Tittle :

Tomorrow, Will You Be Mine?

Author : Blaue Fee

Part : 2/?

Pairing : Yoosu, slight!Yunjae, slight!Minkyu, slight!Sichul

Rate : Dont Know

Genre : Romance, Brothership, Friendship, Failed Angst

Warning : Yaoi, Boys Love, BoyXBoy, Typos. Ini FF Yoosu pertama saia. Moga gag aneh saat ngebaca nya. Harap dimaklumi ^^

Disclaimer : Semua yang ada disini murni milik diri mereka sendiri dan Tuhan. Cjes Ent & SM Ent memiliki mereka.

Summary :

Aku berharap, saat besok aku membuka mata, kau adalah milikku

Dan aku adalah milikmu.

Apa itu terlalu berlebihan ?

~! #%^*()+_)*^$#

"An-annyeong Yoochun hyung" Yoochun menghentikan kegiatannya yang sedang bercanda dengan teman sekampusnya. Dia mengalihkan wajah pada seseorang yang tadi menyebut namanya.

"Jun-junsu-ah.. Apa yang kau lakukan disini?" Kaget Yoochun yang melihat ternyata Junsu lah yang memanggil namanya tadi.

"Ah. Itu.. aku.." Junsu tergagap menjawab pertanyaan sederhana dari Yoochun. Pertanyaan sederhana yag sebenarnya juga hanya membutuhkan jawaban sederhana pula. Tapi, Junsu seakan kehabisan kata-kata saat memandang wajah Yoochun. 'Tampan..' batin Junsu.

"Apa? Jangan-jangan kau menguntitku ya?!" Nada bicara Yoochun berubah sinis saat melihat kegugupan dalam nada bicara Junsu. Dirinya langsung teringat akan kejadian lusa kemarin. Tentang perjodohannya dengan namja imut ini.

"Ani. Aniya. Aku ada urusan disini, hyung" Ucap Junsu cepat saat menangkap nada tak suka dari suara serak Yoochun. Entah kenapa dia bisa bicara lancar seperti itu. Takut Yoochun salah paham mungkin?

"Memangnya kau ada urusan apa? Aku yakin kau bukan mahasiswa sini. Jadi, alasan apa yang membuat mu ada disini selain menguntitku"

"Aniya. Bukan hyung" Junsu sedikit merasa sakit melihat tingkah Yoochun. Nada bicaranya tak berubah, malah semakin sinis. Junsu jadi merasa sedikit kesal. Namun, Ia tak mungkin kesal atas sikap Yoochun barusan.

"Lalu apa?"

"Aku, aku sedang mencari hyungku, hyung. Dia mahasiswa sini"

"Ap—"

"Sudahlah Yoochun-ah. Kau menakutinya. Lihat, tangannya gemetar!" Ucap salah satu teman Yoochun, Joong Ki.

Yoochun melihat kearah sisi tubuh Junsu. Dan benar, kepalan di kedua belah tangannya nampak bergetar. Ada terselip rasa bersalah dalam hati Yoochun saat Ia menyadari ucapannya pada Junsu. Tak pernah sebelumnya Ia berlaku kasar pada seseorang. Apalagi terhadap namja imut seperti Junsu ini.

"Mian. Aku menakutimu Junsu-ah" Ucap Yoochun tersenyum. Dia memegangi tangan Junsu yang gemetar. Perlahan membuka kepalan tangan Junsu yang nampak sangat kuat. 'Sebegitu takutnya kah dia, eoh?' Batin Yoochun. Perlahan kepalan tangan Junsu tak terbentuk lagi. Tangannya terasa lemas saat Yoochun mengamit kedua telapak tangan Junsu lembut. Ingin rasanya Junsu berteriak dan berlari mengitari lapangan basket kampus Yoochun saat ini saking senangnya. Tapi di urungkannya niat tersebut saat Junsu berpikir dia akaN dianggap gila oleh orang-orang disini. Apalagi jika ada Yoochun. Mati saja jika Yoochun ikut-ikutan menganggap dia gila.

"N-ne"

"Kau mencari siapa tadi? Biar kubantu" Ucap Yoochun lembut dan perlahan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Junsu. Junsu sedikit merasa kehilangan, namun tak seberapa saat Ia melihat senyum Yoochun yang bertanya lembut padanya.

