CHAPTER 2!

Genre : fantasy, drama.

rate : K

Main couple : KangTeuk

other couples : KyuMin, ZhouRy, EunHae, YeWook, SiBum, HanChul.

Don't like, don't read~ ^^

Warning! Typos everywhere, gajeness, weird language, and etc!

CAST

Main cast :

Kangin : The Vampire Prince

Leeteuk : The Dracula Prince

Zhoumi & Henry : human artist who just got trapped in the Bermuda triangle

Siwon : personal guardian of the vampire prince

Heechul : personal guardian of the Dracula prince

Eunhyuk & Donghae : the greatest twin vampire soldier

Lee Soo Man : The king

Shindong : prime minister of human civilization

Other cast :

Yesung : a young vampire soldier

Ryeowook : the great human singer

Kyuhyun : the evil dracula soldier

Sungmin : the human of beautiful face

Hankyung : the Chinese Dracula

Kibum : the vampire soldier who likes to travel the human world

HAPPY READING!

Seorang namja tampan sedang berdiri di atap sebuah bangunan megah . namja dengan mata unik dan alis mata agak tebal. Ditatapnya seorang namja lain, yg sedang berjalan memasuki bangunan tersebut sambil didampingi pengawal pribadi-nya.

"tuan, para tetinggi 'dracula' sudah menunggu," ucap namja cantik yang sedari tadi berada disebelah namja tampan tersebut. Namja tampan itu menoleh dan memperlihat senyumannya. Lesung pipinya pun terlihat jelas dari pipi sebelah kirinya.

"ayo pergi."

Mereka berduapun diselimuti asap hitam dan menghilang.

.

.

.

.

Namja tampan-sang pangeran- menatapi atap bangunan yg akan ia masuki. Dilihatnya segumpal asap hitam diatas bangunan tersebut,

"…hyung." Ucap namja tersebut.

"ada apa, pangeran….?" Tanya pengawal pribadinya, yg ia panggil 'Siwon' itu.

"….tidak ada. Ayo." Jawab sang pangeran.

Merekapun masuk bangunan tersebut. Bangunan yang disebut 'rumah sakit' itu tidak terlalu ramai karena hanya dugunakan untuk para bangsawan dan anggota kerajaan.

Ya, ini adalah kerajaan 'the devil's triangle'. Kerajaan yang mempunyai 3 jenis penghuni. Vampire, Dracula, dan… satu lagi, manusia. Manusia 'special' yang tak sengaja memasuki wilayah segitiga Bermuda, menusia yang 'selamat'.

"ah…. Annyeong hasseyo, Siwon-ssi." Sapa seorang suster yang sedang bertugas.

"annyeong. Pangeran Kangin akan menjenguk namja yang kemarin kubawa kesini." Jawab siwon. Para suster mengangguk meng-iyakan perkataan Siwon. Suster itupun mengecek daftar-daftar nama pasien.

Semua orang yang ada di rumah sakit membungkuk sebagai tanda penghormatan kepada 'sang pangeran' yang tengah berada disana. Sang pangeran menjawab semua penghormatan orang-orang dengan sebuah senyuman. Matanya pun berubah sipit, membuat seluruh suster dan wanita yang berada disana 'geregetan' melihat wajah tampan sang pangeran Kangin.

"sebelah sini." Ajak suster tadi.

"kajja, Siwon-ah."

.

.

.

.

"…..ngh… Mochi-ah…. Mo..chi.." desah seorang Zhoumi yang sedang terbarng di sebuah ranjang ruangan luas. Namja tersebut menggeliat sambil terus memanggil nama yang sama.

"mocha-ah!" teriaknya setelah itu.

Ia tiba-tiba terbangun seperti baru mengalami mimpi buruk. Matanya membulat. Keringatnya mulai bercucuran. Sejenak dia terdiam.

"hah…. Hah…" Zhoumi menggerakkan kepalanya. Ia melihat sekitarnya.

"ini…. Dimana…?"

CKLEK.

Pintu kamarnya terbuka. Dia melihat dua namja yang masuk ke ruangannya. Salah satu terlihat familiar.

"kau sudah bangun," ucap namja itu yang tak lain adalah pangeran Kangin.

"kau boleh keluar" ucap siwon kepada sang suster. Sang suster pun keluar dari ruangan dan menutup pintu kamar.

Zhoumi menatap horror kedua namja yang ad didepannya. Apa ia diculik? Tidak, kalau diculik, mana mungkin ia diberikan fasilitas semewah ini. Pikirnya. "….siapa… kalian?" tanyanya was was. "….MO-MOCHI-AH!" ia tiba-tiba berteriak menyebut nama seseorang yg tiba-tiba terlewat pikirannya.

