Title : Innocent Beast!

Author : Kim Sun Ri

Genre : Romance, Drama

Rating : T

Length : Chaptered

Disclaimer : This fict is mine, but the casts aren't

Warning : Yaoi, BoyXBoy, BL, AU, OOC(?)

Pairing : Eunhae/Hyukhae(Seme!Hyuk, Uke!Hae), Kyumin, dll.

.

Don't Like Don't Read!

Enjoy!

.

.:Innocent Beast:.

.

Chapter 9

'Perasaan ini… Tidak buruk juga. Mungkin aku bisa mencoba menerimanya…'

.

Author's POV

Eunhyuk memasang wajah bodohnya keesokan harinya saat ia terbangun. Karena hal paling pertama yang melintas di pikirannya ketika ia terbangun adalah wajah tersenyum Donghae. Awalnya Eunhyuk ikut tersenyum lebar seperti orang bodoh selama beberapa menit, tapi kemudian ia tersadar dan senyuman itu langsung berubah menjadi tatapan kosong. Mengapa pula ia memikirkan Donghae?

Eunhyuk mengerang dan menghantamkan wajahnya ke bantal. Tetapi begitu ia menutup mata, wajah malaikat itu kembali muncul dibenaknya. Ia menghela napas panjang, dan mengacak rambut merahnya sendiri dengan frustasi.

"Kurasa… Aku mulai gila…" Gumamnya dengan suara teredam bantal.

.

.:Innocent Beast:.

.

Eunhyuk sedang membakar rumahnya- maksudku, ia sedang mencoba memasak sarapan saat Kyuhyun terbangun dan memasuki ruang makan. Tangannya ia renggangkan keatas sambil menguap. Kyuhyun mengambil tempat duduk dan menatap Eunhyuk yang sekarang berusaha menyelamatkan telur dadarnya dari kehangusan. Tapi daripada meledeknya kali ini, Kyuhyun hanya menahan tawanya. Eunhyuk menghela napas dan membawa sarapan yang ia buat di atas meja ketika ia telah selesai.

"Sungguh, hyung?" Kyuhyun tertawa sambil menjepit telur dadar agak hangus yang berbentuk aneh dengan kedua jarinya, mengangkatnya ke udara sedikit.

"Yang penting adalah niatnya," Eunhyuk berdalih.

"Kau hebat dalam membuat kopi, tapi kau sangat mengenaskan dalam urusan memasak sesuatu yang layak di makan," Kyuhyun menyeringai.

"Katakan itu pada dirimu sendiri," Eunhyuk terkekeh.

"Dan kini aku heran bagaimana kita bisa hidup hingga sekarang tanpa bisa memasak dengan benar."

"Kurasa aku tau jawabannya," Eunhyuk tersenyum iseng.

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya heran. Tapi kemudian tawanya terdengar di udara saat Eunhyuk mengedikkan dagunya kearah rumah di seberang milik mereka melalui jendela. Rumah yang amat ia kenal baik.

"Harus kuakui, meski terkadang dia begitu aneh, pabbo, dan freak kura-kura, dia adalah penyelamat kita dalam soal makanan," canda Kyuhyun.

Mereka tertawa bersama. Begitulah bagaimana mereka melewati waktu pagi mereka sehari-harinya. Meski hanya mereka berdua, pagi itu begitu hangat seperti biasanya. Meski dengan makanan yang hangus, mereka selalu berhasil membuatnya menjadi menyenangkan. Mereka baru saja selesai memakan sarapan saat Kyuhyun kembali menguap, menarik perhatian Eunhyuk.

"Kau terlihat lelah. Dan tidak biasanya aku bangun lebih pagi darimu, membuatku harus membuat telur dadar gosong itu. Kau pulang jam berapa kemarin, Kyu?"

Kyuhyun menyeringai, "Setengah dua belas malam. Aku dinner date keliling kota dengan Minnie setelah nonton late night di bioskop. Sekali-sekali bersikap romantis tidak apa kan?"

"Aish senangnya… Aku juga pergi kencan kemarin. Dengan selimut dan gulingku," Eunhyuk menghela napasnya dengan gaya dramatis yang dilebih-lebihkan.

"Kau ini mengenaskan sekali hyung. Kalau kau iri, cari saja yeojyachingu," atau mungkin namjachingu, tambah Kyuhyun di pikirannya.

"Ya, tentu saja," Eunhyuk tertawa santai, tidak menganggapnya serius.

"Tapi serius. Kau butuh seseorang untuk menemanimu nantinya. Kau sudah tujuh belas tahun, hyung."

"… Aku belum tertarik dengan hal seperti itu," Eunhyuk akhirnya menjawab setelah terdiam cukup lama.

"Bohong. Apa kau masih takut? Untuk menjalin hubungan dengan seseorang?" Kyuhyun bertanya, suaranya berubah serius.

Eunhyuk tersenyum padanya, "Menurutmu?"

Kyuhyun menghela napas, ia bersandar pada bangkunya, "Hyung, kenapa kau harus terlalu waspada seperti itu? Kenapa kau harus merasa takut untuk dekat dengan seseorang? Kenapa kau tidak mau mendapat perhatian semua orang? Kau memiliki pribadi yang baik. Banyak orang akan mengagumimu."

