LAWANG SEWU AT 23.00 O'CLOCK. SHINIGAMI SHOW TIME!

disclaimer : om..pakde..TITE KUBOOOO...

perjalanan terakhir di Indo membuat kenangan buruk dan baik...*yang mana yang bener*

PART 3-THE LAST!


Kembali ke tenktop. Eniwei endeswei in the busway and the bray and the bror… ngebror2.*diem napa sih dasar author autis.!*

akhirnya berkat paksaan 'halus' Katsurai si cowok ganteng keturunan Jepang-Indo yang-ternyata-punya-sisi-kejam-bin-biadab-bin-jahanam, Ichigo cs bersama Edo-tentunya, sekarang sudah nangkring di depan pintu kokoh kusam nan nyeremin yang bikin siapa aja bisa terkencing-kencing dan kena rematik dadakan.

Lawang sewu dulunya digunakan sebagai kantor KA(baca=Kereta api bukan Kotak amal) pas jamannya para kompeni masih ngedeplok di Indo, tapi eh tapi malah dijadiin tempat penjara bagi warga sipil Indonesia yang dibantai abis-abisan-satu dua ama romusha sih waktu jaman Jepang ke sini, tapi para tentara Jepang udah kayak algojo berdarah dingin yang siap mencingcang-cincang siapapun tanpa pandang bulu-mau itu bulu kaki ato bulu ketek.

Dan di sinilah mereka menunjukkan wajah pucat pasi dan bersweardrop ria, terutama Edo yang kalo ga di pegang ama Katsu pasti udah lari tunggang langgang meninggalkan sohibnya itu dengan air mata bercucuran.

"nah~~ masuk yuk, ada penjaganya kok, ntar kita minta tour guide nya yang nganter berkeliling" sahut Katsu dengan tanpa dosa menjejakkan kakinya ke areal penuh hawa-hawa negatip di situ.

"psst, emangnya dia demen begini tiap hari?" bisik Ichigo pada Edo yang udah mengkeret nyempil di antara Renji dan Ichigo.

"ga sih, Ichigo.. Cuma kalo malem jumat aja dia kambuh… di laptopnya aja banyak poto2 penampakan..katanya dia paling suka ngeliatin kayak gitu ketimbang poto cewek ga pake baju, boro-boro ga pake, yang pake aja ga pernah dilirik…" jawab Edo agak pelan namun jelas.

"wuaaah dia benar-benar terganggu…"cletuk Ichigo.

"hoi… di sini lebih serem dari pada di Seireitei" bahkan Ikkaku yang Shinigami jempolan*sekalian aja Bisulan* ini berdecak-bukan kagum namun bergidik ngeri seperti orang kebelet kawin.

"iyaaa siihhh….. serem… bahkan kalo mau gue juga ogah ke sini, mana agak2 bau lagi…" sembur Renji celingukan.

"baunya emang apek, udah ratusan taon ga dihuni, ini masih suka bau-bau darah loo" sahut Katsu sambil mengutak-atik kameranya dan langsung membidik seluruh ruangan yang horror bangeettt….

Pukul 22.00 suasana makin serem aja, bahkan Edo sudah nangis-nangis memohon sembah pada Katsu untuk dipulangkan ke kostannya.

"ga mau, kalo ga ada kamu tuh ga seru, terus aku mau moto ruangan kosong doang? Kamu bisa jadi modelnya kan?" tepis Katsu dengan nada sensinya.

"bukan itu masalahnya dasar AUTIS, kalo suruh milih gue mending lo pulangin aja,, masiha da Ichi en kawan2nya kan? Koe meh mateni aku ke 9 kalinya?" cecar Edo sambil menahan gemetarnya.

"kalo mau pulang kamu balik sono sendiri…" jawab Katsu cuek.

Edo terdiam, dia benar-benar pengen pulang, tapi bukan berarti dia dengan sukarela berjalan sendiri di tengah kegelapan , sekarang yang bahkan lagi rame2 aja dia udah mlempem, apalagi suruh sendiri bisa2 dia dapet fans dari alam goib yang ngikutin ampe ke rumah.

"Waaah ruangan apa ini? Nyeremin banget?" Tanya Yumichika.

"ruangan aula, di sini banyak orang yang dibantai oleh Jepang… yaah Negara kita dulu suka diinjek-injek siih" Katsu kembali membidik dengan hati-hati.

