Constellations

A/N: "Haloo… ini Istar Fantasy yang akan mengawali games Fic kali ini….! Ini pertama kalinya aku jadi pendahulu (?) jadi maaf kalo agak gaje….:P"

Disclaimer: Aku… *plakkk… dilempari tomat… OK dech…! Sensei-Kurumada.. tentunya…!

Chapter 1

"Huh….. pagi hari… seperti biasanya…."

Itulah kata pertama yang hampir tiap pagi diucapkan oleh Saint Leo yang baru saja membuka matanya.

Tampak jelas dia sedang bosan dan ingin sekali hari ini agak berbeda dari hari biasanya.

Dia membayangkan hari ini pun dia bakalan mengalami hal-hal yang sama seperti kemarin yaitu makan…main sama csnya…. makan lagi…. main lagi ….makan lagi…. dan tidur lagi.

Cuman begitu setiap hari.

"Huaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh….!" Aiolia menguap sambil meregangkan tangannya lalu mengucek-ngucek matanya dengan kedua tangannya yang bercakar dan dipenuhi bulu-bulu.

"What….! Cakar dan bulu….?!" Teriak Aiolia yang kaget melihat tangannya telah berubah jadi sepasang tangan kucing.

Dia lalu berlari untuk mengambil cermin. Sampai jatuh beberapa kali saking buru-burunya.

"Praaaaaakkkkk….!"

Suara cermin yang jatuh dari tangan Aiolia.

"Kenapa ini…..!" teriak Aiolia lebay karena mendapati dirinya kini telah berubah wujud jadi seekor Singa muda yang belum memiliki surai.

"Mamang gue kepengen hari ini berbeda... tapi bukan gini juga...! gimana kalo Marin sampe liat...?" lanjut jerit Aiolia sambil guling-gulingan.

"Woi….! Apa sih pagi-pagi gini udah ribut aja….!" Terdengar suara seseorang yang sudah familiar ditelianga Aiolia.

Aiolia langsung membalikan badannya dan memandang kearah datangnya suara tapi dia tak melihat ada orang disana.

Dia langsung merinding dan melihat kesana kemari.

Dan akhirnya dia melihat asal suara yang ternyata berasal dari seekor kepiting yang lagi nyeret bantal didepan pintu kamar Aiolia.

"Death… Death…. Deathmask…..!" kata Aiolia yang wajahnya jadi pucat.

"Kata Death nya gak usah banyak-banyak… cukup sekali aja….!" Kata si DM.

Aiolia tidak ngomong apa-apa lagi. Dia hanya langsung ngasih pecahan cerminnya yang masih lumayan besar sama si DM.

"Hm… apa ni….? Foto kepiting…?" tanya DM yang masih belum sadar.

"Bu… bukan… i… itu… cermin….!" Jawab Aiolia.

"Oh… cermin…!" kata DM sambil ngembaliin cermin itu sama Aiolia.

10 menit kemudian.

"Apa…! Cermin…!" Teriak DM sambil merebut kembali pecahan cermin dari tangan sang singa.

"Kenapa gua jadi mirip kepiting gini…..!" jerit si DM histeris.

"Bukan mirip… loe emang jadi kepiting sungguhan….!" Kata Aiolia Sweatdrop dengan kelambatan kinerja sel otaknya si DM.

"Ke… kenapa disini ada singa yang bisa ngomong…..!" jerit DM makin histeris saat liat mahluk yang berada didepannya.

"Hei… loe baru bangun ya…? Koq baru nyadar kalo gue jadi singa…!" Teriak Aiolia sambil berusaha menginjak kepiting yang dari tadi lari kesana kemari karena panic.

Si DM baru berhenti saat ada orang yang masuk kekamar itu juga.

"Hei… Lia… DM….! Kalian tu Lia ama DM kan…?" Tanya seekor Domba besar yang masuk kesana.

Diatas Domba besar itu ada seekor domba lain yang lebih kecil yang terlihat sedang pingsan dan dibelakang mereka ada seekor kerbau yang ditunggangin anak kembar siam dengan satu tubuh dan dua kepala.

