- Gallery - KyuMin - GS - Part 1 -

0o0o0o0

Main Pairing : Kyuhyun (Boy), Sungmin (Girl)

Genre : Romance, Comedy, Drama.

Rated : T

N/B : Tulisan bergaris miring itu Flashback

...

| Prolog |

Derap langkah yang bercampur akan keriuhan suara-suara yang ada di lorong-lorong itu begitu mencuak, Seorang Gadis mungil dengan rambut hitam tergerai sebatas bahu tengah melangkah begitu anggun menapaki tiap ruas-ruas lantai keramik berwarna Coklat tersebut.

Sungmin- Nama Gadis yang berumur 16 Tahun tersebut seketika menghentikan langkah kakinya ketika kedua Orbsnya menangkap sebuah siluet seorang Pria yang sebaya dengannya tengah berjalan dengan langkah tegasnya nampak menuju kearahnya.

Sungmin menoleh ke kiri dan ke kanan, mungkin saja dugaannya salah, Mungkin saja kan Pria itu bukan menuju kearahnya ? Namun sepertinya dugaannya meleset, itu dikarenakan terlihat dari tak ada satupun orang yang berada di dekatnya saat ini.

Suasana yang begitu riuh tadi nampak membuat semua Siswa lainnya terdiam dan memilih untuk menjauh dari tempat dimana Sungmin berada.

Sungmin benar-benar tak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini, dirinya sama sekali tak mengenal siapa Pria yang tengah menuju kearahnya ini. Sungguh!

" Lee Sungmin-ssi ? "

Suara Bass tersebut menyeruak masuk ke dalam telinganya, entah kenapa suara itu mampu membuat seluruh akal sehat Sungmin beserta fokusnya hanya tertuju telak kearah Pria yang berada di depannya ini.

" Ne ? Nuguseyo ? " Tanya Sungmin dengan begitu pelan,

Pemuda itu nampak tersenyum simpul, sesekali pria tersebut merapikan seragam sekolahnya, rambutnya, dan seluruh yang berkaitan dengan penampilannya,

" Cho Kyuhyun, kau tidak mengenalku ? "

Sungmin dengan pelan menggeleng, dirinya tidak begitu suka berkeliling-keliling sekolah dengan jumlah kelas sebanyak 10 pada tiap Grade-nya ini.

" Mianhae, "

Kyuhyun mengangguk paham, walau nampak jelas wajahnya terkesan kecewa mendengar penuturan Sungmin.

" Ngomong-ngomong, ada apa ? "

Kyuhyun berhenti memikirkan hal mengenai kekecewaannya tersebut, dan langsung saja Pemuda itu mengedarkan pandangannya ke segala arah.

Pemuda tampan tersebut dengan tiba-tiba berjongkok tepat di hadapan Sungmin, membuat mata Gadis tersebut nampak terbelalak kaget.

" K-kau ? Apa yang- kau lakukan ? "

Sungmin mulai merasa kalut melihat hal itu.

" Sungmin-ssi, Kau mau menjadi kekasihku ? "

DEG

Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya cukup lama, wajahnya nampak bingung saat itu.

" Aku tahu aku begitu lancang, tapi aku benar-benar tak bisa menerima penolakan, Jadi kuharap kau mau menerimaku, Honey.. "

Oh God! Watak asli seorang Kyuhyun yang evil keluar seketika, membuat Sungmin merasa merinding namun juga merasakan kalau jantungnya tengah berdebar-debar tanpa sebab.

" Bagaimana ? " Tanya Kyuhyun dengan seringainya.

Gadis yang masih berstatus siswi SMA tersebut cukup lama terpaku, pikirannya entah kemana kini tengah melayang.

" I-ini, ini terlalu tiba-tiba.. " ujar Sungmin nyaris berbisik

Namun jangan salahkan Telinga Kyuhyun yang begitu tajam sehingga mampu mendengar gumaman nyaris tak terdengar tersebut.

" Hanya terima aku, dan aku akan membahagiakanmu. "

Kyuhyun meraih telapak tangan milik Sungmin dan menggenggamnya lembut.

" Apa kau serius denganku ? Aku benar-benar tak butuh pria yang hanya akan menyakitiku saja. "

Kyuhyun berdiri dari posisi berjongkoknya, matanya memandang Sungmin dengan pandangan penuh arti, berbeda dengan pandangan yang terkesan 'Selengek'an' seperti tadi.

