DISCLAIMER :

Togashiro-sensei

PAIRING :

Absolutely KuroPika^^

WARNING :

AR, OOC, FemKura, multichap ficlets maybe?

A/N :

Fic ke-30 yang ada di akun-ku! YEAYY...! xD

Bisa dibilang ini proyek suka-suka, ide suka-suka...update suka-suka? Hahaha xD

Happy reading^^

.

.

Satu, dua, tiga...satu, dua, tiga...

Langkah berirama itu pun berhenti. Kurapika menghela napas, lalu mematikan gramophone yang semula memainkan alunan musik Minuet.

Kurapika tengah berada di Puri Covette, menjalankan tugasnya menjaga putri keluarga Covette yang berumur tujuh tahun, Vivia. Sang putri kecil mengadakan pesta malam ini, membuat Kurapika harus menyamar karena Vivia tak suka diawasi terlalu ketat.

Di sinilah Kurapika sekarang...sebagai guru sejarah Vivia.

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Kurapika mengamati bayangan dirinya di cermin. Gaun mengembang berwarna pastel, riasan tipis di wajah dan rambut pirang pendeknya yang dihiasi bunga mawar segar.

Eilien ingin pesta bernuansa zaman Barok...dan sialnya, dansanya pun dansa Minuet! Betapa kuno tarian itu, hingga Kurapika harus mempelajarinya-atas desakan Vivia tentu saja.

Kurapika keluar dari kamarnya, menatap beberapa orang pria yang sebenarnya adalah para bodyguard sang putri, mengenakan setelan jas hitam dan...pipi yang merona ketika melihatnya?!

"Bersiaplah," ucap Kurapika dingin.

Kurapika melanjutkan langkahnya ke lantai dansa, membaur dengan para tamu sambil mengamati keadaan di sana. Sesekali terdengar suara tawa Vivia yang tampak begitu bahagia.

Para pemusik memulai buaiannya, Kurapika pun tersentak ketika seseorang meraih tangannya dan membawanya ke lantai dansa, diikuti oleh dua pasangan lain.

Seorang pria berambut hitam, tatapan mata yang dalam dari balik topengnya, senyum tipis yang menawan.

Kurapika melangkah bergandengan bersama pria itu dengan sedikit berjingkat sesuai irama dan perlahan terpisah, dilanjutkan dengan gerakan tangan yang lembut dari keduanya. Secara bertahap pasangan lain mengikuti di belakang mereka.

Kurapika melirik pasangan tak terduga-nya, lalu terkejut ketika mereka saling bertemu pandang. Untunglah saatnya untuk berbalik hingga Kurapika bisa menyembunyikan rona-nya, walau akhirnya mereka kembali bergandengan di akhir barisan.

'Auranya terasa aneh...mengintimidasi, dan...mendebarkan mungkin?'

Genggaman tangannya pun dingin.

Dansa berlanjut, sementara perubahan nan selaras menghiasi musik dengan pengulangan pola yang hampir sama, laksana permadani yang dirajut dengan ornamen indah.

Dansa berakhir. Genggaman tangan dingin itu pun terlepas. Mereka kembali bertatapan...mata biru laksana samudera, dan mata hitam yang seolah tak berdasar.

Dengan sikapnya yang elegan, pria itu membungkukkan badannya seolah mengucapkan terima kasih. Saat itulah Kurapika baru menyadari kain putih yang menutupi keningnya.

Selain dia...tak ada lagi...

Menyadari penyamarannya terbongkar, pria itu membuka topengnya perlahan...menampakkan wajah Kuroro Lucifer.

What a sight...

So many things going through my mind

And the minuet between the heart and breath turns to be a hypnotizing lullaby

.

.

A/N :

Aku ga menuliskan TBC maupun THE END, karena scene di chapter 1 sudah tamat tapi mungkin chapter berikutnya adalah kelanjutannya.

Sekarang, beri aku satu kata melalui review...anything. Lalu aku akan membuat fic berdasarkan kata itu.

Thanks for all of your support until now^^

Review please...!