The Love Curve.

.

.

Chapter 3: Insident in Ghost House.

.

.

.

Perhatian! Yang udah baca chap 1-2 pasti udah tau kejelekan nih fic, kaan? Nah, kalo udah tauu… kejelekan nih fic adalah TYPO'S, GAJE, MURAHAN, ABAL, DAN AWUT-AWUTAN!

.

.

Review?

.

.

~~oo00oo~~

Hitomi masih saja menangis di dekat pintu clubhouse. Ia tak percaya, orang yang paling dia percayai bisa berkata hal seperti itu.

Hiruma hanya diam mendengar apa yang terjadi dari balik loker. Otak pintarnya mencoba mencari cara terbaik.

"Hiruma-kun, kau sedang apa?" tanya Mamori yang mendadak muncul disampingnya.

"Berisik, Manager Sialan! Aku sedang berpikir!" kata Hiruma sakartis. Setelah beberapa menit, Hiruma langsung menyeringai seram.

"A… apa yang sedang kau pikirkan, sih?! Dan, kenapa Hitomi-chan menangis?" tanya Mamori kebingungan.

"Kekeke. Kau tidak perlu tau."

~~oo00oo~~

Besok paginya, Hitomi melangkahkan kaki-nya ke universitas tempat dia menuntut ilmu dengan lemas. Ia masih memikirkan kejadian kemarin. Kata-kata Unsui masih mendengung di telinganya.

'Aku hanya ingin bilang… jaga dia baik-baik.'

"AAARGH! KENAPA MASIH KUPIKIRKAN SAJA, SIIH! AYO MOVE ON! MOVE ON, BAKAAA!" teriak Hitomi sambil mengacak rambutnya.

"Mama, itu kenapa?" tanya seorang anak kecil sambil menunjuk Hitomi.

"Hush, jangan diliat! ITU PASIEN TAMAN LAWANG YANG LAGI DI RAZIA!" kata sang ibu. Hitomi langsung pundung.

Oke, garing. I know.

Kembali ke cerita.

Hitomi hendak memasuki kelas-nya sebelum terdapat suara…

TENG NONG…

"YA-HAA!"

Hitomi langsung shock mendengar suara yang amat dikenal-nya itu. Hitomi langsung mendongak ke arah speaker yang entah kenapa bisa ada disana.

"BAGI SELURUH ANGGOTA TIM AMERICAN FOOTBALL ENMA FIRES, SEGERA BERKUMPUL DI CLUBHOUSE ENMA FIRES! TERLAMBAT SATU DETIK, AKAN MENDAPATKAN JACKPOT! YA-HA!"

"MOU! HIRUMA-KUN!"

"KEKEKEKEKKE!"

PIK!

Akhirnya, pemberitahuan chaos itu berakhir menyisakan hening di seluruh koridor. Hitomi yang langsung tersadar dari shock-nya (?) segera berlari meminjam kecepatan cahaya Eyeshield 21 menuju clubhouse Enma. Jangan salah! Dia masih sayang nyawa!

CLUBHOUSE ENMA FIRES

"You-niichan ngapain, sih?! Semua orang di koridor jadi kaget, tau!" omel Hitomi pada sepupunya yang lagi ketawa iblis.

"Err… Hiruma-san, ada apa, ya? Aku sedang ada ujian praktek 'Mengubah burung lovebirds jadi kalong (?)', nih…" kata Sena melas. Sena… Sena… mau-maunya kamu disuruh neglakuin praktek aneh macam itu -,-

"Kekeke. Kita bakalan Uji Nyali!"

KRIK-KRIK.

HYUUSH…

HENING.

"APAAAA?!"

"JADI KAU MENYURUH KITA DATANG KESINI DALAM WAKTU 30 DETIK HANYA UNTUK UJI NYALI?! AKU NYARIS SAJA DIBUNUH MISS YUMI, TAU! DASAR GAK SMART!" teriak Kotaro lengkap dengan 'extra kuah' *keinget sesuatu pas drumband -,-*

"Kekeke. Yang membantah, bakal tau akibatnya." Kata Hiruma sambil mempersiapkan AK-47. Semua langsung merinding disko.

"Oke, oke. Memang kita mau uji nyali dimana? Kuburan Shinryuji?" tanya Unsui masih nyante.

"Kekeke. Boleh juga, sayangnya bukan." Kata Hiruma dengan seringai khas-nya.

"Jadi?" tanya Unsui. Semua mulai mencium masalah.

"Kita akan uji nyali di rumah hantu ujung perumahan." Kata Hiruma dengan seringainya.

"APUAAAAH?!"

This is a nightmare.

~~oo00oo~~

Mau tau apa yang ada di depan mereka semua?

Serius mau tau?

.

.

BENERAN MAU TAU?!

(Lama lu!)

Oke, oke.

.

.

Di depan mereka, terdapat rumah besar yang sudah berlubang karena lumut dan itu merupakan pelapukan apa hayoo?

Eh? Kok nyasar ke pelajaran IPA?! Balik ke cerita!

