Standar Disclaimer Applied

.

.

Tertukar? © Tsurugi De Lelouch

Part 5

.

.

Sasuke Uchiha & Sakura Haruno – Shikamaru Nara & Ino Yamanaka

.

.

Enjoying for Reading and Review

(Ingat kalau di tubuh Sasuke adalah Shikamaru dan di tubuh Shikamaru adalah Sasuke)


.

.

.

.

Pandangan tajam wanita musim semi membuat ketiga pasang mata yang bersirobok membuat mereka agak membeku sesaat. Apalagi pria beriris kelam—yang didalamnya Sasuke itu menangkap raut kecewa terlihat dari wajah istrinya. Oke, dia sudah tidak tahan melakukan sandiwara konyol ini dan wanita-nya harus mengetahuinya sekarang.

Dengan emosi meluap-luap, Sakura memegang bahu sahabatnya dan memaksanya untuk memberi penjelasan. "Apa yang kalian sembunyikan? Kenapa hanya aku yang tidak tahu?" geramnya.

"Ini sulit untuk dijelaskan, Sakii…" jawab singkat Ino.

"Apakah ucapan kazekage-sama itu benar? Cepat jawab aku, Ino?!" pekik Sakura mengguncang bahu Ino.

"H-hei, bisa kau tenangkan emosimu dulu baru aku akan jelaskan peristi—"

Ucapan Ino terpotong karena Sakura menyentakkan tubuhnya dan hampir terhuyung ke belakang.

"Aku butuh jawaban sekarang, Ino?!"

Iris Emerlad Sakura berkaca-kaca, "maksud kalian ini apa? Kalian sengaja melakukan itu padamu terutama untuk Sasuke -kun. Kenapa kau menyembunyikan dariku, hah?" bentaknya.

Inner Sasuke mengerjap dua detik mendengar ucapan istrinya, memang salah dirinya apa. Ini merupakan faktor ketidaksengajaan antara mereka. Dirinya memijit pelipisnya dan berbicara menjawab segala walau dia berada di tubuh orang lain.

"Sakura, in bukan faktor kesengajaan. Jadi jangan salahkan aku kalau menyembunyikan ini," ucap Inner Sasuke.

Seraya mengerucutkan bibirnya sebal, "aku tidak memaafkan kalian bertiga…" desis Sakura.

"Cukup, aku akan menceritakan ini. Dengarkan aku, jangan sampai kau lari. Ini kenyataan bukan mimpi atau hal apapun!" ucap Ino menaikkan nada Oktaf-nya.

Gaara yang tidak ada sangkutpautnya segera menyingkir dari sana dan karena juga dipanggil oleh anak buahnya, sebelum dirinya menghilang. Dia mengucapkan sesuatu pada mereka kemudian dia menghilang melalui pasir.

"Lalu, bagaimana kejadiannya itu, Ino?" tanya Sakura berkilat marah.

Ketika Ino membuka mulutnya, Inner Shikamaru menyelanya duluan, "pada saat kejadian itu, kami berdua bertengkar ringan dan emosi Ino lagi labil maka dia tak berpikir panjang menggunakan jurus perpindahan dan kebetulan—"

"—kebetulan Sasuke berada didekat sana jadi jurus yang kugunakan itu membuat mereka tertukar. Ini kesalahanku, Sakura. Kau kan tahu kalau aku sedang hamil muda," potong Ino.

Sakura mencerna ucapan mereka berdua dengan memijat kepalanya, berulang kali dia melakukan itu. "Jadi, selama dua hari itu? Aku bukan berbicara dengan Sasuke-kun tapi dengan suamimu terus pantas saja kalian bermesraan didepanku! Memang aku tidak tahu!"

"Maafkan aku, Sakura. Ini bukan rencana, tapi—"

Tangan Sakura agak menarik kasar tangan Ino hingga mereka berhadapan meninggalkan dua pria yang dilanda kebingungan. "Kau harus mengembalikan seperti semula atau aku tidak memaafkan kalian walau suamiku sendiri!" cibir Sakura.