" Kau bisa membenciku seumur hidup kalau aku menyakitimu, Min. " Suara Kyuhyun terdengar tegas, dengan sorot mata yang dapat membuat Sungmin percaya begitu saja.

Gadis itu melemparkan sebuah senyuman manis kearah Kyuhyun.

" Ya, aku menerimamu. "

.

.

.

| 3 Tahun yang akan datang |

.

.

.

Sungmin berjalan dengan langkah santai dengan kedua tangannya yang tengah menenteng setumpukan buku-buku tebalnya yang isinya baru saja membuat kepala sungmin semerawut sehabis keluar dari salah satu Kelas Mata Kuliah Statistika yang dia pilih.

Langkahnya nampak lesuh dan berjalan terseok-seok menuju kearah sebuah Loker yang disinyalir miliknya tersebut, setidaknya dia harus menyimpan buku ini di dalam Loker terlebih dahulu.

Dahi Sungmin mengernyit tak enak saat melihat Loker miliknya nampak habis dibobol seseorang yang tentunya bukan dirinya.

Dengan langkah cepat Gadis itu menghampiri Lokernya dan segera membukanya, Matanya terbelalak kaget saat melihat isi Lokernya sudah penuh dengan sampah.

Sungmin mencengkram kuat pinggir Pintu loker tersebut, matanya memandang nanar kearah isi lokernya yang entah sudah seperti apa bentuknya saat itu.

Sungmin menuntun tangannya yang tadi memegang Pintu Loker menuju kearah dadanya, rasanya sesak sekali. Setetes airmata mulai berjatuhan dari kedua bola mata indahnya.

BRAKK

Sungmin memasukkan setumpukan buku itu dengan kasar ke dalam raknya, wajahnya berubah merah padam menahan emosi saat ini.

SRATTT

Dengan cepat dirinya mengambil sebuah bola bassball yang berada di Lokernya saat itu,

PRAK

Sekali lagi, suara keras itu nampak tak dapat terhindari, Pintu loker itu dibanting begitu saja oleh Sungmin.

Dengan langkah berapi-api, Sungmin mulai beringsut berjalan menuju suatu tempat, nampaknya instingnya tengah bekerja baik saat ini.

Sungmin menyeringai saat kedua orbsnya akhirnya menemukan sosok yang menjadi Tersangka baginya tersebut.

Nampak jelas seorang Pemuda Tampan tengah tertawa asik di tengah-tengah Mahasiswa-mahasiswa lainnya di kantin tersebut.

Sungmin makin mempererat genggaman tangannya pada Bola Bassball tersebut, Posisinya sudah berubah nampak siap akan segera melayangkan lemparan kearah Target Utama.

" Hana! "

Lengkingan suara Sungmin membuat sekeliling menjadi hening, tak terkecuali sosok yang menjadi Target utama.

" Dul! "

Pria Tampan itu mulai kalut melihat Sungmin, dengan seketika dia berdiri dari kursi dan bersiap untuk melarikan diri.

" Set! "

O'Ow!

Kau terlambat Kawan.

SHOOOOOOOOOOTTTTTTT

.

DUGHT

.

" Gotcha! " Teriak Sungmin senang.

Disamping itu, Pria yang baru saja mendapat lemparan bola yang cukup keras tersebut nampak meringis dan mengusap dahinya kesal.

Tatapannya mulai terarah kesal kearah Sungmin.

" APA-APAAN KAU HAHHH ? DASAR LABIL ?! " Suara milik pemuda tersebut tak kalah menggelegar disana.

.

.

" Aku ? Atau kau yang labil hehh ?! Kau pikir aku tak tahu kau yang membobol lokerku ?! " Kinipun Sungmin yang mulai berteriak.

Pemuda itu melotot tajam kearah Sungmin, Dipungutnyalah Bola yang membuatnya kesakitan tersebut, Matanya seketika langsung terpaku saat membaca sebuah tulisan di bola tersebut.

Wajah Emosinya seketika menghilang untuk beberapa saat ketika membaca Tulisan yang ada disana.

" Apa yang kau lihat ? "

Pemuda itu langsung tersadar saat suara Sungmin menginterupsinya. Kembali lagi dirinya menatap Sungmin seperti sebelumnya.