Intinya, rumah itu sudah rusak ato istilah kampungnya BOBROK!

"Hi… Hiruma-kun, kau… yakin?" tanya Mamori masih menatap rumah hantu itu dengan muka pucat.

"Nghaa~ jadi kita bakal menemui makhluk sejenis Hiruma disini?" tanya Mizumachi dengan polos-nya.

"Kau mau mati ya perenang sialan?!" ancam Hiruma dengan suara horror. *maaf. Saya gak tau julukan Hiruma buat Mizumachi.*

"Oke, kita tentukan dengan undian."

Beberapa menit kemudian…

"You-niichan, kau serius?" tanya Hitomi sambil menatap nomor undian.

"Kekekeke. Ya serius lah! Makin lama otakmu mengalami abrasi, ya." Kata Hiruma masih pasang seringai.

"Emang pantai, apa." Kata Hitomi sambil pasang tampang -,-

"Hitomi dapat nomor berapa?" tanya Takeru sambil liat nomor undiannya.

"Nomor dua. Memang kenapa?" tanya Hitomi jutek.

"Waah… pas dong. Aku juga nomor dua." Kata Takeru girang dan muka berseri-seri kayak abis cuci muka pake sabun Nivea for Men. *heh*.

"Yaa~ siapa yang dapat nomor 1?" tanya Suzuna girang. Padahal di hatinya udah berdoa supaya Sena yang dapat nomor undian-nya.

"Aku." Kata sebuah suara dibelakang Suzuna. Suzuna melirik.

Sosok tinggi menatapnya datar.

"Eh? SuiSui nomor 1?" tanya Suzuna.

"Iya." Kata Unsui santai.

"I… ya… oke." Kata Suzuna.

Hitomi menatap Unsui dari jauh, Unsui juga ikut menatap Hitomi. Saat pandangan mereka saling beradu, mereka saling membuang muka.

~~oo00oo~~

"Yaa~ SuiSui, disini seram ya…" kata Suzuna masih celingukan.

"Hm." Kata Unsui singkat. Kayaknya dia udah kebal sama setan, deh.

Mau tau keadaannya? Mereka berdua lagi ada di ruangan super gelaaap… dan suasana horror. Mereka saling memegang senter. Masing-masing satu.

"SuiSui merasa tempat ini menyeramkan gak, sih?" tanya Suzuna sambil celingukan dengan wajah pucat.

"Hm." Unsui hanya menjawab singkat.

"SuiSui ini ekspresinya ditaruh dimana, sih?" gumam Suzuna.

"Kau bilang sesuatu?" tanya Unsui sambil berbalik kea rah Suzuna.

"Aah… enggak, kok. Hehehe." Kata Suzuna nyengir.

Mendadak Suzuna merasakan tangan dingin memegang bahu-nya. Reflex Suzuna berteriak dan memegang lengan Unsui.

"KYAAAAA!"

~~oo00oo~~

"KYAAAAAA!"

Hitomi dan Takeru kaget mendengar teriakan yang membahana keseluruh ruangan itu.

"I… itu suara apa?" tanya Takeru dengan suara bergetar.

"Kau ini penakut sekali. Aku saja tidak takut." Kata Hitomi yang memimpin jalan didepan. "ngomong-ngomong, ada sesuatu dibelakangmu." Kata Hitomi sambil menunjuk pundak Takeru.

"GYAAAAAAAA!" Takeru langsung ngibrit saking takutnya.

"Hahaha. Hei, aku Cuma bercanda!" kata Hitomi sambil mengejar Takeru. Hitomi sampai didepan lorong kejadian Suzuna berteriak itu. Mata Hitomi membulat.

Hitomi melihat Suzuna yang memegang tangan Unsui karena ketakutan. Hitomi masih terdiam. Tubuhnya bergetar.

Unsui menoleh kea rah Hitomi.

"Eeeh… Takayama…" kata Unsui terputus. Hitomi langsung berbalik pergi.

"Takayama! Tunggu!" kata Unsui sambil mengejar Hitomi yang berlari menjauh. Anak-anak Enma yang lain hanya memperhatikan. Hiruma yang melihat semuanya dari cctv laptopnya hanya bisa mendengus. "Tch."

~~oo00oo~~

RUMAH HITOMI…

Hitomi menangis sejadi-jadinya di kamarnya. Relung hatinya malah semakin sakit.

'Memang kenapa sih hatiku malah sakit begini… sebelumnya gak sampai begini…' batin Hitomi diantara isak tangisnya.

Hitomi menganbil gunting di laci mejanya, kemudian melihat wajahnya. Ia menatap rambut panjangnya. Memang sayang merusak rambut yang sudah dijaganya selama bertahun-tahun…

Tapi ini demi kepuasan hatinya.

CKRES…

Pita warna putih dengan garis biru yang selalu ia kenakan jatuh bersama dengan helaian rambut Hitomi.

Membawa serta beribu-ribu kepedihan hatinya.

To be continue…

Lala: Fuuh… Rih.

Rihan: *maenan FB* Yo?