"Shi… Shion….? Aldebaran….? Saga… dan Kanon…?" Kata Aiolia sambil menunjuk satu persatu mereka yang baru masuk dengan tangannya atau entah kakinya.

Domba besar,sang kerbau dan sikembar langsung mengangguk-ngangguk.

"Berarti yang pingsan tu… Mu…?" kata DM.

"Ya… tepat….!" Kata Domba kecil sebelum dia pingsan lagi.

Suasana hening untuk sejenak yang terdengar hanya suara angin berhembus.

"Shion… sebenernya ini kenapa….?" Jerit si DM yang berlari kearah Domba besar dengan air mata bercucuran.

"Tidak tau….!" Jawab Shion.

DM memandang kearah langit-langit.

"Kenapa… kenapa nasibku seperti ini…? Wajahku yang ganteng bak artis Korea ini lenyap…!" kata DM mendramatisir suasana dengan cahya lampu sorot yang mengarah padanya.

Yang lainnya langsung Sweatdrop melihat tingkah kepiting yang satu ini.

"Jadi… kalian semua juga berubah ya….!"

Terdengar suara Camus.

"Camus… Camus….!" Teriak Aiolia mencari asal suara.

"Gue disini…!" kata Camus.

Mereka langsung melihat kesudut dekat pintu dimana sebuah gentong air yang memiliki tangan dan kaki berdiri sambil membawa seekor kalajengking yang masih tidur ditangannya dan seekor kambing didekatnya.

"Ka… kalian juga berubah…?" Tanya Shion kaget.

"Kenapa bisa begini….!" Jerit DM makin mendramatisir dengan turunnya salju disekitarnya. (?)

"Sepertinya ada yang tidak beres disini…!" kata seseorang yang kelihatannya ikut menyemarakan suasana kamar Aiolia pagi ini.

Mereka kembali menoleh kearah pintu disana tampak seorang gadis berwajah cantik dan Sexy dengan mengenakan Cloth Virgo.

"Shaka….!" Teriak semua.

"Ya…?" jawab Shaka dengan tenangnya.

"Swiiiiittttttt…. Wwwiiiiiiiiiwwwwwwwww….!" Semua yang ada di sana langsung bersiul dan muka mereka langsung menyerupai muka serigala karena terpesona dengan kecantikan Shaka.

"Shakaaaaaaaa… Cakep-cakep…!" teriak sang kepiting bersemangat sambil mendekati Shaka.

"Nooooooooo….! Aku bisa ternoda kalo deket-deket sama kepiting mesum ini…." Teriak Shaka yang lari kesana kemari karena dikejar kepiting yang berlari menyamping.

"Shaka… dari dulu aku dah suka sama kamu…! Tapi entah kenapa yang lainnya selalu aja nyomblangin gue ama si Aphro atau malah si Shura…!" DM mengoceh sambil terus mengejar Shaka.

Sementara Shaka terus lari sambil menjerit-jerit.

"Wah Klenting kuning dikejar Yu yu kang kang….!" Kata Shion Sweatdrop.

"Tapi Shaka emang cantik….!" Kata Aldebaran yang mukanya memerah.

"Tidak….! Aku yang tercantik disini…..!" teriak Aphrodite.

"Hah… Aphro…?" teriak semua.

Sambil melihat sana sini karena tak melihat ada sosoknya disana.

"Ada suara tanpa muka….!" Sikembar langsung merinding.

"Gak…! Dia ada disini….!" Kata Camus yang berubah jadi Gentong sambil menunjuk keatas kepalanya.

Diatas kepala Camus yang berair ada seekor ikan yang berenan-renang.

"Gue… ada disini masa gak keliatan….!" Kata ikan dengan tahi lalat di bawah matanya itu.

Semua Sweatdrop.

"Camus sama Aphro…! kamu tegak sekali mus….!" Jerit Milo yang baru bangun dan mendapati kenyataan pahit itu.

Semua: "Milo lebay dech….! It's not good….!"