"tenang, kau aman disini." Ucap Kangin menenangkan Zhoumi. Dia berjalan menuju Zhoumi.

"mana mochi…." Ucap Zhoumi dengan wajah khawatir. Dia meremas selimut dan menundukkan kepalanya.

Kangin tak menjawab apapun. "aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepadamu. Setelah itu, kau bisa menanyakan apapun kepadaku." Ia duduk di kursi yang berada disebelah kasur.

"…." Zhoumi tak menjawab apapun. Dia hanya melihat kangin dengan mata penuh kekhawatiran.

"kenapa kau melewati daerah ini? Kau tahu, kan, wilayah ini adalah segitiga Bermuda?" Kangin melontarkan pertanyaan pertama pada Zhoumi.

"….mana kutahu… pilot pesawatku yang membawa pesawat. Dia yang biasanya membawa kami terbang ke Negara lain, aku tak tahu alasannya mengapa ia membawa kami ke segitiga Bermuda…" jawab Zhoumi tanpa menatap kangin.

"….." kangin sedikit berpikir. Ia menggigit bibirnya. "apa ada yang aneh saat sebelum kejadian?" tanyanya lagi.

"…" Zhoumi menjelajahi isi otaknya. "ada… seorang pegawai yang aneh.. dia sangat misterius… saat kami mendekati segitiga Bermuda, pegawai itu tiba-tiba muncul dan mengatakan 'kita akan memasuki wilayah itu, bersiaplah'. Aku tak mengerti maksudnya, tapi….. kurasa, dia dalang dibalik semua ini.."

Kangin sedikit membulatkan matanya. Lalu matanya beralih memandang siwon seakan 'mengirim' kode kepada pengawalnya itu. "lalu…..?" kangin bertanya lagi.

"…dia sempat menyebutkan namanya… uhhh…. Siapa…. Ah, dia bilang namanya 'Cho Kyuhyun'!" Zhoumi mengangkat kepalanya dan memandang kedua namja yang sedang meng-introgasinyaanya.

Kali ini kedua namja itu benar-benar kaget. Kangin menyandarkan pundaknya, lalu menopang kepalanya dengan tangannya. "….jadi begitu….." bisiknya.

"sudah cukup? Sekarang biarkan aku bertanya! Dimana moch—Henry!?" Tanya Zhoumi dengan nada yang agak tinggi.

"namja yang ikut bersamamu tiba-tiba menghilang sesaat sebelum kami menghampirinya untuk memberi pertolongan." Jelas siwon, ia lalu mendekati Zhoumi.

"MWORAGO!?" Zhoumi mengangkat kepalanya lagi dan membulatkan matanya. "dia menghilang?! apa maksudmu, eoh!?" teriaknya.

"kami berasumsi.. dia diculik….." lanjut siwon. Dia mengepalkan tangannya. Seolah merasa bersalah kepada Zhoumi.

"…a..aniya….". zhoumi menundukkan kepalanya lagi. Mukanya memerah. Tangannya kembali meremas selimut, sampai-sampai urat tangannya kelihatan.

"mianhae…. Tapi kami tahu siapa pelakunya." Perkataan Kangin membuat Zhoumi kaget.

"nuguya?!" tanyanya keras.

"The Dracula."

Jawaban simple. Namun zhoumi tak dapat mencerna maksud dari jawaban Kangin. Dracula? Maksudnya drakula yang ada di dongeng-dongeng itu? Pikir zhoumi.

"ya! Apa maksudmu….."

Kangin beranjak dari kursinya dan mulai berjalan menjauhi Zhoumi menuju pintu. Siwon mengikuti pangerannya.

"ya! Apa maksudmu!? Kau kira ini dongeng, eoh!? " Zhoumi tampak mulai kesal karena Kangin tak kunjung menjelaskan maksudnya.

"ini bukan dongeng, ini nyata. Kau telah memasuki segitiga Bermuda, jadi kau akan mengetauhi 'kebenaran', tunggulah." Hanya itu penjelasan Kangin. Ia lalu membuka pintu kamar.

Zhoumi yang daritadi menganga tambah tercengang saat melihat bola mata namja bertubuh kekar itu. Seolah tak mempercayai apa yang ia lihat, dia tak sempat mengedipkan matanya.

"….matanya….. merah…?"

BLAM

.

.

.

.

.

.

"Kangin-ah, coba kau lihat pulau itu!"

"ne, hyung. Pulau 'humans' kan?"

"kata appa, disana penghuninya manusia semua."

"aku tak pernah kesana… tapi, menurutku itu benar. Appa yang bilang sih.."

