"Let's The Battle Begin"

Disclaimer : Kamichama Karin (Chu) is belong to Koge Donbo, but the story is mine

Hiiii. . Kururu bikin cerita baru lagi nih semoga para reader menyukainya ^.^

Cerita baru dari kururu ini, terinspirasi sama boy band dan girl band korea, SUJU n SNSD 3. . Maaf kalau gak sesuai karakter, gak sesuai cerita dan agak sedikit gaje =.="

Langsung aja yukkkk. . . jgn lupa tinggalin review


Siapa yang tak mengenal mereka? Semua orang di Tokyo dari mulai anak kecil, remaja bahkan orang dewasa pun mengaguminya.

Adalah Boy band Tokyo, "Super Boys" yang beranggotakan cowok-cowok ganteng, dimana Kazune sebagai leadernya, Michi , Jin, Kirio, Yuuki, Shingen, dan terakhir Suzune sebagai anggota termuda. Boy band ini dibawah naungan ST Entertainment (Super Tokyo Entertainment).

Berbanding terbalik dengan pesaingnya yaitu Girl band Tokyo, "Nine Girl" yang memiliki wajah cantik nan rupawan, dimana disini Karin sebagai leader, dan anggota lain seperti Himeka, Miyon, Kazusa, Rika, Kirika, Ami , Sakura, terakhir adalah Nike. Girl band ini dibawah naungan KG Entertainment ( Kamichama Girl Entertainment).

Mereka semua menjadi idola dan dipuja-puja banyak orang. Tapi siapa yang menyangka bahwa Boy band dan Girl band ini memiliki hubungan yang buruk? Bahkan mereka bersaing satu sama lain dalam meraih popularitas di dunia entertainment. Begitu pula dengan Manajemen Artis para Boy band dan Girl band ini, dua perusahaan rekaman yang terkenal se-Jepang ini tak mau kalah satu sama lain dalam mengorbitkan artisnya. Bagi mereka persaingan merupakan kunci utama untuk meraih segalanya, 'so let's the battle begin.'


"Super Boys, ingat! Kalian harus bisa mengalahkan artis dari KG Entertainment dalam penjualan album kali ini. Jadi, kalian harus berlatih keras dan jaga pola makan kalian, jangan sampai kalian terlihat tidak menarik di mata publik."ucap Manajer ST Entertainment, Kane, mengawali topik pembicaraan dengan mengingatkan para anggota Super Boys.

"Kami mengerti Kane-sama, tenang saja kau tak perlu khawatir seperti itu."ujar salah satu cowok berambut pirang sebagai leader meyakinkan.

"Kupegang kata-katamu, Kazune."kata Kane menambahkan, mendengarnya Kazune hanya mengangguk pelan.

"Baiklah, kalian. . . bersiap-siaplah. Sebentar lagi kita akan melakukan take vocal."pekik Kane sambil menepuk-nepuk tangannya seolah memberi semangat.


Sementara itu hal serupa dialami juga oleh Karin dan teman-teman. Girl band yang beranggotakan masing-masing 9 orang ini tengah bersiap-siap melakukan take vocal untuk album barunya.

"Oke teman-teman, dengar! Kemarin aku mendapatkan telepon dari Manajer kita, Yumi-sama, agar kita bersungguh-sungguh dalam pembuatan album baru kita kali ini, mengingat pesaing kita dari ST Entertainment juga sedang melakukan pembuatan album, sama seperti kita. Oleh karena itu diharapkan teman-teman semua serius dan berkoordinasi dengan baik dalam pembuatan album ini."kata Karin sebagai leader memberikan briefing sebelum melakukan take vocal

"Mmm. . Karin, kenapa Manajer Yumi-sama tidak hadir dalam pembuatan album kita ini?" tanya Himeka bingung.

"Himeka, Yumi-sama sedang tidak enak badan. Ia terkena flu, jadi ia tidak bisa hadir disini."jawab Karin singkat pada Himeka. "Tapi kalian tenang saja, Yumi-sama telah mempersiapkan segalanya untuk kita. Tentunya para kru-kru yang profesional dan yang terbaik. Jadi, mari kita bersatu dalam mengalahkan Super Boys, teman-teman."

Mereka pun kemudian berkumpul membentuk sebuah lingkaran, menyatukan tangan mereka dan menyerukan bersama "Nine Girl, nooooo. . .. . .ooooneee can't stop us."lalu mereka pun saling berpelukan.


"Michi, kau yang benar. Kita sudah take beberapa kali, tapi tetap saja waktu bagianmu, kau tidak bernyanyi sama sekali atau salah lirik. . kau ini kenapa seperti tidak konsen."kata Kazune memarahi Michi, Michi yang mendengar hal itu hanya diam saja sambil mengambil nafas dalam-dalam.

"Michi, kau harus professional. Dengar! Aku sudah lelah, kita sudah take ke- 10 kalinya. Aku mau istirahat, Kane-sama."ujar Jin melambaikan tangannya dari ruang studio rekaman. Studio itu memiliki kaca transparan dan ruangan yang kedap suara sehingga Kane dapat memantau mereka dalam melakukan take vocal.

