Karakter dari Tite Kubo 'kan ku pinjam untuk parody ini. Semua karakternya OOC, jadi pasti kalian tau 'kan para karakter "Baka and Test : Summon The Beast" sifatnya kaya gimana ? dari pada baca ginian mending baca aja langsung

Silakan Membaca !


Hari libur berakhir dengan begitu cepat, tak terasa waktu terus berlalu tanpa henti. Hari ini adalah dimana kami para pelajar memulai memasuki semester 2. Rasa-nya aku ingin berada di rumah menoton tv bersama keluarga sambil memakan kacang kesukaan kami, bermain game online, bertemu teman-teman dan jalan-jalan bersama teman-teman.

Bicara tentang teman-teman, aku memiliki sebuah club yang bisa diaggap konyol, yaitu "Soul Society Rescue Team" atau disingkat S2RT. Club ini dibentuk oleh Renji dan Toushirou. Mereka memaksaku untuk ikut, karena aku pengangguran. Lalu ada Inoue,Hinamori dan Rangiku-san. Club kami sudah dianggap oleh sekolah, tugas kami adalah membantu sekolah jika ada festival atau apa saja yang menurut kami pekerjaan yang cukup berat. Tapi kami juga suka membantu siswa lain, seperti mencari dompet, mencari HP, bahkan mengambil kucing yang terjebak di atas pohon, dengan korban Toushirou yang harus menerima luka cakar di wajah sebanyak 5 kali.

"Kurosaki-kun!" teriak seseorang dari belakang. Ternyata dia adalah Inoue, gadis berambut panjang berwarna orange. Ia berlari dari gerbang sekolah menuju kemari.

"A~h, Inoue, pagi!"

"Pagi !" sekarang dia berada di depanku dengan nafas terenggah - enggah,"Kurosaki-kun, kau sudah tau ?, kalau nantu bakalan ada murid pindahan dari luar negeri ?"

"Murid pindahan ? Siapa ?"

"Kalau ga salah namanya..." sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, bel tanda masuk pun berdeting keras.

"Sudah bel ! Ayo cepat nanti kita terlambat !"

"Ah ya, kau benar" langsung saja kami berlari kedalam menuju ruang kelas.

Anggota S2RT semuanya sekelas, yaitu di kelas 2-F, kelas paling terbelakang di kelas 2 ini. Kelas 2-F menampung siswa-siswi yang nilai-nya di bawah rata-rata, bahkan bisa lebih buruk dari itu. Cara memilihnya dengan menjawab soal sebanyak-banyaknya, rata-rata kelas kami hanya bisa menjawab kurang dari 100 soal. Dengan soal yang tidak terbatas inilah, kami harus menjawab sebanyak-banyaknya agar mendapat nilai yang tinggi. Nilai tertinggi di pegang oleh Gin Ichimaru dengan score 313 poin dalam mata pelajaran sejarah. Dan nilai terendah di pegang oleh... , kalian bisa menebaknya ? ya itu aku, Kurosaki Ichigo dengan poin 13 dalam mata pelajaran sejarah. Gin Ichimaru berada di kelas 2-A.

Lalu sistem pembelajaran di SMU Sereitei ini sangat unik (aneh menurutku). Setiap kelas, peralatan belajarnya berbeda-beda. Kelas 2-A, Laptop. Layar besar yang lebih besar dari layar bioskop, fungsi dari layar tersebut hanya sebagai alat membantu ketua kelas dalam menyampaikan pesan kepada kelas-nya. Minum dapat sendiri, ga usah beli keluar sekolah atau belajarnya pun lebih empuk dari sofa-sofa mahal. Sedangkan kelas kami hanya dengan meja bundar kecil untuk masing-masing siswa, kami harus duduk menyilang, papan tulis masih menggunakan papan tulis kapur. Pokoknya beda jauh deh dari fasilitas kelas 2-A.

"Oi Kurosaki ! cepat sedikit !" kata seseorang dari dalam kelasku, dia adalah Renji, berambut merah diikat, bertato, dan dia adalah wakil dari S2RT.