"jinjja? Suatu hari kita kesana, ne?"

"ya, hyung, apa nanti kita tak dibilang orang ane sama manusia disana?"

"untuk apa? Kangin-ah, ini segitiga Bermuda! mereka tahu, kok kita juga berada disini!"

"bukannya manusia tidak tahu tentang keberdaan kita, hyung?"

" itu bagi para manusia yang berada di luar segitiga Bermuda. Ah, kau masih muda. Masih belum saatnya untuk tahu"

"ya, hyung. Aku sudah 10 tahun.. 10!"

"lalu? Haha, tenang saja. Kapanpun kau ingin bertanya, aku akan selalu disampingmu"

"jinjjayo?"

"ne…"

"….Leeteuk-hyung….".

Siwon menatap wajah majikannya dengan bingung.

"ngigo," ucapnya. "pangeran….?" panggil siwon.

Kangin daritadi tertidur di kursi istana sambil menopang kepalanya. Sepertinya dia habis berpikir, lalu, tertidur. Pikir siwon. Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil menghela nafasnya.

"lagi-lagi kau menyebut namanya, pangeran" ia pun sedikit tertawa. Diambilnya kain sutra yang terlipat rapi disebelah kursi, lalu menyelimuti Kangin dengan kain tersebut. Setelah selesai, ia bejalan keluar dari ruangan. Membiarkan pangerannya beristirahat.

.

.

.

.

"Hyukjae-ah! hae-ah!" teriak namja manis berbibir unik sambil melambai-lambai tangannya. Ia tersenyum melihat dua namja yang ia panggil menoleh tanda bahwa kedua namja itu mendengar panggilannya.

"ya! Sudah kubilang, hentkan panggilan itu! Bisa hancur reputasiku!" kesal namja berambut pirang tersebut. "aku juga! Aku juga sudah bilang, kau memanggilku dengan nama 'Donghae' saja, Hae itu panggilan eomma-ku!"

Para namja –kecuali namja bernama 'Donghae'- tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan si namja tampan tersebut.

"haha! Padahal kau prajurit yang hebat, bisa-bisanya malu jika dipanggil 'hae', hahahaha!" tawa sungmin menjadi-jadi.

"s-sudah..sudah…. nanti diliatin orang.. pffft" lanjut si Hyukjae a.k.a Eunhyuk sambil menahan tawanya dengan susah payah.

"Ya! Stop…. Ini pulau humans… bisa-bisa kita bisa jadi bahan percakapan mereka.. err… apa itu… oh, ya! Gosip!" lanjut Donghae takut-takut.

"tenang-tenang. Disini gossip hanya untuk para manusia-manusia yang ada di sini kok," jelas Sungmin, si namja manis. "ayo, sebentar lagi Ryeowook akan konser!" lanjutnya.

"benar juga! Bisa-bisa dia ngambek dan nggak mau buatin kita makanan kalau kita tidak melihat konsernya." Santai Eunhyuk.

"Dasar kau, Hyukjae." Cengir Donghae.

"YA!" teriak Eunhyuk kesal.

"ngomong-ngomong, mana Yesung-hyung?" potong Sungmin dengan polosnya.

"hari ini dia ada urusan." Jawab Donghae.

"hah? Urusan apa?" Tanya Sungmin lagi.

"Dracula," Ucap Eunhyuk mulai serius.

"apa yang terjadi….?" Sungmin sedikit memperlambat jalannya. Menatap Eunhyuk dengan serius.

"kemarin ada pesawat dari luar yang jatuh di Guide Island sebelah utara. Yah, itu tak direncanakan oleh para petinggi vampire." Jelas Donghae lagi.

"biasanya, para petinggi membawa masuk para manusia mengggunakan 'Portal' yang langsung terhubung di pusat Pulau Vampire. Tapi kali ini, caranya terlalu kejam, semua awak kapal dibunuh, hanya 2 orang yang selamat." Eunhyuk menjelaskan sembil menendang batu yang ada di sepanjang jalan.

"…..ini semua diluar sepengetahuan kami." Donghae menatap Sungmin.

Sungmin membulatkan matanya. Solah mengerti tatapan Donghae. "itu artinya….."

"para Dracula." Singkat Eunhyuk.

"…."

Mereka terdiam. Berpikir sejenak.

"…..jadi, Yesung-hyung sedang menyelidiki kasus ini?" Tanya Sungmin.

"Ne," Jawab EunHae.

"….kalau menyangkut Dracula, berarti…." Sungmin menjeda perkataannya. "..Pangeran Leeteuk…"

Mereka kembali terdiam. Namun keheningan mereka dipecahkan oleh teriakan merdu namja manis dari ujung jalan. "YAAAAAAAA! SUNGMIN-AH! EUNHYUK-AH! DONGHAE-AH!"