Tiba-tiba ketika Ichigo dan Edo tengah mengamati sekeliling… sesosok bayangan item lewat dengan jelasnya di depan lensa mata mereka.

"GYAAAAAAA! DEMIITTT!"seru Edo menarik kerah baju Ichigo dan sontak membuat Ichigo menghantamkan tinju rambonya ke muka Edo hingga Edo terkapar.

"DASAR ORANG SARAP! TERIAK SI BOLEH AJA TAPI GA USAH AMPE NYEKEK ORANG JUGA KALEE! KALO GUE MATI LU MAU GUE GENTAYANGIN!?" seru Ichigo dengan nada superheronya yang membuat ketiga temannya hanya sweatdrop.

"Edddoooo, Ichiiii, Yumiii, bisa kalian berpose di sana? Aku mau ambil gambar kalian!?" pinta Katsu dengan nada-maniiiissss banget.

"GA MAAAUUU!"

"APA MAKSUDMU!?"

"OGAAAAH!"

"CEPET…!" *Katsu Devil-black-aura-mode on*.

"Hai…."*mengkeret tingkat akerat*

setelah adegan penindasan itu, ketiga orang di depan lensa Katsu lalu berpose kaku, sedangkan Edo memper-memper ke Ichigo kayak lintah darat.

"oke siip! Kita pindah lokasi" seru Katsu melenggang pergi.

"dia ternyata lebih mengerikan dari Hollow dan Menos" kata Yumichika berterus terang.

"dia orang sarap" komentar Renji.

"DIA PSIKOPAAAT!" seru Edo lantang bak pasukan siap tempur.

Tanpa babibu, kelima orang yang tengah kebingungan menghadapi gelagat Katsu itu hanya cengo melihat sekeliling mereka. Bahkan para shinigami-yang-pemberani-dan-tidak-takut-roh- itu sekarang diam-diam ingin ngibrit sekencang mungkin meninggalkan tempat ini.

"apa semua tempat di Negara Indonesia itu kayak gini?" Tanya Ichigo pada Edo yang sudah banjir air mata.

"ga juga sih… banyak yang bagus…tapi lebih banyak lagi yang nyeremin… jangan Tanya bagaimana orang2nya kalo itu… sebagian besar mirip Katsu semua" jawab Edo lirih.

"apa? Semuanya pada ga takut hantu?!" cletuk Ikkaku. "Bukan. Tapi semuanya hampir agak-agak psikopat… eh ga semuanya sih, soalnya jaman makin tambah edan…".

Tak disangka arloji di tangan Ichigo menunjukkan pukul 23.00.

"oi Katsu udah malem, pulang yuuk!" seru Ichigo.

"oh…kalo gitu kita ke bawah aja…" jawab Katsu ga nyambung.

"WOII BUDEG! DENGERIN ORANG KALO NGOMONG DASAR BABI!" seru Ichigo naik darah.

"hehehehe… lebih baik kalian siap-siap deh" cletuk Katsu.

"apa?"

semuanya kembali cengo.

"di belakang kalian tuh banyak yang mau dipoto juga" sahut Katsu.

Sontak kelimanya membalikkan pandangan mereka. Sekumpulan 'hantu' yang wujudnya bahkan 180 derajat berbeda dari roh di dunia para Shinigami kita ini membuat keempatnya hanya terbelalak ria.

"ne..ne.. I..Ichii..goo….." panggil Renji.

"na..na..nani?"

"kayaknya…..ini…bukan saatnya mengirim mereka ke rukongai…dehh…" jawab Renji gelagapan.

"me..mereka..ga bisa…di potong…pake zanpakuto..taooo!" seru Yumichika sudah berkeringat dingin-panas-adem-anget-nano-nano.

Di belakang mereka sudah bertengger sosok2 aneh, mulai dari kunti, pocong, tuyul, genderuwo, hantu tanpa kepala, potongan tubuh manusia, sampe-sampe ada pocong pake batik ama kunti yang kayaknya salah pake alas kaki, dia pake High heels setinggi 10 cm*busseet?!*

"GYAAAAAAAAAAAAA!"

dengan jeritan imut(?) Edo membuat semuanya kalang kabut dan dengan terpaksa, Ikkaku menyeret katsu yang dengan santainya masih tetap memoto.

"oiiii mana jalan keluarnyaaa!?" seru Ikkaku.

"ga tau, kalo ga salah kana rah sebaliknya" jawab Katsu.

