Ghost Lover Club

By: Hikary & Shuukai

Disclaimer :Bleach belong to Tite Kubo

Rated :T

Warning :OOC,Typos,Alur kecepatan,EyD


Malam hari di sebuah Ruangan,

"Tuan, ahir-ahir ini mereka kembali berkeliaran," kata seorang pria berambut silver

"Aku tau,tapi bagaimana caranya? Aku tidak mungkin bisa mengurus hal-hal itu lagi, kau tau sendirikan kalau aku sudah tua," kata kakek itu

"Tuan benar, bagaimana kalau kita meminta bantuan dia?" kata pria itu

"Hm... apa tidak ada cara lain? Aku hanya tidak tega jika harus mengganggu kehidupannya yang sudah tenang disana," kata kakek itu lagi

"Sepertinya kita tidak punya cara lain,Kek. Kita sudah berusaha untuk mencari para indigo, tapi tidak ada yang berhasil untuk melakukannya. " kata pria itu lagi

"Kau benar, tidak ada cara lain lagi. Baiklah siapkan peralatannya," kata kakek itu

"Baik tuan," kata pria tersebut lalu keluar dari ruangan itu. Beberapa saat ia kembali dengan membawa sebuah tas berisi sebuah peralatan mistik, seperti sebuah kertas dengan tulisan hiragana, katakana, dan kanji, sebotol kemenyan, sebuah cawan(1), beberapa batang lilin, sebuah koin, dan semangkuk sesajen.

Lalu disusunnya peralatan tersebut.

"Ayo,kita lakukan," kata kakek itu

"Baik," kata pria tersebut

Lalu mereka meletakkan koin di atas kertas itu, dan menyalakan lilin tersebut serta membakar kemenyan dan sesajian yang telah diletakkan di cawan itu. Mereka duduk berhadapan,dan kakek itu mulai membaca mantra tersebut.

"River of Blood, Oceans of Bones. The Creator is angry for your trespass. Bow to his Majesty and all will be Forgiven. But Sin again, and the Punishment will be your Oblivion. Carriage of thunder Bridge of a spinning wheel. With light divide this into six. Bones of sleeping Hollows burn to ash, Claw of the beast tear the soul, impale the enemies with the spear of Justice," kata kakek itu membaca mantra.

Tiba-tiba koin itu bergerak dari satu kata ke kata lain, membentuk sebuah nama.

Ryu-Jin

"Curse those who walk above the surface, our rageshall be our sword and our hate shall be our spear. Slash their eyes and smash their legs. Let them know our dark eternal pain. Sprinkled on the bones of beast! Sharp tower, red crystal and steel ring. Move and become the wind, stop and became the calm. The sounds of warring spears fills the empty castle," sambung kakek itu lagi

Kali ini koin tersebut berhenti di kata terahir, lalu secara mistis huruf-huruf yang di tunjuk koin tersebut bersinar. Dan warna tulisan yang sebelumnya hitam,kini berubah menjadi merah darah.

Ryu-Jin Ja-k-ka

" Ye lords! Mask of blood and flesh, all creation, flutter of wings, ye who bears the name of Man! Inferno and Pandemonium, the sea barrier surges ,march on the south! Now I` m summoning you, The King of Hell, Please Fulfilled My wish. O Ryujin Jakka, the King of hell," kata kakek itu lagi

Tiba-tiba di hadapan mereka berdiri sesosok raksasa, bewarna merah

"Ryuujin Jakka, aku butuh bantuanmu," kata kakek itu

"Ada apa?" tanyanya

"Tolong bangkitkan putraku, yang telah meninggal 4 tahun yang lalu. " kata kakek itu sambil menyerahkan foto seorang pria berambut raven keunguan.

"Baiklah,seperti yang kau ketahui sebelumnya. Dia tidaklah abadi, dia akan kembali padaku. Setelah semuanya selesai," kata raksasa itu

"Baiklah," kata kakek itu

"With the name of Ifrit! I` m Ryuujin Jakka, summoning you. The Boy who already died, now come out and hear my voice! "

Beberapa saat seorang pria berambut raven keunguan, telah berdiri di antara mereka. Sebuah rantai melingkar di kedua lengannya. Dan juga sepotong rantai tepat di dadanya (ingat aja kayak wholes)

"Kau datang juga," kata kakek itu sambil tersenyum

"Yah, begitulah, Chichi," kata pria itu sambil tersenyum "Jadi ada perlu apa?" tanyanya lagi

"Aku butuh bantuanmu," kata kakek itu singkat

"Hm.. baiklah. No problem at all," kata pria tersebut menyeringai

"Nah,ayo ikut aku," kata kakek itu

Lalu mereka meninggalkan ruangan tersebut.


TBC

"Yay! Ahirnya, ini fic sudah saya perbaharui dan di upgrade, moga kesannya lebih baik," kata Hikary

"Gommen kalau horornya belum kerasa, tapi di chapter-chapter selanjutnya akan di usahakan deh," kata Shuukai

"Mind to review our Fic?"