"Aku mencari hyungku. Kakak sepupuku hyung"

"Oh baiklah. Biar kubantu. Jadi, apa jurusan hyungmu, Junsu-ah?" Perlahan Yoochun mendorong pelan bahu Junsu. Mengomandoinya untuk melangkah pergi. Yoochun hanya melambai tangan sejenak pada sekumpulan kawannya tadi yang hanya tersenyum membalas lambaian tangan Yoochun.

"Ah, jurusan seni musik modern, hyung" Ucap Junsu membalas pertanyaan Yoochun sambil tersenyum. Sedikit saja sentuhan dari cassanova ini membuat Junsu senang.

"Siapa namanya?"

"Jaejoong Kim^^"

"E-eh. Jaejoong? Jaejoong yang cantik itu?" Tanya Yoochun. Apa maksudnya Jaejoong kekasih Yunho, kakak Changmin?

"Um! Jae hyung memang cantik. Hyung kenal?"

"Ah, ani. Jaejoong itu kekasih kakak dari temanku"

"Um. Maksud hyung, Changmin?"

"Eh, kau kenal Changmin, Junsu-ah?" Tanya Yoochun heran. Kalau kenal Changmin, kenapa dia tak pernah melihat Junsu disekitar Changmin selama ini.

"Tentu saja, hyung. Changmin kan selalu main kerumah Jae hyung. Aku juga sering main kesana. Makanya kami kenal. Biasanya aku dan Changmin bertanding game, hyung. Ah, juga dengan kekasihnya si Kyuhyun evil itu^^" Ucap Junsu panjang lebar. Dia bercerita sangat antusias mengenai Changmin dan juga Kyuhyun. Yoochun sedikit menarik simpul diujung kiri bibirnya. Junsu sangat kekanakkan dan polos. Dan Yoochun menyukai sifat Junsu itu.

"Baiklah. Aku akan mengantarmu"

~! #$%^&*()_

"Jae hyuuungggg..." Junsu langsung berlari kearah Jaejoong setelah 10 menit menunggu Jaejoong di sekitar depan kelas Jaejoong.

"Su-ie. Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Jaejoong kaget mendapati adik sepupunya ada dikampusnya. Pasalnya, Junsu sama sekali tak memberitahu tentang kedatangannya.

"Hyung tidak suka aku kesini?" Ucap Junsu cemberut. Bias mukanya langsung berubah 180 derajat. Padahal kan dia ingin mengejutkan Jaejoong.

"Eh, bukan begitu Su-ie. Hyung hanya takut kau kenapa-kenapa. Kalau kau tersesat bagaimana?" Ucap Jaejoong khawatir dan mengusap peluh di dahi kiri Junsu. Aissh, persis umma yang perhatian pada anaknya.

"Aissh, hyung. Memangnya aku anak kecil apa. Hyung selalu menganggap aku anak kecil. Aku sudah dewasa hyung" Ucap Junsu sambil mempouty bibirnya imut. Jengkel juga selalu dianggap anak kecil oleh Jaejoong.

Jaejoong tertawa pelan. "Mana ada orang dewasa yang manyun begini, Su-ie?" Ucap Jaejoong gemas sembari mencubit kedua bilah daging lembut dipipi Junsu.

"Hehe.." Junsu hanya cengengesan menanggapi ucapan Jaejoong.

"Su-ah.."

Sontak Junsu dan Jaejoong menoleh kearah Yoochun. Alis Jaejoong berkerut mendapati Yoochun yang memanggil nama Junsu. Sejak kapan playboy jidat lebar ini kenal dengan adiknya.

"Eh, hyung"

"Ini. Aku membelikanmu air. Kau haus tidak?" Ucap Yoochun perhatian dan memberikan air mineral dingin pada Junsu. Yoochun memegangi tangan Junsu dan meletakkan air tersebut ditelapak tangan kanan Junsu.

"Ah, Junsu-ah. Kau kenal dengan Yoochun-sshi?" Tanya Jaejoong akhirnya. Dirinya lumayan penasaran dengan interaksi mereka berdua yang nampak akrab.

"Ah, ne hyung. Yoochun hyung yang mengantarkan aku kesini"

"Ah, annyeong Jaejoong-sshi^^"

"Annyeong" Ucap Jaejoong datar. Dirinya tak terlalu menyukai pria flamboyan ini.

