Chapter 2 :

Langkah kaki Ryuu terlihat sangat tidak terus berputar kesana kemari karena sedang menunggu Finn sejak sejam yang kali ia mengencangkan kerah kemejanya,lalu tak lupa juga ia merapikan rambutnya.

Jantungnya berdebar keras,ini tak ini bukan kencan pertamanya,tapi ia sangat gugup sampai mengulangi ucapan yang akan ia katakana waktu pertama bertemu Finn.

"Ryuu."Finn memanggil Ryuu dari itu mengagetkan Ryuu.

"Huwaa,kaget ,kau…."Saat Ryuu menoleh ke belakang,Ryuu sadar betapa manisnya baju one piece yang dikenakan Finn saat ini.

"Ryuu?"

"Eeeh,ehm…Fi…Finn…"wajah Ryuu memerah.

"Hm?ada apa Ryuu?kau terlihat aneh."

"Ng…Ti…tidak kok….anu…itu…."saking gugupnya,Ryuu tak bisa merangkai kata-kata yang tepat.

"Ryuu?kau benar-benar tidak apa-apa kan?

"I…iya,aku tidak apa-apa kok,sungguh."

Sial,kenapa Finn terlihat manis sekali sih,begitu pikir Ryuu.

"Ya sudah,kalau begitu kita masuk yuk!"

"O…oke."

Hati Ryuu masih berdebar-debar melihat Finn yang begitu cantik hari sama sekali tak matanya ingin melihat Finn terus.

"Ryuu,kita naik itu yuk!"Finn menunjuk ke roller Ryuu hanya mengangguk saja.

Setelah Ryuu dan Finn menaikki roller coaster,Ryuu mual dan pusing.

"Ya ampun, tidak tahu bahwa kau tidak kuat menaiki roller kau bilang dari awal."

"Maaf,aku sedikit….ueeeeek…"Ryuu memegangi mulutnya.

"T…Tunggu,sebentar….toilet…toilet…"Finn sibuk mencari-cari toilet. "Ah,disana!"

Finn segera menyeret Ryuu ke Ryuu masuh ke dalam Toilet,Finn mengatakan kalau ia akan membeli minuman dulu untuk Ryuu.

"Aaaah,sial…ueeeek…."Ryuu masih mual-mual di dalam toilet. "Setidaknya…aku tak boleh terlihat seperti ini di depan Finn…tapi….uuuuh…"Ryuu memegangi jidatnya sendiri.

Ryuu keluar dari yang menunggu di luar sedang menggenggam sebotol itu untuk Ryuu.

"Ryuu,kau tidak apa-apa?"

"Iya,aku baik-baik saja."

"Nih,mau minum?"Finn memberikan botol minuman itu pada Ryuu.

"Ah…"sebenarnya Ryuu tak ingin merepotkan Finn,tapi saat ini dia memang benar-benar butuh minum "Terima kasih…"

Beberapa teguk minuman sudah membuat Ryuu merasa lebih baik.

"Ryuu…kau….berusaha menyenangkanku?"

Ryuu langsung terdiam.

"Sebenarnya…bukan aku tidak suka sih,aku suka dengan wahana di taman bermain,tapi jika Ryuu seperti ini…aku jadi tidak suka…bukankah seharusnya kita bersenang-senang?"

Ryuu hanya tertegun,lalu ia berkata "aku rasa…selama ini kita hanya bermain di kebun binatang saja,jadi kupikir kamu jenuh…"

"Jenuh?aku?tentu saja juga suka melihat hewan-hewan jika itu membuatmu juga ikut-ikutan menjadi senang."

"…"Ryuu terdiam lagi.

Finn tak tahu lagi apa yang ingin ia katakana,tapi sepertinya Ryuu merasa bersalah.

Lalu Finn punya sebuah ide,lalu menyeret lengan Ryuu sambil setengah berlari.

"Eh,mau kemana?"

"Sudahlah,ikut saja."

Finn mengajaknya ke sebuah bianglala besar yang ada di taman bermain itu.

"EH,bianglala?"Ryuu bertanya-tanya.

"Pak,dua orang ya."kata Finn sambil menyerahkan uang ke petugas itu.

Ketika mereka berdua masuk dalam sebuah bilik,suasana sepi dan pun angkat bicara.

"Ryuu…aku sadar,kau berusaha untuk menurutmu kamu …bersamamu,kemanapun kamu pergi jika itu membuatmu senang,aku pun senang."

Finn memegangi tangan Ryuu dengan lembut "Jadi…Ryuu…aku menyukai Ryuu…apa adanya….Ryuu yang biasanya…yang….yang mencintai tak perlu jadi seperti ini."

Ryuu menunduk,kata-kata Finn ada benarnya. "Iya,kau benar,aku terlalu terpaku oleh kata-kata Tadashi dan yang lainnya…sejujurnya aku hanya ingin menjadi sedikit lebih romantis saja,seperti pasangan lainnya."

"…ro…romantis?"

Ryuu mengangguk.

Finn terdiam sejenak,lalu dia pun mendekatkan wajahnya ke Ryuu,lalu mencium pipi Ryuu.

"Eh?"Ryuu terkejut.

"Apa…itu bisa disebut romantis?"

Ryuu melihat sisi kewanitaan Finn yang begitu Finn yang sedikit malu-malu dan pipinya merah merona.

"Eh…itu…bukan ya…romantis bukan seperti itu ya…"kata Finn gugup.

Tiba-tiba wajah Ryuu mendekat pada Finn,memegangi pipinya,lalu bibir mereka berdua bersentuhan.

"Ryuu…."

"Finn,maaf,aku tak bisa mengendalikan diriku…."

"…..tak…apa…"wajah Finn mulai memerah.

Dan tiba-tiba pintu pun terbuka. "Terima kasih sudah menaikki wahana ini!"

"Eh…su…sudah selesai ya…."Finn dan Ryuu salah tingkah dan akhirnya segera pergi dari tempat itu.

Ketika berjalan,suasana terasa hangat seperti biasanya,Finn dan Ryuu kembali tertawa merasa lega dan senang karena itulah sisi dari Ryuu yang ia tak harus romantis,tapi lakukan seperti apa adanya adanya kamu dan apa adanya dia.

-the end-

Author's note

Maaf,saya hengkang lama sekali,sebenarnya saya terlalu sibuk dengan kegiatan di kampus saya. -_-a
oh,iya,aku masih bisa menerima kritik dan saran dari kalian lho,mohon di review ya

Dan juga bagi yang memiliki facebook silahkan add saya "Rulia Intan Sari" atau follow twitter saya di junearisa

Dan maaf karena endingnya memang terlalu cepat,karena akhir-akhir ini tidak ada inspirasi -_-a
jya,sampai bertemu lagi di fanfict saya yang selanjutnya ^_^