"Baiklah sudah cukup aku rasa take vocal kali ini. Kalian boleh beristirahat di kamar yang sudah disediakan untuk kalian. Besok akan diadakan ulang kembali take vocal, terutama Michi, kau harus konsen. Kita sangat berburu dengan waktu, kalian mestinya sadar itu."Kane memperingatkan Michi juga seluruh anggota lainnya. Mereka hanya mengangguk pelan dan Michi hanya tertunduk dengan lesu.


Di Hotel

"Ahh. . nyamannya tidur di kasur ini. Badan-badanku terasa sakit semua, seharian ini tanpa istirahat."desah Kirio menerjunkan badannya dikasur yang ada dihadapannya. Kazune, Yuuki, Shingen, Suzune juga melakukan hal yang sama, kecuali Michi yang hanya duduk diam saja seperti tidak bersemangat.

"Iya, betul sekali kak Kirio. Badanku juga sakit semua, rasanya hampir remuk."celoteh Suzune menyetujui apa yang dikatakan oleh Kirio.

Jin yang kemudian keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk putih ditubuhnya berkata "Ini semua salah Michi. Kita sampai harus sampai di take beberapa kali dan hasilnya. . . NIHIL. Sungguh luar biasa."teriak Jin menekankan.

"Sudahlah, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Michi. Mungkin ia sedang ada masalah pribadi yang menganggu pikirannya."kata Shingen bijak.

"Iya, benar apa yang dikatakan Shingen. Michi tidak sepenuhnya bersalah, sudahlah lupakan saja yang terjadi hari ini."sela Yuuki menambahi.

"Tidak bisa, ini semua salah Michi."Jin dan Kirio menyerukan kalimat itu bersama-sama.

Kazune yang geram melihat mereka semua berkata "CUKUP!"teriak Kazune kencang, kali ini mereka yang berada di ruangan kamar itu menatap Kazune dan hanya diam membeku.

"Aku sudah muak mendengar obrolan kalian yang saling menyalahkan seperti ini. Bisakah kalian akur? Kalau sampai Nine Girl band mendengar kita bercekcok seperti ini aku yakin mereka akan menertawakan kita. Sekarang yang sudah terjadi biarkan saja, besok kita harus lebih baik daripada hari ini."

Mereka mengangguk, sekali lagi mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kazune. Kazune sendiri sebagai leader dari kelompok mereka telah terbukti mampu mempersatukan mereka menjadi kelompok Boy band yang utuh sampai sekarang. Sejak terbentuknya Super Boys, tidak ada satupun anggota yang mengundurkan diri atau keluar. Ya, mereka merintis bersama dari awal dan sekarang menikmati hasilnya bersama juga. Apapun keadaannya, bagaimanapun masalah yang dihadapi, mereka akan tetap bersama itulah janji mereka. Suka dan duka dialami bersama itulah artinya pertemanan sejati.

"Hhh. . Aku mau keluar dulu. Aku butuh waktu untuk refreshing sejenak, tolong beri tahu pada Kane-sama aku akan menyusul saat makan malam tiba."seru Kazune pada teman-temannya dan meninggalkan kamar Hotel tempat mereka menginap.


"Karin, kau tidak apa-apa kan? Sepertinya kau terlihat lelah?" tanya Miyon pada Karin setelah take vocal selesai.

"Ah, aku tidak apa-apa, Miyon."jawabnya lemah. "Mmm. . mungkin jika aku jalan-jalan sebentar saja, aku bisa menghilangkan rasa stressku ini. O iya, kalian duluan saja, nanti aku menyusul kalian ke Hotel Tamae saat makan malam."Karin pun bergegas pergi, tak lupa ia membawa kacamata hitamnya dan selendang birunya.

Sesampainya di cafe Paradise, Kazune segera memesan secangkir kopi mocca hangat dan mengambil salah satu tempat duduk di dekat jendela.

"Antar ke meja no.14 ya , SEGERA, tidak pakai lama."ketusnya

Kazune yang saat itu memakai kaos putih santai, celana jeans berwarna hitam dan kacamata hitam terlihat sangat cool. Ia pun duduk santai memandang ke arah jendela sambil menunggu pesanannya diantar.

"Ahh. . panas. ."

"Aaa. . Gomenn N-Ne. ."ucap gadis itu sambil membungkukkan badannya dihadapan Kazune

"Kau. . apa kau tak punya mata ya?"Kazune berteriak kesal dan marah, ia membuka kacamata hitamnya. "Pantas saja, kau tidak melihat. . buka kacamatamu itu." Kazune yang kesal melepas paksa kacamata hitam gadis itu yang mereknya senada dengannya "Prada"

(Kemudian sesaat Hening hingga akhirnya mereka bersuara)

"TERNYATA KAU. . . . ." ujar mereka bersamaan dengan shocknya.


Ayooo loh. . wkwkwkwk #sambil pukul-pukul panci

Mind to review? Don't be a silent reader ok ^^

Gimana cerita ini bagus atau jelek?

Review. . Review dan Review supaya Kururu bs jd author yg baik hehe . dan supaya Kururu bisa lebih semangat buat lanjutin ceritanya oke oke. . :D

a/n: o iya lupa disini ada karakter tambahan Kane dan Yumi mohon berkenan ya~