Konnichiwa ^_^

Special A fandom desu!

Pairing : Tsujii Ryuu X Finn

Genre : Romance only

Alert : ga tau deh,aneh pokoknya -_-

Disclaimer : Buah karya asli dari Minami Maki-sensei

Part 1 : look feminine

"Ryuu…..!"panggil cewek manis yang baru datang di rumah kaca milik kelas S.A

Ryuu segera menghampiri gadis itu,mengobrol sebentar,lalu keluar ruangan untuk mencari tempat yang cocok untuk mereka bisa makan siang.

"Enaknya,Ryuu….setiap hari bisa makan siang dengan Finn."ujar lelaki yang agak urakan dengan melipat kedua tangan di balik kepalanya.

"Bukannya Tadashi sendiri makan-makanan Akira-chan setiap hari?"Gadis berambut hitam panjang menyahut.

"Iya sih,tapi kalau yang buat cewek sangar kayak Akira…"Tadashi belum sempat melanjutkan,tapi hawa jahat menusuk sudah datang dari belakangnya "Geeeeh,firasatku jelek…."

"Tadashi….."Akira yang sudah berwajah galak nan kejam itu memelototi Tadashi yang sedang duduk di sofa.

"Gyaaaaaaaa!"

*piiiiiiiiiiiiiiiip*

(Author : karena ini hanyalah sebuah tulisan,silahkan kalian bayangkan sendiri adegan yang ada di atas ya ^.^v)

"Ini enak."kata Ryuu ketika mencicipi onigiri buatan Finn.

"Benarkah?syukurlah…pertama kalinya aku membuat ini sendiri."

"Buatanmu sendiri?"

"Ya,tadi ada pelajaran memasak,jadi aku minta ijin buat ini."

"mmmmm…"

Ryuu tak sengaja menatap tangan tangannya agak memerah seperti mungkin karena panas akibat mengepal nasi…

Ryuu memegangi tangan Finn, "Finn,tidak usah memaksakan dirimu."

Fin hanya menatap tangannya yang disentuh oleh tahu kalau Ryuu mengkhawatirkannya, "Tidak apa-apa,tidak apa-apa kok."katanya santai untuk mengurangi kecemasan Ryuu. "Aku kan sudah bilang,aku akan jadi feminine demi bersama Ryuu,aku akan melakukan apa saja kok."

"Jadi,Ryuu tidak usah cemas."

Senyum Finn hanya membuat Ryuu tidak suka kalau Finn terlalu memaksakan diri,tapi sepertinya Finn berusaha keras untuk mengubah dirinya.

"…baiklah kalau itu mau Finn…"

Ryuu melepaskan tangannya dari tangan terlihat di wajahnya sangat cemas,ia sendiri juga bingung ingin menghadapi Finn seperti ia memiliki sifat yang tegas,Ryuu sendiri bukan orang yang romantis.

Mungkin ia butuh pencerahan pada teman-temannya yang lain soal ini.

-00-

Ryuu duduk sambil meminum secangkir teh di kursi sofa yang terdapat di rumah mengamati Tadashi dan Akira yang mengobrol (bertengkar?).

Ia menganggap hubungan Akira dan Tadashi mungkin lebih mirip pasangan (dilihat dari sudut pandang Ryuu lho ==").Mungkin lebih baik seperti itu,daripada hubungan Ryuu dan Finn yang bisa dikatakan 'tidak jelas' atau terlalu 'memaksa'.Karena Ryuu sendii tak penah berbicara santai dengan Finn seperti itu.

"Ryuu!"

Ryuu yang dari tadi melamun tersada kembali ketika teriakan Tadashi masuk ke telinganya.

"Ada apa Ryuu?kau tidak enak badan?"Tanya Akira.

"Ah,aku tidak apa-apa kok."

"Jangan-jangan Ryuu keracunan makanannya Finn ya?"sebenarnya Tadashi berusaha bergurau,tapi itu tidak mempan karena Akira langsung memukulnya.

"Ada sesuatu Ryuu?mungkin kau bisa cerita."kata Akira.