"Ah, hyung tak mau kenalan dengan Yoochun hyung?" Tanya Junsu. Sepertinya Jaejoong tak terlalu menyukai Yoochun. Yoochun dapat menangkapnya dari cara bicara Jaejoong tadi. Namun, nampaknya Junsu tak sadar juga.

"Aku seudah kenal Su-ie. Siapa yang tak kenal denga playboy seperti Yoochun-sshi ini!" Ucap Jaejoong sarkastik. Dirinya langsung memalingkan wajah meihat kearah Junsu.

"Mwoo? Kau bilang apa hyung? Tidak baik mengatai orang" Ucap Junsu tak terima saat Yoochun di jelek-jelekkan oleh Jaejoong. Walaupun Jaejoong itu kakaknya, bukan berarti Junsu terima saja dengan ucapan Jaejoong.

"Aisssh. Memang kenyataannya begitu Su-ie. Kalau kau tak percaya, kau tanyakan saja pada Changmin. Dia ini sahabat Changmin!" Sentak Jaejoong dan menunjuk Yoochun tepat di depan matanya. Reflek, Yoochun mundur 2 langkah.

"YA. Kau itu tidak sopan sekali, main tunjuk-tunjuk saja. Kau pikir wajahku ini apa?" Ucap Yoochun tak terima saat wajah tampan dan mulusnya ditunjuk-tunjuk oleh Jaejoong.

"Kau itu playboy cap JIDAT!" Ucap Jaejoong mengeraskan suara pada kata 'jidat'.

"Mwooo? Apa kau bilang?" Ucap Yoochun sebal. Dirinya sudah emosi jika orang memakai kata jidat jika berhadapan dengannya. Namun, Yoochun masih bersikap tenang. Dirinya bukan orang yang mudah lepas kendali.

"Hyung. Sudahlah. Jangan beretengkar lagi" Ucap Junsu melerai.

"Yasudah. Ayo pulang!" Jaejoong menyeret tangan Junsu pergi meninggalkan Yoochun yang hanya melongo melihat kelakuan Jaejoong. Baru pertama kali dia menemukan hal ini. Walau playboy pun, tak ada satupun orang yang berani mengatainya. Walau cassanova pun, tak ada satupun yang berani bersikap kurang ajar seperti itu padanya.

~! #$%^&*()_+_)*

"Baby, dengarkan aku dulu..."

"Ani! Jika aku mendengarkanmu, kau pasti mau mengelak dengan perbuatanmu kan? Kau mau mencari alasan, hah?!"

"Baby, bukan begitu.."

"Jangan panggil aku baby, KUDA!"

Tuck!

Hati Siwon tertohok saat Heechul dengan sadis memanggilnya 'kuda'. Siwon langsung terdiam. Heechul memang kasar. Tapi, jika dengan Siwon. Itu sangaaaaaaaaaaaaaaatttt jarang! JARANG! Berarti pernah sekali-kali :p

"Heechul hyung..." Ucap Siwon lemah. Dia tak tahu lagi mau memanggil Heechul apa. Selama ini dia hanya memanggil Heechul dengan 'Baby' atau 'My Princess'.

"A-apa?" Ucap Heechul gagap. Pasalnya, semenjak 3 tahun belakangan ini, Siwon tak pernah memanggil Heechul dengan nama. Dia selalu memanggil nama Heechul dengan panggilan sayangnya.

"Kumohon, percayalah hyung. Kibum dan aku tak mempunyai hubungan apa-apa. Dulu dia memang menyukaiku. Tapi hubungan kami hanya sekedar sahabat hyung. Sahabat sejak kecil. Aku sudah menganggapnya adikku sendiri hyung..." Siwon tetap berkata dengan lancar. Walau nafasnya terasa sesak karena terus bicara. Matanya tak lagi melihat kearah wajah cantik milik Heechul. Keramik berwarna bata lebih menarik untuk dilihatnya saat ini. Menunduk. Dia tak dapat memandang mata indah milik Heechul walau hanya sesaat. Dia sadar, dahulu Ia yang mati-matian mengejar Heechul. Merubah Heechul yang awalnya sangat menyukai para gadis sekarang malah berada disampingnya. Seorang namja. Bahkan, saat melamar Heechul pun Siwon berjanji pada orang tua Heechul untuk tak menyakiti hati Heechul walau hanya sedikit saja. Tapi apa sekarang. Dia membuat Cinderella itu murka. Bukankah dia sudah melanggar janjinya pada calon mertuanya sendiri?