Iris aquamarine milik Ino menatap tajam sahabatnya, "Sakura, suamimu itu tidak salah, dia kebetulan lewat disana!" bentaknya.

"Pokoknya aku tidak mau tahu, kalau tidak aku yang akan menarik suamiku pulang walau dia berada di dalam tubuh suamimu. Aku tidak peduli!"

Ino tidak mau kalah, "aku sudah kehabisan tenaga lagipula kondisiku tidak memungkinkan. Untuk mengembalikan mereka itu membutuhkan cakra yang cukup besar."

Srett

Tangan Sakura ditarik oleh Inner Sasuke, "Sakura, jangan main emosian kayak gini!"

"Lepaskan aku!" Sakura menyentakan tangannya dan menatap tajam iris kelamnya.

Ino yang hampir terjatuh kebelakang akibat dia terdorong oleh Sakura segera ditangkap oleh Inner Shikamaru. Mereka seperti saling berselingkuhan padahal ini bukan apa yang kalian pikirkan, ini masalah yang harus diselesaikan sekarang juga.

"Kalau kau memaksaku, aku tidak akan mengembalikan ini seperti posisi semula!" ancam Ino dengan muka memerah akibat emosi memuncak.

Kedua pria saling mengerutkan dahinya, apa-apaan ini? Mereka tidak akan kembali seperti semula, mereka tidak bisa melakukan apapun seperti biasa. Menyesuaikan diri saja susah untuk beberapa hari apalagi untuk selamanya. Tidak, ini tidak boleh sepeti ini.

"Terserah kau saja, Ino! Aku akan membuatmu cemburu karena suamimu berada didalam tubuh suamiku!"

Ino menyeringai, "oh ya… aku yang akan membuatmu lebih cemburu karena Sasuke-kun mu bisa bermesraan denganku."

Tanpa sadar jurus kagemane dilancarkan oleh Inner Sasuke menahan pergerakan dua wanita yang bertengkar hebat kemudian Inner Shikamaru menengahi mereka dengan berdiri diantara mereka berdua.

"Kalian berdua ini, bagaimana urusan ini selesai kalau kalian masih adu mulut? Ini bukan masalah kalian tapi kami juga. Kami sebagai kepala keluarga juga kesusahan akan masalah ini, jadi kalian berdua jangan egois, " jelas Inner Shikamaru.

"Kalau masalh ini tidak selesai, kalian berdua kembalilah ke Konoha tapi kami berdua tidak akan kesana, terserah kalian memaksa," ucap Inner Sasuke ikut dalam pembicaraan.

Ino tidak terima, "bagaimana dengan anak-anak? Terus bagaimana dengan apa yang akan dikatakan oleh warga desa?" cecarnya.

Seraya menyilangkan kedua tangannya, "bilang saja kami berdua mati. Beres kan," seru Inner Sasuke.

Wanita musim semi membulat kaget, "tidak bisa. Kenyataan kalian masih hidup, buat apa kami berbohong pada mereka?"

"Terus buat apa kami tetap seperti ini tapi tidak sesuai dengan keinginan kami? Aku tidak suka kalau kau bersama dia—" Inner Sasuke menunjuk ke Inner Shikamaru, "memang aku rela seperti itu. Ya, walau itu tubuhku, tapi didalamnya bukan aku, Sakura!"

Mereka berdua terdiam akan ucapan kedua pria itu dan Ino menghembuskan napasnya perlahan-lahan untuk mencari ketenangan kemudian iris birunya menatap mereka bertiga, "baiklah dan maafkan kami sudah egois. Aku akan berkonsentrasi untuk mengembalikan kalian berdua."

Inner Shikamaru berpikir ulang, kalau istrinya melakukan jurus ini akan berakibat fatal dengan kondisi tubuhnya apalagi dia sedang mengandung anak keduanya. "Ino, bagaimana dengan anak kita?" tanya Inner Shikamaru.