Aku dan Inoue pun masuk ke kelas, di sana sudah penuh dengan siswa yang terbelakang.

"Dari mana saja kau?" kata Renji.

"E~hh, memang ada apa ?"

"Sudah, kalian berdua lebih baik duduk sana" kata seseorang perempuan, ia berambut pirang, kelihatan lebih tua 1 tahun dari kami, tapi dia se-umuran dengan kami semua. Terlebih lagi dia berdada besar, membuat dia menjadi primadona ditingkat kelas 2. Dia Rangiku Matsumoto yang lebih senang dipanggil 'Rangiku-san'.

Aku dan Renji duduk paling belakang pojok kiri, di depanku ada Momo Hinamori ia bertubuh munggil, imut dan cantik bisa, dibilang dia yang ke-3 tercantik di kelas 2, hahaha... sayangnya dia berada di kelas 2-F, Rangiku-san berada satu baris didepan Inoue. Inoue sendiri berada di samping Momo sekarang dia sedang membersihkan papan tulis.

"Oi Renji !, dimana Toushiro ?" tanyaku.

"Dia sedang menghadiri rapat ketua kelas. Jadi ia sedikit terlambat"

"Lalu, apa kau tau tentang murid pindahan ?"

"Tentu saja, dia akan datang bersama Toushiro dan Pak Byakuya. Kalau tanya namanya, jangan tanya aku" sambil mengankat kedua bahunya. "Hinamori-chan, kau tau nama murid pindahan itu ?"

"Maaf, aku juga kurang tau. Aku sibuk mengurus Toushiro-kun dan Rangiku-san, mereka belakangan ini banyak sekali kasusnya. Bahkan kasus yang dulu saja belum selesai" ia tampak sedih menceritakannya, jujur saja walau pun dia berada dalam kelas terburuk, tapi dia memiliki nilai yang hampir setara dengan kelas 2-B. Sayangnya pada saat Ujian Pemilihan Kelas dia annemia, karena mengurus kasus Toshiro dan Rangiku-san. Kenapa bisa ?, Toushiro dan Rangiku-san adalah murid yang sulit untuk dicari (atau suka keluyuran) kadang-kadang mereka berada di Kantin dan bolos pelajaran. Para guru selalu memintaa pertolongan ke Momo, karena Momo sudah berteman dengan mereka sejak kecil jadi tau kebiasaan mereka. Kasihan...

"HAHAHAHA, sudahlah Hinamori, tampamu kasusnya bakal makin rumit. Aku sangat berteima kasih loh" Rangiku-san datang dengan wajah tak berdosa.

"Tapi kenapa harus aku ?" sekarang ia menjadi kesal. "Kurosaki-kun tolong jelaskan maksudku pada Rangiku-san !" ia memandangku dengan sedikit memelas. Semua anak laki-laki memandang tajam ke arahku. Pandangan mereka seakan siap membunuhku.

'Oi Renji ! bantu aku dong !' aku berbisik ke Renji.

'Itu si Derita Lo' ia membalas dengan wajah dingin. 'Lebih baik kau jelaskan saja'.

'Tapi harus mulai dari mana ?, Cepetan dong Renji!. Liat mereka sudah bawa alat' 'eksekusi' para anak lelaki kelas 2-F sudah membawa alau pancung dan obor.

"Ichi~go Kuro~saki~~ kau tau kesalahanmu?" salah satu dari mereka datang kedepan dengan buku ditangannya.

"Ano~~~, aku tidak melakukan kesalahan koq"

"JANGAN BERBOHONG !, kau telah melanggar peraturan khusus kelas 2-F. Peraturan no 5 yaitu : untuk menjaga rasa kebersamaan sesama orang 'terbelakang', siswa lelaki kelas 2-F dilarang BER-PA-CA-RAN. Itu lah kesalahanmu, Melanggar Peraturan no.5"

"Tunggu dulu, Keigo. Peraturan ini kan hanya untuk hiburan, bukan untuk dijadikan PERTURAN YANG HARUS DITAATI" aku berusaha membela diri. Peraturan Kelas 2-F adalah Peraturan no 1 setelah peraturan sekolah. Dan isinya, hanya peraturan konyol yang banyak mementingkan rasa kebersamaan sesama orang bodoh.