"Itulah masalahnya, Kyu. Itulah yang selalu aku takutkan. Banyak orang akan menyukaiku, ku harap. Tapi meski begitu, mereka tidak tau sesuatu yang tersembunyi. Sesuatu yang-…"

Eunhyuk menggantung kata-katanya. Ia menunjuk kearah dada sebelah kiri, ke tempat yang ia asumsikan dimana hatinya berdetak.

"…-tersimpan di dalam sini," ia mengakhiri kalimatnya.

"Apa itu alasannya kau tidak bisa mempercayai orang dengan mudah? Karena kau takut mereka akan membencimu saat mereka tau dirimu yang tersembunyi itu?"

Eunhyuk tersenyum, tetapi kemudian ia menggelengkan kepalanya.

"Memang, aku takut orang akan membenciku nantinya. Tidak, sebenarnya aku sudah amat yakin mereka pasti akan membenciku. Tetapi masalahnya adalah kebalikan dari yang kau katakan. Bukan aku tidak bisa mempercayai orang dengan mudah. Hanya saja, aku justru mempercayai orang dengan terlalu mudah. Itu hanya akan membuatku semakin sakit saat kepercayaanku hancur, saat akhirnya mereka mengetahui diriku yang sebenarnya. Dan untuk mencegah hal tersebut terjadi, aku menjauhkan diriku sendiri dari mereka."

Mendengarnya, Kyuhyun menatapnya dengan sendu.

"… Kenapa? Kenapa kau harus begitu… tersingkir…? Kenapa ini harus menjadi beban untukmu? Kenapa harus kau yang memiliki masalah seperti ini? Apa masalah yang kita alami belum cukup…?"

"Jangan bilang begitu. Ini bukan beban untukku, Kyu. Ini hanyalah bagaimana aku harus hidup. Lagipula, Hyukjae juga sebenarnya hanya berusaha melindungiku, bukan?"

Kyuhyun menghela napas. Tapi kemudian ia tersenyum dan mengangguk. Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa saat. Kyuhyun terlihat larut dalam pikirannya sendiri sebelum kembali berujar.

"Tapi tetap…"

Eunhyuk mengangkat alisnya heran saat melihat Kyuhyun menyeringai mencurigakan kearahnya. Dan ia berpikir apakah dongsaengnya itu memiliki sisi bipolar, karena moodnya dapat berubah dengan amat cepat.

"Tetap tidak berarti kau tidak bisa mencari yeojyachingu," atau namjachingu, ia menambahkan lagi di pikirannya, "Kau hanya perlu mencari seseorang yang bisa kau percayai sepenuhnya tanpa merasa takut. Seperti bagaimana kau mempercayaiku, contohnya."

"Bukankah itu justru yang menjadi masalah disini? Kurasa tidak akan ada orang yang bisa memaklumi masalah kepribadian gandaku ini."

Seringai Kyuhyun semakin menjadi, "Sebenarnya… ada sih… satu orang selain aku…"

Eunhyuk memiringkan kepalanya sedikit dengan heran, "Hah? Tidak ada orang lain selain kau yang mengetahui masalah-…"

Ia berhenti berbicara saat seorang namja berambut brunette dan berwajah malaikat kembali muncul di benaknya.

"Oh," adalah respon terbaik yang bisa ia berikan saat itu.

Kyuhyun melihatnya dengan tatapan jahilnya.

"Tunggu dulu… Kau menyarankan ku dengan… dia…? Bukankah kau membencinya?" Eunhyuk bertanya, mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka.

"Sekarang sih aku merestui bila kau bersamanya. Tapi aku masih membencinya, sih."

Eunhyuk menatapnya aneh, tapi kemudian membiarkan topik tersebut berakhir disitu dan menyesap kopinya. Kyuhyun hanya terdiam selama beberapa saat. Wajahnya kembali berubah serius.

"Tapi sungguh, sepertinya ia orang baik di dalamnya. Dan ia tidak menghinamu sama sekali setelah mengetahui masalah kepribadian gandamu. Ia tidak memiliki tatapan kebencian itu, lain dari semua orang. Cobalah memikirkannya. Aku tau kau mau," Kyuhyun berkata dan ia bangkit berdiri, menguap sekali lagi dan berjalan ke kamarnya.

Eunhyuk tidak mengatakan apapun. Ia terus menatap punggung Kyuhyun yang perlahan menjauh, hingga menghilang di balik pintu. Kemudian ia menatap kearah cangkir kopinya yang tinggal setengah. Menatap cairan berwarna coklat tua itu perlahan mendingin saat asap hangat menguap keatas. Melalui kopi itu, ia dapat melihat bayangnya sendiri samar-samar. Ia hanya terdiam menatapnya selama beberapa menit dalam keheningan. Sebelum akhirnya menenggaknya habis dalam sekali teguk.

Tidak ada hal spesial yang terjadi hari itu. Hanya sebuah hari minggu yang tenang, seperti biasanya. Dimana Eunhyuk menghabiskan waktunya untuk beristirahat.

.

