Don't Like Don't Read

.

.

Caution! Miss Typo(s)

.

.

Tidak sesuai EYD

.

.

Neko Vampire's Mansion

.

.

Well..

happy reading !

Last Chapter :

"Len, Len.. kau dimana? hahahaha.. ternyata seorang pemuda yang sempat membuatku takut punya rasa takut melebihiku"

Luka tertawa puas, saat mengetahui bahwa Len sudah kabur.

Tsk.. Tsk.. Tsk...

Terdengar suara dedaunan tidak jauh dari tempat Len membuat segel.

"Len? apa itu kau? T-t-tapi kau kan sudah ku bunuh!" bisik Luka.

"Seharusnya kau tinggal di West Kingdom"

Terdengar suara bisikan juga terlihat taring dan sebuah tanda segel Kerajaan yang bersinar dari kegelapan hutan.

Neko Vampire's Mansion

"Dasar Gadis bodoh, aku ini Neko Vampire, percuma saya kau bunuh"

Len duduk santai di dahan pohon sambil memperlihatkan senyumannya yang khas itu.

Saat itu Luka yang masih belum percaya bahwa pemuda itu masih hidup hanya terdiam di tempat.

"Hm.. jangan terlalu lama terbang, kau bisa lelah, tapi sekarang boleh kah aku tau siapa namamu?"

Len memegang tangan gadis itu dan menariknya turun. Di dalam hati Luka sebenarnya ia ingin memberontak namun karena takut pada pemuda itu, ia hanya menuruti semua mau dari pemuda itu hingga dia dapat kesempatan untuk melarikan diri.

.

.

Attachment:
Sebenarnya Luka ini tipe gadis yang berani, ketus, cerewet, tapi entah kenapa saat dekat dengan pemuda yang baru ditemuinya ini, dia jadi sedikit sensitif, pendiam, manis dan manja. That's all... Back to the story...

.

.

"Kau masih terdiam? hm.. tapi ciuman mu lumayan juga untuk seorang tuan putri"

Len sedikit memerah namun ia langsung memalingkan wajahnya.

"Tuan putri, apa sekarang sudah bisa mengatakan namamu?"

"A-aku Megu Luka van Lucia"

Senyum Luka tampak dibuat-buat, jantungnya serasa mau lepas dan adrenalinnya terpompa sangat cepat.

Lagi-lagi len memperlihatkan senyum khasnya itu dan mengusap rambut Luka dengan lembut. Luka yang ketakutan hanya menunjukkan senyum palsunya.

"Jadi apa yang tuan putri lakukan di tengah-tengah hutan?"

"A-aku hanya sedang mencari apel untuk cemilan ku"

Genggaman tangan Len semakin erat, dan usapan tangannya berubah menjadi sebuah ciuman di rambut Luka. Semakin lama ciuman itu semakin ke bawah, saat Len mendekati leher gadis itu, Luka hanya menutup matanya dan seakan pasrah.

Namun Len malah mencoba untuk mengigit leher nya. Luka dengan muka marah, secepatnya berdiri dan menjauh dari Len.

"Apa yang coba kau lakukan? Lancangnya kau seorang pemuda yang entah dari mana asalnya mencoba untuk mengambil keuntungan atas keadaan ini, aku ini seorang Putri Kerajaan!" tegas Luka yang masih mencoba menjauh.

"Maafkan aku tuan putri, tapi kau lihat ini?"

Len menunjukkan sebuah segel berbentuk petagram di lidahnya.

"Aku hanya ingin membantumu dan meminjam spell-mu untuk sementara"

Luka terdiam sambil memegang lehernya, badannya bergetar dan matanya hampir berubah warna.

"Apa yang kau lakukan kepadaku? A..a...a..."

Rambut luka yang merah muda itu mulai berubah menjadi putih dan matanya yang keemasan, berubah menjadi merah darah.

