali kau Cho kyuhyun. Istrimu tak mendengar apa yang kau ucapkan itu.

-Kyumin-

TBC?/END?

Huahhh... Mianhae kemaren nggak publish, sekarang publish, pendek pula, soalnya tadi lia ada ulangan, jadi harus belajar. Hehehe #malah curhat.

Oh ya, mau jawab pertanyaan :

Q: Katanya masih dibawah umur, kok udah nonton snl?

A : Itu mah khilaf... Heheheh :D

Q : ff ini sampe chap berapa?

A : nggak tahu juga, tergantung sama readernya, kalo mau tamat sekarang ya gak kulanjutin lagi... :D

Q : alurnya rada kecepetan ya?

A : iyakah? Mianhae...

Q : maNK umuR qm bRp seh thoR ?

A : saya masih 16tahun.

Mian kalo Cuma bales pertanyaan yang paling atas aja...

Ini sengaja lia bikin konflik biar ceritanya nggak datar-datar aja.

Kalau mau lanjut, tolong RnRnya. Gomawo..