Title : A Girl in Love

Chapter : 2

Pairing : Kyuwook slight SoeKyu

Rated : T

Genre : Romance

Author : Cho Ryeona

Aku tahu pada akhirnya hubungan ini hanya akan menyakitiku. Tapi bodohnya aku benar – benar tidak peduli. Selama dia masih mencintaiku, aku tetap akan memperjuangkan perasaanku.

KyuWook/GS/Chap 2

"Baru pulang? Apa sekolah sekarang tutup jam 5?" Tanya Kim Siwon sambil mengotak-atik Labtop Ryeowook.

"aaa…anu…itu…habis cari tugas di warnet Oppa"

"tugas? Tugas apa?"

"Tugas… tugas…pendidikan agama…"

Mata Siwon terbelalak lebar menatap layar sebelum akhirnya menutup labtop ryeowook kasar.

~plakkk

^o^ Cho Ryeona ^o^

"Jangan mengatasnamakan agama untuk menutupi kebohonganmu! Inikah yang diajarkan kekasihmu itu?! Ne, Oppa sudah menduganya dari awal. Dia hanya memberi pengaruh buruk padamu!"

"Oppa.. bukan…"

"Bukan apa?! Bukan salah lagi. Coba kita lihat apalagi yang diajarkannya padamu." Kata Siwon sembari membuka Labtop menampakkan foto Ryeowook yang tengah dicium pipinya oleh Kyuhyun. "Seperti inikah agama mengajarkanmu?! Ooh… pasti ini ajaran dari manusia setengah setan itu!"

"Oppa.. Jangan…"

"Bela saja terus. Di mata Oppa dia tetap tidak ada baik-baiknya! Semua di rumah ini tetap tidak akan merestui kalian. Sampai kapan pun! Sebenarnya apa yang kau harapkan dari lelaki macam dia? Pemabuk, pencuri, penjahat kelamin! Seperti itukah type suami yang kau cari?! Suami seperti itu hanya bisa memberi pengaruh buruk bagimu! Lihat kau yang sekarang! Kau jadi pintar berbohong dan…."

"Oppa cukup! Aku seperti ini karna diriku sendiri. Jangan salahkan siapa pun karna kenakalanku" Melangkah gontai ke dalam kamar, meletakkan tas nya asal. Kemudian tidur tengkurap di atas ranjang dan menenggelamkan wajahnya di bantal. Memilih terisak di tumpukan bantal daripada mendengarkan Oppanya berceramah. 'Aku hanya ingin merasakan indahnya punya kekasih. Apa benar-benar tidak boleh? Kenapa semua melarangku? Aku menahan perasaan ini selama 2 tahun. Apa belum cukup selama ini aku tersiksa dengan berbohong pada diri sendiri?'

~drrt drrt drrrrtt

HP Ryeowook bergetar. Menandakan ada SMS masuk. Dengan malas Ryeowook meraihnya dari dalam tas. Membuka pesan dan membacanya, bibirnya menyunggingkan senyum seketika. "Kyuhyunie…" gumamnya pelan sembari mengetik balasan. "Saranghae…" gumamnya lagi sebelum akhirnya terlelap.

~tok tok tok

"Wookie-ah, cepat keluar. Makan malam sudah siap. Dan hanya kau yang belum keluar!"

"ne Eonnie!" jawab Ryewook dan kembali berbicara dengan HPnya "Aku tutup dulu ne? Semua menunggu di ruang makan. Saranghae " ~pipp.

Kaki Ryeowook berlari kecil keluar setelah melempar HPnya asal ke atas ranjang.

"Kajja Eonni" Ryeowook menarik lengan Eonninya ke ruang makan. Mengabaikan tatapan tajam Siwon ke arahnya dan memilih duduk di samping Eommanya. Kaki kecilnya terus bergerak-gerak mengikuti senandung dari dalam hatinya.

"Wookie-ah, itu tempat Appa. Cepat pindah tempat!"

Kata-kata Heechul membuyarkan komposisi nada yang sudah ia susun dalam hatinya. Ryeowook melipat tangannya di dada dan menaikkan kakinya, duduk bersila di atas kursi sebagai tanda protes nya pada Heechul. "Aku tidak mau duduk di dekat orang yang suka memarahiku" ucapnya pedas.

Siwon tercekat. Perlahan ia meraih gelas dan meminum isinya. Berharap sedikit mengurangi sesak di dadanya. Hanya seperti itukah dia dimata dongsaengnya? Tangannya meremas sendok yang sedari tadi dipegangnya. Menyalurkan semua kemarahannya di sana. "Duduklah di tempatmu. Aku makan di luar saja" ujarnya dingin sembari melangkahkan kakinya keluar.

"Oppa! Bukan seperti…" kata-kata Ryeowook selanjutnya menguar begitu saja. Seolah ikut terbang bersama angin. Siwon terus melangkahkan kakinya walau sebenarnya tak tau tujuannya kemana. Yang ada di pikirannya saat ini hanya Ryeowook, Ryeowook dan….orang itu. "Haahhhh….Sebaiknya aku menemuinya"

Siwon menjalankan kakinya cepat. Setengah berlari agar cepat sampai di rumah orang yang memenuhi pikirannya belakangan ini. Dengan cepat mengetuk pintu rumah itu. Rumah mewah yang sedikit tidak terurus karena kesibukan penghuninya. Kesibukan untuk hal yang tidak penting, begitulah anggapan Siwon bagi penghuni rumah ini.

"Siapa diluar?" sapa penghuni rumah membukakan pintu,membuyarkan pikiran buruk Siwon yang mulai ngelantur entah kemana. "Oohh…Hyung. Silakan masuk" ujarnya santai mendahului masuk. "mau minum apa? Brandy? Wizky? Atau yang lain?"

Siwon duduk setelah si empunya rumah duduk lebih dulu. "Tidak perlu basa-basi. Kedatanganku kesini hanya ingin menyuruhmu menjauhi dongsaengku." Ujarnya dingin.

Kyuhyun mengerutkan kening. "Hanya itu? Kau pasti tahu jawabanku" tolak Kyuhyun mentah-mentah.

"Lepaskan dongsaengku! Kau terlalu buruk untuk dongsaengku!"

"Aku tetap tidak mau melepasnya" desis Kyuhyun pelan.

"Ryeowook berhak mendapat yang lebih baik!"

"Ryeowook milikku!"

Siwon sedikit tercekat malihat ke-kekeuhan Kyuhyun. "kau mencintainya?"

"ne"

"Bohong! Kalau kau tidak tau kebenaran yang sedang terjadi, biar aku memberitahumu. Kau hanya menyukainya, bukan mencintainya. Kau hanya menjadikannya pelampiasan karena kau tengah bertengkar dengan Soehyoun. Kau mencintai Soehyoun."

Kyuhyun terdiam. Entah karena apa.

"Kalian hanya menjalin hubungan tak berarti. Kau tentu sadar pada akhirnya kalian pasti berpisah. Lama atau sebentar hubungan ini berjalan pada akhirnya akan tetap menyakiti Ryeowook." Ujarnya sembari berjalan meninggalkan rumah Kyuhyun.

Kyuhyun menatap punggung Siwon yang telah melangkah menjauhi rumahnya. Tak sedikit air yang berhasil mengalir dari matanya. 'setidaknya biarkan aku membahagiakannya terlebih dulu sebelum menyakitinya'

TBC

Pendek kah? Hehehehe...

2 chapter langsung publish perdana.
sekali lagi bagi yang sempat mampir mohon review