" Sepertinya bola ini sungguh berarti untukmu ya ? " Seringai Khasnya nampak jelas dari kedua sudut bibirnya.

Membuat Sungmin menggenggam kedua tangannya begitu erat.

" Kembalikan Bola itu, "

Pemuda itu tersenyum menang saat mendengar kalimat terakhir Sungmin.

" Tidak mau. "

" Apa maksudmu ? Kau mau mati hehh ? Berhentilah bersikap labil! "

Pemuda itu nampak mengecup permukaan Bola Bassball tersebut dengan ekspresi mendramatisir, membuat Sungmin meradang melihatnya.

" Tidak mau.. " Pemuda itu masih berkeras kepala.

.

SUINGGGGG

.

" CHO KYUHYUN! KEMBALIKAN BOLA ITU CEPAT! ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU! " Teriak Sungmin, dan nampaknya Sungmin juga telah mengorbankan sepatu yang tengah dia pakai untuk melempar pemuda Kurang Ajar tersebut.

.

Part 1

.

Sungmin merasakan nafasnya sudah terengah-engah menahan amarah, dadanya sudah kembang kempis akibat lonjakan emosi yang tak sempat dirinya bendung lagi tersebut.

" Kembalikan bola itu, Cho, " Ucap Sungmin dengan datar namun bernada horor tersebut.

Kyuhyun hanya menatap sosok itu dengan ekspresi tenangnya, dan jangan lupakan bola bassball yang tengah berada di genggamannya saat ini, lihatlah! Pemuda itu nampak tak menghiraukan kilatan tajam dari mata Sungmin saat ini, Kyuhyun hanya melempar-lempar Bola bassball tersebut dari tangan kanan miliknya menuju tangan kiri, dan begitulah untuk seterusnya.

" Sepertinya perkiraanku benar, bola ini begitu berarti untukmu ya? " Tanyanya lagi dengan seringai yang mengerikan.

Sungmin mendengus tak habis pikir dengan Pria yang ada di hadapannya ini.

" Wae? Masalah untukmu? Apa itu menjadi problem untukmu? " Tanya Sungmin sinis.

Kyuhyun menghentikan kegiatan melempar-lempar bola bassball tersebut dan berganti menatap Sungmin dengan ekspresi yang seketika berubah serius saat mendengar ucapan Sungmin tersebut.

Ekor mata pemuda itu melirik ke arah Bola bassball yang ada di tangannya tersebut, lebih tepatnya membaca sebuah tulisan disana.

Kyuhyun merasakan ada rasa yang aneh tengah membakar dadanya saat membaca tulisan itu.

" I Love You? Tsk, kalimat menjijikkan, " Desisnya tanpa sadar.

Membuat sosok Sungmin yang juga mendengar perkataannya makin meradang.

" Mwoya? Kau bilang apa? Menjijikkan? Atas dasar apa kau mengucapkan kalimat itu adalah kalimat yang menjijikkan?! "

Kyuhyun mendongak menatap sosok Sungmin.

" Siapa yang menulis kalimat konyol ini? Kau? Atau Kekasihmu? Atau juga Mantanmu? " Tanya Kyuhyun dengan ekspresi yang begitu menyebalkan.

Membuat Sungmin menepuk-nepuk dadanya sendiri, berharap diberi kesabaran dari yang di atas.

" Bukan urusanmu, Cho. "

" Memang bukan urusanku, Ini kukembalikan padamu. "

Kyuhyun melempar bola tersebut ke arah Sungmin dan berhasil ditangkap dengan baik oleh gadis itu.

Setelah itu, Kyuhyun merundukkan tubuhnya sejenak dan mengambil sepatu yang dilempar oleh Sungmin ke arahnya tadi. Pemuda itu juga melempar sepatu tersebut ke arah Sungmin.

" Ya! Bisakah kau memberikannya dengan cara yang baik? Bukannya melemparnya seperti ini?! " Omel Sungmin.

" Aish! Kau bawel sekali, " gerutu Kyuhyun.

Dan Sungmin hanya bisa bengong mendengar perkataan Pemuda tersebut,

Kyuhyun pun segera membalikkan tubuhnya dari arah Sungmin dan bermaksud untuk beranjak pergi, namun tiba-tiba pria itu berhenti sejenak dan sedikit menoleh ke arah Sungmin.