.:Innocent Beast:.

.

Hari berikutnya, saat Eunhyuk memasuki kelas, agaknya ia dibuat terkejut. Karena Donghae sudah ada disana, duduk di bangkunya sendiri dengan tenang sambil menulis sesuatu di buku tulisnya. Ini masih sangat pagi untuk Lee Donghae berada di dalam kelas, meski sebenarnya bel masuk sudah hampir berbunyi karena biasanya Lee Donghae datang dua jam sebelum sekolah berakhir. Bahkan menulis di buku tulisnya. Seluruh kelas sepertinya sama terkejutnya, karena beberapa murid dapat terlihat mencuri pandang kearahnya dengan heran.

Meski begitu Donghae terlihat tidak terganggu. Ia terlihat amat serius dalam kegiatan menulisnya. Hyoyeon, yang sudah ada disana bersama Sungmin, duduk di depannya terlihat sama bingungnya. Tetapi mereka tidak menoleh kebelakang, sadar itu tidak sopan. Eunhyuk berjalan kearah bangkunya perlahan.

"Pagi, Eunhyuk-ah," Sungmin menyapa.

"Yo, Eunhyuk," Hyoyeon tersenyum kearahnya.

"Pagi, Sungmin-hyung, Hyo," Eunhyuk tersenyum balik.

Kemudian Eunhyuk duduk di tempatnya. Donghae melirik kearahnya sekilas, tapi kemudian melanjutkan kegiatannya.

"Pagi, Donghae," sapa Eunhyuk setelah terduduk.

Hyoyeon dan Sungmin terlihat amat kaget saat Eunhyuk menyapanya. Dan mereka lebih kaget lagi saat mendengar Donghae menggumamkan balik 'pagi', dengan suara yang amat kecil, yang hanya dapat terdengar oleh mereka berempat. Meski begitu, tetap saja ia menjawab sapaannya, dengan sopan, dan itu bukanlah sesuatu yang lumrah untuk dilakukan Lee Donghae sebelumnya.

Eunhyuk mencuri lihat akan apa yang sedang Donghae tulis. Dan ia terkekeh pelan saat melihatnya. Tentu saja, belajar akan menjadi sesuatu yang terlalu cepat dalam perubahan ini. Kenyataannya, Donghae hanya sedang mencoret-coret gambar-gambar kecil di bukunya. Eunhyuk terheran bagaimana bisa ia terlihat begitu serius, walau sebenarnya hanya mencoret-coret hal tidak penting.

Ikan nemo… Sungguh? Umur berapa sebenarnya namja ini?

Donghae menyadari kekehan pelan itu dan menoleh kearahnya. Ia memberinya tatapan tajam. Yang tentunya sama sekali tidak membuat Eunhyuk takut sekarang.

"Apa yang kau tertawakan?" Tanyanya ketus.

"Tidak, tidak ada… Hanya… Lanjutkan saja… uh… kegiatanmu," Eunhyuk menahan dirinya untuk tertawa lagi.

Secara mengejutkan Donghae menurutinya, berbalik kembali kearah buku tulisnya dan melanjutkan mencoret-coret. Eunhyuk hanya tersenyum melihat pemandangan yang menurutnya manis tersebut. Hyoyeon dan Sungmin terlihat hampir mati penasaran atas sikap mereka sekarang. Tetapi saat salah satu dari mereka hendak bertanya, guru masuk dan mereka secara terpaksa berbalik ke depan.

"Oh ya, Donghae?" Panggil Eunhyuk berbisik, tidak ingin kelas berbalik melihatnya hanya karena ia berbicara kepada Lee Donghae dengan santainya.

"Hmm?" Donghae menggumam menjawabnya.

"Kenapa kau ada disini sepagi ini? Maksudku-, kau tidak pernah di sekolah pada jam segini sebelumnya. B-bukannya bermaksud buruk atau menyindir, hanya saja-…" Eunhyuk mengusap belakang lehernya dengan canggung.

"Apa? Kau mencoba berkata bahwa aku tidak boleh kesekolah pagi?"

"A-aniyo! Hanya saja… ini tidak biasanya, kau tau?" Eunhyuk cepat-cepat memperjelas ucapannya.

"Aku tau, aku hanya ingin mengerjaimu sedikit," Donghae menjawab dengan santai.

Eunhyuk terdiam karenanya, terpana. Apa barusan Donghae mencoba bercanda dengannya? Meski ekspresi datar itu menunjukkan sebaliknya, tapi Eunhyuk yakin Donghae baru saja bercanda dengannya. Sebelum ia dapat mengkomentarinya, Donghae kembali berujar.

"Hanya saja… Aku ingin mencoba belajar. Tidak ada hal lain untuk kulakukan, itu saja. Mungkin tidak buruk mencoba jadi anak normal yang baik?" Ia berucap tanpa melihat kearah Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum menanggapinya, dengan lembut dan perhatian. Mungkin ia tidak menyadarinya, tapi ia sendiri adalah alasan utama dalam perubahan Donghae, ke arah yang lebih baik. Tapi kemudian Eunhyuk melihat kembali coretan-coretan di buku tulis Donghae. Ia tersenyum.