Seraya mengulas senyuman tipis, "daijobu, anak kita tidak apa-apa. Kau tenang saja, Shikamaru."

Sakura tidak tega dengan kondisi sahabatnya, dia mengulurkan tangannya dan pendar hijau muncul dari kedua tangannya. "Aku akan mengembalikan kondisi stabilmu, Ino. Bahaya dengan janinmu karena keadaan janinmu masih lemah."

Inner Sasuke tersenyum lega dengan sikap istrinya yang sudah luluh dan mau diajak bekerja sama akan menyelesaikan masalah ini.

Tak berselang lama kondisi Ino sudah pulih, dia menyuruh Sakura utuk menyingkir dan memberi isyarat kepada dua pria itu saling berdekatan kemudian tangan ino membengtuk segel.

"Kalian berdua jangan bergerak karena aku hanya menggunakan jurus ini sekali …" Ino memejamkan matanya, "…Mind Body Reversal Jutsu..." seketika bunyi dari kedua tubuh itu berpindah.

Sasuke merasakan pusing dengan sangat, dia memijat pelipisnya dan sedetik berikutnya, dia melihat tangannya dan tersenyum tipis karena dirinya sudah kembali. "Terima kasih, aku sudah kembali ke tubuhku semula."

"Sasuke-kun, maafkan aku…" ucap Sakura langsung menghamburkan pelukan ke tubuh Sasuke.

Pria bermarga Uchiha ini mengelus puncak rambut istrinya, "daijobu aku juga minta maaf."

Tanpa sepengetahuan mereka berdua, tubuh Ino linglung dan hampir jatuh ke tanah. Shikamaru dengan sigap menangkap tubuh istrinya ke dalam gendongannya. "Lebih baik kita kembali!" ajaknya.

Keduanya mengangguk pelan kemudian menyusul langkah Shikamaru dari belakang…

.

.


.

.

"ASTAGA, KENAPA KALIAN TIDAK MEMBERITAHUKAN INI PADAKU?"

Suara kencang sang Rokudaime agak bergema di ruangan tepat disalah satu kamar rumah sakit karena Ino sedang terbaring istirahat akibat kondisi fisiknya yang agak menurun akibat memakai jurus itu.

"Bisa kau pelankan suaramu, dobe?" desis Sasuke.

Naruto berkilat marah, "terutama kalian berdua. kalian hampir membuatku malu dengan Gaara. Untung dia sahabatku, jadi dia memakluminya. Tapi bagaimana kalian bisa bertukar posisi? Alhasil misi yang kuberikan hampir kacau akibat kalian."

"Ini bukan faktor kesengajaan, tapi kesalahanku dan Ino. Salah kami bertengkar saat itu dan emosi kehamilan membuat Ino melancarkan jurus itu yang kebetulan dia—" menunjuk kearah Sasuke, "—lewat dan alhasil seperti ini."

"Naruto, maafkan kami berempat. Tapi misi ini berhasil kami lakukan karena beruntungnya yang bertukar adalah suamiku dan suami sahabatku yang sama-sama jenius. Kalau bertukar dengan yang lain, ini lebih gawat lagi bukan!" sela Sakura.

Seraya menghembuskan napasnya sesaat, iris Sapphire Blue menatap mereka bertiga. "Baiklah. Aku akan memaafkan kalian berdua," ucap Naruto.

Mereka bertiga menghela napasnya lega dengan keputusan Naruto yang menerima kejadian yang tidak terduga antara mereka berempat.

"Aku harus kembali ke ruanganku. Maaf, telah membuat kebisingan disini, Sakura-chan," pamit Naruto beranjak dari tempat duduknya.

"Daijoubu, Naruto."

Naruto pamit seraya melambai-lambaikan tangannya dan dirinya keluar dari ruangan itu.

"Akhirnya masalah ini selesai juga," gumam Sakura.

"Kalau kalian masih egois, kami tidak akan disini," sahut Sasuke.