"Hukuman mu sudah ditentukan, yaitu dibakar hidup-hidup. Pasukan Eksekusi seret dia !" peritah Keigo, sang penegak keadilan.

GYAAAAAAAAAA, teriakanku terdengar seluruh kelas. Tentu saja, karena aku sedang dieksekusi mati oleh para laki-laki. "PENGKHIANAT" dengan menyebutkan sambil menggotongku..

"Tun...g...gu dulu! Keigo, kami benar-benar tidak ada hubungan apa apa !" diriku membela dengan seluruh tenaga dan hasilnya...

"PEMBOHONG"

BRAKKK. terdengar suara bantingan keras. Ternyata Toushirou sudah datang dengan wajah lesu.

"OOOIII ! orang-orang bodoh ! kembali ketempat kalian, aku punya berita penting" katanya sambil marah-marah. Langsung saja semua menurut pada ketua kelas.

Toushirou sudah berada di podium kelas, lalu dia melanjutakan perkataannya,"Semua sudah duduk ?" ia melihat sekeliling dengan seksama. "Baik, beritanya adalah sekolah kita akan mengadakan program baru nan unik. Yaitu kita dapat memanggil monster yang ada dalam diri kita"

Hening~~~~"MONSTER~~~~?" kompak.

"Semacam itulah yang aku dengar. Apa kalian tau game Persona ? ya kira-kira cara mengeluarkannya seperti itu"

"Aku masih belum mengerti bos" kata Keigo.

"Hmmmm..., kalo ga salah, program ini untuk meningkatkan pembelajaran secara pertempuran dengan kelas lain. Yang menang akan diberi hadiah peningkatan fasilitas pembelajaran atau mengikuti kata sang pemenang"

"Lalu, moster kita pasti punya darah yang berbeda-beda 'kan ? bagaimana cara menentukannya ?" salah satu murid bertanya.

"Dengan nilai yang kita peroleh selama ini, Misalnya, nilai Sejarahku 50, maka nyawaku 50 point dalam bidang Sejarah"

"Bidang ? apa maksudmu ?"

"Pertarungan ini menggunakan mata pelajaran sebagai medan perang, jika kita bertarung dengan medan Matematika, maka nyawaku tidak akan 50, tapi sesuai dengan nilai yang aku peroleh dalam bidang Matematika"

"Oooooh, lalu cara kami memanggilnya dengan cara apa ?" aku pun ikut bertanya.

lalu Toushirou pun berdiri dan mengankat tangannya "BANKAIIII !" tiba -tiba muncul moster mirip dengan wujud Toushirou dengan membawa pedang dan sayap es dengan ekor yang terbuat dari es pula. "Beginilah caranya, bentuk dari 'Monster' tersebut sesuai dengan kepribadian 'Monster-User' atau kita"

WOOOOOWWW, semua berseru dengan kompaknya.

"Kalian sudah liat kan, kita bisa menukar fasilitas kelas ini dengan yang lebih layak jika kita terus menang melawan kelas yang lebih tinggi" semua bersorak girang dan bersemangat tanda mereka setuju akan kata dari Toushirou. "Kita harus lebih semangat dan tingkatkan nilai kita agar bisa mengalahkan meraka, Setuju ?" sorak meraka pun makin terdengar keras.

"OOOOIIIIII BERISIK ! APA YANG KALIAN LAKUKAN. ANAK-ANAK TERBELAKANG ?" tiba -tiba muncul seorang Guru yang terlihat galak dan ganas, dengan rambut tajam keatas. dia dijuliki si IRON MAN, atau nama aslinya Zaraki Kenpachi.

"Eh, Iron Man ? sedang apa kau di sini ? bukanya Pak Byakuya yang akan kesini ?" kata Toushirou.

"Dia berhalang, aku kesini hanya ingin memperkenalkan murid baru yang tersesat ke kelas tebodoh ini"

"Cih ! sisanya bapak saja yang lanjutkan" Toushirou pun kembali ke tempat duduknya.