"Mencoret-coret bukan salah satu cara untuk belajar lho."

"B-berisik. Aku tidak tau harus belajar apa, oke?" Donghae menggumam malu.

"Aku bisa mengajarimu, bila kau mau," tawar Eunhyuk ramah.

Donghae berbalik menghadap kearahnya. Eunhyuk hanya tersenyum sebagai balasannya.

"Dan cobalah berkonsentrasi pada apa yang guru jelaskan padamu. Aku percaya kau pasti bisa," Eunhyuk menambahkan.

Donghae terdiam selama beberapa saat. Tapi kemudian ia mengangguk perlahan dan berbalik kearah depan, mencoba memperhatikan guru yang mengajar. Ia tidak mengatakan sepatah katapun. Tetapi Eunhyuk dapat samar-samar melihat senyuman senang yang terulas di bibir Donghae. Dan Eunhyuk pikir hatinya berdetak sedikit lebih cepat.

Cobalah memikirkannya. Aku tau kau mau.

Suara Kyuhyun kembali berputar di benaknya. Lalu Eunhyuk melihat bagaimana Donghae sepertinya mengerti beberapa hal yang diajarkan guru, yang membuatnya kembali mengulaskan senyuman kecil dan mulai menulis dibukunya. Menulis catatan yang benar, kali ini. Senyumannya terlihat sama polosnya dengan sebelumnya, tetapi kini terpancar jelas ketulusan yang lebih dalam dibaliknya. Dan tanpa sadar Eunhyuk ikut tersenyum karenanya.

Sepertinya… Aku benar-benar jatuh cinta pada namja ini…

.

.:Innocent Beast:.

.

Saat bel istirahat berbunyi, Donghae masih mencoba menyelesaikan soal matematikanya. Sementara Eunhyuk sudah menyelesaikannya sejak lima menit awal diberikan. Murid lain terlihat sudah pergi keluar kelas dengan cepat, semua menghilang begitu bel berbunyi seperti biasa.

"Kau tidak keluar untuk makan siang?" Tanya Eunhyuk.

"Dan mendengarkan orang-orang membicarakanku? Tentu," Donghae menjawab dengan sarkastik, masih menatap kesal soal matematikanya.

Eunhyuk tersenyum mengerti, "Baiklah kalau begitu. Aku duluan."

Ia berdiri, Sungmin dan Hyoyeon sudah menunggunya di depan pintu. Mereka masih menatan Eunhyuk dan Donghae dengan rasa penasaran. Sebelum pergi, Eunhyuk melirik sekali lagi kearah buku Donghae.

"Oh, dan Donghae? Kau menggunakan rumus yang salah, seharusnya kau pakai yang sebelahnya. Ubah saja sedikit dan pasti kau bisa," sarannya.

Donghae melirik sekilas kearah Eunhyuk dan mengangguk. Ia mengutak-atik hasil hitungannya lagi dan Eunhyuk berjalan keluar, menghampiri Sungmin dan Hyoyeon. Mereka meninggalkan kelas dan berjalan kearah kantin. Eunhyuk tersenyum saat ia melihat dari sudut matanya Donghae sedang tersenyum riang ke buku catatannya, sepertinya berhasil menemukan jawaban dari soal matematika tersebut.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada namja itu?" Sungmin bertanya saat mereka sudah berjalan di koridor.

"Ia menyeramkan sekali mendadak berubah seperti itu. Apa ini semacam sihir?" Hyoyeon menambahkan dengan agak gila.

Eunhyuk hanya tersenyum kearah keduanya, tanpa mengatakan apapun. Membuat keduanya semakin bingung saat Eunhyuk menyenandungkan nada riang, terlihat amat gembira.

.

.:Innocent Beast:.

.

Eunhyuk masih menyenandungkan nada riang sambil menyesap susu stroberinya, terduduk di bangku kantin bersama teman-temannya. Yesung, Sungmin, dan Hyoyeon masih menatapnya dengan heran. Kemudian Kyuhyun datang, membawa senampan makanan untuknya sendiri.

"Mari kutebak. Lee Donghae datang pagi ke kelas hari ini?" Tanyanya kepada ketiga temannya yang masih kebingungan.

"Bagaimana kau tau?" Hyoyeon bertanya balik padanya.

"Tentu saja. Semua orang membicarakannya," seringai Kyuhyun santai sambil duduk, membuat Hyoyeon cemberut kesal, tapi kemudian ia ikut tersenyum.

"Tetap saja, itu tidak menjelaskan kenapa hyungmu itu bertingkah aneh," Yesung berujar, mengedikkan dagunya kearah Eunhyuk dengan curiga.

Meski begitu Eunhyuk sepertinya tidak menyadarinya. Karena ia tetap terlihat larut dalam dunia kecilnya sendiri, masih menyesap susu stroberinya dengan senyuman aneh.

"Iya. Dan percayakah kau saat kubilang Donghae membalas sapaan Eunhyuk tadi pagi? Maksudku, Eunhyuk bahkan menyapanya dengan santai!" Hyoyeon bercerita.

"Sangat aneh. Seperti Eunhyuk sudah tau saja bahwa Donghae tidak akan menghinanya seperti biasa," Sungmin menambahkan.