" Hmm, untuk lokermu, aku mengaku itu ulahku, jadi, kau tenang saja, nanti ada orang yang akan membersihkannya. " Ucap Kyuhyun dengan nada pelannya.

Sungmin hanya menatap sosok itu dengan ekspresi sendunya. Nampak jelas guratan kesedihan yang mendalam dari matanya.

" Ne, aku pegang kata-katamu Cho. "

Kyuhyun kembali meluruskan pandangannya dari arah Sungmin, sedikit terdiam karna memikirkan suatu hal.

Dan pada akhirnya Pemuda itu pun benar-benar pergi meninggalkan kantin tersebut.

" Tsk, Siapa pria yang menulis kalimat menjijikkan itu di bola Sungmin? Membuat kesal saja. " Gerutunya seraya berjalan pergi.

.

Sungmin meremas kedua telapak tangannya amat gugup saat ini, hari ini saatnya pengambilan nilai lari dengan batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Sungmin menggigit bibir bawahnya frustasi, karena sesungguhnya dirinya tidak sama sekali menguasi pelajaran Olahraga, apalagi Lari! Oh Tuhan!

" Ayo semuanya cepat mengambil posisi! " Interupsi sang Guru olahraga

Membuat Sungmin tambah menampakkan ekspresi menyedihkannya, dengan langkah gontai gadis itu segera mengambil salah satu posisi pada deretan siswi lainnya.

" Aish! Bagaimana ini? Masa iya aku harus menanggung malu lagi berakhir di urutan terakhir? Aish jinja! " Gerutunya pelan.

Sungmin memegang kepalanya begitu frustasi, membuat seseorang yang berada disana tersenyum memandangi tingkah Kekasihnya tersebut.

Sosok itu memandangi Sungmin dengan pandangan penuh kasih sayang.

" LEE SUNGMIN! HWAITING! CHO KYUHYUN SELALU MENDUKUNGMU! SARANGHAEEEE! "

Sungmin langsung menoleh ke arah sumber suara dan membelalakkan matanya shock saat mendapati Kyuhyun yang tengah duduk di bangku yang berada di pinggir lapangan.

Sungmin tersenyum saat dirinya bertukar pandang dengan Kyuhyun, keduanya mengabaikan pandangan aneh dari orang-orang yang berada di sekeliling tempat itu ketika menatap mereka berdua.

" Gomawo Kyuhyun-ah! " Teriak Sungmin dari arah lapangan.

Kyuhyun tersenyum senang mendengar balasan dari Sungmin atas teriakannya barusan,

" Chagia, Hwaiting! " Ucap Kyuhyun kembali,

Dan Sungmin hanya tersenyum manis untuk membalas ucapan Kyuhyun padanya tersebut.

Ada-ada saja, kenapa Kyuhyun bisa ada di luar kelasnya seperti ini? Batin Sungmin.

" Baiklah! Semuanya kembali fokus! Dan kau bocah! Cho Kyuhyun! Kembali ke kelasmu! " Perintah sang Guru Olahraga saat itu,

Kyuhyun menekuk wajahnya masam saat mendengar ocehan Guru tersebut,

" Tapi di kelasku tidak ada Guru Seongsaengnim, "

" Pokoknya kembali ke kelasmu cepat! "

Dan pada akhirnya Kyuhyun pun bergerak menjauhi area lapangan saat itu,

Sungmin memandangi sosok Kyuhyun yang semakin menjauh tersebut dengan pandangan sedih.

" Ara! Ara! Semuanya bersiap, cepat ambil posisi untuk segera memulai lari, "

Guru itu sudah berada di pinggir lapangan, siapa untuk memberikan aba-aba.

" Siap! Sedia! Yak! "

PRITTTT

Suara peluit sudah berbunyi dan para siswi sudah mulai berlari, Sungmin mengutuk dirinya sendiri saat ini, baru saja dimulai, tapi kenapa posisinya sudah ada di akhir begini?

" Aishhh! Jinjaaaa! "

Sungmin pun menambah tempo kecepatannya, walau itu sama sekali tidak bisa dibilang menambah kecepatannya.

BRUKKK

" Aww! "

Bunyi gedebuk tersebut tak bisa dihindarkan, Sungmin terjatuh ke lantai dan itu cukup bisa mengakibatkan lututnya terluka.