Iron Man pun langsung menuju podium kelas dengan diikuti oleh seorang siswa perempuan, dia bertumbuh kecil, rambur nge-bob, wajahnya tampak serius. "Silakan perkenalkan dirimu"

"Ya...Terima Kasih" langsung dia mengambil kapur dan menulis namanya. "Namaku adalah Rukia Kuchiki, aku pindah ke sini karena mengikuti kakak ku, Mohon Kerja Samanya" dia membungkuk memberikan hormat pada kami. tapi responnya...

"Kuchiki ? rasanya aku pernah dengar entah dimana" kata salah satu murid.

"Itu nama margaku, kakak ku bernama Byakuya Kuchiki" Rukia menjawabnya.

APAAAAAA!,semua berteriak terkejut, kecuali aku,Toushirou dan Renji.

"Sudah - sudah,kalian sekarang belajar dengan Pak Kyoraku 'kan? cepat ganti baju kalian, dia sudah menunggu kalian dilapangan" dia pun meninggalkan kami yang masih sangat terkejut.

"Kuchiki-san ! sebelah sini ! kau duduk di sampingku" teriak Inoue, ia menunjuk kebangku sebelah kanannya. Rukia pun menuruti perintahnya. Langsung saja mereka berteman dan cepat akrab.

"Dia datang ke tempatnya salah" Kata Renji dan Toushirou berbarengan.

Aku pun setuju. Kasihan Rukia, harus berada di kelas terbelakang...

-Jam Istirahat-

"Fuuuuuaaaahh !, akhirnya isthirahat juga" kataku setelah selesai pelajaran Biologi oleh Bu Unohana. Aku pun langsung tiduran di belakang kelas.

"Ke Kantin Yuk !, aku laper nih" ajak Renji.

"Males ah, mending di kelas sambil tidur-tiduran. Kau makan saja cemilanku di dalam tas, kemari aku kekeyangan, jadi aku bungkus saja cemilannya"

"Apa yang kau punya ?" sambil mengorek - ngorek tasku.

"Keripik Singkong"

"Hmmm..., lumayanlah daripada perut kosong"

"Mana Toushirou ?"

"OPERASI"

"Sepagi ini? padahal baru awal hari masuk sekolah, sudah 'Operasi'. Kelas mana yang terkena pekerjaan jahat nya?"

"Kelas 2-D, kelasnya Chad dan Ishida"

"Walaupun pekerjaannya bisa dibilang jahat, tapi hasilnya pasti bagus-bagus"

"Dia baru saja beli barang baru untuk 'Operasi'-nya, jadi dia sangat bersemangat akan pekerjaan jahat nya kali ini"

Pintu kelas pun terbuka, terlihat wajah Toushirou yang setengah lelah setengah senang.

"Berapa yang kau dapat?" tanya Renji sambil membuka bungkusan Keripik Singkong.

"5 buah, aku mendapatkan yang bagus"

"Lalu siapa 'Korban'-nya ?" tanyaku.

"Tatsuki Arisawa"

"BENARKAH !, KAMI MAU SATU !"aku dan Renji langsung menyerbu Toushirou. Toushirou adalah seorang pemimpin tapi juga dia punya keahlian khusus, yaitu photographer yang handal. Keahliannya digunakan untuk hal jahat. Yaaa... Toushrou mempunyai julukan khusus dari para siswa, Yaitu 'Si Mesum'. Karena dia suka memoto bagian bawah rok atau bagian tubuh siswa perempuan. Dari susut padang perempuan mungkin itu jahat, tapi dari sisi kami itu adalah keahlian yang hebat. Banyak anak laki-laki yang suka meminta hasilnya. Toushirou mengambil kesempatannya dengan menjual hasilnya.

"Karena dia Ratu kelas 2-D, maka harganya tentu mahal. Aku beri 200 Yen, bagaimana ?"

"Apa kau gila ? Tentunya kau tau 'kan ? bawah kami ini 'Masyarakat Ekonomi Rendah', mana mungkin kami bisa membayar 200 Yen. 120 Yen cukup tidak ?"