"wookie." Ucap Sungmin.

Ryeowook –sang penyanyi yang tadi mereka bicarakan- berlari menghampiri tiga namja tersebut. Tanpa basa-basi ia langsung menarik tangan Sungmin.

"ayo cepat- eh, mana Yeye-hyung- eh, maksudku Yesung-hyung…." Tanya Ryeowook.

"dia ada urusan penting, Wookie." Jawab Donghae.

Ryeowook menggembungkan pipinya. "huuuh. Yasudah, lah! Kalian, ayo masuk, konsenya sudah mau mulai!" Ajaknya.

"ne, ne~ nanti masakkan kami sesuatu, ya, wookie?" Sungmin melakukan 'Aegyo', diikuti oleh Eunhyuk.

"aish, iya, iya! Kalian ini pikirnnya makan mulu. Cepat masuk, eoh!?"

"NE~~~~~~~~~~~~" ketiga namja itupun memasuki wilayah konser melupakan topik pembicaraan mereka sebelumnya.

Dari kejauhan, terlihat namja tampan berkulit putih dengan wajah 'evil' sedang menatap gerak-gerik Sungmin dari kejauhan. Senyuman smirk-nya keluar saat Sungmin tidak sengaja melihat namja itu sekilas, namun tetap tidak menyadari bahwa namja tersebut sedang menatapnya. Namja itu Mengeluarkan tering panjangnya lalu tiba-tiba menghilang ditelam asap hitam.

.

.

.

.

"pangeran, Kim Joongwoon, prajurit dari Vampire Island datang kesini, Dracula Island. Dia meminta izin untuk menemui anda, apa anda menerimanya?" seorang prajurit berkebangsaan china menghadap pangerannya.

"Yesung?" Jawab Sang Pangeran.

"Ne, Pangeran"

"apa maunya? Kenapa tiba-tiba?" potong namja cantik pengawal pribadi sang Dracula prince.

"tidak apa-apa, Heechul-ah" Sang Pangeran mengangkat tangannya.

Heechul, sang pengawal, menundukkan kepalanya lelu berbisik kepada Sang Pangeran. "dia mungkin saja berbahaya, pangeran Leeteuk"

Pangeran Leeteuk membuka 'hoodie' yang menutupi kepalanya. Terlihatlah wajah tampan yang daritadi tersembunyi dibalik kain hoodie-nya.

"biarkan dia masuk."

Ahhhh~ akirnya bisa ngetik juga… setelah UTS, bebaaaassss~

Mian, ya, agak lama di update ._. inspirasiku ga keluar2(?) sih..

Review please (_ _)

*Balesan pertanyaan di review chap 2

uchihaputry : gomawo ya nasehatnyaaa ^^ author seneng banget ehe(?) keep it up(?)

SSungMine & desroschan : ng… official pairings? Liet aja kelanjutannya(?) *ga jwb pertanyaan(?)*

kanginbrother : kkk sori ya krg panjang ._. Tp chapter ini udh lumayan panjang~

dindaR : tenang~ semua pairings ada~ thx for review ^^

umi elf teukie : misi saya melestarikan kangteuk '-')9

Beakren : couple2 nya kyk biasa kok~ ^^ KangTeuk, KyuMin, YeWook, SiBum, EunHae, ZhouRy, HanChul, …kecuali Shindong ._. shindong ama Lee So man(?) *dibunuh*

Arumfishy : mochi? Emmm~ dia kenapa ya~~~~~? (?) *ditabok* klw kamu baca chap ini, mungkin akan sedikit tahu apa yg terjadi dg mochi~ J baca ya~

Nurhanita Clouds Elf : perbedaan Vampire dan Dracula? ._. hmm.. kalo disini, perbedaannya, aku buka dikit ya~ klw vampire, seperti darah biru (bangsawan) dan mungkin agak lebih lemah dari dracula. Kalau Dracula, kesannya seperti peskuan(?) errr.. pakai jubah2 kyk gitu(?) ada penutup kepala. Mereka menjurus ke.. seperti persembahan gitu. Seperti di MV EXO yg MAMA itu loh, pake jubah2 ._. apa penjelasannya udh cukup? Kalau masih bingung, nanti aku akan upload gambar yg kubuat utk ff ini ^^ ok chingu~? Thx yaa~~

nami asuma : annyeong^^ knapa kamu bisa tau namaku—(?) *jelas ketulis(?)* ini udh apdet~ thx ya~

mind to review (again)? ^^