"BEGOOOOOO!"

hardik keempat Shinigami itu, sedangkan Edo sudah pingsang ke dunia lain dengan tenang bergoyang-goyang di tangan Ichigo,

"hei kucrut banguuun! Bukan saatnya untuk tiduuurrr! Eh pIngsaaan!" seru Ichigo tetap berlari.

"kayaknya kita bakal nyasar" jawab Katsu,

"BERIIISSIIIIIIK!" kembali keempatnya menghardik si cowok ganteng blasteran tak berdosa itu(eh dia tu udah banyak dosa).

Setelah berkeliling kayak orang gila akhirnya mereka menemukan jalan keluar dengan napas Senen kamis, hampir aja Ichigo cs kena asma mendadak, karena ga dalam wujud Shinigami mereka ga bisa pake shunpo.

"hah,..hoh..hoh…aje gileee hantu di sini nyeremin banget… sekeren apapun mental gue sebage Shinigami udah ah nyerah aja…!" gerutu Renji sambil membungkuk.

"iya sama, streesss! Tempat apa ini!?" seru Ikkaku sampe kepalanya tambah kinclong.

"weeewww ini anak masih pingsan aja, oi bangun!" *PLAAAAK!*

Sebuah tamparan burik dari tangan Ichigo mampir ke wajah Edo.

"GYAAAAA… SEKARANG ADA DEMIT BOTAAAK!" seru Edo. Sebelum Ikkaku mengiris-iris Edo, Yumichika menenangkan sahabat seperjuangannya itu.

"masih ada tempat lain ga yaaa?" Tanya Katsu sambil ngacir dari samping Renji.

"PULAAANGGGG!"

Keempat temannya menarik baju Katsu dengan gemuruh komat-kamit hardikan di mulut masing-masing. Kalo Edo tetep diem kayak kacung di tangan Ichigo.

Esoknya…

Siang ini Katsu ada kuliah pagi, jadi Ichigo dan kawan-kawannya bisa tidur sampe siang. Maklum perjalanan kemaren hampir merenggut roh Edo yang ngakunya udah liat pemandangan alam laen, membuat Ichigo cs bergidik ngeri kalo mereka sampe dikenai tuduhan membunuh warga sipil.

"HOI BANGUN DASAR WEDUS…! MOLOR SAK KAREP JIDAT WAE NING OMAH WONG LIYO…!" *PLAKK!*

sebuah sandal Swallow mendarat di wajah keempat shinigami yang masih di alam mimpi mereka masing-masing.

"sakiiiit! Ngapain sih pake acara nabok2 segala? Ga cukup buat kita semua hampir ngubur lu di tanah?" cecar Renji memasang tampang 'garang bin goreng'.

"bodo, cepet kalian ganti baju, ambil baju item2 kalian dan kita pergi" jelas Katsu dengan tampang 'nyebelin'.

"mau ngapain?" Tanya Ichigo.

"NGANTER LU PAKE TIKI…" jawab Katsu.

Semuanya cengo, mereka ga tau kalau Tiki yang dimaksud Katsu adalah layanan antar barang ekspres lewat pos.

" lho, Ed? Udah baekan?" sapa Ichigo.

"pagiii , iya udah baek, minum bodrex lima jadinya sehat!" seru Edo riang.

"kamu ga kena OD do?" Tanya Katsu melongo.

"ah biasa aja, kemaren minum paramex 10 biji aja ga apa-apa tuh? Mang ada apa?" Tanya Edo balik.

"UWAAA DUA ORANG INI MENGERIKAN, YANG SATU CALON PSIKOPAT, YANG SATU CALON BANDAR NARKOBAAA" (sejak kapan Bleach tao narkoba?) batin Ichigo cs dengan hermannya*Heran tao! Dasar author ga mutu*

"kalian mau diajak kemana?" Tanya Edo kemudian sambil jalan bersama Katsu.

"entah katanya mau dianter pake TIKI?" jawab Ikkaku ringan.

"HAAAAAAHHH! TIKI!?" seru Edo.

"emang Tiki tuh apa?" Tanya Yumichika kemudian.

"TIKI itu…*DUUUKKK!* satu homerun sikut berhasil membuat Edo sekarat.

"EDOOOO!"

"udah ah, jangan banyak cingcong, cepetan jalannya dasar bekicot..!" hardik Katsu.