"..dia hanya mengucapkan salam perpisahan sebelum berangkat kembali ke California. Dia memelukku untuk yang terakhir kali hyung. Aku tak mungkin menolaknya hyung. Aku sangat menyayangi Kibum seperti menyayangi Jiwon. Aku salah. Aku.. maaf, hyung. Tolong, aku benar-benar ti—"

CHU~~

Heechul membungkam mulut Siwon dengan mulutnya sendiri. Menghentikan kata-kata Siwon yang sedari tadi sebenarnya tak diperhatikan Heechul. Heechul sibuk memperhatikan wajah Siwon yang menunduk dengan rasa bersalah. Heechul juga tak tega melihat wajah sedih yang diperlihatkan Siwon.

"Sudah bicaranya. Jangan bicara lagi, Oke?" Ucap Heechul sesaat setelah melepaskan tautan bibir mereka. Heechul menangkup kedua pipi Siwon. Menuntunnya untuk melihat wajah cantik anak sulung keluarga KIM tersebut.

"Kenapa tak mau melihat wajahku? Apa aku sudah tidak cantik lagi?" Ucap Heechul lembut. Mempertemukan kedua hidung mancung sempurna itu.

"Bukan. Mian hyung, aku sudah menyakitimu" Ucap Siwon lagi. Tangannya naik dan menggenggam kedua belah tangan Heechul yang bertengger manis dipipinya. Mengusapnya dengan perlahan. Keduanya memejamkan mata menikmati keheningan ini. Terasa nyaman. Sesaat Heechul menggeleng, membantah ucapan maaf Siwon. Walau sebenarnya Siwon tak mengetahui itu.

Perlahan tangan Heechul yang memegangi pipi Siwon berubah menjadi cubitan kecil.

"A-awww.." Siwon meringis kecil mendapati sikap Heechul. Dia langsung membuka matanya dan mendapati Heechul tersenyum nakal.

"Makanya, awas saja jika kau selingkuh. Aku akan menjatuhkanmu ke jurang" Ucap Heechul pura-pura kesal. Namun, senyum nakal itu tak hilang juga dari bibirnya.

"Tidak akan pernah, baby" Ucap Siwon langsung merengkuh pinggangg langsing Heechul. Merapatkan tubuh mereka berdua. Memisah jarak yang dibatasi udara kasat itu.

"Saranghae.."

CHU~~

Siwon mempertemukan lagi bibir tipisnya dengan bibir sewarna darah milik Heechul. Mengemut dan menghisap bergantian. Heechul memegangi erat kaus depan Siwon. Meremasnya kuat seiring dengan makin rakusnya Siwon melahap bibirnya. Melahap bagai lelehan permen. Manis.

Tangan nakal Siwon perlahan memasuki bagian bawah baju kemeja sewarna nila milik Heechul. Mengelus pinggang langsing itu perlahan. Menyisakan sensasi geli dan nikmat sekaligus untuk Heechul.

"Enghh.. Wonniehh—"

"Hmm...?"

"Na—kalhh..." Ucap Heechul susah payah atas kegiatan mereka. Siwon tak menghiraukan ucapan Heechul. Dirinya makin menaikkan tangannya menuju punggung halus Heechul. Mengelusnya dengan seduktif. Mendatangkan erangan lagi dari bibir tebal milik Heechul yang sekarang terdapat lelehan saliva mereka. Mereka begitu intens berciuman. Udara terasa sangat panas. Padahal sudah 10 menit, namun ciuman itu belum terlepas juga.

"Hyaaaaaaaaaaa... mata poloskuuu..."

Dan sebuah teriakan yang membahana di ruang keluarga tersebut berhasil mengentikan kelakuan nista Kuda-Kucing tersebut. Siwon bergegas melepaskan tangannya yang melesak dibalik baju Heechul. Sedangkan bibirnya terlepas sempurna dengan bibir menggoda Heechul. Walau jarak bibir keduanya masih begitu dekat. Namun, sepertinya Heechul tak mau menghentikan kegiatan mereka. Dirinya segera menangkup kedua pipi Siwon dan melahap(?) bibir tipis Siwon yang basah.

"Bab-baby.. addahh.. ada Jaehh" Ucap Siwon. Sekarang dia yang berucap dengan susah payah melihat betapa ganasnya Heechul memakan(?) bibirnya. Namun, seakan tuli Heechul tetap melanjutkan kegiatannya itu.