"180 Yen"

" kalau 130 Yen ?"

"175 Yen"

"135 Yen ?"

"160 Yen atau kau tak dapet bonusnya"

"Siapa yang jadi Bonusnya ?"

"Action Figure dari Anime 'Sket Dance', Himeko" sambil menunjukannya.

"Bagaimana kau mendapatkannya ?" Tanya Renji yang sedikit kaget.

"Aku menemukannya di Jalan tadi pagi. Karena aku sudah punya, jadi aku mau jual. Sempat aku tawaran ke anak-anak 'Otaku' tapi rata-rata mereka sudah punya"

"Aku beli" Kata Renji sambil mengeluarkan uang sakunya.

"Renji..., kau seorang 'Otaku'?" tanyaku.

"Tidak, aku hanya suka pada Animenya"

"Hei ! apa yang kalian lakukan ?" Tiba - tiba datang dari belakang Toushirou, dia adalah Rangiku-san dan anak perempuan lainnya.

"Woaaah !, bukan apa apa" kami bertiga langsung mundur.

"Benarkah ?"

"Benar koq"

"Cih, aku curiga nih"

"Sudahlah, lebih baik kita bahas tentang rencana berikutnya" kata Toushirou sambil menghindari kecurigaan Rangiku-san.

"Apa rencanamu ?"

"Bagaimana dari sekarang sampai 2 bulan kedepan, kita menaikan nilai kita untuk perang melawan kelas 2-E ?"

"Yang benar saja, mana mungkin kita bisa menaikan nilai secepat itu?" celetus Renji.

"Bodoh ! belajar dong !"

"Kaya kau suka belajar aja" celetusku.

"Diam kau ! tujuan kita sebenarnya adalah menghacur kelas 2-A dan mendapatkan fasilitas belajar yang layak"

"Tapi 'kan kelas 2-A itu, kelas yang berbahaya, mereka dipimpin oleh Sonsuke Aizen, walaupun dia bukan yang tertinggi. Dia pintar dalam menyusun strategi"

"Lagi pula kita harus mengalahkan kelas 2-B dan 2-C terlebih dahulu. Kelas 2-B dipimpin oleh Hirako Shinji, dia punya pasukan pembunuh bernama 'Visored'. Kekuatan mereka sebanding dengan Kelas 2-A. Hanya saja mereka anak 'bermasalah' jadi mereka di letakan di kelas kelas 2-C mereka menjuluki mereka pasukan 'Abadi' atau Bount, mereka dipimpin oleh Jin Kariya" kata Rangiku-san.

"Buset ! dari mana kau dapet informasi seperti itu ?" tanyaku terkejut.

"Tentunya dari Gin"

"Oh ternyata..."

"Tenang saja, kita punya Hinamori dan Kuchiki, mereka punya potensi yang besar untuk digaris depan"

"Kau korban kan Rukia dan Momo ?" kataku.

"Kau ingat 'kan, kalau Hinamori harusnya di kelas 2-B. Dan setelah dia mengambil ujian perbaikan nilai dia dapat nilai yang cukup besar, tapi sayangnya dia tetap di kelas 2-F. Lalu Kuchiki, aku juga tidak tau berapa nilainya, tapi bisa saja dia sama seperti Hinamori, namun lain lagi jika dia juga nilainya buruk, kita gunakan Orihime sebagai gantinya"

"Lalu kami?" Renji bertanya.

"Kau dan Matsumoto berada di garis pertahanan. Tapi yang posisi paling penting dipengang oleh Kurosaki"

"E~hh, kenapa aku?" aku pun bingung.

"Kau akan mengatur inti serangan, karena kau adalah murid 'Percobaan'"

"Murid 'Percobaan' ? apa itu?"

"Murid 'Percobaan' adalah keahlian khusus bagi siswa yang nilainya paling bawah atau bermasalah. 'Monster'-nya dapat menyentuh benda yang ada di sekelilingnya"

"Kalau begitu, bagaimana dengan Visored ? apa mereka murid Percobaan juga ?"

