Hallo semua~ salam kenal, saya baru disini ^^

mohon bantuannya ya :D


Chapter 1

Disclaimer :

Kuroshitsuji by Yana Toboso

Yaoishitsuji punya saya –plak-

Warning : Typo(s), OOC, Yaoi, BL, siapkan kantong muntah, cerita sedikit ngaur (sebenarnya sih banyak), gaje (pastinya), garing DLL.

Genre : Humor, Romance

Rating : T

summary : Apa jadinya jika seorang –iblis- yang perfect seperti Sebastian ternyata seorang yang ehem-pencinta sesama. Dan apa jadinya jika pemimpin negara Britania Raya seoarang fujoshi? Apa yang akan terjadi pada si unyu, imut Ciel?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, marilah simak cerita berikut –plak-


"Bocchan! Bocchaaaaaaaaaaaaannn!" teriak sesosok mahluk yang terbungkus(?) dengan pakaian hitam dengan membabi-buta(?) nah tahu kan siapa yang berteriak dengan gak elit banget, siapa lagi kalau bukan si iblis alim –eh maksudnya perfect- Sebastian Michaelis –setidaknya itulah nama yang diberikan padannya- oleh majikan yang unyu unyu kayak boneka barbie –plak- *alhasil saya digampar Ciel*.

"BOOOOOOOOOOOOOOCCCCCCHAAAANN NNNNNNNN!" teriak Sebastian Sekali lagi, sekarang dia tidak hanya berteriak dengan mulut kosong(?) tapi dia berteriak menggunakan toa masjid yang entah bagaimana caranya sukses mencuri benda itu.

"Berisik lu Bas!" bentak Ciel yang baru keluar dari kolong meja(?).

Sebastian sweatdrop melihat kelakuan sang majiakan yang coretsedikitcoret genap(?).

"Ada apa?!" tanya Ciel seraya merapikan pakaiannya.

"Ng.. etto anno..." kata Sebastian yang masih mempertahankan wajah cengonya.

"lama lu Bas! Gue mau tidur!" kata Ciel seraya masuk ke dalam kolong meja (emang kamar Ciel pindah ke kolong meja ya? –plak-)

"Et... dah nih bocah, eh salah, ehem... Bocchan ada surat dari paduka ratu" kata Sebastian yang telah mendapatkan(?) wibawanya lagi.

TIK TIK

Telinga Ciel bergerak saat mendengar kata 'surat dari yang mulia ratu' sehingga dia mengurungkan niatnya untukkembali masuk ke kolong meja kesayagannya.

"Mana Suratnya?" tanya Ciel seraya mnjulurkan tangannya pada Sebastian bak seorang anak yang minta uang pada bapaknya.

Sebastian yang melihat wajah nan polos serta imut yang tengah menatap matanya dengan sangat dalam, mecoba menahan sesuatu yang akan keluar dari hidungnya.

"Ini Bocchan..." katanya menyerahkan surat dari paduka ratu sambil memegangi hidungnya.

Ciel yang terlalu fokus pada suratnya benar-benar tidak menyadari bahwa Sebastian sedang mati-matian menahan sesuatu yang akan keluar dari hidungnya, karena pikirannya yang 'iya-iya'tentang Ciel. Ciel mulai serius membaca suratnya, Sebastian yang telah mampu mengendalikan dirinya memberanikan bertanya pada Ciel.

"Apa kata beliau Bocchan? Kasus baru?" tanyanya senatural mungkin.

"Queen Victoria ingin bertemu dengan kita" jawab Ciel

"Sebastian siapkan kereta secepatnya, kita tidak boleh membuat ratu menunggu!" perintah Ciel dengan anggunnya(?).

"Yes My Lord"

~OoO~


Ciel dan Sebastian sampai di istana, mereka memasuki ruangan pribadi ratu, karena ratu ingin membicarakan hal penting pada mereka berdua, sesampainya di pintu masuk ruangan tersebut, seorang laki-laki bersurai perak mencibir Ciel dan Sebastian.

"Pasangan yaoi datang" kata pemuda tersebut.

"Diam kau uke-nyaCharles phipps" balas Ciel seraya memasuki ruangan tanpa mempedulikan bagaimana reaksi dari pemuda berpakaian serba putih itu.

"DASAR BOCAH SIALAN! Akanku patahkan hidungmu itu nanti" teriaknya yag tak lain tak bukan adalah Charles Grey si butler ratu yang gak pernah menang melawan bocah imut nan unyu Ciel Phantomhive.

"Sudahlah Grey" nasehat atau petuah dari sahabat baiknya itu berhasil membuatnya mengalah.

"Baiklah Phipps"


Ciel dan Sebastian yang telah memasuki ruangan sang ratu, mengucapkan salam padanya.

"Selamat siang baginda ratu, maaf mengganggu" kata Ciel seraya berlutut di hadapan sang baginda yang tengah duduk manis di kursi kebesarannya.

"YOO boacah! Apa kabarmu? Aku mengundangmu karena ada yang ingin kubicarakan denganmu" kata Queen Victoria si nenek funkydengan tidak elitnya, Ciel dan Sebastian hanya ber-cengo-ria melihatnya.

"Ja... jadi, apa yang bisa saya bantu?" tanya Ciel sopan, walau bagaimana pun nenek ini adalah ratu, dia sebagai 'anjing penjaga ratu' harus bisa menyelesaikan tugas dari sang ratu, bagaimana pun caranya.

"Kau akan melakukan apapun untukku kan Ciel sayang?" tanya Queen Victoria yang entah bagaimana menjadi sangat lembut.

"Tentu!" jawab Ciel atusias, sedangkan Sebastian amat sangat terkejut dengan sikap boccan-nya ini, bagaimana bisa seorang Ciel Phantomhive begitu tunduk pada ratu aneh ini.

"Aku juga butuh bantuanmu Butler Phantomhive" kata Queen Victoria.

"Saya akan membantu anda sebisa saya, yang mulia." Kata Sebastian, walau dalam hati dia ogah-ogahan.

"Kalau begitu, ini tugas untukmu Ciel Phantomhive dan Sebastian Michaelis..." kata Queen Victoria sengaja menggantungkan kalimatnya.

"... atas izinku serta perintahku, kalian harus..." raut penasaran tergambar di wajah Ciel saat Queen Victoria menggantungkan kalimatnya.

"Menikah dalam satu minggu ini^^" katanya histeris seraya menari-nari gaje.

Ciel hanya bisa ber-sweatdrop-ria, sedangkan Sebastian malah senyum-senyum mesum, karena ternyata nenek menyebalkan ini malah membantuny mewujudkan impiannya, yaitu menikah dengan bocchannya yang sangat imut itu.

"Dengan senang hati yang mulia" jawab Sebastian sambil memasang seringai mesumnya.

Satu detik

Dua detik

Tig-

"UUUUUUUAAAAAAAAAAAPPPPPPPAAA AAAAAAAAAAAAAA!" teriak Ciel yang baru menyadari arti dari perkataan Sebastian.

To Be Coutinued


ehehehehe

bagaimanakah critanya? -plak-

bagus? jelek ? lucu? aneh?

tolong ungkapkan lewat reviewny y ^^