" Aishh! Lee Sungmin Pabo! " gerutunya.

Sungmin hanya menatap nelangsa ke arah teman-temannya yang masih nampak melanjutkan larinya walau dirinya ini sedang terjatuh seperti ini.

" Ya Ya Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau kembali lagi! Bukankah sudah kusuruh kembali ke kelasmu! Ya! Cho Kyuhyun! "

Sungmin menoleh ke arah suara gaduh tersebut, bukankah itu suara Gurunya? Pak Hwang?

" E-Eh? K-Kyuhyun-ah? Kenapa kau? "

Sungmin langsung terkesiap saat ada seseorang yang tiba-tiba mengangkat tubuhnya, dan itu nyatanya adalah Kyuhyun.

" Gwanchana? " Tanya Kyuhyun pada Sungmin saat sudah mengangkat tubuh Sungmin dengan Bridal Style.

" Ya! Cho Kyuhyun! Turunkan Sungmin! Apa-apaan kalian berdua ini? Kalau mau pacaran jangan di saat seperti ini? " Ocehan Pak Hwang kembali mengusik telinga Kyuhyun.

" Aishh! Kekasihku terjatuh Seongsaengnim! Kau lihat sendiri lututnya terluka, aku harus segera membawanya ke UKS! " Terang Kyuhyun.

" Ter-terluka? Benarkah? Oh Omo! Kalau seperti itu cepat bawa Pacarmu ke UKS! Kenapa kau malah diam saja seperti itu? Cepat! " Perintah Pak Hwang.

Dan Kyuhyun pun segera menyeret kakinya sembari membawa Sungmin menjauhi lapangan sekolah,

" Kyuhyun-ah, aku tidak apa-apa.. Aku masih bisa berjalan, lebih baik turunkan aku saja, Malu dilihat orang. " Ucap Sungmin berbisik.

" Ahniya, melihatmu berjalan dengan lutut yang terluka tidak akan membuatku baik-baik saja Min, jadi diamlah! " Tolak Kyuhyun atas ucapan Sungmin beberapa saat yang lalu tersebut.

Kyuhyun terus melangkahkan kakinya dengan cepat, sementara itu Sungmin memandangi wajah Kyuhyun dengan tersenyum.

" Gomawo, Saranghae Kyuhyun-ah, " Bisik Sungmin pada Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit memelankan langkahnya saat mendengar ucapan tersebut keluar dari mulut Sungmin.

" Nado, sudah kukatakan, aku akan membahagiakanmu kan? Nado Saranghae, " Balas Kyuhyun.

.

Kyuhyun menyandarkan punggungnya di dinding dengan ekspresi bad mood, pemuda itu nampak melamunkan sesuatu.

" Ya! Ini semua ulahmu kan? Kenapa kau malah menyuruh kami yang membereskannya? "

Kyuhyun tersadar dari lamunannya saat sebuah suara membuyarkan pikiran abstraknya beberapa saat yang lalu itu,

" Nanti akan kuberi hadiah, kalian tenang saja, pokoknya bersihkan dengan rapi, " Ujar Kyuhyun dengan entengnya,

" Dasar labil, untuk apa kau membobol lokernya dan memasukkan sampah kalau pada akhirnya akan dibersihkan juga? Mana menyuruh aku dan Kibum untuk membersihkannya pula, aishh! "

Kyuhyun berdecak kesal mendengar omelan kedua temannya itu,

" Cepat bersihkan saja Henry, dan kau Kim Kibum! Jangan banyak mengomel, Aishh! " Kesal Kyuhyun.

Sementara itu, Kibum dan Henry hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan miris,

" Kalau menyukainya kenapa membullynya? Dasar aneh. "

" Dia kebanyakan gengsi. "

Kyuhyun memejamkan matanya nampak menahan amarahnya mendengar ocehan kedua temannya ini.

" Ya! " Teriak Kyuhyun keras.

Dan teriakan itu pun sepertinya sanggup membuat Henry dan Kibum berhenti membicarakannya.

Melihat kedua orang itu yang nampak sudah diam, Kyuhyun kembali menyandarkan tubuhnya pada dinding dengan tangan yang terlipat di atas dada.

Wajahnya lagi-lagi nampak tengah memikirkan sesuatu dengan begitu keras.

" Hey kalian berdua! " Panggil Kyuhyun.