"Itulah yang aku takutkan. Jika mereka sama sepertimu, maka habislah kita"

"Lalu, bagaimana cara kau menambahkan nilai kelas ini?"

" 'Jika Pemimpinnya Kuat, Maka Anak Buahnya Pun Ikut Kuat' , maka aku hanya mengajak kalian, Orihime dan Kuchiki untuk belajar bersama di rumah Hinamori lalu aku akan mengajukan ujian pernaikan nilai. Kita akan melaksanakannya sesiap kalian"

"Baiklah aku mengerti, kapan kita mulainya ? besok ? lusa ?"

"Lusa, kita harus kumpulkan data tentang kelas 2-E dan mental"

"Okelah kalau begitu, aku akan mencari info dulu, dah !" Rangiku-san pun pergi.

"Kau hebat Mesum ! sambil menunngu bel masuk pelajaran ke-3, kita makan Keripik Singkong saja, bagaimana? liat ! belum dimakan-makan"

"Kau benar"

Kami pun makan dan mengobrol sampai bel masuk pelajaran ke-3 berbunyi.

-Usai Sekolah-

"Oi Renji ! apa rencanamu sekarang ?" tanyaku.

"Tidak ada, paling main Game Online di rumah"

"Kalau kau, Kurosaki-kun ?" tanya Inoue.

"Aku mau ke Karakura Mall, mau liat-liat Headset. Aku butuh Headset, tanpa lagu hidupku hanya seperempatnya"

"Kurosaki-kun, boleh aku ikut ? aku mau beli makanan untuk lusa nanti" kata Momo.

"Boleh saja"

"Rangiku-san mana ?"

"Dia mencari informasi tentang kelas 2-E, dia bolos 2 mata pelajaran hari ini"

"Ya aku tau itu. Kalo Toushirou-kun ?"

"Dia sedang Tour Berkeliling Sekolah Bersama Rukia Kuchiki"

"Kurosaki-kun, Momo-chan aku duluan ya ! Dah !" kata Inoue setelah selesai membereskan bawaannya dan pergi.

"Aku juga, temanku sudah SMS, aku disuruh Log In, ada Event baru katanya, dah !" Renji pun menyusul.

"Ayo Momo, kita pergi, sebelum para Eksekutor melihat kita berdua-an"

"Tunggu sebentar, barang ku masih banyak yang belum beres"

-Karakura Mall-

Karakura Mall adalah mall tebesar di daerah Karakura. Mereka menyediakan banyak barang keperluan, dari makanan, gaya hidup, bahan bangunan, peralatan sekolah dan masih banyak lagi. Karakura Mall menjadi salah satu mall yang berpengaruh bagi per-ekonomian Jepang saat ini, karena banyak yang mengujungi Karakura Mall yang menjual dengan harga murah dan fasilitasnya yang baik.

Skarang aku dan Momo sedang ada di pasar swalayan Karakura Mall. Momo tampak asik berbelanja.

"Nah, Kurosaki-kun, kau mau makan apa nanti di rumahku ?"

"Kare saja sudah cukup"

"Tumben, biasanya kau mau-nya Omelet, ada apa?"

"Tidak ada apa-apa koq, aku hanya ingin yang pedas-pedas"

"Baiklah. Bagaimana kalau habis ini kita ke Food Court sambil mencari inspirasi buat nanti lusa"

"Tapi aku tak punya uang, uang ku hanya cukup beli air mineral"

"Aku yang bayar deh"

"Eh, Jangan !" aku pun panik ga jelas. Apa ga malu kalau laki-laki di traktir sama perempuan ?

"Kenapa ? Hmmmm...mungkin kau malu ya ?" dia sekarang menggodaku.

"EH, bukan gitu, takutnya ngerepotin. Sudahlah ga usah bayarin aku" tanpa sadar wajah ku merah.

"Hehehehe, pake basa-basi segala. Sudahlah ayo kita ke Food Court" dia pun menarik tanganku dan pergi ke Food Court.

-Food Court-

"Kurosaki-kun, kau pesan apa ?"