"Tapi enak juga berada didalam tubuhmu, Sasuke. Aku bisa merasakan bagaimana menjadi dirimu," celetuk Shikamaru.

Iris kelam Sasuke menatap tajam, "enak kan jadi seorang Uchiha hm? Aku malah disemprot dengan dua wanita ketika aku adu mulut dengan istrimu."

"Itu biasa, Sasuke. Memang dua wanita itu selalu cerewet. Selamat ya," seru Shikamaru.

"Aku tidak suka kau menarik tangan istriku," geram Sasuke.

"Aku juga tidak suka kau sangat dekat dengan istriku, Sasuke."

"Ini semua salahmu, Shikamaru. Kenapa kalian harus bertengkar?" cecar pria berdarah Uchiha itu.

"Kau juga salah, kenapa kau ada disana?" ucap Shikamaru tak mau kalah

Sakura langsung menginjak kedua kaki milik dua pria yang berseteru itu. "Kalian berdua jangan buat keributan di rumah sakit juga kenapa kalian seperti wanita? Meributkan hal yang sudah terjadi."

"Aw—sakit, Sakura," ringis Sasuke.

"Hei, kok aku juga yang diinjak?" tanya Shikamaru.

"Sebaiknya kalian berdua keluar dari ruangan ini, aku mau memeriksa kondisi Ino," tutur Sakura.

"Itu, istriku. Jadi aku berhak disini." Ucap Shikamaru tidak terima.

"Baiklah." Iris teduhnya mengarah ke suaminya, "Sasuke-kun, sebaiknya pulang saja. Kasihan Sei menunggu di rumah."

"Sei sendirian di rumah?"tanya Sasuke.

"Ah-tidak, Sei kutitipkan dengan ibuku. Tolong ya… nanti secepatnya saya pulang," ucap Sakura.

Sasuke mendekatkan dirinya tepat dihadapan Sakura kemudian mengecup sekilas bibir milik istrinya, "kutunggu kepulanganmu, Sakura. Dan—siap-siaplah tenangamu buat malam ini."

Shikamaru memutarkan bola matanya, "kalian tidak sadar kalau masih ada aku disini. Sebaiknya di rumah nanti kalian bisa lanjutkan itu sepuasnya."

Seraya menyeringai, "saran diterima, Shikamaru. Jaana…"

Otak Sakura mencerna sesaat apa yang dilakukan oleh suaminya. Dengan mengepal tangan kuat-kuat, Sakura bergumam. "Aku tidak akan kalah denganmu, Sasuke-kun."

.

.

.

.

*Owari*


Wulanz Aihara a.k.a Tsurugi De Lelouch

Pada akhirnya selesai juga fict ini dengan ending cukup memaksa ya, hahaha... sebernanya sih fict ini dipublish malam tadi tapi keburu ketiduran maka ceritanya baru sekarang selesai. Ini spesial buat Trancy Anafeloz yang sudah mengingatkan diriku untuk menyelesaikan karya ini.

Terima kasih sudah mereview, men-follow dan men-favoritekan fict ini…

Thanks for reviewer chapter 1-4

Cherys, Rukaga Nay, Naumi Megumi, Asakura Ayaka, FairyLucyka, poetri-chan, Kuromi no Sora, Fishy ELF, Aika Yuki-chan, Uchiha Michiko-chan 'Elf, Arisa saki, Kiana Cerry's, skyesphantom, Trancy Anafeloz, poetrie-chan mlas login, aguma, CINTA DAMAI, karikazuka, Ucucubi, Haruno Erna Chan, Ernabloom, Ajisai Rie, Kurousa Hime, Shin Ji Hyun, ucihaharuno, Nakamura-san, KeyLock, , SeiHinamori , FuRaHeart, Baka Iya SS, Tun'z , harukichi57, Aden L kazt, sasusakulover, Haruno Erna Chan, Ladychibby, Ayano Futabatei,

Don't be silent reader…

Palembang, 02 Desember 2012

Wulanz Aihara Uchiha

Sunday, 06.54 a.m