"Iyakan gue yang paling cantik dibanding si Shaka biarpun sekarang dia dah jadi ce…!" kata Aphro bergaya sok sexy dengan wujud ikannya.

"Mo Shaka ce ato co juga…. Dia masih tetep lebih cantik dari loe…!" pikir semua Goldies yang lain.

"Ok… karena semua dah ngumpul kita sebaiknya segera selidiki masalah ini….!" Kata Shura pada semua.

"Tapi Kakak dimana….?" Tanya Aiolia yang baru sadar Aiolos belum hadir.

"Tenang…! Gue disini….!" Jawab Aiolos melongok dari pintu sambil mengangkat tangan.

Semua langsung terkejut melihat Aiolos.

"Loh Koq… kakak masih manusia belum berubah….?" Tanya Aiolia.

"Siapa bilang….!" Kata Aiolos memperlihatkan badannya yang setengahnya telah menjadi badan kuda.

"Ok… sekarang dah lengkap…! Kita cari tau kenapa kita berubah…?" kata Kambing Shura penuh semangat.

Semua mahluk yang ada disana langsung memasang muka serius dan duduk dilantai setelah menyingkirkan kasurnya si Aiolia.

Namun sebelum mereka mulai berbicara tiba-tiba.

Ding…. Dong…..

"Aioliaaaaaaaaa…..!" teriak Marin dari luar.

"Marin…! Jangan-jangan dia juga berubah jadi burung…!" teriak Aiolia sambil berlari keluar walaupun teman-teman dan saudaranya sudah melarang.

Diluar tampak Marin berdiri dengan keadaan masih normal.

"Syukurlah….!" Kata Aiolia lega.

"Loh koq semua barangnya Aiolia ada diluar…? Mo pindahan apa ya…?" Kata Marin saat melihat semua barang Aiolia kini sudah keluar kamar. (?)

"Wah ada Anak singa….!" Kata Marin girang sambil memeluk anak singa yang sebenarnya Aiolia itu karena gemas.

"Begini nanti bilang sama Aiolia kalo aku datang ya….!" Kata Marin sambil mengusap-ngusap anak singa itu sebelum berlalu pergi.

"Kalau begini jadi anak singa selamanya juga… gue gak keberatan…!" kata Aiolia dengan muka mesum.

"Dasar…! Didik tu adik loe…!" kata si Aphro sambil lompat-lompat dari kepala Camus.

"Lia masih lebih baik di bandingin loe…!" gumam Aiolos dengan suara minimum.

"Udah deh… sekarang kita gimana ni…?" Tanya Shura mulai gak nyaman dengan wujud kambingnya.

"Kita Tanya Dohko aja….!" Usul Shion.

"Setuju….!" Teriak mereka serempak

Belum sempat mereka keluar dari kuil Leo, Dohko berlari kearah mereka sambil membawa seekor naga kecil dan kuda poni bersayap.

"Gawat-gawat….! Mereka jadi binatang….! Mereka ja… di… bi… nat….tang…." Teriak Dohko dengan panicnya yang kemudian perlahan jadi terbata-bata.

Saat itu Dohko tampak masih berwujud manusia normal.

Dohko langsung diam dan terperanga dengan mulut menganga saat melihat ternyata semua Goldies lainnya telah berubah juga.

To be continue….

Sebenarnya apakah yg terjadi…? kenapa para Goldies kecuali Dohko berubah wujud sementara Dohko tidak… ? dan kenapa Marin juga tidak…? Juga apa tujuan Marin mencari Aiolia…? lalu akankah Aphro terima kalo Shaka lebih cantik dari dia…?

kelanjutannya akan dibawakan oleh…. (ngambil undian)

Selamat berjuang….Glace Aquarii... ^_^

Tags to go :

pichi dichi / Mini Author Gita / Cherry-Sakura05 / ltifal / RedQueen19 / Saint-Chimaira Kuo / Saint-Chimaira Kari / seika hoshino / Pelayan Hermes / Kenedict leo / LittleSunion / Kardia Es Scorpio/ littleScarlet.