Segel yang di berikan pemuda itu mulai merambat ke seluruh bagian tubuh Luka, bahkan segel itu mengubah kulit luka yang semula putih bagaikan susu menjadi putih pucat bagaikan mayat.

Len hanya diam dan memandangi Luka yang sedang terkena efek segelnya.

"Len tolong aku! Len! Len! T-t-tolong!"

Saat Luka hampir tak sadarkan diri, Len menggigit jarinya dan meneteskan darahnya di seluruh tubuh Luka.

Dan segelnya pun berhenti menjalar. Namun tetap saja Luka terjatuh dan pingsan karena kelelahan.

Len mengangkat Luka dan menggunakan spellyang tadi di ambil nya dari tubuh Luka untuk berteleportasi ke mansionnya.

.

.

Satu jam berlalu.

.

.

Luka pun sadar dan menyadari bahwa Len sudah duduk di sampingnya sambil mengelus-elus rambut merah mudanya itu.

"Selamat malam tuan putri"

"Len? ini dimana?"

"Ini mansion ku, anggap saja rumahmu"

Luka yang tidak tau apa-apa hanya mengangguk dan menatap Len dengan tatapan ramah. Luka sudah mulai mempercayai dan mengenal pemuda itu.

"Aku akan pergi ke ball room, jika kau akan ikut makan malam di bawah, baju dan semua keperluanmu akan disiapkan oleh personal maid mu Sakuya. Oh ya Luka..."

Len memberikan Luka sebuah ciuman kecil di dahinya. Dan wajah Luka pun mulai memerah. Len pun keluar dari kamar itu (kamar yang diberikan untuk Luka) dan masuklah seornang maid yang sangat ramah.

"Selamat Malam Tuan Putri, sebaiknya anda segera mandi dan bersiap untuk makan malam"

"B-baiklah"

Sakuya menyiapkan segala keperluan mandi Luka.

"Sakuya?"

"Ya, tuan putri?"

"Siapa sebenarnya Len itu?"

"Um.. Len itu anak dari Ratu Neko, dia generasi Kerajaan Neko ke-3. Jadi dia seorang pewaris tahta Neko Kingdom"

"Oh, jadi dia juga seorang 'pewaris tahta'?"

"Ya, benar Tuan Putri"

"baiklah, terima kasih"

Luka pun segera mandi dan memakai gaun yang sudah di siapkan oleh Sakuya.

Gadis itu mengenakan gaun yang berbeda dengan gaun yang sebelumnya ia pakai.

Dengan anggunnya, Luka berjalan ke ball roomditemani oleh Sakuya. Selangkah demi selangkah, ia menuruni tangga ball roomtersebut.

Kecantikannya telah sempurna saat ia mengenakan gaun putih, dengan pita merah besar di belakangnya, rambut yang tertata rapi dan kulitnya yang putih seputih susu itu terlihat berkilau di ruangan ball roomyang luas. Namun sebuah segel masih melekat di lehernya.

Saat Luka sedang menuruni tangga, semua mata tertuju padanya. Sakuya pun mengantarkan Luka pada Len yang sedang duduk di sebuah meja di tengah-tengah ruangan itu. Len pun mendentingkan gelas.

Teng.. Teng.. Teng..

"Perhatian, saya sebagai pemilik mansion ini ingin memperkenalkan kalian pada seorang gadis yang sangat spesial, dia adalah keturunan ke-3 dari Lucifer dan anak dari Vampire Queen, dengan hormat saya perkenalkan Megu Luka van Lucia"

"L-len.. Bagaimana mana kau bisa tau aku keturunan Lucifer?" bisik Luka saat semua orang sudah duduk.

Len mencium leher luka, dan menambahkan segel lagi di leher gadis itu.

"Ini bukan hanya unutk hiasan, putri Megu Luka van Lucia. Dan segel ini menandakan bahwa kau hanya milik ku"

To Be Continued...

.

.

Thanks for Reading my Second FanFict

.

.

Review please

.

.

I'll update the next one soon !