Yaampun cowok ini suka banget ngehardik orang tak berdosa sekalipun.

"apa sih dasar ga tau malu…. Sekali-kali hardik dirimu sendiri" protes Renji.

"aku kan AIDS.." jawab Katsu

. "APA LU KENA APA TADI? AIDS?! YA TUHAN KATSUUU!" seru Edo sok Melow.

"AIDS mata lu soek, AIDS itu ada kepanjangannya, 'ANAK IMUT DENGAN SEJUTA PESONAAA..~~" jawab Katsu dengan menyapu poninya yang kayak gorden buluk itu.

Semuanya hening.

"JANGAN MAKSA DEHH…." Cetus Ichigo cs bersama Edo.

Lalu setelah membeli beberapa barang-lumpia, Bandeng-bahkan ada tahu bakso yang masing-masing lima bungkus itu Katsu menggiring Ichigo*kayak bebek* ke tempat yang tak asing buat mereka, ya Lawang Sewu lagi.

"kenapa ke sini lagi?!" seru Edo.

"kan aku sudah bilang mau nganterin…" jawab Katsu.

"YA TAPI GA KE SINI JUGA KAAAAN!? MANG MAU NGANTERIN SIAPA?JIN BOTOL!?" seru Edo kembali dengan vibrasi hampir memecahkan gendang telinga Katsu.

Tanpa banyak bicara, keenamnya sudah sampai ke sebuah gudang aer nan pengap, di sana terdapat sebuah pintu yang ga keliatan ujungnya.

"…jadi…kami suruh apa lagi? Berenang di sini?" Tanya Yumichika.

"nih, bawa tuh buat oleh-oleh, cepet masuk ke sana en jangan balik lagi..!" perintah Katsu.

"HAAAAAAAHHHH!?" kini semuanya benar-benar terkejut.

"memangnya kenapa?" pertanyaan bodoh dari Renji.

"kalian mau pulang ga? Ato mau nginep di kostan gue lagi? Udah sono pulang… kapan-kapan dateng lagi..gue uda Tanya ama eyang gue kalo kalian bisa pulang kalo lewat dari sini…" jelas Katsu.

"kami bisa pulang?" Tanya Ichigo tak percaya.

"jelaslah… mau di Indonesia terus?" Katsu menaikkan satu alisnya.

"ARIGATOOU KATSU SANNN!" seru keempatnya sambil membungkukkan badan.

"jaga dirimu! Dan Edo.. jangan penakut lagi!" seru Ichigo.

"BERISIK LU"

"iya iya… jaga diri juga kalian.. dan hati-hati!"

"JAAA NAAA!" mereka berempat ditelan oleh kegelapan dan tak akan kembali lagi keculai waktu yang akan menentukannya.

"mereka orang baik lhoo.." Edo tersenyum.

"iya…orang yang baik..dan aneh… ngomong-ngomong mau hunting sekalian ah..udah cape ke sini ga dapet hasil" sahut katsu yang langsung membuat Edo tercekat.

"KAMPREEEEEETTT! WEDUUS! KEBOO! KUCRUTT! AYOO PULAAAANGGG! DASAR PSIKOPAT!"

sekarang bentakan Edo mempan dan dirinya langsung ngacir sambil menyunggi Katsu di atas kepalanya dan ngibrit ngalor ngidul ampe kejedot tembok.

Di Seireitei…

"sudah lama ga kembali… ayo kita harus serahkan kodok ini…" jawab Ichigo. "rindu dehhh… dapet oleh-oleh aneh…tapi sapa tau berguna" cletuk Renji.

Lalu….

"Kalian ini cepat sekali yaa.. baru saja disuruh beberapa jam lalu 5 jam sudah kembali..padahal biasanya molor hingga besok" puji Genryuusai. Semuanya melongo…

Mereka sudah 5 hari di Indonesia tapi di Seireitei hanya 5 jam mereka pergi, penyesalan tertumpu di hati mereka, kenapa mereka ga menghabiskan 2 minggu di Negara itu agar Genryuusai lupa akan misinya.

"TAU BEGINI MENDING GA USAH PULANG..!" kutuk mereka dalam hati.


akhirnyaaaaa..akhirnyaaa...selesaaaai!

yaampun hampir aja Yuzu melow sendiriii...

makasi buat para riders..n para repiewers...

Yuzu senang atas repiew2 kaliaaann...

selanjutnya..silakan di bacaaaa...! :D