"Tentu saja ia tidak akan melakukannya," Kyuhyun menjawab dengan santai.

Atas pernyataan singkat itu, ketiganya menatap Kyuhyun. Menuntutnya untuk memberi mereka informasi dan penjelasan mengenai situasi aneh ini. Kyuhyun hanya menyeringai dan melanjutkan memasukkan potongan-potongan makanan ke mulutnya.

"Anggap saja, sesuatu terjadi selama akhir pekan ini. Dan ternyata Donghae tidak seburuk yang kita kira. Oke?" Jawabnya singkat.

Selagi ketiganya semakin bingung akan jawaban itu, Kyuhyun melirik kearah hyungnya yang masih melamun. Ia tertawa pelan dan menggeleng maklum sambil berdecak, lalu melanjutkan menghabisi makanannya.

.

.:Innocent Beast:.

.

Hari berikutnya, Donghae datang ke kelas sama paginya. Eunhyuk merasa amat senang, hanya dengan namja brunette itu di dekatnya. Kelas pagi berlalu sama seperti kemarin. Tetapi ada sesuatu yang berbeda hari ini. Saat bel istirahat berbunyi, Donghae cepat-cepat membereskan barang-barangnya dan pergi keluar kelas. Eunhyuk bahkan tidak berkesempatan untuk bertanya hendak kemana ia pergi.

Itu menjatuhkan sedikit mood Eunhyuk. Jadi, daripada ke kantin bersama teman-temannya, Eunhyuk memilih untuk menyelinap dan bersembunyi di perpustakaan saja. Ia baru mau tidur di pojokannya yang biasa. Tetapi ia malah melihat Donghae duduk di sebuah bangku pada meja panjang di dekat pojokannya. Ia terlalu serius belajar hingga tidak menyadari kehadiran Eunhyuk.

"Sedang apa disini?" Tanya Eunhyuk dan menghampirinya.

Donghae terlonjak sedikit atas suaranya, tetapi lalu kembali melihat bukunya.

"Belajar. Memangnya tidak kelihatan?" Ujarnya.

"Hari ini belajar di perpustakaan?"

"Ne. Aku butuh beberapa referensi dari buku karena aku tidak memiliki catatannya," Donghae menjawab, sambil membolak-balik halaman sebuah buku tebal.

Eunhyuk duduk di sampingnya. Ia kemudian melihat apa yang sedari tadi di catat Donghae.

"Aku bisa meminjamkanmu catatan Biologiku bila kau mau," tawarnya.

"Sungguh?" Donghae menoleh kearahnya penuh harap.

Sesaat, Eunhyuk hampir kehilangan kendali dan kelepasan mencubit pipinya pelan, karena sungguh Donghae terlihat amat manis saat itu.

"Tentu. Aku akan meminjamkanmu nanti di kelas, oke?"

Donghae mengangguk. Ia kemudian menutup buku catatannya, dan melihat kearah tumpukan buku perpustakaan yang ia ambil.

"Mencatat dari buku-buku tebal itu menyebalkan," keluhnya.

Eunhyuk terkekeh, "Kau bisa tinggal memintaku, kau tau. Aku akan langsung membantumu," senyumnya.

Donghae hanya mengangguk.

"Bagaimana kalau kita belajar bersama disini setiap istirahat pertama hingga kau bisa mengejar ketinggalanmu?" Tawar Eunhyuk.

Donghae berbalik dan menatap Eunhyuk dengan tatapan penuh harapnya lagi, "Kau yakin? Apa tidak merepotkanmu?"

"Tentu tidak. Lagipula, aku juga akan terbantu dengan mengulang pelajaran sebelumnya."

Donghae tersenyum dan mengangguk penuh semangat. Eunhyuk balas tersenyum kepadanya. Dan mereka menghabiskan beberapa menit berikutnya hanya saling tersenyum satu sama lain, menikmati suasana hangat dan tenang diantara mereka. Sepertinya, hubungan mereka mulai berubah menjadi lebih baik, sedikit demi sedikit.

.

.:Innocent Beast:.

.

Eunhyuk sedikit terkejut, tetapi amat senang sore harinya. Karena saat ia membersihkan meja di café, bel tamu berbunyi dan sesosok orang yang ia kenal berjalan masuk. Namja brunette itu berjalan kearah bangku yang ia duduki saat pertama kali kesini, dan duduk disana. Eunhyuk segera menghampirinya.

"Boleh saya ambil pesanannya?" Senyum Eunhyuk.

"Irish Coffee…" Donghae menggumam, sambil mengacak-ngacak isi tasnya.

"Satu Irish Coffee, segera datang."

Eunhyuk tersenyum dan berjalan kebelakang. Ia tidak mencatat pesanan Donghae, apalagi meletakkannya di jendela pesanan. Eunhyuk berjalan memasuki dapur.

"Apa pesanannya hyung?" Tanya Ryeowook.