Kibum dan Henry pun serempak menoleh ke arah Kyuhyun.

" Hmm? "

" Wae? "

Kyuhyun mendongakkan wajahnya menatap Henry dan Kibum secara bergantian.

" Kalian lihat aku yang bertengkar dengan Sungmin di kantin tadi kan? "

Dahi Kibum maupun Henry mengernyit saat mendengar pertanyaan apa yang dilontarkan oleh Kyuhyun.

" Yes, So why? " Tanya Henry.

Kyuhyun berhenti menyenderkan tubuhnya pada dinding dan menegakkan tubuhnya dengan benar.

" Kalian juga dengar aku yang memperdebatkan masalah kalimat konyol yang terdapat di Bola Bassball milik gadis itu kan? "

" Ne, sebenarnya kau ini mau bertanya apa sih? " Ucap Kibum tak sabaran.

Ekspresi Kyuhyun pun kian berubah serius saja.

" Hmm itu, apa kalian.. Pernah mendengar Sungmin punya pacar? Atau dekat dengan pria lain? " Tanya Kyuhyun dengan ekspresi ingin tahunya.

" Tsk, dasar bocah! " Ledek Kibum.

" Kalau kau mau tahu, ya cari tahu sendiri, mana tahu kami masalah Sungmin? " Tukas Henry.

Kyuhyun sweatdrop mendengar ucapan dari kedua temannya itu.

" Kalian kira aku tidak punya urusan yang jauh lebih penting selain hal mencari info tentang Wanita itu? Jangan bercanda, masih banyak hal yang jauh lebih penting, " Tukas Kyuhyun mulai lagi dengan sikap 'Sok'nya.

" Itu sudah mengerti, kenapa kau malah menanyakan hal yang tidak penting seperti itu pada kami? " Tanya Kibum.

Kyuhyun memutar bola matanya berpikir,

" Aku kan hanya penasaran, habisnya.. " Kyuhyun nampak tak tahu melanjutkan kata-katanya.

" Habisnya? " Lanjut Henry.

" Aishh! Kalian menyebalkan! " kesal Kyuhyun dan pada akhirnya Pemuda itu pergi meninggalkan sosok Henry dan Kibum yang nampak menggeleng-gelengkan kepalanya maklum.

" Sudah jelas sekali dia menyukai Sungmin, kenapa masih saja tidak mengaku? "

" sudah kubilang sebelumnya, Gengsinya besar sekali. "

.

Kyuhyun melangkah dengan perasaan dongkol, apa yang dibicarakan oleh Henry dan Kibum? Dirinya ini menyukai Sungmin? Tsk, Konyol!

" Dasar sok tahu! " Kesalnya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ruangan musik, sepertinya hanya ruangan itu yang biasanya sepi, dirinya mesti menyendiri sepertinya.

Setelah berada di depan ruangan itu, Kyuhyun pun dengan segera meraih knop pintu, namun..

" Maaf, kalau aku lancang Sungmin-ah, aku tahu kau pasti kaget tiba-tiba aku mengajakmu berbicara berdua saja disini, hmm.. Sebelumnya aku akan memperkenalkan diri dahulu, namaku Choi Siwon, aku mahasiswa teknik, dan kurasa kau tidak pernah tahu itu. "

Kyuhyun urung memutar knop pintu saat mendengar sebuah pembicaraan saat itu.

" Ah ne, Mianhae aku tidak begitu tahu kau.. Salam kenal juga, ngomong-ngomong ada apa? "

Kyuhyun dengan segera menempelkan telinganya pada pintu, nalurinya begitu tertarik untuk menguping sepertinya.

" Aku, aku sudah lama menyukaimu.. Apa kau mau menjadi kekasihku? "

Kyuhyun menganga mendengarnya, KE-KA-SIH?

Kyuhyun merasa telapak tangannya sudah mengepal dengan sendirinya.

" Mianhae, aku tidak bisa menerimamu Siwon-ssi, Mianhaeyo.. "

Kyuhyun dengan cepat-cepat lari dari depan ruangan itu dan bersembunyi saat mendengar ada langkah kaki yang nampak berjalan menuju arah pintu,

Kyuhyun mengintip dari persembunyiannya, ternyata Sungmin yang keluar.