"Hyung! Berhenti tidak! Hey!" Namun ucapan Jaejoong tetap tak digubris oleh Heechul.

"Hyungggg. Aku sudah biasa melihatnya. Tapi kau jangan merusak mata Junsu yang polos ini donggg~~~" Ucap Jaejoong gemas melihat tingkah kakak kandung itu. 'Dasar agresif' Batinnya.

Cpak(?)

Heechul buru-buru melepas tautan bibir mereka saat mendengar nama Junsu disebut-sebut. Oh, kau akan terkena masalah Heechul-ah. Junsu sangatlah polos. Dia terlalu inonncent untuk melihat adegan nista kalian ini.

"Ah, Junsu-ie. Sejak kapan disana?" Ucap Heechul innoncent.

Dirinya sibuk membenahi kemejanya yang berantakan ulah Siwon. Dan mengusap salivanya dengan gerakan canggung. Heechul lalu melihat kearah Siwon yang mukanya nampak memerah menahan malu karena ketahuan berciuman di depan adik-adik iparnya.

"Aishhh. Kalau kami tidak datang, pasti akan terjadi hal yang tidak-tidak" Ucap Jaejoong sambil memicingkan matanya kearah Heechul. Yang ditatap hanya mendengus kesal.

"Seperti kau tidak saja dengan Yunho. Apa Yunho tak memberimu 'jatah'? Baiklah, biar aku yang akan mengatakannya pada Yunho" Ucap Heechul gampang.

"Andweeee..." Jaejoong berteriak histeris. Mengatakannya pada Yunho sama saja tidak berjalan selama seminggu. Dia tidak mau hal itu.

"Wae? Kau benar-benar tidak mau, eoh?" Ucap Heechul dengan nada menggoda pada Jaejoong. Jaejoong melototkan matanya yang memang sudah bulat itu pada Heechul.

"Sudahlah. Jangan bicarakan hal ini. Ada Junsu disini" Ucap Siwon mengingatkan pada Jaejoong dan Heechul bahwa masih ada makhluk innoncent bernama Junsu yang malah menatap bingung pembicaraan dua hyung cantiknya.

"Kalian ngomong tentang apa sih o.O?" Ucap Junsu dengan dahi mengkerut tidak mengerti.

'Polos sekali' Batin ketiganya.

~! #$%^&*()_

"Jadi Su-ie, kau kenal dimana dengan Yoochun itu?" Ucap Jaejoong membuka pembicaraan. Sekarang mereka sedang berada di gazebo belakang halaman rumah keluarga KIM. Disana ada Junsu yang duduk di depan Jaejoong. Juga ada Heechul yang duduk disamping kiri Jaejoong dengan Siwon sebagai sandarannya. Siwon sendiri duduk dalam keadaan memangku Heechul. Tangannya mengelus surai panjang coklat milik Heechul.

"Yoochun siapa Jae-ah?" Tanya Siwon. Rasanya dia belum pernah mendengar nama Yoochun. Karena sebagai calon menantu keluarga KIM, Siwon pasti mengetahui semua tentang keluarga calon 'istri'nya ini. Tidak heran, bahkan Siwon mengetahui semua hal tentang kedua adik kesayangan Heechul ini. Bahkan, teman mereka saja Siwon juga tahu.

"Itu hyung. Playboy cap Jidat di kampusku" Ucap Jaejoong sedikit sebal menceritakan tentang Yoochun.

"Hyung, Yoochun hyung bukan playboy cap Jidat. Jidatnya memang lebar sedikit. Tapi jangan menghina begitu donk~~" Ucap Junsu gerah. Sedari tadi Jaejoong selalu memanggil Yoochun jidat lebar.

"Jidatnya memang tidak lebar. Tapi cukup untuk mendaratkan sebuah pesawat yang akan jatuh!" Ucap Jaejoong asal yang mendapat protesan dari Junsu.

"Aishh, sudah. Kalian ini kenapa malah berantem sih?" Ucap Heechul. "Jadi ada apa dengan si Yoochun Jidat Lebar itu?" Lanjutnya.

"Yaahhh, hyung,. Jangan panggil dia seperti itu" Ucap Junsu kesal. Sedari tadi Jaejoong yang menghina. Eh, sekalinya ngomong, Heechul juga mengatai Yoochun.