"Tidak usah, biar aku yang mengerjakannya," jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

Kemudian Eunhyuk mulai membuat kopi itu sendiri. Ia memastikan tidak memberi gula terlalu banyak, seperti yang Donghae sukai. Lalu menambah whipped cream lagi. Ia menatap kearah krim putih itu. Ia tersenyum dan mengambil bubuk kopi dari lemari, menggambarinya lagi.

"Oh ya, Wookie, potong ini dari gajiku hari ini ya," ujarnya sebelum keluar dapur.

Ryeowook hanya menatapnya heran, karena seingatnya Eunhyuk tidak bisa meminum whisky. Tapi ia hanya mengangguk patuh.

Eunhyuk mengantarkan kopi itu. Ia tersenyum saat melihat Donghae mengetuk-ngetukkan ujung pensilnya kepada buku tulis yang sudah ia Letakkan diatas mejanya. Ia terlihat sedikit kesal. Mungkin karena masih memiliki kesulitan dalam pelajarannya. Eunhyuk meletakkan kopi itu di atas meja dan tersenyum.

"Masih belajar?" Tanyanya ramah.

Donghae mengangguk, "Aku harus mengejar ketinggalanku. Rupanya banyak juga," ia menghela napas.

"Pelan-pelan saja, santailah sedikit," ujar Eunhyuk.

Donghae mengambil cangkir kopi yang diantarkan Eunhyuk, dan tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat wajah smiley tergambar di atas krim putih. Terlihat sungguh kekanakan. Tapi entah mengapa Donghae menyukainya.

"Kali ini apa maksudnya?" Tanya Donghae sambil tertawa pelan tanpa sadar.

Eunhyuk dapat merasakan senyuman juga terkembang di wajahnya sendiri. Tawa Donghae terdengar amat merdu baginya. Tawa pertama yang berhasil ia buat dari Donghae. Dan tawa tersebut entah bagaimana menular, membuatnya merasa nyaman.

"Untuk membuatmu tersenyum juga, persis seperti itu," jawab Eunhyuk.

Kali ini, Eunhyuk berhasil melihat semburat tipis di pipi Donghae. Donghae berdeham pelan dan menyesap kopinya, kemudian kembali melihat kearah buku tulisnya. Mungkin bermaksud menyembunyikan rasa gugupnya.

Bagaimana bisa ia terlihat begitu manis sekarang?

"Butuh bantuanku?" Eunhyuk bertanya, melihat kearah buku tulis itu.

"Bukankah kau sedang bekerja?" Tanya Donghae balik, menengglengkan kepalanya kesamping sedikit.

"Tenang saja. Pelanggan sedang sepi, hampir tidak ada pada jam segini. Lagipula ada Leeteuk-hyung kok. Anggap saja aku sedang membalas dendam karena ia meninggalkanku untuk cuti terlalu lama," canda Eunhyuk mengedip singkat.

Dan atas senyuman kecil Donghae, Eunhyuk mengambil tempat duduk di depannya. Ia kemudian mulai mengajari Donghae beberapa pelajaran yang ia lewatkan. Sebenarnya, Eunhyuk juga agak bingung dengan perubahan sikap Donghae yang tiba-tiba, sama seperti orang lain. Tapi ia memutuskan untuk tidak bertanya, karena itu bisa saja menimbulkan kesalah pahaman, seperti Eunhyuk menghakiminya. Ia tidak butuh alasan atas perubahan itu, selama Donghae berubah kearah yang lebih baik. Ia merasa senang, amat senang.

.

.:Innocent Beast:.

.

"Tuh, kau bisa kan."

Eunhyuk berujar saat Donghae berhasil menyelesaikan satu lagi soal sulit. Secara mengejutkan, Donghae ternyata sangat mudah diajari. Eunhyuk hanya perlu mengajarinya sebentar, dan ia akan bisa mengertinya dengan cepat. Yah, mungkin tidak secepat dirinya apalagi Kyuhyun, tapi masih jauh diatas rata-rata. Donghae menyeringai meremehkan terhadap buku tulisnya sendiri, seperti mengejeknya atas kekalahannya. Eunhyuk tertawa melihat tingkah kekanakannya.

"Aku tidak tau ternyata akan semudah ini," Donghae berujar.

"Sudah kubilang kan ini mudah," jawab Eunhyuk.

Mereka tidak mengatakan apa-apa untuk sesaat, selagi Donghae kembali menulis beberapa catatan di bukunya. Eunhyuk hanya menatapnya wajah seriusnya selama beberapa saat. Kemudian ia menanyakan pertanyaan yang sudah menghantui pikirannya sejak kemarin.

"Donghae?"

Donghae hanya menggumam sebagai jawaban, tanpa menoleh kearahnya.

"Aku penasaran… Kau sebenarnya amat pintar, aku dapat melihatnya. Tetapi kenapa kau tidak mau belajar sebelumnya? Maksudku, biasanya orang menghindari belajar karena mereka menganggapnya sulit. Tetapi sepertinya cukup mudah untukmu."

Eunhyuk menyadari bagaimana Donghae berubah kaku dan tegang. Dan ia langsung menyesal telah menanyakan pertanyaan itu.

"Ah, maaf… Kau tidak perlu menjawabnya bila kau tidak mau," ia cepat-cepat menambahkan.