Setelah melihat sosok Sungmin yang sudah menghilang, dengan cepat pemuda itu masuk ke dalam ruangan Musik, dan ternyata pria bernama Choi Siwon itu masih ada di sana,

Siwon menoleh ke arah pintu saat merasa ada seseorang yang baru saja masuk.

" Kau? "

Kyuhyun hanya tersenyum sinis melihat respon Siwon saat melihatnya.

" Wae? Kau tahu siapa aku kan? "

Siwon mengangguk pelan,

" Siapa? Bisa jelaskan padaku? " Tanya Kyuhyun.

" Cho Kyuhyun, Mahasiswa fakultas Kedokteran, anak tunggal dari pemilik Rumah Sakit International Seoul dan juga menjadi Putra dari donatur terbesar di Universitas ini, aku benar kan? "

Kyuhyun mengangguk-angguk bangga akan dirinya sendiri saat mendengar penuturan Siwon tentang dirinya.

" Ternyata kau update juga kawan, Hmm.. Begini.. aku ingin bertanya sesuatu padamu, apa kau yang memberikan Sungmin bola Bassball dengan kalimat menjijikkan itu? " tanya Kyuhyun tiba-tiba menanyakan hal mengenai Bola Bassball itu lagi.

Siwon nampak bingung saat itu, apa maksudnya?

" Ahni, main bassball saja aku tidak tahu, bagaimana bisa punya bolanya? "

" Benarkah? Bukan kau orangnya? "

" Bukan aku, "

Kyuhyun mengelus-elus dagunya nampak berpikir.

" Benarkah bukan kau? Tapi kau sepertinya menyukai Sungmin? " Tanya Kyuhyun penuh selidik.

" Oh kalau masalah menyukai Sungmin, itu memang benar.. Aku menyukainya, sangat menyukainya.. "

" MWO?! "

Kyuhyun mulai merasa aura panas kembali menyelimutinya.

Moodnya untuk bertanya jadi hilang total mendengar jawaban tenang dari Siwon tersebut.

" Aishh, Jinjaaa! Kenapa kau bisa menyukai gadis seperti itu hehh? Benar-benar menyebalkan! "

Dan Kyuhyun pun langsung pergi keluar dari ruangan itu, menyisakan Siwon yang nampak menatapnya datar, ekspresi ramah yang beberapa saat lalu ditunjukkan pemuda itu mendadak sirna saat sosok Kyuhyun sudah menghilang dari balik pintu ruangan.

" Itu urusanku untuk menyukainya atau tidak, bukan urusanmu Cho Kyuhyun. "

.

Kyuhyun berjalan dengan langkah besarnya, entah kenapa dadanya terasa bergemuruh hebat saat ini, pikirannya sudah dipenuhi dengan bola Bassball yang entah darimana asalnya itu.

" Aku bisa mati penasaran kalau seperti ini, aku harus menanyakannya langsung, " Gumamnya sembari berjalan.

Langkah kakinya berhenti sejenak saat sudah sampai di salah satu ruangan kelas yang tentunya bukan ruangan kelasnya. Kyuhyun mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang, dan pada akhirnya mata hitamnya berhenti pada satu titik fokus.

Kyuhyun segera melangkah masuk menuju seseorang disana, dan tanpa pemanasan atau pun basa-basi lagi, pemuda bermarga Cho itu langsung menarik tangan sosok tersebut.

Sreeett

" Eh? Ya! Kau?! "

" Jangan banyak tanya Lee Sungmin, ikut saja. "

Dengan mengandalkan kekuatannya sebagai seorang laki-laki, Kyuhyun terus saja menarik tangan Sungmin ke suatu tempat, tak menghiraukan sosok Sungmin yang nampak mengomelinya.

" Ya! Kau mau membawaku kemana? Cepat lepas tanganku! " Sungmin terus saja berusaha melepaskan diri dari sosok Kyuhyun.

Kyuhyun nampak tak memperdulikan Sungmin yang tengah berteriak-teriak tersebut. Langkah kakinya terus saja melaju melangkah menuju suatu tempat.

SRATT

Kyuhyun melepaskan pegangannya pada lengan Sungmin saat sudah sampai di Aula yang saat itu nampak sepi. Mata kokohnya terlihat tengah menatap Sungmin yang masih nampak sibuk dengan pergelangan tangannya yang sedari tadi ditarik oleh Kyuhyun.

" Sebenarnya otakmu itu ada dimana? Dasar Sinting! " Umpat Sungmin begitu kesal.