"Aku ga mesan apa - apa"

"Eh, koq gitu ?" dia menjadi sedikit sedih.

"Momo ? kau kenapa ?" melihat dia sedikit berkaca-kaca, aku pun panik lalu banyak orang yang ngeliatin kami dan berbisik-bisik.

'Liat deh, cowoknya buat dia nangis, ada apa tuh ?' tedengar samar-samar bisikan dari ibu-ibu penggosip.

'Cowok aneh, buat pacarnya nangis di depan umum'

Tunggu dulu, mereka menggap kami pacaran ? mereka salah paham. Momo memang sedikit manja, walaupun dia tinggal sendiri di Apartement, tapi dia masih datang ke kamarku atau Toushirou sekedar numpang makan atau nonton. Alasannya hanya sepele yaitu 'kesepian'.

"Oke oke, aku akan memesan sesuatu, jadi jangan nangis ya"

"Benarkah ? Horeeee" wajahnya gembira kembali.

'Gila ni orang, manjanya bukan main' dalam hatiku berkata.

-Usai Makan-

"Aaaaa~~h enak banget makanan-nya" Kata Momo.

"Ya enak" aku hanya bisa membalasnya dengan lesu, sudah makanan-nya mahal aku pula yang bayar setengahnya malu kerana dibayarin Momo. Bukannya tujuan ku hanya mau liat Headset, ujungnya malah nemenin Momo sampai sore. Sialnya aku...

"Ano~ Kurosaki-kun, bagaimana pendapatmu tentang Kuchiki-san ?" tiba-tiba dia bertanya dengan nada khawatir.

"Kuchiki-san ? maksudmu Rukia ?" Momo sedikit mengangguk. "Ya~ dia lumayan cantik, walaupun pendek. Namun aku belum ngenalnya lebih jauh karena aku belum ngobrol dengannya. Memangnya ada apa ?" pertanyaanku yang terakhir membuat dia sedikit grogi untuk menjawab, ia terlihat panik, ada apa ?

"Lalu, apa menurutmu dia cocok dengan Hitsugaya-kun ?"

"Mungkin" mendengar jawaban tadi, ia tampak sedih. "Tunggu dulu !, jangan-jangan kau cemburu ya ?" aku sedikit menggodanya. Momo pun kaget mendengar pertanyaan tadi, muka nya langsung memerah.

"TIDAK ! AKU GA CEMBURU KOQ !, aku hanya bertanya !" dia marah dan berteriak cukup keras.

"Lantas, kenapa mukanya sedih gitu ? ditambah lagi, kau tadi langsung sewot. Sudahlah, jujur aja deh !"

"Aku 'kan cuman nanya, kalau menurutmu cocok, aku mau ngedekatin mereka. Kau dan Hitsugaya-kun 'kan sahabat" aku tau dia bohong, Momo dan Toushirou adalah teman semasa kecil, mungkin saja selama ini dia pendam perasaan sukanya pada Toushirou. Mungkin dia bertanyaan seperti ini karena tadi Toushirou terus mendekati Rukia, tujuannya sih untuk peperangan nanti, kayanya Momo salah paham, jadi deh dia bertanya seperti ini.

"Ya, kalau itu mau mu, maka akan aku jawab 'cocok'"

"Kalo gitu, mau kau bantu aku ?"

"Hmmm..., kaya nya menarik, boleh - boleh"

"Kalo gitu, kita gunakan acara 'Belajar Bersama' di rumahku nanti lusa, bagaimana ?"

"Bebas, yang penting mereka jadi-an 'kan ?"

"Baiklah, ayo pulang ! sudah jam 5 sore nih" sambil bersiap-siap. Aku pun berdiri dan pulang bersama Momo.

Apa perbuatan ku benar ? Aku yakin bahwa Momo menyukai Toushirou, tapi dia masih malu berkata jujur. Rasanya seperti membantu orang untuk berbuat salah kedalam masalh yang lebih dalam. Apa yang harus aku perbuat ?


Chapter 2-nya 'kan dilanjutkan 2-3 minggu lagi, karena banyak tugas yg di pikul (curhat dikit)

PLS RnR !