Donghae menggelengkan kepalanya sedikit, kemudian menatap kearah keluar jendela.

"Mungkin karena… Aku kira… Tidak akan ada artinya…? Lagipula sebaik apapun hasilnya, hal itu tidak akan pernah bisa cukup," jawabnya dengan mata sendu.

Sekali lagi Eunhyuk menangkap seberkas sorot kesepian dari mata berwarna coklat tua itu. Ia merasa sedih saat melihat Donghae merasa seperti itu. Tapi di saat yang sama, ia juga merasa sedikit senang karena Donghae mulai membuka diri padanya, meski hanya sedikit.

"Kalau begitu, kau tidak perlu mengkhawatirkannya lagi," Eunhyuk berkata.

Donghae melihat kearahnya dengan bingung.

"Karena kau telah berusaha dengan baik, Donghae. Tidak masalah sekecil apapun keberhasilan yang kau peroleh. Kau telah melakukan yang terbaik, dan itu akan selalu cukup," Eunhyuk berujar dengan tulus.

Donghae menatapnya dalam. Dan Eunhyuk pikir, ia melihat sesuatu yang lain lagi di mata itu. Sesuatu seperti rasa terimakasih, rasa puas, dan kebahagiaan.

"Dan aku akan terus mengatakannya, karena itu benar adanya," Eunhyuk menyelesaikan.

Atas kalimat singkat itu, Donghae tersenyum. Menampilkan senyuman malaikatnya yang amat polos dan tulus. Yang terlihat amat sempurna di mata Eunhyuk. Ia menatap Eunhyuk dengan hangat dan lembut. Sama sekali tidak terlihat tatapan dingin dan kesedihan disana, meski sedikit saja. Dan Eunhyuk dapat merasakan bagaimana hatinya berdetak lebih keras.

Eunhyuk dapat merasakan bagaimana hatinya menghangat. Dan perasaan menggelitik di dalamnya seperti kupu-kupu beterbangan. Ia merasa bagaimana hatinya berdetak lebih cepat dalam tempo yang menyenangkan. Ia merasa amat nyaman dan bahagia. Kala itu Eunhyuk tau, ucapan Dan Bi sebelumnya, dan saran Kyuhyun memang benar. Ia tidak akan menyangkalnya. Ia tidak akan menyangkal perasaan nyaman yang ia rasakan untuk pertama kalinya ini.

Entah bagaimana, ia juga tidak merasa takut. Ia tidak memikirkan masalahnya, memikirkan kepribadian ganda di dalam dirinya. Yang ia tau saat ini, inilah yang ia inginkan. Inilah yang ia butuhkan. Dan hanya melihat senyuman milik Donghae itu terus menerus yang menjadi mimpinya sekarang.

"Donghae," Eunhyuk berujar, suaranya bekerja lebih cepat dari pikirannya.

"Hmm?" Jawab Donghae menggumam, masih tersenyum kepadanya.

"Kurasa… aku…"

Eunhyuk menatap Donghae dalam-dalam. Dan Donghae merasa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat saat mata gelap Eunhyuk seolah menenggelamkannya. Kemudian Eunhyuk melanjutkan kalimatnya yang tadi terputus.

"Aku… Apakah tidak apa-apa bagimu jika kukatakan aku menyukaimu?"

.

-To Be Continued-

.

#dirajam, karena lama update. Udah gitu ending chapter ini ngegantung lagi. Gimana sih kau author! #plak

Mianhae lama update, karena aku akhir-akhir ini gatau kenapa mood galau. Bawaannya pengen nulis cerita sedih terus. Dan sedang agak sibuk. #plak #alibiditolak

Semoga yang ini tidak kependekan. Dan setelah kulihat ulang… Kok jadi fluffy bener ya cerita ini ._.

Update berikutnya kucoba percepat deh kalau bisa. Mianhae,, jangan tinggalkan akuu readers #terseok-seok.

Ah udah sebelum tambah ngelantur dan gaje aku, bales review aja deh.

Shin Min Hwa : yap~ Donghae udah mulai sering senyum hehehe. Gomawo~ ^^

rinchaaan : ini udah update, maaf kalo agak lama T.T

RieHaeHyuk : iyaa hehe. Disini udah ada yang menyadari tuh hore!

Lee Eunhwa : betul! Kita harus cari namjachingu kayak dia! #plak #singlenih

Hikari tsuky : kekeke~ . ini di sekolah udah di kasih unjuk sedikit~

hana ryeong9 : iyaaa~ hehe. Gpp kok review dimanapun tetap berharga untukku~

SSungMine : pasti hyuk tidak akan menyerah! Tetoret toret! #plak #apasih. Gomawo ^^

Jung Soo Kyung : ini sudah lanjut~ waah gomawo aku terharu! xD

Me Naruto : kekeke~ ini juga banyak sweet nya astaga aku author gombal. Hyukjae belum muncul disini, tapi kayaknya bakal muncul di chap depan~

EndaHyukjae : aduh author sepertinya tidak siap membuat NC ._. #bow. Hyukjae mungkin chap depan baru muncul chingu. Tenang, gak selalu abis Hyukjae muncul Eunhyuk akan luka-luka kok kekeke~. Tergantung authornya lagi jahat atau ngga #plak

Stephanie Choi : tau nih eomma nya hae jahat. Lebih jahat lagi authornya yang bikin begitu. #plak. Yah teuk-ppa dah terlanjur masuk. Tapi Eunhae tetep berduaan kok kekeke~

myfishychovy : kekeke gomawo karena udah dukung pair inii~ memang mereka kyeopta ya~!