Ryuu menggeleng dengan pelan "tidak kok,maaf sudah mencemaskanmu benar-benar tidak apa-apa."

Tentu saja Akira tidak bisa berhenti mencemaskan keadaan Ryuu.

"...o,ya,aku baru tadi aku tak melihat Kei."Tadashi mengubah topic pembicaraan,supaya Akira tak terlalu mengkahwatirkan Ryuu.

"Kei?tadi kayaknya dia di ada di toilet…eeeeh,lho….kok…tumben…."Akira sadar kalau sekarang Hikari tak sedang bersama Kei. "Hikari!"

Semudah itu,Akira bahagianya jika Hikari tak bersama pacarnya, -sampai Akira berlari menuju toilet untuk menyusul Hikari.

"Ryuu….ada masalah sama Finn ya?"Tanya Tadashi,ternyata ia sedikit khawatir dengan Ryuu.

"Eeeeh…"sebenarnya Ryuu ingin menyangkal,tapi mungkin jika ia sedikit bercerita,ia akan puas.

"Sebenarnya….."

Ryuu menceritakan semuanya sambil berjalan keluar rumah kaca dengan Tadashi.

"Jadi….kau merasa keberatan jika Finn melakukan itu?"

"Tidak….bukan keberatan sih…aku senang dia mau melakukannya,tapi….entah kenapa aku merasa ini agak terlalu ….aku juga bukan tipe orang yang romantis atau pun mudah bergaul…"

Tadashi memandang awan,lalu ia menurunkan kembali wajahnya. "Ngg…bagaimana ya….sebenarnya Finn juga berusaha untuk bisa berada di sisimu,menjadi apa yang kamu kau senang?"

"Entah….aku….senang…namun juga…aku ingin berada di dekatnya tidak tahu harus berbuat apa."

Tadashi menepuk bahu Ryuu. "Baiklah,yang kau butuhkan disini,kau harus 'lebih' lagi ….berikan sesuatu yang ia inginkan,lalu ajak kencan juga."

"Sepertinya setiap minggu aku kencan dengannya."

"Kemana?"

"Kebun binatang."

"…." *poker face*

"Dia yang mengajakku tak bisa menolak."

"Ajak ke tempat yang ia suka taman hiburan atau kemana gitu."

"Taman hiburan?"

Ryuu tak pernah berpikir untuk pergi kencan ke tempat yang Finn ini Finn tak pernah memberitahu tempat yang ingin ia tiap minggu ia tawarkan untuk pergi ke kebun binatang.

-00-

Sepulang sekolah.

Ryuu menuggu Finn yang baru keluar dari kelas di koridor.

"Finn."panggilnya.

" ,kok apa?"

"Ehmmmm,anu….hari minggu besok…."

"Ah,minggu besok!"Finn menyela perkataan Ryuu. "Kita ke Niigata Zoo park ada baby animal juga pasti suka."

"Bukan!bukan itu….."

"Eeeeh?"

"Itu…."Ryuu memberika tiket taman bermain. "Aku dapat tiket lebih,jadi…kita ke sana saja."

"Taman….bermain…?"

Ryuu mengangguk pelan.

"Bo…boleh sih…tapi Ryuu mau kan?"

"Te…tentu saja."

Finn melebarkan senyumannya "Baguslah kalau Ryuu kita ke taman bermain."

Ryuu senang ia agak kecewa dengan kalimat terakhir kenapa Finn terlalu mementingkan kesenangan Ryuu senang,Finn akan ikut senang.

Sepertinya,ini akan menjadi hal yang berat bagi Ryuu untuk bersikap seperti pacar Finn masih ingin berusaha menyenangkan Ryuu.

Apa ini semua akan berjalan lancar.

-Next chapter 2-

Finn banyak dikerubungi cowok-cowok ketika berada di taman bermain,gara-gara pakaian Finn yang bisa dibilang sangat lama Ryuu akhirnya semakin panas,cemburu karena Finn makin populer,dan Finn juga makin lama makin cantik.

Bagaimana Ryuu bisa 'lebih' bersikap seperti pacar Finn?

Chapter 2,don't miss it! (kayak promosi film aja -_-)