"Hahaha.. jidatnya memang lebar Su-ie" Ucap Jaejoong yang tak bisa menghentikan tawanya akibat ucapan Heechul. Saking seriusnya Ia tertawa, bahkan ada setitik air mata bertumpu diujung matanya. Keke~~ puas sekali menertawakan Junsu.

"Hyungdeul menyebalkan!" Ucap Junsu ngambek. Sontak menghentikan tawa Jaejoong.

"Yasudah. Jadi ada apa dengan Yoochun itu?" Ucap Heechul lagi.

"Tidak kenapa-kenapa" Ucap Junsu cepat.

"Apanya yang tidak kenapa-kenapa. Kau kenal dengan orang itu. Hal bodoh apa yang kau lakukan sehingga kenal dengan orang itu" Ucap Jaejoong kesal.

"Hal bodoh apanya, hyung. Yoochun hyung itu calon suamiku" Ucap Junsu spontan saat dikatai bodoh mengenal Yoochun. Kalau tidak ingat Jaejoong itu kakaknya, mungkin Junsu akan bertranformasi menjadi Heebum atau Jiji—kucing peliharaan Heechul dan Jaejoong—untuk mencakar Jaejoong.

"Mwooo? Calon suami? Yak! Junsu, kau jangan seenaknya saja ngomong. Siapa yang jadi calon suamimu" Ucap Heechul ketus. Dia tak mau Junsu sembarangan dalam memilih suami kelak. Bahkan dia saja tak tahu siapa itu Yoochun. Dengan seenaknya saja Junsu mengakui Yoochun sebagai calon suami.

"Ya Yoochun hyunglah, hyung. Yoochun hyung itu orang yang dijodohkan appa dan umma denganku kemarin lusa" Ucap Junsu akhirnya memecah kebingungan antara Heechul, Jaejoong dan Siwon.

"Mwooo? Jadi dia anak sulung keluarga PARK itu?" Ucap Siwon akhirnya.

"Hum!" Junsu hanya mengangguk pasti.

"Jae-ah, apa kau tak salah orang?"

"Apa maksudmu, hyung?" Tanya Jaejoong pada Siwon dengan perkataannya.

"Keluarga PARK itu terkenal sopan dan baik loh. Apalagi anak-anaknya cukup terkenal dikalangan pebisnis yang nanti akan melanjutkan bisnis keluarga mereka. Apalagi anak sulung keluarga PARK. Dia sangat disegani. Dia orang yang sopan bahkan menurut rumor tidak pernah sekalipun membuat masalah selama dia sekolah, selalu mendapat nilai sempurna. Dia juga bahkan menjadi sanjungan oleh guru dan dosennya" Ucap Siwon panjang lebar.

"Huh, kau kenal hyung?" Tanya Junsu.

"Tidak. Aku tidak tahu namanya dan tidak pernah bertemu. Tapi rumor itu berkembang dikalangan pebisnis loh"

"Apa maksudmu, Yoochun itu adalah orang yang menolong orang yang hampir tertimpa besi di JUNG Corp perusahaan Yunho, Wonnie?" Tanya Heechul memastikan pemikirannya. Dan sebagai jawaban, Siwon mengangguk meng'iya'kan pertanyaan Heechul.

"Waaah, dia orangnya. Orangnya cukup tampan loh. Dia juga baik hati^^" Ucap Heechul memuji Yoochun. Dirinya sempat bertemu Yoochun saat datang ke perusahaan Yunho, sahabat sekaligus kekasih adiknya ini.

Jaejoong bergidik. Sejak kapan Heechul mau memuji orang lain. Dirinya terlalu sibuk untuk memuji diri sendiri.

"Pokoknya aku tidak mau tahu. Aku akan melakukan apapun untuk memisahkan Junsu dari Playboy Cap Jidat itu!" Ucap Jaejoong dan beranjak dari hadapan Heechul, Siwon dan Junsu.

Mereka hanya menatap punggung Jaejoong bingung.

.

.

.

.

.

TBC

Makasi buat yang udah review di chap 1 kemarin ^^

saia sangat menghargai review kalian :D

Special Thanks To :

| Revita Kuzo | Oryzasativa | Guest | Cassieciel

Big Hugs

BlaueFEE

TUESDAY, MARCH 27, 2012

RCL sapa yang nemu ^^