Anonymouss : iya nih author gombal sih jadi sweet gini ._. chapter depan bakal ada Hyukjae sepertinya~

felfishyani : asik hehe~. Iya pake malu-malu ikan segala dia :3

dew'yellow : kyahaha~ hiduppp! Kekeke~ . sama aku liat dari berbagai fact nya juga rasanya Hyuk lebih bisa jagain Hae daripada sebaliknya. aduh popo belum sepertinya. Kekeke. Kita tunggu saja ne? *lirik Eunhae

nyukkunyuk : selooow~ #cubitchoco. Keke~. Emang bener huh. #pout. Ara? Iya ya? Nanti kubuat Hyukjae ga terlalu nurut sama Kyu deh. Maunya Kyunya diapain nih? #ditusukKyu. Tau tuh Hyukjae nyosor aja kekeke. Kalo di chap ini hae nya gimana? #smirk. Kekeke itu bukan chingu aja kok. Kalo aku disitu juga reaksi ku adalah ngeluarin hape buat ngerekam #plak. Uwah bagus deh kalo ga mengecewakan hehe~ Gomawo chinguu ~ ^^

arumfishy : iya dong Donghae gituloh~ #plak #apasih. Iya sama kita aja sini Donghae #plak

HyukBunnyMing : etooo… *garuk'leher. NC.. eumm.. sepertinya author belum siap #kabur

LEETEUKSEMOX : hehehe~ hidup hyuk n hae deh! Gomawo chingu~ ^^

Cho Kyura : gomawoo~! Tenang aku gak akan ganti pairnya hehehe. Ini udah banyak belum? ^^

TaeRi EunMin : uwaa masih pendek ya? Mianhae T.T ini di sekolah, mulai di omongin tiga temennya. Tapi yang lain belum nyadar bener hehehe. Mungkin nanti~

Lullu48129 : kekeke~ hae bukannya gamau pulang kok. Cuman males ada di rumah lama-lama aja soalnya kesepian dia.. kasian.. #pelukhae #digamparhyuk

athena137 : iya #sniff. Ehmm… jadiannya di chapter terakhir. Muahahaha #plak. Gomawo~ ^^

dinie teukie : iya jarang makanya pengen aku lestarikan #plak. Nih haehae mulai jadi anak baikk~

Arit291 : gomawo hehehe. Ah terharu jadinya dikasih review begini #sniff. Jeongmal gomawo chingu~ semoga seterusnya juga suka sama ceritanya ^^

Ah aku juga mo numpang bales review di FF ku yang Cracks of My Broken Heart ya.. maaf kalo menuh-menuhin. Yang ngga baca boleh hiraukan yang berikutnyaa.

Gomawo buat semua yang udah review! Review kalian semangat juangku! Hehehe~

Mind to RnR again guys? ^^

ps : ultahnya hae-ppa nanti bikinin ff kado ultah ga ya?


Cracks of My Broken Heart balesan review :

Shin Min Hwa : kekeke emang aku galak~ #dicekekHae

arumfishy : aku jugaaa #berpelukaaan. Iya hyuk, kan masih ada kita #plak

Cho Kyura : uwaah mianhaeeee T.T gomawo~ uwah aku punya fans #shock. Nanti ku PM ya ^^

myfishychovy : betul, ikan itu harus setia kekeke~

GengSJ : uwaa #pukpuk. #kasihtissue

nyukkunyuk : tentu gapapa~ kekeke. Betul tuh hae. Its only Eunhaehyuk! #plak. Iya tuh. Mana nih kita ga dapet PJ PJ dari mereka #plak. Yay feelnya berasa~ takut kurang berasa tadinya hehe. Gomawo~ ^^ . ini uda lanjut Innocent Beastnya~

Lee Eun In : harus dong~ kan author yang buat~ #plak

athena137 : #pukpuk Eunhyuk. Ini uda lanjut maaf lamaa T.T untuk sekarang belum ada ide buat sekuelnya. Mungkin nanti kalo dapet ide kubikin sekuelnya.

Ah iya, buat yang baca Cracks of My Broken Heart. Aku mo nanya dong #gaboleh #sapaluh. Lebih berasa sedih yang mana? Cracks of My Broken Heart (Donghae ver), atau Conversations With My Thirteen Year Old Self (Eunhyuk ver)? Atau ga ada yang berasa sedih? Terus seandainya ada sekuel, mau yang rada sedih-sedih lagi atau yang fluffy-fluffy?

Dan daripada tambah ngalor ngidur, author akhiri disini saja. Gomawo buat semua yang udah review! Review kalian semangat juangku! Hehehe~

Mind to RnR again guys? ^^

ps : ultahnya hae-ppa nanti bikinin ff kado ultah ga ya?