Lala: Gue ngetik kayak dikejar setan, ya.

Rihan: Hahaha.

Disuatu tempat…

Hiruma: Accho!

Lala: Rih, ada Agon, tuh. Pake baju maid.

Rihan: MANA?!

Lala: Tuh.

Agon: *nyamperin* Ape? *liat Rihan* Hee… siapa gadis imut nan manis ini?

Rihan: KYAAA! *pingsan*

Lala: -,- Agon, tanggungjawab!

Agon: Haa? Iya iya… *gendong Rihan Wedding Style. Kabur*

Lala: Bhuahahaha. Gaje dasar. Yaudah, saya gak mau nyolot, saya Cuma minta review! Gak ada review, gak ada chap 4. Hehehe.

Makasih buat Misaki TheBestGirl yang udah saranin adegan ada yang pegang tangan Unsui. Harusnya itu Cuma gossip, eeh… malah begini -,-

Well, review?

Rihan: *muncul sambil pegang tisu*

Lala: nape lo?

Rihan: Gue kaget pas Agon gendong gue.

Lala: Hoho. Gak Cuma itu aja. Akaba! Sini!

Akaba: *dateng ogah-ogahan* Apa?

Lala: *bisik*

Akaba: Hah? Ogah!

Lala: Please Haya…

Akaba: *angguk. Melesat sambil bawa Agon yang udah pake jas*

Rihan: Eh? Ada apaan, nih?

Agon: *mendadak puitis* Sinar matamu bagai rembulan… wajahmu secantik bintang yang menerangi malam, senyum manismu tak akan bisa kulupakan belleza *ini diajarin Marco*

Rihan: *mimisan. Pingsan*

Lala: -,- Agon, bawa pulang gih.

Agon: Haa? Terserah lo dah. *gendong Rihan wedding style (lagi)*

Frakle: *pacarnya Rihan orang Pakistan* WOY! NGAPAIN LO?! PACAR GUE NIH!

Agon: SAPE LO SAPA GUE?! SETERAH GUE, DONG!

Frakle: NANTANG LO?!

Agon+Frakle: *adu jotos*

Lala: -,- Rihan pasti kaget direbutin 2 cowok ganteng. Eh gak deh. Satunya lagi The Beast. -,-

Unsui: Sape yang lo maksud?

Lala: Sodara lo. Eh, maksud gue…

Kita lewat adegan Unsui getokin Lala pake patung Buddha.

Rihan: *bangkit liatin Agon ma Frakle adu jotos. Pingsan lagi*

Hitomi: Yaudah, karena author ma charanya sama-sama kerasukan gembel, kita semua Cuma minta REVIEW! Gak lebih, oce?

Lala: *tereak pake TOA* YANG ELU MINTA CUMA CINTANYA UNSUI—UMPH! *dibekep kertas ramalan nasib*

Hitomi: *blushing akut*

Arum: Alaah… semuanya pada kerasukan gembel nih! -,-

Lala: *liat Author's room* Liatin tulisan gue jadi pengen kencing, Rih. Gantiin gue ngetik. *kabur ke WC*

Rihan: Nulis apa?

Lala: Sesuka lo! *ngacir*

Rihan: Bodo,ah! Loh? Mana Agon?

Frakle: Kok malah nyariin dia -,-

Lala: Huahahha. Tabah udeeeh…

Review?

p.s: A/N ini khusus buat temenku yang nge-fans banget ma Agon XD

OMAKE…

"Pak Yadi! Udah keluar!" kata Hiruma masih make headset.

"Iye, dah. Rencananya berhasil, gak?" tanya bapak-bapak memakai pakaian satpam dan berkumis lebat. Lho lho lho. Kayaknya saya kenal sosok ini.

"Tch. Gak berhasil. Tuh cheer sialan terlalu over acting." Kata Hiruma masih jengkel.

"Yo wes lah. Saya nganterin anak-anak pulang dulu." Kata bapak-bapak tersebut sambil kabur dengan motor Yamaha X 1 dan dibelakangnya beberapa adek kelas Lala membonceng.

Ooh… rupanya yang jadi setan adalah satpam sekolahnya Author! Pantesan mendadak pak Satpam ngilang gak tau kemana! Ternyata di culik Hiruma…

p.s: Buat yang nungguin cerita ini, maaf. Buat yang nungguin kelanjutan chapter ini juga maaf. Saya lagi hiatus menjelang UTS. Yo wes. Saya mau belajar dulu ma piaraan saya ini *nunjuk Rihan*

Rihan: APA KATA LO?! *injek-injek Lala pake sepatu berduri kayak di Spongebob*

Lala: HUWADHOOW! AMPUN RIH! SENGAJA! EH MAKSUD GUE…

Riku: Si Lala kempes, dah -,-

Lala: EIIIIT! BIARPUN GUE HIATUS, GUE TETEP MINTA REVIEW! HWUADHOW! RIH! AMPUN RIH! HARI SENEN GUE JAJANIN Y*PI CHOCO GLEE, DEH!

Rihan: *masih injek-injek Lala*