Kyuhyun terlihat tak merespon umpatan yang terarah padanya tersebut, Pemuda itu hanya nampak melangkah maju mendekati sosok Sungmin yang berada di hadapannya.

Sungmin merasa ada hal yang aneh disini, langkah kakinya spontan melangkah mundur saat kyuhyun berjalan makin mendekat padanya.

Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya gugup saat melihat ekspresi Kyuhyun yang begitu serius terhadapnya itu.

" Y-ya! Mau apa kau? Jangan aneh-aneh Cho, kuperingatkan padamu. "

BRUGH

Sungmin tambah gugup saat merasa kalau punggungnya sudah mencium dinding, dirinya tak tahu harus bagaimana lagi saat ini, ditambah Kyuhyun yang nampak terus saja mendekat.

SRATT

Sungmin menahan nafasnya saat pemuda itu mengunci tubuhnya di dinding dengan menggunakan satu tangannya yang bertumpu pada dinding yang berada tepat di samping kepalanya.

Kyuhyun sedikit merundukkan wajahnya untuk mensejajarkan matanya dengan mata milik Sungmin.

" A-apa yang ingin kau lakukan? " tanya Sungmin gugup.

Gadis itu masih bisa berani untuk menatap Kyuhyun tepat pada matanya. Namun, hanya rasa sesak yang akhirnya dirinya rasakan ketika menatap pria itu lebih lama.

" Aku.. Aku entah kenapa rasanya begitu ingin menghajar seseorang saat ini, rasa penasaran yang kurasakan benar-benar membuatku serasa nyaris gila, " Kyuhyun akhirnya membuka suaranya.

Pemuda itu seketika mengepalkan telapak tangannya yang tengah bertumpu pada dinding saat melihat ekspresi Sungmin saat ini.

" Siapa orang itu? "

Sungmin mendongakkan wajahnya saat mendengar pertanyaan yang begitu ambigu itu melesak melalui telinganya.

" Orang? Apa maksudmu? " tanya Sungmin dingin.

" Jangan berlaga polos, bodoh, atau pun lugu di depanku, aku bertanya tentang tulisan yang ada di bola Bassball-mu, siapa yang.. Siapa yang menulis kalimat itu? "

Sungmin mencengkram ujung bajunya sendiri saat mendengar pertanyaan Kyuhyun,

" Aku tidak akan memberitahumu. "

Sungmin segera bergerak dan bermaksud pergi, tapi Kyuhyun lagi-lagi menahannya.

" Aku belum selesai, jangan pergi dulu, aku harus tahu orangnya, siapa yang menulis kalimat itu? cepat beritahu aku, aku bisa mati penasaran akan hal ini. "

Sungmin tersenyum miris mendengar ucapan Kyuhyun.

" Untuk apa aku memberitahumu siapa orangnya? lagipula kau tak akan mengerti. "

Sungmin segera mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauh dari tubuhnya dan berjalan menuju pintu keluar.

Kyuhyun menolehkan sedikit wajahnya ke arah Sungmin yang nampak akan beranjak pergi.

" Apa kau mencintai orang itu? Orang yang menulis kalimat itu? Kau mencintainya? "

Tubuh Sungmin menegang seketika saat pertanyaan tersebut kembali membuatnya mati kutu.

Gadis itu nampak meremas telapak tangannya kuat.

" Hanya beritahu aku akan hal itu, kalau kau tak mau menyebutkan namanya. "

Sungmin merasakan matanya memanas saat itu, seperti ada yang ingin segera keluar dari matanya.

" Ya. "

Kyuhyun langsung melebarkan matanya saat mendengar ucapan Sungmin, rasanya tubuhnya mendadak lemas seketika.

" Aku mencintainya, sangat malahan, dan sampai sekarang pun.. Aku tetap mencintainya. " Tukas Sungmin bernada final.

Gadis itu segera melangkah keluar dan meninggalkan sosok Kyuhyun yang masih nampak terpaku pada posisinya. Kyuhyun menghela nafas frustasinya saat itu, melirik kembali pintu Aula yang beberapa saat lalu dilalui Sungmin.

" Setelah mendengar jawabanmu, aku malah lebih ingin tahu siapa orangnya, " Gumam Kyuhyun.

.

.

.

Cont-

RnR please,